Kulit & Kelamin

Vaginismus

Diterbitkan: 11 Nov 2019 | dr. Reisia Palmina BrahmanaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Vaginismus
Vaginismus adalah kondisi di mana otot-otot di vagina menegang atau mengencang ketika benda dimasukkan ke dalam vagina. Misalnya, tampon atau penetrasi oleh penis. Kontraksi otot-otot ini terjadi di luar kendali penderita.Kondisi vagina menegang ini termasuk umum terjadi saat penderita merasa takut terhadap sesuatu. Contohnya, pada wanita yang baru pertama kali berhubungan intim, sehingga membuat penderita kesakitan saat berhubungan badan.Vaginismus kerap dianggap sebagai pertanda bahwa seorang wanita membenci hubungan seksual. Padahal, kenyataannya tidak demikian.Pengidap vaginismus bisa saja menyukai keintiman dan menikmati hubungan seks di luar penetrasi pada vagina. Mulai dari foreplay hingga seks oral. Namun otot-otot vaginanya kemudian menegang dan memicu sakit saat penetrasi dilakukan.Sebagai akibatnya, kehidupan seksual penderita menjadi terhambat dan mereka dianggap tidak menyukai atau tidak mau melakukan hubungan intim.
Vaginismus
Dokter spesialisPsikolog
Gejala vaginismus bisa berbeda-beda pada tiap penderita, tergantung pada tingkat keparahan vaginismus yang dialami. Berikut penjelasannya:
  • Tipe vaginismus di mana tidak ada satupun benda yang dapat dimasukan ke dalam vagina, misalnya tampon atau jari.
  • Tipe vaginismus di mana penderita tidak dapat berhubungan intim, tapi masih bisa memakai tampon atau alat pemeriksaan ginekologi ke dalam vagina.
  • Tipe vaginismus di mana penderita mampu berhubungan seks, tapi merasa sangat kesakitan selama aktivitas tersebut hingga tidak bisa mencapai titik orgasme.
  • Tipe vaginismus di mana penderita terkadang merasa kesakitan saat berhubungan seksual. Penderita harus selalu mengendalikan dirinya agar bisa rileks saat berhubungan agar rasa sakitnya tidak berlebihan.
Penyebab vaginismus tidak selalu bisa diketahui. Pada umumnya, vaginismus disebabkan oleh perasaan takut dan kegelisahan terhadap hubungan seksual.Beberapa hal berikut ini dapat menjadi pemicu munculnya perasaan takut dan gelisah tersebut:
  • Pemahaman bahwa seks adalah sesuatu yang salah
Hal ini umum terjadi pada penderita dengan lingkungan dan keluarga yang menganggap bahwa pembicaraan mengenai seks adalah sesuatu tabu atau hasrat seksual adalah sesuatu yang salah.
  • Pengalaman berhubungan seksual yang tidak menyenangkan
Sebagai contoh, malam pertama yang menyakitkan bisa membuat seorang wanita enggan untuk berhubungan intim lagi. Demikian pula dengan korban perkosaan atau pelecehan seksual yang mengalami trauma.
  • Perasaan takut mengenai ukuran vagina
Penderita vaginismus bisa saja takut dan menganggap bawah dirinya memiliki vagina yang terlalu kecil untuk melakukan hubungan seksual.
  • Kekhawatiran bahwa hubungan seksual pasti menyakitkan
Hal ini biasa terjadi pada penderita yang belum lama melahirkan atau menajalani operasi tertentu di vagina.
  • Perasaan takut hamil
Ketakutan akan kehamilan juga bisa menjadi salah satu pemicu otot-otot vagina yang tegang saat penetrasi.
Dokter akan menanyakan seputar gejala dan riwayat medis Anda. Kemudian, dokter melakukan pemeriksaan ginekoli.Pada pemeriksaan ginekologi, dokter akan mencoba untuk memasukkan alat pemeriksaan ke dalam vagina agar keadaan vagina bisa dicek. Jika tidak ditemukan kelainan apapun pada pemeriksaan fisik di kelamin Anda dan rasa sakit hanya terasa saat ada benda yang dimasukan ke vagina, Anda kemungkinan besar mengalami vaginismus.Perlu diingat bahwa vaginismus tidak berhubungan dengan kondisi fisik vagina penderita. Oleh sebab itu, perlu proses diagnosis secara saksama agar agar penyebab nyeri vagina diketahui terlebih dulu.
Ketika Anda sudah positif didiagnosis mengidap vaginismus, beberapa pilihan penanganan vaginismus berikut ini biasanya dianjurkan oleh dokter:
  • Konseling dan cognitive behaviour theraphy (CBT)
Konseling dengan psikiater atau dokter spesialis kejiwaan dapat dilakukan guna mengidentifikasi permasalahan psikiologi penderita yang berhubungan dengan vaginismus. Setelah itu, penderita akan diajari untuk mengatasi rasa takut dan gelisahnya terhadap hubungan seksual melalui terapi perilaku kognitif atau CBT.
  • Pelvic floor exercise
Dalam latihan ini, penderita akan diajari cara untuk menegangkan dan memicu relaksasi pada otot-otot dasar panggul. Dengan ini, penderita bisa belajar untuk mengendalikan otot-otot vaginanya.
  • Teknik relaksasi
Teknik relaksasi bisa dilakukan melalui latihan pernapasan maupun sentuhan lembut.
Wanita yang sebelumnya pernah mengalami hubungan seks yang menyakitkan sebaiknya menghubungi dokter. Pasalnya, vaginismus seringkali muncul sebagai reaksi otomatis dari tubuh bila rasa sakit saat berhubungan terus dibiarkan tanpa diagnosis penyebab maupun penanganan yang tepat.
Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika mengalami keluhan maupun gejala vaginismus. Demikian pula bila rasa sakit saat berhubungan mendera Anda.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor tertentu yang meningkatkan risiko vaginismus?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaginismus/
Diakses pada 11 November 2019
CleaveLand Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15723-vaginismus/diagnosis-and-tests
Diakses pada 11 November 2019
Lahey Hospital and Medical Centre. https://www.lahey.org/lhmc/department/gynecology/conditions-treatments/vaginismus/.
Diakses pada 11 November 2019
Health Service Executive. https://www.hse.ie/eng/health/az/v/vaginismus/diagnosing-vaginismus.html
Diakses pada 11 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Dokter Terkait

Artikel Terkait

Tak Perlu Malu, Ini Manfaat Onani untuk Kualitas Hidup Anda

Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang sering dianggap tabu untuk dibicarakan. Secara medis, onani bermanfaat meningkatkan produksi berbagai hormon baik, menurunkan level stres, meningkatkan kualitas tidur dan mengikis nyeri pada ibu hamil. Manfaat onani terasa apabila tidak dilakukan berlebihan.
25 Jul 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Baik pria dan wanita, termasuk ibu hamil, sama-sama bisa mendapatkan manfaat onani

Hubungan Asmara Mulai Hambar? Terapkan Cara Meningkatkan Keintiman Emosional Ini

Hubungan asmara dan pernikahan, ada kalanya mengalami penurunan keintiman emosional. Untuk menyelamatkan hubungan yang kian hambar, ada beberapa cara meningkatkan keintiman emosional yang bisa dilakukan. Berkonsultasi dengan konselor pernikahan, menjadi salah satunya.
21 Oct 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Alokasikan waktu untuk berbagi kasih, sebagai cara meningkatkan keintiman  emosional dalam hubungan

Benarkah Afrodisiak dapat Merangsang Gairah Seksual? Ini Penjelasannya

Afrodisiak adalah istilah untuk segala jenis makanan, minuman atau obat yang dapat meningkatkan libido. Setiap budaya di dunia memiliki kuliner afrosidiaknya masing-masing. Mulai dari cokelat yang digunakan oleh orang Aztec, ginseng Korea untuk orang-orang Asia, dan banyak lagi. Tapi benarkah makanan afrosidiak dapat meningkatkan gairah seksual Anda?
16 Apr 2020|Dessy Diniyanti
Baca selengkapnya
Benarkah afrosidiak dapat meningkatkan gairah seksual?