Serology Test COVID-19 - Klinik Doktora

241 melihat
Icon Moneys
Mulai dari 0Rp. 300.000
Icon Calendar
Masa berlaku hingga 31 December 2020

PROMO BERLAKU DI

Doktora ClinicJalan Wolter Monginsidi No. 43 Graha Bintara Kebayoran baru, Jakarta Selatan Lihat Lokasi

DESKRIPSI

Paket Screening COVID-19

Klinik Doktora menyediakan layanan Serology Test Covid-19 dengan harga Rp 300.000,-

Mengapa Anda membutuhkan serology test Covid-19?

Sebelum muncul paket screening Covid-19 ini, rapid test dan swab test sudah diterapkan di Indonesia sebagai tes deteksi virus Corona. Sama seperti rapid test, tes Elecsys juga mendeteksi antibodi bernama imunoglobulin yang muncul sebagai reaksi sistem imun tubuh terhadap virus Corona.Antibodi merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya. Terdapat dua jenis antibodi yang dideteksi pada tes serologi ini, yaitu imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG).

Bagaimana serology test Covid-19 dilakukan?

Pada paket screening Covid-19 ini, pemeriksaan membutuhkan sampel darah dari pasien. Prosedur pengambilan darah ini meliputi:
  • Tenaga medis akan membersihkan lokasi pengambilan darah (biasanya di di siku bagian dalam) dengan cairan antiseptik. Langkah ini akan membunuh kuman di permukaan kulit.
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan tali elastis agar aliran darah di lengan dapat terkumpul dan pembuluh darah vena mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, darah kemudian akan diambil dengan cara menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Tabung khusus lalu dipasang di belakang jarum untuk menampung darah pasien.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban steril.
Proses pengambilan darah umumnya hanya berlangsung singkat, yakni sekitar lima menit. Pasien mungkin akan merasakan nyeri ketika jarum dimasukkan atau dicabut dari pembuluh darah.

Apa informasi penting mengenai serology test Covid-19?

Keunggulan Covid-19 antibody serology test dibandingkan rapid test Corona adalah sensitivitas dan tingkat spesifiknya yang tinggi. Tes ini memiliki sensitivitas yang mencapai hingga 100 persen dan tingkat spesifik sebesar 99,8 persen.

Seperti apa hasil serology test Covid-19?

Secara umum, hasil tes serologi antibodi Covid-19 akan keluar dalam waktu 18 menit. Hasilnya dapat berupa hasil reaktif atau non-reaktif.
  • Antibodi reaktif (positif)
Deteksi antibodi dikatakan reaktif apabila terdeteksi keberadaan salah satu atau kedua antibodi (IgM atau IgG).
  • Antibodi non-reaktif (negatif)
Deteksi antibodi disebut non-reaktif jika tidak terdeteksi keberadaan IgG dan IgM. Namun pasien tetap perlu mengulangi tes serologi antibodi dalam 7-10 hari.Silahkan melakukan pendaftaran atau booking dengan klik tombol Hubungi Kami di bawah ini atau melalui layanan Customer Care SehatQ (021) 3199 0388 dan WhatsApp +62 812-8858-8167

SYARAT & KETENTUAN

  • Promo berlaku dari hari Senin - Sabtu
  • Tindakan dilakukan oleh perawat dan dokter umum
  • Harga yang ditawarkan belum termasuk biaya admin
  • Promo ini hanya berlaku untuk pembayaran pribadi
  • Hasil keluar dalam 1 hari bersifat Confidential dalam surat keterangan resmi dari Klinik Utama Doktora
Silahkan melakukan pendaftaran atau booking dengan klik tombol Hubungi Kami di bawah ini atau melalui layanan Customer Care SehatQ (021) 3199 0388 dan WhatsApp +62 812-8858-8167

Artikel Terkait

Tak Cuma Droplet, Ilmuwan Sebut Corona Juga Menular Lewat Udara

Menurut penelitian terbaru, Covid-19 dianggap tidak hanya bisa menyebar lewat droplet, tapi juga udara, terutama di ruangan tertutup yang sirkulasi udaranya buruk. Sehingga, Anda perlu lebih waspada.
09 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Covid-19 tidak hanya bisa menyebar lewat droplet tapi juga udara

Merasakan Gejala Mirip Virus Corona? Bisa Jadi Gejala Psikosomatik

Psikosomatik akibat virus corona mungkin saja terjadi di tengah pandemi global ini. Rasa khawatir atau cemas yang berlebihan adalah faktor utama yang memicu timbulnya perasaan tersebut.Baca selengkapnya
Psikosomatik akibat virus corona terjadi karena kecemasan yang berlebihan

Halau Corona dengan Olahraga Pakai Masker, Bahaya atau Tidak?

Olahraga pakai masker selama pandemi corona dianggap berbahaya karena bisa membuat tubuh kekurangan oksigen. Namun, kejadiannya tidak selalu begitu. Pada kondisi-kondisi tertentu, Anda tetap dapat menggunakan masker selama olahraga yang dilakukan tidaklah berat.
04 Jun 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Olahraga pakai masker bisa kurangi asupan oksigen di tubuh