Perut

Varises Esofagus

Diterbitkan: 17 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Varises Esofagus
Varises esofagus dapat menjadi komplikasi dari penyakit hati lain.
Varises esofagus terjadi ketika pembuluh darah vena yang menghubungkan antara tenggorokan dan lambung (esofagus) membesar. Kondisi ini sering terjadi pada penderita penyakit hati kronis. Varises esofagus muncul akibat terhambatnya aliran darah ke hati oleh bekuan atau jaringan parut di hati. Jika pembuluh darah pecah, dapat terjadi pendarahan yang dapat mengancam nyawa.
Varises Esofagus
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Varises esofagus biasanya tidak memperlihatkan gejala, kecuali jika menimbulkan pendarahan. Gejala varises esofagus antara lain:
  • Muntah darah
  • Feses hitam atau berdarah
  • Kepala terasa ringan
  • Tanda-tanda penyakit hati, seperti warna kuning pada kulit dan mata, mudah berdarah atau memar, dan penumpukan cairan di perut
  • Nyeri pada perut
  • Syok
Varises esofagus terbentuk ketika aliran darah ke hati tersumbat. Penyebab varises esofagus antara lain:
  • Jaringan parut hati yang parah (sirosis):
    Sejumlah penyakit hati dapat menyebabkan sirosis.
  • Pembekuan darah (trombosis):
    Pembekuan darah di vena dapat menyebabkan varises esofagus.
  • Schistosomiasis:
    Infeksi parasit yang dapat merusak hati, serta paru-paru, usus, and kandung kemih.
  • Hipertensi portal
  • Infeksi bakteri
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Muntah berlebihan
Tes utama yang digunakan untuk mendiagnosis varises esofagus adalah:
  • Tes darah: Untuk mengevaluasi hasil fungsi hati dan ginjal
  • Pemeriksaan endoskopi:
    Dokter akan memasukkan tabung tipis dan lentur dengan kamera di ujungnya, ke dalam kerongkongan, perut, dan awal usus kecil.
  • Tes pencitraan:
    CT scan perut dan Doppler ultrasounds dari vena limpa dapat mencari keberadaan varises esofagus.
  • Kapsul endoskopi:
    Dalam tes ini, pasien akan menelan kapsul berisi kamera kecil yang akan mengambil gambar esofagus dan melewati saluran pencernaan. Tes ini mungkin menjadi pilihan bagi pasien yang tidak mau menjalani pemeriksaan endoskopi.
Tujuan utama pengobatan varises esofagus adalah untuk menghentikan pendarahan. Sebab, pendarahan pada varises esofagus merupakan kondisi kritis yang mengancam jiwa. Pengobatan untuk mencegah pendarahan, diantaranya adalah:
  • Obat-obatan untuk mengurangi tekanan pada vena portal
  • Prosedur ligasi. Jika varises esofagus berisiko tinggi terhadap pendarahan, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur ligasi.
Pilihan prosedur maupun pengobatan  untuk menghentikan pendarahan pasien antara lain:
  • Mengikat pembuluh darah yang mengalami pendarahan
  • Obat-obatan untuk memperlambat aliran darah ke vena
  • Transjugular Intrahepatic Portosystemic Shunt (TIPS)
  • Transfusi darah
  • Antibiotik untuk mencegah infeksi
  • Transplantasi hati
Saat ini tidak ada pengobatan untuk mencegah perkembangan varises esofagus pada penderita sirosis. Jika mengalami penyakit hati, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menjaga hati anda tetap sehat, diantaranya:
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Melakukan pencegahan hepatitis B dan C dengan cara tidak berbagi jarum suntik atau menggunakan kondom ketika berhubungan seks.
Segera berkonsultasi dengan dokter, jika Anda mengalami gejala varises esofagus. Jika telah didiagnosis memiliki penyakit hati, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang risiko varises esofagus dan langkah penanganannya untuk mengurangi kemungkinan komplikasi.Apabila Anda telah didiagnosis varises esofagus, dokter akan memperhatikan gejala pendarahan. Segera cari pertolongan darurat jika Anda mengalami pendarahan seperti muntah darah atau feses berdarah.
Ketika membuat janji dengan dokter, tanyakan tentang persiapan yang perlu Anda lakukan. Misalnya, puasa sebelum menjalani pemeriksaan. Anda juga bisa menuliskan informasi berikut ini, untuk disampaikan kepada dokter:
  • Gejala yang Anda rasakan
  • Informasi pribadi, seperti stres, penyakit bawaan keluarga, dan konsumsi alkohol
  • Semua obat, vitamin, atau suplemen yang Anda konsumsi
  • Pertanyaan yang ingin Anda sampaikan kepada dokter
Dokter akan mengajukan pertanyaan, seperti:
  • Kapan gejala tersebut dimulai?
  • Apakah gejala tetap atau memburuk?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Pernahkah Anda mengalami tanda-tanda pendarahan, seperti feses berdarah atau muntah darah?
  • Pernahkah Anda mengalami hepatitis?
  • Jika mengkonsumsi alkohol, kapan Anda mulai melakukannya dan berapa banyak yang Anda minum?
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/esophageal-varices/symptoms-causes/syc-20351538
Diakses pada 9 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/bleeding-esophageal-varices
Diakses pada 9 Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Inilah 10 Hal yang Menjadi Penyebab Penyempitan Pembuluh Darah

Penyempitan pembuluh darah adalah kondisi yang terjadi perlahan-lahan, dimulai sejak penderitanya masih muda. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi tersebut, baik yang bisa dikendalikan maupun yang tidak.
28 Aug 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Penyempitan pembuluh darah akan mengurangi suplai darah dan oksigen

Tiba-tiba Keluar Darah Saat Berhubungan, Apa Penyebabnya?

Tiba-tiba keluar darah saat berhubungan intim lebih sering terjadi pada wanita pascamenopause. Kondisi ini ternyata dapat disebabkan oleh masalah ringan hingga berat yang perlu diwaspadai.
28 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Tiba-tiba keluar darah saat berhubungan dapat terjadi akibat infeksi menular seksual

Penyebab Vasodilatasi dan Masalah Kesehatan yang Terkait dengannya

Vasodilatasi adalah pelebaran pembuluh darah akibat rendahnya oksigen atau peningkatan suhu tubuh. Kondisi tersebut dapat memberi efek positif, namun terkadang juga bisa menjadi masalah kesehatan.
28 Aug 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Vasodiltasi adalah pelebaran pembuluh darah terkadang digunakan sebagai pengobatan hipertensi