Vaskulitis

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Vaskulitis menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang pembuluh darah yang sehat.
Pengobatan vaskulitis tergantung kepada penyebab dan organ tubuh yang terjangkit.

Pengertian Vaskulitis

Vaskulitis merupakan peradangan pada pembuluh darah. Peradangan merupakan bentuk respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap suatu cedera atau infeksi. Dampak dari peradangan biasanya terjadi pembengkakan. Sayangnya pada penyakit ini, sistem kekebalan tubuh menyerang pembuluh darah yang sehat sehingga mengakibatkan pembengkakan dan penyempitan pembuluh darah yang biasanya disebabkan oleh infeksi.

Adapun jenis-jenis untuk vaskulitis, antara lain:

  • Penyakit Behcet
  • Penyakit Buerger
  • Sindrom Churg-Strauss
  • Cryoglobulinemia
  • Arteritis sel raksasa
  • Granulomatosis
  • Henoch-Schonlein Purpura (Vaskulitis IgA)
  • Hipersensitivitas vaskulitis
  • Penyakit Kawasaki
  • Poliangitis mikroskopis
  • Polyarteritis nodosa
  • Arteritis Takayasu

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala-gejala yang ditimbulkan penyakit ini berbeda-beda. Karena sering dihubungkan dengan penurunan aliran darah dalam tubuh, gejala umum yang biasa ditimbulkan oleh vaskulitis, diantaranya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mudah merasa lelah
  • Berat badan turun
  • Rasa sakit dan nyeri umum
  • Berkeringat di malam hari
  • Ruam
  • Masalah saraf, seperti mati rasa atau lemas

Penyebab

Penyebab utama dari penyakit ini belum diketahui karena beberapa jenis penyakit ini memiliki faktor genetik. Selain itu, kesalahan genetik juga menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat dalam darah. Berikut beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kesalahan pada sistem kekebalan tubuh, di antaranya:

  • Menderita penyakit yang disebabkan oleh infeksi, seperti hepatitis B dan hepatitis C
  • Menderita kanker darah.
  • Menderita penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh seperti lupus
  • Efek samping akibat mengonsumsi obat tertentu

Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh peradangan karena dapat mengakibatkan menebalnya lapisan dinding di pembuluh darah. Perokok juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Diagnosis

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik. Untuk memastikan penyakit ini, sebaiknya melakukan pemeriksaan lanjutan karena beberapa penyakit mungkin memiliki gejala yang sama. Berikut pemeriksaan yang dapat dilakukan:

  • Tes Darah
    Tes ini berfungsi untuk melihat apakah ada peradangan atau terdapat kandungan protein C yang tinggi di dalam darah, menilai jumlah sel darah merah, dan mendeteksi antineutrofil sitoplasma untuk memastikan penyakit ini.
  • Tes Urine
    Tes ini berfungsi untuk menilai apakah di dalam urine terdapat kandungan protein atau sel darah merah yang menandakan suatu masalah medis.
  • Tes Pencitraan
    Tes ini berfungsi untuk memastikan pembuluh darah dan bagian tubuh apa yang terkena, serta dapat membantu dokter untuk melihat perkembangan pengobatan. Beberapa tes pencitraan yang disarankan dapat berupa sinar-X, ultrasonografi (USG), computerized tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), dan positron emission tomography (PET).
  • Sinar-X
    Tes ini menggunakan alat mirip sedotan kecil untuk memasukkan pewarna khusus  yang disuntikkan ke dalam arteri besar atau vena, lalu diberikan sinar-X untuk melihat pembuluh darah.
  • Biopsi
    Tes ini akan mengambil sampel jaringan dari tubuh yang dicurigai terkena penyakit, lalu dokter akan melakukan pemeriksaan di laboratorium khusus untuk mencari tanda-tanda penyakit ini.

Pengobatan

Pengobatan untuk penyakit ini diberikan berdasarkan pada penyebab dan organ tubuh yang terkena. Apabila penyakit ini memiliki reaksi alergi, mungkin hal ini dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Untuk kasus yang menyerang organ tubuh, seperti paru-paru, otak, atau ginjal, umumnya diperlukan pengobatan agresif.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit ini, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pada saat membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu dilakukan terlebih dahulu, termasuk apa saja yang mungkin tampak berhubungan dengan gejala yang dialami. Jadi, menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan lebih efektif. Berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan:

  • Apa saja menyebabkan penyakit ini?
  • Jenis vaskulitis apa yang saya miliki?
  • Pengobatan apa yang paling tepat?
  • Tes apa yang paling tepat?
  • Haruskah saya bertemu dokter spesialis?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan memberikan beberapa pertanyaan agar dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Kapan pertama kali Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah tanda dan gejala ini terjadi terus menerus?
  • Seberapa parah gejalanya?
  • Hal apa yang memperbaiki dan memperburuk kondisi Anda?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vasculitis/symptoms-causes/syc-20363435
diakses pada 28 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vasculitis/
diakses pada 28 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/guide/vasculitis-treatment#2-5
diakses pada 28 November 2018.

Back to Top