Kulit & Kelamin

Xerosis

Diterbitkan: 23 Dec 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Xerosis
Xerosis merupakan kondisi kulit kering yang abnormal hingga tampak kasar
Xerosis adalah istilah medis untuk kulit kering yang tidak normal. Kondisi ini banyak ditemukan pada kalangan lanjut usia (lansia).Kondisi xerosis umumnya bersifat ringan dan bisa hilang seiring waktu. Tapi kelainan kulit ini juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.Kulit membutuhkan pelembap agar tetap lembut. Semakin bertambah usia seseorang, mempertahankan kelembutan kulit akan lebih sulit.Kulit dapat menjadi kering dan kasar, seperti kehilangan air serta minyak. Kondisi ini terjadi akibat kadar kelembapan dalam kulit menurun, padahal fungsinya penting untuk menjaga kehalusan dan kelenturan kulit.Kulit kering sering disebabkan oleh cuaca yang terlalu dingin atau panas, tingkat kelembapan udara yang rendah, dan berendam dalam air panas.Namun kondisi ini bisa diatasi sekaligus dicegah dengan perubahan kebiasaan. Misalnya, tidak berendam terlalu lama, memakai sabun berbahan lembut agar tidak mengiritasi kulit, atau menggunakan pelembap kulit.Pada beberapa kasus, xerosis dapat terjadi berulang kali dan cukup berat. Pada kondisi kulit kering yang parah, pengobatan medis dari dokter mungkin diperlukan. 
Xerosis
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit terasa kering, gatal, dan bersisik
Faktor risikoUsia 40 tahun ke atas, profesi tertentu, sering berenang
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes alergi, tes darah
PengobatanPelembap, salep atau krim, kompres basah
ObatSalep hidrokortison, obat antigatal
KomplikasiDermatitis atopik, infeksi
Kapan harus ke dokter?Kulit kering tidak membaik meski telah diolesi pelembap, kulit kemerahan, gatal yang mengganggu tidur
Kulit kering biasanya bersifat sementara, tapi bisa pula berlangsung seumur hidup. Tanda dan gejala xerosis yang muncul akan tergantung pada usia, kondisi kesehatan penderita, tempat tinggal, tingkat aktivitas penderita di luar ruangan, serta penyebab yang mendasarinya.Secara umum, gejala xerosis dapat berupa:
  • Kulit terasa kering, gatal, dan bersisik, terutama pada kaki serta tangan
  • Kulit terasa kencang, khususnya setelah mandi atau berenang
  • Muncul garis-garis putih di kulit
  • Kulit berwarna kemerahan dan mengalami iritasi
  • Kulit terasa dan terlihat lebih kasar
  • Kulit mengelupas dan pecah-pecah, bahkan sampai berdarah jika retakannya dalam
 
Penyebab xerosis umumnya adalah faktor lingkungan. Namun beberapa penyakit juga dapat memicu kondisi kulit kering.
  • Paparan panas

Kelembapan kulit akan berkurang saat terpapar suhu panas dan menyebabkan kulit kering. Misalnya, alat pemanas, perapian, kompor, atau sumber panas lain.
  • Mandi dengan air panas

Mandi atau berendam dalam air panas untuk waktu lama dapat membuat kulit menjadi kering.
  • Sering berenang

Rutin berenang juga dapat memicu xerosis, terutama di kolam dengan kandungan klorin yang tinggi.
  • Pengaruh suhu

Kulit cenderung lebih kering pada cuaca dingin. Pasalnya, suhu dan kelembapan udara akan turun.
  • Memakai produk sabun atau deterjen yang terlalu kuat

Banyak produk sabun, deterjen, dan sampo yang mengandung senyawa kimia yang keras serta parfum. Komposisi ini dapat mengikis kelembapan kulit karena berfungsi mengangkat minyak.
  • Kondisi kulit lain

Penderita penyakit kulit tertentu akan lebih rentan untuk mengalami xerosis, seperti dermatitis atopik atau psoriasis. 

Faktor risiko xerosis

Semua orang bisa mengalami xerosis. Namun beberapa kondisi di bawah ini bisa membuat risikonya lebih tinggi:
  • Berusia 40 tahun atau lebih

Risiko xerosis akan meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 50 persen penderita kondisi kulit ini adalah orang dewasa dan lansia.
  • Profesi tertentu

Memiliki pekerjaan tertentu yang mengharuskan seseorang sering berada di dalam air, akan meningkatkan risiko xerosis. Misalnya asisten rumah tangga, pelatih renang, dan pekerja di salon. 
Dokter biasanya dapat memastikan diagnosis xerosis dengan melihat kondisi kulit pasien. Berdasarkan gejalanya, dokter mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk mencari tahu penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Apa sajakah itu?
  • Tes alergi

Tes alergi dilakukan untuk mengetahui jenis alergen, yakni zat yang menyebabkan reaksi alergi.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan memeriksa ada tidaknya penyakit lain, seperti diabetes atau gangguan ginjal.
  • Biopsi kulit

Biopsi kulit adalah pengambilan sampel jaringan kulit untuk mendeteksi ada tidaknya kondisi eksim atau penyakit kulit lain pada pasien. 
Cara mengobati xerosis akan tergantung pada tingkat keparahan kulit kering yang terjadi serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa langkah penanganannya melputi:

1. Pengobatan mandiri di rumah

Beberapa upaya pengobatan mandiri dapat dilakukan pasien untuk menjaga kulit tetap lembap dan sehat, yaitu;
  • Pakai pelembap

Pelembap mampu menjaga agar kandungan air tetap berada di kulit, sehingga kulit tetap lembap. Jadi jangan upa untuk mengoleskan pelembap beberapa kali sehari, khususnya sesudah mandi.Pasien juga disarankan untuk menggunakan kosmetik yang disertai bahan pelembap.
  • Gunakan air hangat (bukan air panas) dan batasi waktu mandi

Mandi teralu lama dengan air panas dapat menghilangkan minyak dari kulit. Jadi gunakanlah air hangat, dan batasi mandi sekitar 5-10 menit saja.
  • Hindari sabun dengan bahan kimia keras

Perhatikan komposisi saat memilih sabun mandi. Pilihlah jenis sabun dengan bahan lembut dan tanpa kandungan parfum maupun alkohol.Jangan lupa juga untuk memastikan sabun mandi mengandung pelembap agar kelembutan kulit tetap terjaga dengan optimal.
  • Gunakan alat pelembap ruangan (humidifier)

Udara yang panas dan kering dapat merusak kulit dan memperparah gatal serta kulit pecah-pecah. Sebagai solusi, gunakan humidifier di rumah untuk menjaga tingkat kelembapan udara. Pastikan humidifier dalam kondisi bersih.
  • Perhatikan bahan pakaian

Pakaian dari serat alami lebih mampu untuk menjaga kulit tetap bisa bernapas, contohnya katun dan sutra. Lalu sebisa mungkin, hindari bahan pakaian yang dapat mengiritasi kulit seperti wol.
  • Pakai deterjen dengan bahan lembut

Cucilah pakaian dengan deterjen tanpa pewangi atau pewarna. Pasalnya, kedua bahan ini dapat memicu iritasi serta kulit kering.

2. Pengobatan secara medis

Dokter dapat memberikan pengobatan xerosis untuk memperbaiki kondisi kulit, menghilangkan gatal, nyeri, dan keluhan lain, serta mengembalikan kelembapan kulit. Apa sajakah langkahnya?
  • Meresepkan pelembap

Dokter kulit akan memilih pelembap dengan bahan aktif yang sesuai untuk pasien. Misalnya, asam laktat, gliserol, urea, atau seramida.Pelembap dengan bahan yang tepat akan melembapkan kulit dan memperbaiki lapisan paling atas pada kulit pasien.
  • Mengobati penyakit kulit yang mendasari xerosis

Beberapa penyakit kulit dapat menyebabkan munculnya kulit kering alias xerosis. Misalnya, dermatitis atopik, psoriasis, dan ichthyosis.Karena itu, dokter akan meresepkan krim hidrokortison, salep, atau obat lain untuk mengatasi penyakit tersebut. Dengan ini, xerosis pun bisa teratasi.
  • Menganjurkan kompres basah

Bila kulit pasien pecah-pecah dan mengelupas, dokter dapat meresepkan kompres basah (wet dressing) untuk mencegah terjadinya infeksi. 

Komplikasi xerosis

Kulit kering biasanya tidak berbahaya. Namun jika dibiarkan, xerosis dapat memicu komplikasi berupa:
  • Dermatitis atopik

Kulit yang kering dapat menyebabkan kemerahan, pecah-pecah, dan peradangan pada kulit. Kondisi ini dikenal dengan istilah dermatitis atopik.
  • Infeksi

Kulit kering yang retak dan pecah-pecah bisa membuat bakteri lebih mudah untuk masuk dan menyebabkan infeksi. 
Kulit kering atau xerosis tidak selalu bisa dicegah, terutama bila disebabkan oleh faktor penuaan. Namun gejalanya dapat dihindari atau dikurangi dengan beberapa cara mencegah xerosis di bawah ini:
  • Jangan menggunakan air yang terlalu panas ketika mandi, cukup air hangat saja.
  • Mandi dengan durasi yang lebih cepat.
  • Menghindari paparan air yang berlebihan, misalnya jangan berenang atau berendam terlalu lama.
  • Menggunakan pembersih wajah tanpa pewangi, alkohol, atau pewarna.
  • Jangan menggosok tubuh terlalu kasar sehabis mandi atau berenang. Cukup keringkan kulit dengan menepuk-nepuknya.
  • Banyak minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terjaga.
  • Memilih sabun mandi yang lembut dan mengandung pelembap.
  • Tidak memakai sabun terlalu banyak pada area kulit yang kering.
  • Menggunakan tabir surya saat bepergian.
  • Memakai humidifier untuk meningkatkan kelembapan udara dalam ruangan.
 
Kebanyakan kasus kulit kering membaik dengan pengobatan mandiri di rumah. Namun Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter bila mengalami kondisi-kondisi berikut:
  • Kulit kering yang tidak membaik meski sudah melakukan perawatan atau pemakaian pelembap
  • Kulit kering disertai kemerahan
  • Kulit kering disertai gatal yang parah dan mengganggu tidur
  • Luka terbuka pada kulit atau infeksi karena digaruk
  • Area kulit yang mengelupas cukup luas
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Minta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait xerosis, misalnya mengubah rutinitas perawatan kulit Anda?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda yang mengalami gejala serupa?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis xerosis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/xerosis#prevention
Diakses pada 2 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/symptoms-causes/syc-20353885
Diakses pada 2 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/beauty/ss/slideshow-dry-skin
Diakses pada 2 Desember 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16940-dry-skinitchy-skin
Diakses pada 23 Desember 2020
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-treatment
Diakses pada 23 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

4 Penyebab Kulit Kering Bersisik yang Terjadi Menurut Medis

Ada banyak penyebab kulit kering bersisik. Namun secara umum, kulit bersisik muncul sebagai akibat penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dermatitis popok, dll.Baca selengkapnya
Penyebab kulit kering bersisik salah satunya adalah eksim

7 Cara Mengatasi Bruntusan di Tangan Berdasarkan Penyebabnya

Bruntusan di tangan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari alergi hingga infeksi kulit. Namun, kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan perawatan di rumah maupun medis.
05 Oct 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Bruntusan di tangan dapat terjadi akibat scabies atau tungau

Ini Salep Kurap dan Obat agar Kulit Kembali Sehat

Salep kurap banyak yang tersedia bebas di pasaran. Namun, metode pengobatan bisa jadi berbeda tergantung dari lokasi serta tingkat keparahan kurap. Klotrimazole, Mikonazole, Terbinafine, dan Ketoconazole merupakan zat aktif yang terkandung dalam salep kurap.
06 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengoleskan salep kadas untuk mengatasi infeksi jamur