Varises

Ditinjau dr. Widiastuti
Varises paling sering terjadi pada bagian bawah kaki yang umumnya disertai rasa sakit atau kram karena terlalu sering menerima tekanan.
Orang dengan berat badan berlebih dan kebiasaan berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama, lebih beresiko mengalami varises.

Pengertian Varises

Pembuluh darah vena berfungsi membawa darah dari seluruh tubuh ke jantung. Pembuluh darah ini memiliki katup yang hanya berjalan satu arah, yang menjaga darah tetap mengalir menuju jantung. Jika katup tersebut lemah atau rusak, maka darah akan mengalir mundur dan menumpuk didalam pembuluh darah tersebut, sehingga menyebabkan pembuluh darah vena tersebut untuk membengkak dan menyebabkan varises.

Varises atau varicosities merupakan gangguan yang terjadi ketika pembuluh darah vena membesar, melebar, dan terdapat penumpukan darah. Apabila Anda menderita varises, biasanya akan terlihat  bengkak dan timbul pembuluh darah yang berwarna ungu kebiruan atau merah serta terasa menyakitkan.

Kondisi ini merupakan kondisi yang sangat umum dijumpai, terutama pada wanita. Dan rata-rata penyakit ini muncul pada kaki bagian bawah, karena ketika berdiri dan berjalan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di bagian bawah tubuh.

Varises dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup dan prosedur medis. Tujuan dari pengobatan atau perawatan adalah untuk meredakan gejala, mencegah komplikasi dan memperbaiki penampilan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Varises merupakan pembengkakan dan pembesaran pembuluh darah vena yang biasanya terjadi pada kaki yang berwarna biru atau ungu yang timbul, terbelit dan dapat dilihat tepat dibawah permukaan kulit. Selain itu, terdapat tanda dan gejala yang terjadi, antara lain:

  • Terasa sakit dan berat pada kaki.
  • Terjadi pembengkakan pada kaki.
  • Kaki terasa berdenyut atau kram.
  • Terasa kram pada kaki saat malam hari.
  • Kulit terasa kering, gatal dan tipis di bagian yang terkena.
  • Mengalami perubahan warna disekitar daerah yang mengalami varises.

Keadaan ini memburuk saat cuaca panas dan saat Anda berdiri untuk waktu yang lama serta ini dapat membaik jika Anda berjalan atau beristirahat dengan mengangkat kaki.

Telangiektasis merupakan kelompok kecil dari pembuluh darah, dan biasanya ditemukan pada anggota tubuh bagian atas, termasuk pada wajah. Pembuluh darah ini tampak merah, dapat terbentuk pada masa kehamilan, dan seringkali timbul pada orang dengan gangguan genetik tertentu atau kondisi medis lain, seperti penyakit hati. Telangiektasis dapat menjadi tanda dari kondisi medis yang serius.

Spider vein serupa dengan varises tetapi mempunyai ukuran yang lebih kecil dan jenis ini tidak berbahaya dibandingkan telangiektasis. Spider vein seringkali melibatkan kapiler yaitu pembuluh darah yang berukuran paling kecil di dalam tubuh.

Kondisi ini seringkali muncul pada kaki dan wajah, berwarna merah atau biru, dan biasanya terlihat seperti sarang laba-laba atau cabang pohon.

Penyebab

Penyakit ini terjadi saat vena tidak berfungsi secara normal. Vena mempunyai katup satu arah yang mencegah darah mengalir kembali ke arah yang sama. Ketika katup tidak berfungsi normal seperti lemah atau rusak, maka hal ini dapat membuat penumpukan darah di pembuluh darah dan tidak mengalir ke jantung Anda. Akhirnya darah menumpuk di pembuluh darah dan menjadi besar dan penyakit ini biasanya menyerang kaki. Pembuluh darah yang terjangkit biasanya terletak jauh dari jantung dan gravitasi membuat darah sulit mengalir ke atas.

Adapun beberapa penyebab lain yaitu:

  • Ketika sedang hamil, janin yang berkembang akan memberikan tekanan pada kaki ibu. Varises yang timbul pada saat kehamilan akan membaik dalam 3-12 bulan setelah melahirkan.
  • Karena perubahan hormonal pada saat puber, kehamilan dan menopause atau penggunaan pil KB akan meningkatkan risiko terkenanya varises.
  • Usia di atas 50 tahun karena proses penuaan dapat menyebabkan katup pada pembuluh darah melemah dan tidak berfungsi dengan baik.
  • Berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama, terutama dengan kaki yang tertekuk atau silang dapat meningkatkan risiko terjadinya varises. Kondisi dikarenakan ketika berada dalam 1 posisi dalam jangka waktu lama akan memaksa pembuluh darah vena bekerja lebih berat untuk memompa darah menuju jantung.
  • Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan varises.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan varises dapat meningkatkan risiko terkena varises, sekitar setengah dari penderita varises memiliki riwayat keluarga dengan varises.
  • Trauma pada kaki. Pernah mengalami penggumpalan darah pada kaki atau kerusakan traumatik pada katup pembuluh darah vena dapat melemahkan kemampuan untuk memompa darah menuju jantung, sehingga meningkatkan risiko terkena varises.

Diagnosis

  • Pemeriksaan fisik, dengan cara melihat kaki Anda saat sedang berdiri atau duduk dengan kaki yang menjuntai untuk melihat apakah ada pembengkakan. Dokter juga akan meminta Anda untuk menjelaskan tanda dan gejala apa saja yang Anda rasakan.
  • Pemeriksaan duplex ultrasound untuk melihat apakah katup di pembuluh darah Anda bekerja secara normal dan mencari adanya pembekuan darah. Pemeriksaan ini menggabungkan antara USG tradisional dengan USG Doppler dan menggunakan frekuensi tinggi dari gelombang suara untuk memproduksi gambar dari pembuluh darah vena pada kaki.
  • Venogram dapat dilakukan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai kondisi pembuluh darah vena, dan dapat melihat secara rinci aliran darah yang mengalir melalui pembuluh darah vena tersebut. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk menguatkan diagnosa varises atau mengetahui adanya kondisi medis lainnya.

Pengobatan

Untuk mengobati penyakit ini dokter akan menyarankan untuk mengubah gaya hidup Anda dibandingkan melakukan pengobatan yang agresif. Tujuan dari pengobatan adalah untuk meredakan gejala, mencegah komplikasi serta memperbaiki penampilan.

Jika varises menyebabkan hanya sedikit gejala, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup. Tetapi apabila gejala yang dialami lebih berat, maka dokter akan menyarankan untuk dilakukan satu atau lebih prosedur medis, seperti apabila mengalami rasa sakit yang berat, adanya gumpalan darah atau gangguan pada kulit, maka akan dibutuhkan untuk dilakukannya prosedur medis.  Walaupun pengobatan dapat dilakukan untuk varises yang telah ada, pengobatan tidak dapat mencegah untuk terjadinya varises yang baru.

Apabila Anda telah memiliki varises sebaiknya Anda mengobatinya dengan:

Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup seringkali merupakan penanganan pertama dari varises. Perubahan–perubahan ini dapat mencegah varises menjadi lebih buruk, mengurangi rasa sakit, dan menunda terjadinya varises yang lain.

Perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan meliputi:

  • Hindari berdiri atau duduk dalam waktu lama tanpa istirahat. Ketika duduk, hindari untuk menyilangkan kaki. Jaga kaki tetap tinggi dan jika bisa diatas jantung ketika istirahat atau tidur.
  • Turunkan berat badan atau pertahankan berat badan ideal, yang akan memperbaiki aliran darah dan meringankan tekanan pada pembuluh darah vena.
  • Latihan fisik atau berolahraga untuk meningkatkan tonus otot dan memperbaiki aliran darah.
  • Hindari mengenakan pakaian yang ketat, terutama yang ketat pada bagian pinggang, selangkangan, dan kaki. Pakaian yang ketat dapat memperburuk varises.
  • Hindari mengenakan sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama.
  • Kenakan kaus kaki atau stoking kompresi yang akan membantu untuk memberikan tekanan lembut pada kaki, sehingga membantu mencegah terjadi penumpukan darah dan mengurangi pembengkakan.

Kompresi

Dokter akan meminta Anda  menggunakan kaus kaki atau stocking kompresi khusus. Pengobatan ini berfungsi untuk memberi tekanan pada kaki sehingga darah mengalir ke jantung dan mengurangi pembengkakan.

Operasi

Apabila perubahan gaya hidup tidak membantu atau apabila varises  menimbulkan rasa sakit dan mengganggu kesehatan Anda, maka dokter akan melakukan prosedur invasif.

Prosedur medis yang dilakukan adalah dengan mengangkat atau menutup pembuluh darah vena yang mengalami varises. Prosedur ini biasanya tidak akan menimbulkan masalah karena darah akan mengalir melalui pembuluh darah lainnya. 

Adapun pengobatan lain yang dapat Anda lakukan yaitu:

  • Memberikan suntikan cairan kimia sehingga mengiritasi pembuluh darah dan membentuk jaringan parut yang akan menutup pembuluh darah tersebut. Prosedur ini biasanya dilakukan pada pembuluh darah vena kecil dan sedang.
  • Memberikan suntikan cairan kimia untuk menyumbat vena yang sangat kecil dan spider vein.
  • Operasi laser. Pengobatan ini menggunakan cahaya berenergi tinggi untuk menutup pembuluh darah dan biasanya digunakan untuk varises yang lebih kecil.
  • Terapi ablasi endovenous. Pengobatan ini menggunakan gelombang panas atau radiofrekuensi untuk menutup vena yang mengalami varises.
  • Operasi vena endoskopik. Pengobatan ini menggunakan selang kecil yang memiliki kamera kecil dengan memasukkannya melalui sayatan kecil pada kulit sekitar varises. Alat medis diujung kamera akan digunakan untuk menutup vena yang mengalami varises. Operasi ini biasanya hanya digunakan pada varises yang berat ketika varises tersebut menyebabkan tukak pada kulit.
  • Ambulatory phlebotomy. Dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit untuk mengangkat varises yang kecil. Prosedur ini biasanya dilakukan pada varises yang dekat dengan permukaan kulit.
  • Vein stripping dan ligasi vena. Prosedur ini biasanya dilakukan pada varises yang berat dengan mengikat vena yang terkena varises dan mengeluarkan melalui sayatan kecil pada kulit.

Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pengobatan terbaik untuk Anda.

Pencegahan

Tidak ada cara untuk sepenuhnya mencegah varises. Tetapi dengan mengubah gaya hidup Anda dapat mencegah penyakit ini semakin memburuk, menunda terjadinya varises lain untuk terbentuk. beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Mengurangi berdiri atau duduk untuk waktu yang lama.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  • Hindari mengenakan pakaian yang ketat.
  • Hindari mengenakan sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama.
  • Menggunakan stoking kompresi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Melakukan pengobatan sendiri dengan cara menaikkan kaki, berolahraga atau menggunakan kaos kaki kompresi dapat memperbaiki kondisi Anda. Akan tetapi apabila Anda khawatir dengan kondisi Anda yang semakin memburuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu termasuk apa saja yang mungkin tampak berhubungan dengan gejala yang Anda alami. Jadi menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk varises berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter Anda:

  • Apa saja yang menyebabkan gejala Saya?
  • Apakah ada penyebab lain dari penyakit Saya?
  • Pemeriksaan apa saja yang saya butuhkan?
  • Bagaimana varises ini dapat diobati? Pengobatan apa yang dapat Anda sarankan untuk Saya?
  • Bagaimana Saya dapat mengelola varises bersamaan dengan kondisi medis lain yang Saya miliki?
  • Apakah ada batasan kegiatan yang harus Saya ikuti?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Anda dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter:

  • Apakah penyakit ini baru terjadi kepada Anda?
  • Apakah Anda mengalami rasa sakit? Jika iya, seberapa berat rasa sakit yang Anda rasakan?
  • Hal apakah yang memperburuk kondisi Anda?
  • Hal apakah yang memperbaiki kondisi Anda?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/varicose-veins
Diakses pada 6 Desember 2018

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/symptoms-causes/syc-20350643
Diakses pada 6 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/varicose-veins/
Diakses pada 6 Desember 2018

https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/varicose-veins
Diakses pada 6 Desember 2018

Back to Top