Mata

Xanthelasma

Diterbitkan: 10 Feb 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Xanthelasma
Xanthelasma umumnya menandakan kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh
Xanthelasma adalah kondisi munculnya bercak berwarna kekuningan di sudut antara kelopak mata dan pangkal hidung. Bercak ini terbentuk dari lemak di bawah lapisan kulit.Meski sebenarnya tidak berbahaya, xanthelasma bisa saja menjadi indikator adanya risiko penyakit jantung.Meski begitu, kondisi ini jarang terjadi. Orang yang mengalaminya biasa memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah. 
Xanthelasma
Dokter spesialis Mata
GejalaBercak kuning di sudut kelopak mata
Faktor risikoKolesterol tinggi, usia paruh baya atau tua, wanita
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanKrioterapi, terapi laser, operasi
ObatSimvastatin
KomplikasiPenyakit jantung, penurunan rasa percaya diri
Kapan harus ke dokter?Memiliki faktor risiko xanthelasma
Gejala xanthelasma yang utama adalah munculnya bercak kekuningan di sudut antara kelopak mata dan puncak hidung. Bercak ini paling sering timbul pada bagian dalam kelopak mata, tepatnya pada kelopak mata atas.Karena kemunculannya di wajah, bercak xanthelasma juga dapat mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri penderitanya. 
Seseorang lebih berisiko mengalami xanthelasma jika memiliki kondisi-kondisi di bawah ini:
  • Memiliki kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL) yang tinggi atau kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein/HDL) yang
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia familial).
  • Mengalami sirosis hati primer, yakni kerusakan hati kronis yang ditandai dengan jaringan parut dalam hati. Kondisi ini dapat meningkatkan kadar kolesterol.
  • Berasal dari ras Asia atau Timur Tengah.
  • Berjenis kelamin wanita. Kaum wanita lebih berisiko untuk mengalami xanthelasma daripada pria.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Berusia 30-50 tahun.
  • Mengalami obesitas.
  • Mengidap diabetes.
 
Untuk menentukan diagnosis xanthelasma, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan di bawah ini:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter mata dapat mendiagnosis xanthelasma secara visual, dengan memeriksa kulit di sekitar mata pasien.
  • Tes darah

Dokter mata mungkin akan melakukan pemeriksaan tingkat kadar lemak dalam tubuh pasien melalui tes darah. 
Meski umumnya tidak berbahaya, bercak xanthelasma dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Tujuan penanganannya adalah untuk memperbaiki penampilan penderitanya.Dokter dapat menganjurkan cara mengobati xanthelasma yang meliputi:
  • Krioterapi

Pada prosedur krioterapi, dokter akan membekukan bercak xanthelasma dengan cairan nitrogen atau bahan kimia lain sebelum mengangkatnya.
  • Terapi laser

Salah satu contoh terapi laser adalah teknik laser CO2 fraksional.
  • Operasi

Dokter bisa melakukan operasi untuk mengangkat xanthelasma.
  • Radiofrequency advanced electrolysis (RAF)

Radiofrequency advanced electrolysis efektif dalam menghilangkan atau mengurangi bercak xanthelasma.
  • Pengelupas kimia

Dokter dapat melaksanakan pengelupasan kimia dengan asam tricholoroacetic.
  • Obat

Dokter bisa memberikan simvastatin pada pasien. Obat untuk mengatasi kolesterol tinggi ini juga dapat digunakan dalam menangani xanthelasma.
  • Electrodesiccation

Electrodesiccation dilakukan dengan menggunakan jarum elektrik pada xanthelasma.

Efek samping operasi

Meski berbagai penanganan lewat operasi dan tindakan medis umumnya memberikan hasil yang baik, sederet efek samping di bawah ini tetap mungkin timbul:
  • Bekas luka
  • Perubahan warna kulit
  • Kelopak mata yang terbalik
  • Xanthelasma kembali tumbuh, terutama jika pasien mewarisi kolesterol tinggi
Selain itu, pasien juga perlu mempertimbangka satu hal lagi. Pengangkatan xanthelasma termasuk prosedur kecantikan, sehingga tidak ditunjang oleh asuransi kesehatan. 
Cara mencegah xanthelasma secara spesifik belum tersedia. Tapi Anda mungkin bisa menghindari bercak lemak ini dengan memantau kadar kolesterol Anda serta menjauhi faktor risikonya.Sebagai contoh, Anda bisa menjaga berat badan agar ideal dan rutin berolahraga agar terhindar dari obesitas maupun diabetes. 
Xanthelasma dapat menjadi indikator awal penumpukan kolesterol pada pembuluh darah. Dalam jangka panjang, penumpukan ini bisa menyebabkan penyumbatan pada arteri yang akhirnya berisiko  memicu stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.Penderita xanthelasma juga dapat memiliki faktor risiko lain dari penyakit jantung. Contohnya, diabetes, obesitas, hipertensi, dan merokok.Oleh karena itu, periksakan diri Anda ke dokter kulit atau dokter mata mata jika Anda mengalami xanthelasma. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan penanganan yang sesuai.Anda juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan medis secara rutin. Misalnya untuk mengecek kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, dan lain-lain. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Deskripsi detail mengenai gejala dan kapan gejala muncul
  • Riwayat medis pasien maupun keluarga
  • Semua obat dokter, obat herbal, serta suplemen yang dikonsumsi serta dosisnya
  • Pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Apa yang akan dilakukan dokter pada saat konsultasiDokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait xanthelasma?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis xanthelasma agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/xanthelasma
Diakses pada 6 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/xanthelasma
Diakses pada 6 November 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5921443/
Diakses pada 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email