Varikokel merupakan pembesaran vena dalam kantong kulit longgar yang menahan buah zakar atau skrotum. Kondisi ini dapat menyebabkan produksi sperma menjadi rendah, serta menurunkan kualitas sperma yang bisa mengakibatkan kemandulan.

Akan tetapi, tidak semua kasus varikokel memengaruhi sperma. Penyakit ini hanya terjadi di skrotum, dan memiliki kemiripan dengan varises yang terjadi di kaki.

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh varikokel, di antaranya:

  • Terlihat kusam dan terasa nyeri yang berulang pada skrotum.
  • Terdapat pembengkakan skrotum.
  • Vena terlihat membesar dan memelintir skrotum layaknya cacing.
  • Terdapat benjolan pada salah satu testis.

Pada pembuluh darah sehat dalam skrotum, terdapat katup satu arah yang memindahkan darah dari testikel menuju skrotum dan dikembalikan ke jantung.

Darah yang tidak bergerak melalui pembuluh darah akan menggenang di tempat tersebut, kemudian membesar dan menyebabkan varikokel berkembang seiring berjalannya waktu.

Meski demikian, tidak ada penyebab pasti dari varikokel.

Varikokel tidak selalu dapat dilihat saat berbaring. Oleh karena itu, dokter akan memeriksa testis Anda saat berdiri dan berbaring.

Pemeriksaan USG skrotum juga mungkin dilakukan untuk membantu mengukur vena spermatika, agar mendapatkan gambaran rinci dan akurat tentang kondisi organ  tersebut. Tes pencitraan lebih lanjut bisa diambil untuk memastikan sekaligus menyingkirkan kemungkinan adanya tumor.

Jika varikokel menyebabkan nyeri, atrofi, infertilitas, dokter dapat melakukan terapi-terapi berikut:

  • Bedah laparaskopi. Dokter bedah membuat sayatan keci di perut dan melewati instrumen kecil melalui sayatan untuk melihat dan memperbaiki varikokel.

  • Embolisasi varikokel. Prosedur operasi ini dilakukan dengan memasukkan kateter kecil ke pangkal paha. Pemasangan kateter ini bertujuan untuk menyumbat pembuluh darah di testis yang mengganggu aliran darah, serta memperbaiki varikokel dengan menyisipkan tabung pembuluh darah di selangkangan.

  • Varikokelektomi. Prosedur operasi ini dilakukan dengan menjepit atau mengikat pembuluh darah yang tidak normal. Darah kemudian dapat mengalir dari sekitar pembuluh darah abnormal ke pembuluh darah yang normal.

Varikokel biasanya tidak menimbulkan gejala, namun perlu diobati. Penyakit ini juga biasa terlihat pada masa kesuburan dan melalui pemeriksaan rutin.

Segera konsultasi dengan dokter jika merasakan sakit atau bengkak pada skrotum, testikel yang berukuran beda, atau mengalami masalah kesuburan.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, buatlah terlebih dahulu daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, obat yang dikonsumsi, dan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Apa yang menyebabkan gejala saya?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang tepat untuk mengobati kondisi saya?
  • Apakah kondisi ini memengaruhi kesuburan saya?
  • Apakah saya harus membatasi aktivitas seksual saya?
  • Jika saya memiliki kondisi kesehatan lain, apa yang harus saya lakukan?
  • Tes apa yang saya perlukan?
  • Apakah kondisi ini akan bertahan sementara atau permanen?
  • Apakah Anda memiliki rekomendasi media cetak untuk saya?

Pada saat berkonsultasi, dokter akan menanyakan beberapa pertanyan, seperti:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  • Apakah gejala tersebut terjadi berulang kali atau hanya sesekali?
  • Sejak kapan Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah yang membuat gejala anda lebih membaik dan memburuk?

Healthline. https://www.healthline.com/health/varicocele
Diakses pada November 2018

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicocele/symptoms-causes/syc-20378771
Diakses pada November 2018