Virus Corona

Masalah pernapasan ringan hingga berat bisa terjadi jika Anda terinfeksi virus corona
Infeksi virus corona bisa memicu berbagai masalah pernapasan

Virus corona adalah kelompok besar virus yang menyebabkan berbagai jenis penyakit. Mulai dari batuk pilek hingga penyakit yang lebih parah, seperti severe acute respiratory syndrome (SARS) dan middle east respiratory syndrome (MERS).

Jenis virus corona baru, 2019 novel coronavirus (2019-nCoV), menimbulkan wabah yang dikenal dengan COVID-19. Infeksi virus ini pertama kali dilaporkan di Wuhan, Cina, pada 31 Desember 2019 dan dapat menular antarmanusia.

Hingga 16 Desember 2019, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sudah ada 51.857 kasus COVID-19 yang dilaporkan di seluruh dunia. Sebanyak 51.174 di antaranya berasal dari Cina.

Sampai saat ini, para peneliti tengah bekerja sama untuk menggali informasi terkait virus baru ini, melacak penyebaran infeksi, dan memberi informasi terkait upaya pencegahan penyebaran wabah COVID-19.

Gejala infeksi virus corona bervariasi, dari flu ringan hingga radang paru-paru atau pneumonia. Keluhan dapat membaik dengan mudah pada sebagian pasien. Namun sebagian pasien lainnya bisa mengalami pemburukan gejala dengan cepat.

Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Demam
  • Keluhan mirip gejala flu, misalnya batuk, sakit tenggorokan, dan kelelahan
  • Sesak napas

Keluhan dapat muncul pada 2 hingga 14 hari setelah terjadi paparan virus. Infeksi coronavirus bisa mengancam nyawa apabila sudah menyebabkan pneumonia, gagal napas, atau syok sepsis.

Kematian lebih rentan terjadi pada penderita lanjut usia (lansia) dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Sesuai namanya, penyebab infeksi adalah COVID-19, yakni virus corona jenis baru yang muncul di tahun 2019. Ada dugaan bahwa 2019-nCoV awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun kemudian diketahui bahwa virus ini juga menyebar dari manusia ke manusia.

virus coronaCOVID-19 dapat menyebar lewat:

  • Terjadi kontak dekat dengan orang yang sudah terinfeksi, tidak sengaja menghirup percikan ludah dari batuk, bersin atau yang membuang ludah sembarangan.
  • Terjadi kontak dengan partikel virus yang terdapat di udara ketika penderita COVID-19 batuk atau bersin
  • Menyentuh benda-benda yang telah terkontaminasi oleh 2019-nCoV (contohnya, menyentuh gagang pintu yang di tempat umum serta pegangan di bus maupun kereta, tombol lift), lalu menyentuh area wajah seperti mata, hidung, atau mulut.
  • Berjabat tangan dengan penderita.

Gejala virus corona menyerupai keluhan infeksi saluran pernapasan atas lainnya. Untuk memastikan bahwa gejala yang dialami benar-benar disebabkan oleh virus 2019-nCoV, dokter harus:

  • Mengambil sampel darah dan dahak
  • Melakukan swab pada tenggorokan
  • Rontgen dada untuk melihat adakah cairan pada paru

Sampel darah, dahak, dan swap tenggorokan kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut, dan mengonfirmasi diagnosis.

Hingga sekarang, belum ada pengobatan COVID-19 yang tersedia. Para ahli masih terus melakukan riset dan pengembangan dalam hal penanganan.

Meski begitu, ada sederet upaya yang dapat dilakukan oleh dokter untuk meredakan gejala infeksi virus ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Menganjurkan pasien untuk banyak beristirahat.
  • Menganjurkan pasien untuk minum banyak air putih.
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri tenggorokan, misalnya aspirin, ibuprofen, dan paracetamol. Namun harap diingat bahwa aspirin tidak boleh diberikan pada orang berusia di bawah 19 tahun. 
  • Menganjurkan pasien untuk mandi air hangat atau menggunakan humidifier (pelembab udara) guna meredakan nyeri tenggorokan.

Pasien yang terinfeksi virus 2019-nCoV akan mendapatkan penanganan untuk meredakan dan mengobat gejala yang dialami. Sementara pasien dengan infeksi yang berat akan mendapatkan terapi suportif, seperti ventilator (alat bantu napas). 

Apabila tidak ditangani dengan segera dan saksama, infeksi virus corona bisa memicu beberapa komplikasi sebagai berikut:

cuci tangan untuk mencegah penularan virus corona

Sampai sekarang, vaksin COVID-19 belum ditemukan. Karena itu, cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah menghindari paparan virus.

Beberapa upaya pencegahan penularan virus corona yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • Lebih sering mencuci tangan

Gunakan air bersih yang mengalir dan sabun. Cucilah tangan Anda secara menyeluruh, setidaknya 20-30 detik.

Apabila terpaksa karena air dan sabun tidak tersedia, Anda bisa menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.

  • Jangan sering menyentuh area mata, hidung, dan mulut

Bagian-bagian wajah tersebut memiliki membran mukosa yang bisa menjadi jalan masuk virus ketika Anda tidak sengaja menyentuhnya dengan tangan yang sudah terkontaminasi.

  • Hindari kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi

Apabila ada orang di sekitar Anda yang mengidap infeksi virus corona, cegah kontak langsung yang terlalu sering dengan penderita. Sebisa mungkin, 

  • Jangan bepergian ke negara yang memiliki kasus wabah

Tunda rencana bepergian Anda ke China maupun daerah-daerah yang diketahui menjadi lokasi wabah COVID-19.

  • Gunakan masker

Untuk mencegah penularan dari udara dan menghindari terhirupnya percikan ludah dari penderita, pakailah masker. Terutama jenis N95.

  • Hindari kontak dengan hewan liar

Karena virus corona termasuk zoonosis atau dapat ditularkan melalui hewan liar (seperti kelelawar serta ular), hindari kontak dengan binatang liar semaksimal mungkin. Jangan lupa untuk segera mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir setelah menyentuh hewan.

  • Masak makanan hingga benar-benar matang

Virus corona akan mati pada suhu di atas 56ºC, jadi selalu masak makanan Anda hingga matang sempurna. pastikan pula Anda mencuci bahan-bahan makanan dengan air bersih sebelum diolah.

Bagi Anda yang telah diduga tertular virus corona, Anda disarankan untuk:

  • Mengisolasikan diri

Segera setelah mendapatkan pengobatan, Anda sebaiknya melakukan isolasi diri di ruangan tersendiri di rumah. Langkah ini bertujuan mencegah penularan dan membantu dalam memulihkan kondisi Anda. 

  • Menggunakan alat makan dan minum sendiri

Jangan saling meminjamkan alat makan dan minum agar tidak ada penularan.

  • Menggunakan masker

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan ke orang di sekitar Anda.

  • Memperhatikan kebersihan ketika bersin, batuk, dan membuang ludah

Gunakan tisu saat batuk dan bersin, lalu langsung tisu ke tempat sampah di luar rumah. Ingat, jangan menumput tisu dalam kamar.

Anda juga tidak dianjurkan untuk membuang ludah sembarangan. Buanglah ludah Anda di kloset, kemudian bilas dengan air.

Sebagai alternatif, Anda bisa membuang ludah di tisu. Lalu segera buang tisu tersebut ke tempat sampah.

Jika Anda mengalami demam, batuk, atau sesak napas dalam 14 hari setelah bepergian ke Cina atau daerah yang dicurigai menjadi lokasi wabah virus corona, segeralah periksakan diri Anda ke dokter.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan. 
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. Tapi pastikan mereka menggunakan proteksi, misalnya masker N95.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait COVID-19, misalnya riwayat bepergian ke negara lain?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis COVID-19. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat.

Kementerian Kesehatan RI. http://infeksiemerging.kemkes.go.id/download/DOKUMEN_RESMI_Pedoman_Kesiapsiagaan_nCoV_Indonesia_28_Jan_2020.pdf
Diakses pada 18 Februari 2020

WHO. https://www.who.int/health-topics/coronavirus
Diakses pada 18 Februari 2020

CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/downloads/2019-ncov-factsheet.pdf
Diakses pada 18 Februari 2020

Australian Goverment Department of Health. https://www.health.gov.au/news/health-alerts/novel-coronavirus-2019-ncov-health-alert
Diakses pada 18 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/lung/coronavirus##1
Diakses pada 18 Februari 2020

Artikel Terkait