D-dimer COVID-19 - Laboratorium Klinik Ultra Medica Surabaya

221 melihat
Masa berlaku hingga 30 Juni 2021

Mulai dari
Rp 565.000

Kamu bisa hubungi kami untuk memesan promo ini
Booking Sekarang

Promo Berlaku di
Laboratorium Klinik Ultra Medica SurabayaJalan Nias No. 26, Gubeng, Kec. Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur 60281

D-dimer COVID-19 di Laboratorium Klinik Ultra Medica Surabaya

Laboratorium Klinik Ultra Medica Surabaya memberikan promo D-dimer COVID-19 , dengan harga Rp 565.000,-

Informasi Pemeriksaan

  • Waktu pemeriksaan setiap hari Senin - Sabtu pukul 07:00 - 18.00 WIB (hari libur nasional tutup)
  • Tindakan dilakukan oleh analis medis kesehatan yang profesional
  • Hasil pemeriksaan akan keluar 4-5 jam setelah pengambilan sampel
  • Hanya berlaku untuk pembayaran pribadi (melalui tunai, debit, dan kartu kredit)
Jika Anda berminat dengan promo ini, silahkan melakukan pendaftaran atau booking dengan klik tombol Booking Sekarang atau melalui layanan Customer Care SehatQ (021) 3199 0388 dan WhatsApp +62 812-8858-8167

Mengapa Anda membutuhkan D-dimer COVID-19?

D-dimer merupakan fragmen protein yang bisa membantu proses pembekuan atau penggumpalan darah. Proses ini biasanya terjadi saat Anda mengalami luka dan untuk menghentikan perdarahan. Jika perdarahan berhenti, pembekuan pun akan dipecah. Beberapa zat sisa, termasuk D-dimer, akan mengambang di dalam darah.Pemeriksaan D-dimer biasanya dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk memberi gambaran ada tidaknya penggumpalan darah. Batas maksimal D-dimer yaitu 500 ng/ml. Peningkatan kadar D-dimer dalam darah bisa mengindikasikan terjadinya pembekuan darah aktif yang bisa saja tidak normal.Pembekuan D-dimer kebanyakan terjadi di pembuluh darah vena, akan tetapi pembekuan juga terjadi pada arteri pembawa oksigen. Jika bekuan darah menyumbat aliran darah ke organ-organ vital seperti otak, ginjal atau jantung, bisa menyebabkan kerusakan yang tidak bisa disembuhkan dan bisa menyebabkan gagalnya organ tersebut. Uji D-dimer biasanya digunakan untuk memonitor dan menjaga agar tingkat pembekuan darah tidak meningkat. Uji D-dimer digunakan dokter untuk meniadakan gejala DVT, PE, VT, and AT.

Apa informasi penting mengenai D-dimer COVID-19?

Penggumpalan darah sangat berisiko terjadi pada orang yang tidak aktif secara fisik seperti, perokok, obesitas, atau sering mengonsumsi makanan berlemak. Pada pasien Covid-19, penggumpalan darah sangat berisiko terjadi karena infeksi virus corona itu sendiri.Meningkatnya kadar D-dimer juga  sangat berkaitan dengan :
  • Badai Sitokin
Badai sitokin merupakan pelepasan sitokin (protein khusus) yang terlalu berlebihan sehingga sistem imun  yang bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh. Jika virus Sars-Cov-2 memasuki tubuh, sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin. Tetapi, sitokin yang diproduksi berlebihan malah bisa menyebabkan badai sitokin.
  • Peradangan sistemik
Peradangan sistemik bisa terjadi karena terinfeksi virus Sars-Cov-2 . Gejala pada umumnya yaitu mengalami demam tinggi, denyut jantung dan laju pernapasan cepat, serta jumlah sel darah putih yang abnormal.

Yang harus diperhatikan dalam melakukan D-dimer COVID-19?

Mengatasi kadar D-dimer yang tinggi biasanya dokter memberikan obat-obatan pengencer dara (antikoagulan). Obat ini bertujuan untuk melarutkan gumpalan darah yang berbahaya akibat peradangan pada pasien COVID-19.Hal ini guna untuk menormalkan kondisi dan mencegah komplikasi yang berbahaya pada pasien COVID-19. Namun, obat tentunya harus digunakan dengan tepat karena dikhawatirkan bisa menimbulkan perdarahan.

Profil Faskes

Visi Laboratorium Klinik Ultra Medica Surabaya yaitu :  Pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, terpercaya sesuai dengan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan harga murah.Misi : 
  • Memberikan hasil tepat waktu & akurat dengan peralatan modern.
  • Memberikan Edukasi dan Analisa dari hasil Pemeriksaan Kesehatan.
  • Memilih Vendor yang bisa memberikan Total Solution.
  • Memperbaiki kesejahteraan karyawan.
  • Menjaga kelestarian lingkungan pada seluruh wilayah operasional.
  • Pemilihan Reagensia yang sesuai dengan standar dari Keputusan Menteri Kesehatan RI: No. 605/MENKES/SK/VII/2008.