Penyakit Lainnya

Varises

Diterbitkan: 14 Mar 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Varises
Orang dengan berat badan berlebih dan kebiasaan berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama, lebih beresiko mengalami varises.
Varises adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah vena terpilin dan membesar karena pembengkakan. Kondisi ini sangat umum dijumpai, terutama pada wanita. Biasanya, penyakit ini muncul pada kaki bagian bawah, karena terlalu lama berdiri dan berjalan.Varises ditandai dengan vena yang terlihat bengkak, menonjol, berwarna ungu kebiruan atau merah serta terasa menyakitkan.Kondisi ini dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup dan prosedur medis. Tujuan dari pengobatan atau perawatan adalah untuk meredakan gejalanya, mencegah komplikasi dan memperbaiki penampilan. 
Varises
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Selain warna biru dan keunguan pada kulit, varises bisa menimbulkan gejala sebagai berikut:
  • Kaki terasa sakit dan berat
  • Pembengkakan pada kaki
  • Kaki terasa berdenyut
  • Kram pada kaki di malam hari.
  • Kulit terasa kering, gatal dan tipis di bagian varises
  • Perubahan warna di sekitar varises
  • Membesarnya pembuluh darah yang tampak sebagai alur kemerahan maupun kebiruan (biasanya pada betis)
Keadaan ini memburuk saat cuaca panas dan ketika berdiri untuk waktu yang lama. Namun, Anda bisa meredakannya dengan beristirahat dan mengangkat kaki. 
Varises terjadi karena vena tidak berfungsi secara normal. Vena mempunyai katup satu arah untuk mencegah darah mengalir kembali ke arah yang sama. Ketika katup tidak berfungsi normal seperti lemah atau rusak, penumpukan darah di pembuluh darah bisa terjadi.Akibatnya, pembuluh darah membesar. Berikut ini faktor risiko yang menyebabkan varises.
  1. Kehamilan:

    Pertumbuhan janin akan memberikan tekanan pada kaki ibu. Kondisi ini akan membaik dalam 3-12 bulan setelah melahirkan
  2. Perubahan hormon:

Perubahan hormon yang terjadi ketika puber, hamil, menopause, atau yang terjadi sebagai efek penggunaan pil KB, bisa memicu varises.
  1. Usia:

    Usia di atas 50 tahun bisa menyebabkan katut pembuluh darah melemah dan tidak berfungsi dengan baik, akibat proses penuaan.
  1. Berada dalam satu posisi terlalu lama:

    Berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama, terutama dengan kaki yang tertekuk atau menyilang, akan memaksa vena bekerja lebih keras untuk memompa darah ke jantung.
  1. Kelebihan berat badan:

    Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah.
  1. Riwayat keluarga:

    Sekitar setengah dari jumlah penderita varises, memiliki keluarga dengan riwayat varises.
  1. Trauma pada kaki:

    Riwayat penggumpalan darah pada kaki atau kerusakan traumatik pada katup pembuluh darah vena dapat melemahkan kemampuannya untuk memompa darah menuju jantung.
 
Berikut ini pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis varises.
  1. Pemeriksaan fisik:

    Dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat kondisi kaki Anda ketika sedang berdiri maupun duduk, dan mencari adanya pembengkakan. Dokter juga akan menanyakan tentang gejala yang Anda rasakan.
  2. Tes Doppler:

    Pemeriksaan ini dilakukan melalui pemindaian dengan ultrasound (USG) untuk melihat arah alirah darah di pembuluh darah. Tes ini juga mampu mengidentifikasi gumpalan darah atau penyumbatan di pembuluh darah.
  1. Pemeriksaan duplex ultrasound:

    Dokter melakukan pemeriksaan ini untuk melihat kinerja katup di pembuluh darah dan mencari pembekuan darah.
    Pemeriksaan ini merupakan gabungan USG tradisional dengan USG Doppler dengan gelombang suara berfrekuensi tinggi, untuk menghasilkan gambar pembuluh darah pada kaki.
  1. Venogram:

    Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan untuk melihat lebih rinci aliran darah pada pembuluh darah vena. Dokter melakukan prosedur ini untuk menguatkan diagnosis varises atau mengetahui adanya kondisi medis lainnya.
 

Komplikasi varises

Varises yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi berupa luka, gumpalan darah, maupun perdarahan.
  1. Luka:

    Luka bisa muncul pada kulit di sekitar varises, terutama dekat pergelangan kaki yang mengalami perubahan warna.
  1. Gumpalan darah:

    Varises yang membengkak bisa mengindikasikan gumpalan darah (tromboflebitis), dan harus mendapatkan penanganan medis.
  1. Perdarahan:

    Varises pada vena yang sangat dekat dengan kulit berisiko pecah, dan mengakibatkan perdarahan ringan.
 
Dokter biasanya menyarankan perubahan gaya hidup, kompresi, operasi, maupun sejumlah perawatan lain untuk mengatasi varises.
  1. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup seringkali merupakan penanganan pertama dari varises. Perubahan–perubahan ini dapat mencegah varises menjadi lebih buruk, mengurangi rasa sakit, dan menunda terjadinya varises yang lain.Perubahan gaya hidup bisa dilakukan dengan cara:
  • Mengistirahatkan kaki:
Jangan berdiri atau duduk dalam waktu lama tanpa istirahat, maupun memakai sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama.Ketika duduk, hindari untuk menyilangkan kaki. Jaga kaki tetap tinggi dan sebisa mungkin berada di atas jantung ketika istirahat atau tidur.
  • Menjaga berat badan ideal:
Menurunkan kelebihan berat badan atau mempertahankan berat badan ideal, untuk memperbaiki aliran darah dan meringankan tekanan pada pembuluh darah vena.
  • Berolahraga:
Melakukan latihan fisik atau berolahraga dapat meningkatkan tonus otot dan memperbaiki aliran darah.
  • Memilih pakaian yang sesuai:
Jangan mengenakan pakaian yang ketat, terutama yang ketat pada bagian pinggang, selangkangan, dan kaki. Sebab, pakaian yang ketat dapat memperburuk varises.
  1. Kompresi

Dokter akan merekomendasikan pemakaian kaus kaki atau stoking kompresi khusus. Perawatan ini berfungsi untuk memberi tekanan pada kaki sehingga darah mengalir ke jantung dan mengurangi pembengkakan.
  1. Operasi

Apabila perubahan gaya hidup tidak membantu, atau jika varises menimbulkan rasa sakit dan mengganggu kesehatan, maka dokter akan melakukan operasi.Prosedur medis yang dilakukan adalah dengan mengangkat atau menutup pembuluh darah vena yang mengalami varises. Tindakan medis ini ini biasanya tidak akan menimbulkan masalah karena darah akan mengalir melalui pembuluh darah lainnya. 
  1. Perawatan lain:

Adapun perawatan lain yang dapat dilakukan dokter yaitu:
  • Skleroterapi:
Langkah ini dilakukan dokter dengan memberikan suntikan cairan kimia untuk mengiritasi pembuluh darah dan membentuk jaringan parut yang akan menutup pembuluh darah tersebut.
  • Operasi laser:
Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan cahaya berenergi tinggi untuk menutup pembuluh darah pada varises yang berukuran lebih kecil.
  • Terapi ablasi endovenous:
Dokter melakukan terapi ini dengan menggunakan gelombang panas atau radiofrekuensi untuk menutup vena yang mengalami varises.
  • Operasi vena endoskopik:
Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan selang kecil berkamera kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil pada kulit sekitar varises.
  • Ambulatory phlebotomy:
Melalui tindakan ini, dokter membuat sayatan kecil pada kulit untuk mengangkat varises kecil, yang dekat dengan permukaan kulit.
  • Vein stripping dan ligasi vena:
Prosedur ini biasanya dilakukan pada varises berat dengan mengikat vena yang terkena varises dan mengeluarkan melalui sayatan kecil pada kulit. 
Tidak ada cara yang dapat mencegah varises sepenuhnya. Namun melalui perubahan gaya hidup, Anda dapat mencegah penyakit ini semakin memburuk, dan menunda pembentukan varises lain untuk terbentuk.Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan:
  • Mengurangi berdiri atau duduk untuk waktu yang lama
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah
  • Tidak mengenakan pakaian yang ketat
  • Tidak mengenakan sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama
  • Menggunakan stoking kompresi
 
Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila khawatir dengan varises yang memburuk. 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa saja yang menyebabkan munculnya gejala?
    • Apakah ada penyebab lain dari penyakit ini?
    • Pemeriksaan apa saja yang saya butuhkan?
    • Bagaimana cara mengobati varises? Pengobatan apa yang disarankan?
    • Bagaimana cara merawat varises bersamaan dengan kondisi medis lain yang saya miliki?
    • Apakah ada batasan kegiatan yang harus Saya ikuti?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko varises?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis varises agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/varicose-veins
Diakses pada 3 Agustus 2020
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/symptoms-causes/syc-20350643
Diakses pada 3 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/240129#diagnosis
Diakses pada 3 Agustus 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/varicose-veins/
Diakses pada 3 Agustus 2020
https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/varicose-veins
Diakses pada 3 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

7 Penyakit Peredaran Darah yang Umum Terjadi, Apa Pemicunya?

Gangguan pada peredaran darah dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Penyakit peredaran darah yang dipicu gaya hidup bisa diubah dengan menjalani gaya hidup sehat.
25 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Penyakit tekanan darah dapat mengganggu sirkulasi darah, oksigen, nutrisi, elektrolit, dan hormon ke seluruh tubuh

Apa Perbedaan Peredaran Darah Besar dan Kecil?

Sistem peredaran darah besar dan kecil memiliki peran yang berbeda pada tubuh. Sistem peredaran darah besar disebut peredaran darah sistemik sedangkan sistem peredaran darah kecil disebut peredaran darah pulmonalis.
27 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Darah memiliki dua peredaran yaitu, peredaran darah besar dan peredaran darah kecil

Pengobatan Hipertensi agar Terhindar dari Komplikasi

Pengobatan hipertensi sangat diperlukan agar tekanan darah tinggi tak menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Komplikasi hipertensi bisa menyebabkan masalah pada jantung, otak, dan ginjal.
25 Nov 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Salah satu langkah pengobatan hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah secara berkala