Perut

Usus Buntu

Diterbitkan: 17 Jul 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Usus Buntu
Penyakit usus buntu merupakan gangguan peradangan pada usus yang dapat terjadi secara akut atau kronis. Penyakit ini merupakan penyebab paling umum dari sakit perut yang membutuhkan pembedahan.Penyakit usus buntu bisa terjadi pada kategori usia mana pun, tapi paling sering menyerang orang-orang yang berusia usia 10-30 tahun, dan lebih sering menimpa pria ketimbang wanita. Apabila tidak diobati, peradangan pada usus buntu dapat menyebabkan usus buntu pecah dan infeksi. Hal ini bisa menjadi penyakit yang serius dan fatal. 
Usus Buntu
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Bedah
GejalaSakit perut kanan bawah, mual, demam
Faktor risikoRiwayat radang usus buntu dalam keluarga, usia 10-30 tahun
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, USG, 
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik
KomplikasiUsus buntu pecah, kantung nanah yang terbentuk di perut
Kapan harus ke dokter?Nyeri perut kanan bawah, memiliki gejala yang mengarah usus buntu
Peradangan pada usus buntu biasanya menimbulkan rasa sakit di perut bagian tengah yang terjadi secara hilang timbul. Dalam beberapa jam, rasa sakit yang timbul mampu menyebar ke perut kanan bawah Anda, di mana tempat usus buntu berada, dan terjadi secara terus-menerus.Jika Anda mencoba untuk menekan area tersebut, batuk, atau hanya berjalan sekalipun, rasa sakit yang dirasakan bisa semakin parah. Tanda dan gejala yang dialami oleh penderita usus buntu, di antaranya:
 
Peradangan pada usus buntu terjadi saat usus buntu mengalami penyumbatan yang diakibatkan oleh tinja, benda asing, atau kanker. Selain itu, infeksi juga dapat menjadi penyebab penyumbatan karena usus buntu mengalami pembengkakan sebagai respons terhadap infeksi dalam tubuh. 
Mendeteksi peradangan pada usus buntu bisa menjadi cukup sulit karena tanda dan gejala yang ditimbulkan kurang jelas atau mirip dengan penyakit lainnya, seperti masalah kandung empedu, infeksi kandung kemih atau saluran kemih, penyakit Crohn (penyakit radang usus kronis), gastritis, infeksi usus, dan masalah ovarium (indung telur).Beberapa tes ini dapat digunakan untuk memastikan dan mendeteksi penyakit usus buntu:
  • Pemeriksaan fisik pada perut
  • Tes urine yang berfungsi untuk menyingkirkan infeksi pada saluran kemih
  • Tes uji rektal
  • Tes darah yang berfungsi untuk melihat apakah terdapat infeksi
  • Melakukan CT scan dan/atau USG
 
Pengobatan penyakit usus buntu dapat dilakukan dengan pembedahan yang berfungsi untuk mengangkat usus buntu, yang disebut dengan apendektomi. Prosedur ini merupakan tindakan pengobatan yang paling umum untuk mengobati penyakit ini karena rata-rata hal ini dilakukan untuk hampir semua kasus usus buntu.Pada umumnya, apabila Anda dicurigai memiliki penyakit usus buntu, dokter akan mengangkat usus buntu Anda untuk menghindari pecahnya usus buntu. Jika usus buntu yang dialami telah membentuk abses, Anda harus melakukan dua prosedur. Pertama,  Anda harus mengeringkan abses nanah dan cairan, dan yang kedua untuk mengangkat usus buntu. 
Anda tidak dapat mencegah penyakit usus buntu, tapi ada beberapa cara untuk memperkecil peluang agar hal ini tidak terjadi pada Anda. Beberapa cara tersebut, yaitu:
  • Mengonsumsi gandum bersamaan dengan sereal sarapan, yogurt, dan salad Anda
  • Memasak makan menggunakan tepung yang terbuat dari gandum
  • Menambahkan kacang merah pada salad
  • Mengonsumsi buah-buahan secara teratur
  
Apabila Anda mengalami rasa nyeri pada perut bagian kanan bawah atau memiliki gejala yang mengarah pada usus buntu, segera berkonsultasi dengan dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
  • Apakah saya mengidap penyakit usus buntu?
  • Apakah ada penyebab yang lain?
  • Tes apa yang saya perlukan?
  • Apakah saya memerlukan pembedahan?
  • Apa risiko dari pengangkatan usus buntu?
  • Berapa lama pemulihan dari pengobatan ini?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
  
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Kapan Anda mengalami gejala ini?
  • Di mana letak sakit perut Anda berasal?
  • Apakah rasa sakitnya menyebar?
  • Apa yang memperbaiki dan memperburuk kondisi Anda?
  • Apakah Anda mengalami mual dan demam?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit usus buntu?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis apendisitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.  
Healthline. https://www.healthline.com/health/appendicitis
Diakses pada Januari 2019
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543
Diakses pada Januari 2019
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=41960
Diakses pada Januari 2019
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000256.htm
Diakses pada Januari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/appendicitis/
Diakses pada Januari 2019
Webmd. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis#1
Diakses pada Januari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Proses Pencernaan pada Manusia yang Perlu Diketahui

Proses pencernaan pada manusia sangatlah penting untuk diketahui. Makanan yang Anda konsumsi lewat mulut, tidak langsung meluncur ke anus, karena ada prosesnya terlebih dahulu.
10 Dec 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Proses pencernaan pada manusia menjadi saksi usus untuk menyerap nutrisi

Mengenal Manfaat dan Cara Melakukan Enema Kopi

Enema kopi adalah cara alternatif yang dipercaya dapat membersihkan saluran cerna. Perlu dipahami, cara ini masih kontroversial karena diduga dapat menyebabkan efek negatif.
10 Feb 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Manfaat dan bahaya enema kopi

6 Gejala Usus Buntu dan Perbedaannya pada Ibu Hamil serta Anak-anak

Usus buntu bukan penyakit yang asing bagi masyarakat Indonesia. Penyakit usus buntu dapat terjadi pada segala usia, baik dewasa maupun anak-anak. Ketika Anda mengalaminya, ada beberapa gejala usus buntu yang dapat dirasakan. Namun, pada anak-anak dan wanita hamil, terdapat gejala yang berbeda.
21 Aug 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Pada anak dan ibu hamil, ternyata ada gejala usus buntu yang berbeda