Kulit & Kelamin

Vagina Iritasi

Diterbitkan: 24 Feb 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Vagina Iritasi
Vagina iritasi bisa berupa ruam yang biasanya tidak hanya mendera vagina namun juga di area vulva. Iritasi pada vagina bisa membuat tidak nyaman yang parah pada orang yang merasakannya. Apalagi jika penderita sedang duduk atau berhubungan seksual dengan pasangannya.Jangan bingung akan istilah vagina dan vulva. Vagina sendiri diartikan sebagai alat kelamin perempuan. Sementara itu, vulva adalah bagian luar yang mengelilingi bukaan vagina. Keduanya bergabung dengan labia membentuk organ yang biasa disebut orang secara keseluruhan sebagai vagina.Selain muncul rasa tidak nyaman, iritasi vagina juga memunculkan gejala gatal-gatal. Gejala biasanya makin memburuk jika bagian tersebut digaruk. Karena penyebabnya beragam, pemberian obat iritasi vagina juga harus disesuaikan agar efektif. Bagi mereka yang baru merasakan gejala vagina iritasi, adalah pilihan bijak jika langsung berkonsultasi dengan dokter. 
Penyebab vagina iritasi bisa bersifat ringan namun tak jarang juga merupakan sebuah kondisi yang serius. Beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan vagina mengalami iritasi antara lain:
  • Moluskum kontagniosum
  • Infeksi jamur
  • Trikomoniasis
  • Bakteri vaginosis
  • Kudis
  • Psoriasis
  • Dermatitis kontak
  • Neurodermatitis
  • Lichen sklerosus
  • Infeksi menular seksual
  • Vaginitis
  • Vulvovaginitis
  • Kutu kemaluan
  • Herpes genital
  • Sipilis
  • Kutil kelamin
  • Ulkus vulva
  • Kista Bartholin
  • Lichen planus
  • Eksim
  • Lichen simpleks kronik
  • Neoplasia vulva
  • Kanker vulva
 
Cara mengatasi iritasi pada vagina yang paling baik adalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Utamanya jika kondisi ini baru dialami pertama kali. Kunjungan ke dokter juga sebaiknya dilakukan jika melihat tanda iritasi tak biasa di area vagina atau vulva. Apalagi jika diikuti oleh munculnya sakit dan rasa tidak nyaman.Selain itu, kembalilah kunjungi dokter jika gejala yang menandakan adanya iritasi kembali datang. Jika perlu, berkomunikasilah dengan dokter spesialis untuk memastikan kondisi pasien.Dengan mengunjungi dokter, penyebab iritasi akan teridentifikasi sehingga pengobatannya lebih besar kemungkinan untuk berhasil. Hal ini penting agar pasien bisa menangani kondisi yang mendera alat vitalnya secara mandiri. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-i-have-a-rash-on-or-around-my-vagina
Diakses pada 24 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/vaginal-rash
Diakses pada 24 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/rash-near-vagina#1
Diakses pada 24 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email