Mata

Uveitis

09 Mar 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Uveitis
Gejala-gejala uveitis seperti mata kemerahan, mata terasa sakit, mata menjadi sensitif terhadap cahaya dapat dikurangi dengan menggunakan obat tetes mata.
Uveitis adalah penyakit radang mata yang mengenai lapisan tengah jaringan pada dinding mata (uvea). Penyakit ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata.Biasanya, uveitis menyerang orang dewasa yang berusia antara 20-50 tahun. Meski demikian, penyakit ini mungkin saja terjadi pada anak-anak. 

Jenis-jenis uveitis

Ada tiga jenis uveitis di bawah ini:
  • Uveitis anterior, yakni pembengkakan uvea di dekat bagian depan mata
  • Uveitis menengah, yakni pembengkakan uvea di bagian tengah mata
  • Uveitis posterior, yakni pembengkakan uvea di bagian belakang mata
Pada kasus yang sangat parah, pembengkakan dapat terjadi pada seluruh lapisan uvea. 
Uveitis
Dokter spesialis Mata
GejalaMata merah, sakit, dan sensitif terhadap cahaya
Faktor risikoMutasi genetik, merokok
Metode diagnosisTes penglihatan, tonometri, pemeriksaan slit-lamp
PengobatanObat antiradang, vitrektomi, implan pelepas obat
ObatObat antiradang, obat untuk mengontrol kejang pada iris, antibiotik atau antivirus
KomplikasiKatarak, cairan pada retina, glaukoma
Kapan harus ke dokter?Mengalami penyakit autoimun atau infeksi
Gejala uveitis antara lain adalah:
  • Mata berwarna kemerahan
  • Mata terasa sakit
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Terdapat bintik-bintik gelap yang mengambang
  • Daya penglihatan menurun
Gejala ini dapat muncul tiba-tiba dan dengan cepat bertambah parah, meski ada kalanya memburuk secara bertahap. 
Penyebab uveitis seringkali tidak diketahui dapat terjadi berulang kali pada orang sehat. Kondisi ini terkadang dapat diasosiasikan dengan penyakit lain seperti penyakit autoimun atau infeksi bakteri atau virus.Penyakit autoimun yang dapat berkaitan dengan uveitis:
  • Artritis rematoid
  • Spondilitis ankilosa
  • Psoriasis
  • Artritis
  • Kolitis ulseratif
  • Penyakit Kawasaki
  • Penyakit Crohn’s
  • Sarkoidosis
Infeksi penyebab uveitis antara lain:
  • AIDS
  • Herpes
  • Retinitis CMV
  • Virus West Nile
  • Sipilis
  • Toksoplasmosis
  • Tuberkulosis
  • Histoplasmosis
Penyebab lain:
  • Memar
  • Paparan terhadap bahan beracun yang masuk ke mata
  • Cedera
  • Trauma
 

Faktor risiko uveitis

Uveitis lebih berisiko terjadi pada:
  • Orang yang mengalami perubahan gen
  • Orang yang merokok
 
Diagnosis uveitis dilakukan dokter spesialis mata dengan melakukan pemeriksaan mata seperti berikut:
  • Pemeriksaan penglihatan dan respons pupil terhadap cahaya
  • Tes tonometri mengukur tekanan pada bola mata
  • Pemeriksaan dengan slit-lamp, yaitu mikroskop yang memperbesar dan menerangi bagian depan mata untuk mengidentifikasi sel-sel di depan mata
  • Oftalmoskopi atau funduskopi adalah pemeriksaan dengan melebarkan pupil dengan obat tetes mata dan menyinari mata untuk memeriksa bagian belakang mata
Dokter juga dapat merekomendasikan:
  • Fotografi warna di dalam retina
  • Pencitraan optical coherence tomography (OCT) untuk mengukur ketebalan retina dan koroid
  • Analisis cairan aqueous atau vitreous mata
  • Tes darah
  • Tes pencitraan, radiografi, pemindaian CT atau MRI
 
Jika disebabkan oleh kondisi tertentu, pengobatan difokuskan untuk menangani kondisi tersebut.Berikut beberapa cara mengobat uveitis yang dapat direkomendasikan oleh dokter:

1. Obat-obatan

  • Obat untuk meredakan peradangan, biasanya dalam bentuk obat tetes antiperadangan seperti kortikosteroid
  • Obat untuk mengontrol kejang pada iris yang dapat meredakan sakit mata
  • Obat antibakteri atau virus
  • Obat yang memengaruhi sistem imun tubuh

2. Operasi atau prosedur lain

  • Vitrektomi untuk mengangkat sebagian vitreous pada mata. Prosedur ini jarang digunakan.
  • Implan pelepas obat yang dipasang pada mata
 

Komplikasi uveitis

Jika tidak ditangani, uveitis dapat menimbulkan komplikasi serius seperti:
  • Katarak atau mata berkabut pada lensa mata atau korea
  • Cairan pada retina
  • Glaukoma atau tekanan tinggi pada mata
  • Ablasi retina
  • Kehilangan penglihatan
 
Cara mencegah uveitis sulit dilakukan pada orang sehat karena penyebabnya tidak diketahui. Namun pasien yang mengalami penyakit autoimun atau infeksi perlu mendapat penanganan khusus untuk mencegah uveitis. 
Jika Anda mengalami gejala uveitis, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait uveitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis uveitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uveitis/symptoms-causes/syc-20378734
Diakses pada 19 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/uveitis-inflammation-eye#1
Diakses pada 19 Oktober 2018
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-uveitis
Diakses pada 3 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/uveitis
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email