Vaginosis Bakteri

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Vaginosis Bakteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh hubungan seks di antara wanita dengan wanita yang telah terinfeksi
Gejala umum BV antara lain gatal dan iritasi pada vagina hingga rasa nyeri saat buang air kecil.

Pengertian Vaginosis Bakteri

Vaginosis bakteri (BV) atau tepatnya vaginosis bakterialis merupakan salah satu penyebab dari keputihan yang tidak biasa. Penyakit ini bukan infeksi menular seksual, namun dapat meningkatkan risiko dari infeksi menular seksual, seperti klamidia.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Pada kebanyakan kasus, penderita tidak mengalami gejala apapun. Namun tidak mustahil gejala dapat muncul. Sederet ciri-ciri vaginosis bakteri umum bisa meliputi:

  • Keputihan yang tidak normal, misalnya memiliki tekstur encer, berwarna abu-abu, putih atau hijau, dan disertai dengan busa pada beberapa kasus.
  • Bau busuk yang berasal dari bahan kimia bakteri. Menstruasi atau berhubungan seks juga akan memparah bau yang dihasilkan karena bercampur dengan darah dan air seni.
  • Gatal atau iritasi pada vagina.
  • Rasa terbakar dan nyeri saat buang air kecil.

Penyebab

Penyakit BV dapat dipicu oleh hubungan seks di antara wanita dengan wanita yang telah terinfeksi. Kondisi ini dapat pula menyebabkan infeksi menular seksual.

BV juga bisa disebabkan oleh perubahan keseimbangan bakteri pada vagina secara alami. Di samping itu, ada pula beberapa hal yang ikut meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengalami vaginosis bakteri, antara lain:

  • Menggunakan alat kontrasepsi jenis IUD (intra uterine device), yaitu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim atau lebih dikenal dengan istilah spiral.
  • Memakai produk pembersih organ intim kewanitaan yang mengandung parfum.
  • Aktif secara seksual. Namun harus diingat bahwa wanita yang belum berhubungan seks juga dapat terkena BV.
  • Sering berganti pasangan seksual.

Diagnosis

Vaginosis bakterialis dapat didiagnosis oleh dokter, yang biasanya akan mengajukan pertanyaan terkait riwayat kesehatan. Setelah itu, pemeriksaan panggul pun bisa dilakukan.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan vagina, guna mengecek tanda-tanda infeksi. Sampel cairan vagina pun kemudian dapat diambil untuk dianalisis laboratorium menggunakan mikroskop.

Pengobatan

Vaginosis bakteri dapat diobati dengan antibiotik. Antibiotik diberikan untuk memberantas bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini. Jika Anda mengalami BV dan memiliki pasangan sesama jenis, pasangan Anda sebaiknya juga menjalani perawatan.

Pencegahan

Untuk mencegah bakterial vaginosis, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Hindari pemakaian pembersih atau sabun yang mengandung parfum pada vagina. Kandungan parfum tersebut dapat mengganggu keseimbangan PH vagina dan meningkatkan risiko infeksi pada vagina.
  • Pilih sabun dengan kandungan kimia yang ringan, nondeodorant, atau kondom tanpa pewangi.

Karena BV berpotensi meningkatkan risiko infeksi menular seksual, penderita juga sebaiknya melakukan langkah pencegahan terhadap penyakit ini. Cara utamanya dengan menggunakan kondom pada saat berhubungan seks dan tidak berganti-ganti pasangan.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke doker apabila Anda merasakan gejala-gejala vaginosis bakterialis yang berupa:

  • Mencoba pengobatan sendiri untuk infeksi ragi, namun gejala tetap bertahan.
  • Pernah mengalami infeksi vagina, tapi warna dan cairan keputihan tampak berbeda.
  • Mengalami keputihan yang berbau, atau disertai demam.
  • Berganti pasangan seksual baru-baru ini.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum melakukan konsultasi dengan dokter, buatlah daftar pertanyaan yang mungkin ingin Anda ajukan. Berikut contohnya:

  • Gejala atau tanda seperti apa yang harus saya temui?
  • Apakah ada produk yang dijual bebas untuk mengobati kondisi saya?
  • Apakah saya dapat mencegah vaginosis bakteri?
  • Apakah saya perlu minum obat?
  • Apakah pasangan saya juga perlu untuk diperiksa?
  • Apakah perawatan yang tepat jika gejala saya kembali setelah perawatan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat berkonsultasi, dokter biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan yang meliputi:

  • Gejala apa saja yang Anda alami?
  • Apakah Anda sedang hamil?
  • Apakah Anda menggunakan sabun mandi yang mengandung parfum?
  • Apakah Anda aktif secara seksual?
  • Apakah Anda pernah merasakan bau vagina yang menyengat?
  • Sudah berapa lama Anda mengalami gejala?
  • Apakah Anda pernah dirawat karena infeksi vagina?
  • Apakah Anda sudah pernah coba produk lain untuk mengobati kondisi Anda?
  • Apakah Anda baru-baru ini meminum antibiotik untuk alasan apapun?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/infections-bacterial-vaginosis
Diakses pada 23 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bacterial-vaginosis/symptoms-causes/syc-20352279
Diakses pada 23 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bacterial-vaginosis/
Diakses pada 23 November 2019

Back to Top