Kulit & Kelamin

Vagina Gatal

Diterbitkan: 20 Mar 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Vagina Gatal
Vagina gatal adalah munculnya rasa gatal pada organ intim wanita. Kondisi dapat terjadi pada setiap perempuan dan tentunya tidak nyaman serta membuat risih penderitanya.Vagina yang gatal umumnya termasuk keadaan normal dan akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penyakit lain.Oleh karena itu, para wanita perlu mewaspadainya bila rasa gatal terus berkelanjutan atau makin parah. Terutama yang disertai dengan kulit vagina tampak kemerahan, muncul luka, sulit buang air kecil, serta keputihan yang abnormal.  
Vagina Gatal
Dokter spesialis Kandungan, Kulit
GejalaGatal, luka pada vulva, kulit vagina memerah
Faktor risikoInfeksi, iritasi, penyakit menular seksual
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, pemeriksaan sampel cairan vagina
PengobatanObat-obatan
ObatObat antijamur, antibiotik, krim estrogen
KomplikasiTergantung pada penyebabnya
Kapan harus ke dokter?Vagina gatal berlangsung lebih dari satu minggu, luka melepuh, sulit berkemih
Seperti namanya, gejala vagina gatal yang utama adalah rasa gatal. Namun keluhan ini juga bisa disertai dengan:
  • Rasa panas atau nyeri
  • Keputihan yang mungkin berwarna hijau, kekuningan, atau abu
  • Keputihan juga bisa berbau tidak sedap, berbusa, atau menggumpal
  • Daerah kelamin yang bengkak atau nyeri dan kemerahan
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri saat berkemih
  • Demam
  • Bintil pada vagina
 
Penyebab vagina gatal dapat bisa berupa:
  • Infeksi

Infeksi oleh bakteri, jamur, ataupun virus dapat menyebabkan vagina gatal. Normalnya, vagina memang dihuni oleh bakteri dan jamur dalam jumlah tertentu.Jika jumlah jamur atau bakteri di vagina tersebut menjadi berlebih, infeksi dapat terjadi dan menyebabkan vagina gatal.
  • Penyakit menular seksual

Vagina gatal juga dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti kulit kelamin, gonorea, klamidia, herpes, atau trikomoniasis. Hal ini sering terjadi akibat hubungan seksual yang tidak aman.
  • Menopause

Saat menopause, kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun. Salah satu akibatnya adalah atrofi vagina, yaitu menipisnya dinding vagina. Seringkali vagina menjadi lebih kering dan menyebabkan gatal.
  • Iritasi

Vagina gatal dapat disebabkan oleh iritasi akibat pemakaian berbagai zat kimia, seperti: sabun, douche, detergen pakaian, pelembut pakaian, tisu mengandung parfum, bahkan pembalut.
  • Stres

Stres psikis maupun fisik dapat memicu iritasi dan vagina gatal.
  • Kanker vulva

Kanker vulva jarang terjadi, namun juga dapat menyebabkan vagina gatal. Gejala lain yang dapat menyertai adalah pendarahan dan nyeri di area vulva. 
Diagnosis vagina gatal umumnya dilakukan melalui pemeriksaan panggul. Dokter dapat memeriksa liang vagina secara visual untuk melihat kelainan yang terjadi.Pemeriksaan cairan keputihan (jika ada), atau pemeriksaan dinding vagina pun mungkin dilakukan. Sampel ini akan diperiksa di bawah mikroskop guna mencari kemungkinan penyebab vagina gatal.  
Cara mengobati vagina gatal akan bergantung pada penyebabnya. Dokter dapat menganjurkan penanganan yang meliputi:
  • Obat antijamur untuk mengatasi vagina yang gatal akibat infeksi jamur.
  • Obat antibiotik untuk menangani infeksi bakteri yang memicu vagina gatal.
  • Obat tertentu untuk mengatasi penyakit menular seksual sesuai jenis penyakit yang muncul. Pasien juga akan diminta untuk tidak berhubungan seks sampai benar-benar pulih dan mengajak pasangannya untuk ikut berobat.
  • Krim estrogen atau terapi hormon lain untuk mengurangi vagina gatal akibat menopause.
Selain dengan obat-obatan dari dokter, pasien juga bisa menerapkan beberapa langkah sederhana di bawah ini jika mengamami vagina gatal akibat iritasi:
  • Menghindari pemicu iritasi pada vagina, misalnya produk kewanitaan tertentu
  • Tidak menggunakan produk-produk kimiawi pada area kelamin
  • Memakai sabun yang lembut dan tidak mengandung parfum (wewangian)
  • Memilih produk pembersih dengan bahan kimia yang lembut, misalnya deterjen dan pewangi pakaian
  • Seusai BAB atau BAK, basuh kelamin dari depan ke belakan
  • Jangan menggunakan celana terlalu ketat
 

Komplikasi vagina gatal

Vagina gatal bisa memicu berbagai komplikasi, tegantung pada penyebabnya. Berikut contohnya:
  • Rasa gatal bisa membuat penderita tidak nyaman dan kehilangan percaya diri.
  • Bila penyebabnya adalah kutil kelamin yang tidak ditangani dengan benar, komplikasi berupa meningitis dan kelahiran prematur bisa terjadi.
  • Jika vagina gatal terjadi akibat iritasi dan digaruk oleh pengidap, komplikasi seperti infeksi bakteri pada area yang digaruk mungkin saja muncul.
 
Cara mencegah vagina gatal dapat Anda lakukan dengan sederet langkah berikut ini:
  • Hindari hubungan seksual yang tidak aman
  • Gunakan air hangat dan hindari penggunaan sabun kewanitaan untuk membasuh daerah kelamin
  • Jauhi sabun maupun losion yang mengandung pewangi
  • Tidak melakukan douching vagina
  • Jaga daerah kelamin agar tetap kering
  • Ganti pakaian dalam sesering mungkin dan sesuai kebutuhan supaya area kelamin tidak lembap
  • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun agar lebih menyerap keringat
  • Saat membasuh daerah kelamin setelah buang air, siram dan seka dari arah depan ke belakang (vagina ke anus)
  • Jangan menggaruk karena dapat menyebabkan infeksi dan vagina bertambah gatal
  • Pada bayi perempuan, ganti popok secara rutin
  • Bagi penderita diabetes, pastikan kadar gula darah terkontrol dengan baik
 
Periksakan diri ke dokter jika keluhan vagina gatal berlangsung lebih dari satu minggu, atau disertai gejala di bawah ini:
  • Lepuh atau luka pada vulva
  • Daerah kelamin tampak kemerahan dan bengkak
  • Sulit berkemih
  • Keputihan yang tidak normal
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri di daerah kelamin
  • Demam
  • Keluar bau tidak sedap dari vagina
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait vagina gatal, misalnya kebiasaaan membersihkan vagina dengan produk kewanitaan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan penyebab vagina gatal agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/vaginal-itching
Diakses 22 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-itching-burning-irritation#1
Diakses 22 Oktober 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/vaginal-itching/guide/
Diakses 22 Oktober 2019
Health Grades. https://www.healthgrades.com/right-care/womens-health/vaginal-itching
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email