Perut

Warna Urin Keruh

25 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Warna Urin Keruh
Warna urine keruh dapat menunjukkan status kesehatan seseorang
Warna urine keruh dapat menunjukkan status kesehatan seseorang. Urine adalah cairan sisa hasil metabolisme yang diproduksi di ginjal melalui suatu proses yang disebut urineasi.Urine mengandung banyak produk sampingan seperti garam anorganik, hormon atau protein yang perlu diekstraksi dari darah. Strukturnya yang kaya telah digunakan oleh dokter selama berabad-abad dalam mendiagnosis status kesehatan pasien.Urine yang normal memiliki rentang warna dari kuning pucat hingga kuning muda dan sudah pasti jernih. Warna tersebut secara alami terkandung di dalam urine dari pigmen yang disebut urokrom (urochrome).Sementara itu, warna urine yang keruh dan dianggap tidak normal dapat berkisar antara kuning tua, cokelat, merah, merah tua atau bahkan berwarna lebih gelap. Setiap perubahan warna dan kejernihan urine dapat menandakan masalah pada saluran kemih seseorang.Rentang warna urine sangat dipengaruhi oleh jumlah air yang diminum. Semakin banyak air yang Anda konsumsi, semakin sedikit kadar pigmen yang tekandung dalam urine. Oleh karenanya, urine dapat terlihat lebih jernih. Sebaliknya, jika air yang dikonsumsi hanya sedikit, urine dapat berubah warna menjadi kuning pekat hingga warna yang lebih gelap.Lalu, bagaimana jika Anda sudah meminum cukup air tetapi urine tetap berwarna pekat? Selain kadar air, ternyata pigmen dan senyawa kimia dalam makanan dan obat-obatan yang Anda konsumsi juga dapat mengubah warna urine.
Perubahan warna urine biasanya hanya bersifat sementara. Waspadai perubahan warna urine yang berlangsung lama atau menjadi keruh dan menggelap. Urine yang keruh dapat menandakan adanya peningkatan protein, zat kristal, darah, nanah, atau bahan kimia lain. Semua indikasi tersebut dapat mengarah pada diagnosa penyakit tertentu.Urine yang berubah warna sering kali disebabkan oleh obat-obatan, makanan tertentu, atau pewarna makanan. Namun, dalam beberapa kasus, urine keruh dapat terjadi karena masalah kesehatan tertentu.Berikut ini berbagai kondisi yang dapat menyebabkan berubahnya warna urine:
  • Dehidrasi
  • Makanan, minuman dan obat-obatan, contohnya: blackberries, bit atau obat-obatan seperti chlorpromazine, rifampin, warfarin, phenazopyridine, amitriptyline, cimetidine,
Chloroquine atau metronidazole.
Anda harus mencari pertolongan medis jika urine mengalami perubahan warna selama berhari-hari (lebih dari 3 hari). Selain itu, waspadai perubahan warna urine yang disertai gejala berupa:
  • Bau busuk
  • Adanya darah
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Nyeri perut atau panggul
  • Sering atau jarang buang air kecil
  • Buang air kecil secara tiba-tiba
  • Kejang kandung kemih
  • Kram di daerah perut bagian bawah
Segera temui dokter apabila Anda mengalami berbagai gejala di atas. Darah dalam urine memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, karena bisa jadi hal itu menandakan infeksi saluran kemih, batu ginjal, atau kanker saluran kemih.Urine berwarna gelap seperti warna cokelat atau oranye dapat menandakan masalah hati. Sementara itu, urine berwarna hijau juga bisa menjadi tanda adanya infeksi bakteri di saluran kemih.Diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat menurunkan terjadinya komplikasi akibat urine yang berwarna keruh.
STD. https://www.std-gov.org/stds/40-common_causes_dark_urine.htm
Diakses pada 30 Desember 2020
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/cloudy_urine/symptoms.htm
Diakses pada 30 Desember 2020
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324443#diagnosis
Diakses pada 30 Desember 2020
Everydayhealth. https://www.everydayhealth.com/urine/what-causes-cloudy-urine-women-men/#
Diakses pada 30 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/dark-urine#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 30 Desember 2020
Researchgate. https://www.researchgate.net/publication/239315933_Turbid_white_urine
Diakses pada 30 Desember 2020
Urology Health. https://www.urologyhealth.org/healthy-living/care-blog/2018/the-meaning-behind-the-color-of-urine
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email