Mata

Uveitis

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Uveitis
Gejala-gejala uveitis seperti mata kemerahan, mata terasa sakit, mata menjadi sensitif terhadap cahaya dapat dikurangi dengan menggunakan obat tetes mata.
Uveitis adalah penyakit radang mata yang mengenai lapisan tengah jaringan pada dinding mata (uvea). Penyakit ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Biasanya penyakit ini terjadi pada orang dewasa, yang berusia antara 20-50 tahun. Meski demikian, penyakit ini mungkin saja terjadi pada anak-anak.
Uveitis
Dokter spesialis Mata
Gejala uveitis antara lain mata berwarna kemerahan, mata terasa sakit, mata menjadi sensitif terhadap cahaya, penglihatan menjadi kabur, terdapat bintik-bintik gelap yang mengambang, dan daya penglihatan menurun.
Uveitis dapat disebabkan karena cedera mata atau riwayat operasi mata, gangguan autoimun, gangguan inflamasi, infeksi (seperti penyakit cacar, herpes zoster, sifilis, toksoplasmosis, tuberkulosis, penyakit Lyme atau virus West Nile), dan kanker yang mengenai mata, seperti limfoma
Dokter mata akan memeriksa riwayat kesehatan Anda secara keseluruhan, karena uveitis dapat terjadi akibat penyakit lain. Dokter mungkin akan melakukan tes pengambilan darah, pemeriksaan kulit, atau dengan pencitraan. Dokter akan memeriksa mata secara menyeluruh.
Pengobatan pertama yang akan diberikan adalah obat tetes mata untuk melawan peradangan (biasanya adalah kortikosteroid). Jika obat tetes mata tidak berfungsi, dokter dapat menambahkan pil atau suntikan. Apabila terdapat infeksi yang menyebabkan uveitis, maka dokter akan memberikan antibiotik dan antivirus. Pada beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan prosedur untuk menghilangkan beberapa zat seperti gel di mata anda. Uveitis yang terlalu lama tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi seperti glaukoma, katarak, kerusakan saraf optik, ablasi retina, dan kebutaan permanen.
Jika Anda mengalami gejala uveitis, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata.
Anda dapat membuat daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, dan semua obat, vitamin atau suplemen yang dikonsumsi.
Dokter mata mungkin akan memberikan pertanyaan-pertanyaan seperti:
  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala tersebut?
  • Apakah gejala yang Anda alami, terjadi terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala Anda? Apakah kondisinya menjadi lebih buruk?
  • Adakah hal-hal yang memperbaiki gejala?
  • Adakah hal-hal yang memperburuk gejala?
  • Pernahkah Anda mengalami uveitis sebelumnya?
  • Apakah Anda punya masalah kesehatan lainnya?
  • Apakah Anda menderita radang sendi?
  • Apakah Anda memiliki masalah punggung?
  • Apakah Anda mengalami ruam kulit akhir-akhir ini?
  • Pernahkah Anda mengalami luka ulseratif pada mulut atau alat kelamin?
  • Pernahkah Anda mengalami infeksi saluran pernapasan atas atau gejala dingin?
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uveitis/symptoms-causes/syc-20378734
Diakses pada 19 Oktober 2018.
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/uveitis-inflammation-eye#2
Diakses pada 19 Oktober 2018. 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Terapi Mata Minus, Solusi Efektif untuk Mengatasi Mata Minus pada Anak

Terapi mata minus dapat dipilih sebagai cara untuk memperbaiki kemampuan penglihatan pada anak. Pada anak dengan rabun jauh, terapi mata minus yang efektif untuk anak adalah menggunakan kacamata. Mata minus pada anak harus segera ditangani karena dapat berisiko menimbulkan berbagai gangguan mata.
16 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Terapi minus dapat menjadi pilihan untuk memperbaiki kemampuan penglihatan pada anak.

Manfaat Minyak Eucalyptus untuk Mencegah Virus, Benarkah Efektif?

Manfaat minyak eucalyptus untuk kesehatan sangatlah beragam. Minyak ini diyakini bisa membantu mencegah infeksi virus dan bakteri di tubuh.
14 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Manfaat minyak eucalyptus bisa bantu cegah infeksi virus dan bakteri

Apakah Glaukoma Bisa Disembuhkan? Ketahui Fakta Sebenarnya

Apakah glaukoma bisa disembuhkan? Glaukoma berisiko memicu kebutaan permanen yang sayangnya tidak dapat dipulihkan. Beberapa penanganan dari dokter dapat mengontrol glaukoma, termasuk obat-obatan dan operasi. Namun, penanganan ini tidak dapat membuat glaukoma bisa disembuhkan.
28 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Untuk saat ini, glaukoma tidak bisa disembuhkan tetapi bisa dikendalikan