Kulit & Kelamin

Ulkus Dekubitus

Diterbitkan: 31 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Ulkus Dekubitus
Ulkus dekubitus tidak hanya menyerang kulit, tapi juga jaringan di bawahnya
Ulkus dekubitus adalah luka terbuka pada kulit akibat tekanan berkepanjangan pada kulit. Luka ini juga disebut bedsores atau luka tekan.Luka tekan banyak terjadi pada kulit yang menyelubungi area bertulang di tubuh. Misalnya, panggul, punggung, pergelangan kaki, tulang ekor, dan bokong.Meski dapat terjadi pada siapa saja, ulkus dekubitus sering dialami oleh orang yang mengalami keterbatasan gerak. Contohnya, orang yang menghabiskan banyak waktu di tempat tidur (seperti pasien koma) atau orang yang menggunakan kursi roda. 
Ulkus Dekubitus
Dokter spesialis Kulit
GejalaPerubahan warna atau tekstur kulit, sakit pada ulkus, infeksi
Faktor risikoImobilitas, cedera saraf, gangguan aliran darah
Metode diagnosisPemeriksaan kulit, biopsi, tes darah
PengobatanMengurangi tekanan, membersihkan luka, mengangkat jaringan mati
ObatIbuprofen, naproxen
KomplikasiSelulitis, infeksi tulang dan sendi, kanker
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala ulkus dekubitus
bagian tubuh yang rentan mengalami ulkus dekubitus
Gejala utama ulkus dekubitus adalah luka pada bagian tubuh yang terus-menerus tertindih atau mengalami tekanan. Karena itu, kondisi ini biasa terjadi pada bagian kulit yang menyelubungi tulang, seperti punggung dan bokong.

Gejala umum ulkus dekubitus

  • Perubahan warna atau tekstur kulit
  • Rasa sakit pada area yang terkena ulkus
  • Infeksi
  • Kulit yang lecet atau luka terbuka
  • Kulit yang berubah warna menjadi lebih pucat saat disentuh
  • Kulit yang terasa lebih lunak atau keras dibanding kulit di sekitarnya
  • Area kulit yang terasa lebih dingin atau hangat saat disentuh daripada area kulit lain

Gejala ulkus dekubitus berdasarkan  tahap perkembangannya

Ada beberapa tahap ulkus dekubitus dengan gejala yang berbeda. Berikut penjelasannya:
  • Tahap 1

Warna kulit berubah menjadi kemerahan atau keunguan, dan dapat disertai dengan pembengkakan serta kulit teraba hangat.
  • Tahap 2

Kulit lecet dan menunjukkan tanda-tanda jaringan mati di sekitar luka. Luka terbuka dan dasar luka berwarna merah atau merah muda juga dapat terlihat. Kulit pun bisa mengalami lepuhan yang berisi cairan.
  • Tahap 3

Ulkus masuk lebih jauh ke dalam kulit. Tahap ini memengaruhi lapisan lemak dan luka terlihat dalam seperti kawah, dan bernanah.
  • Tahap 4

Ulkus sudah makin dalam hingga mencapai otot dan tulang.  

Gejala infeksi pada ulkus dekubitus

Ketika kulit robek, bakteri akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Karena itu, infeksi merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada penderita ulkus dekubitus. Tanda-tanda ulkus sudah terinfeksi meliputi:
  • Luka bernanah
  • Bau yang tidak sedap
  • Rasa sakit pada kulit dan diiringi kemerahan serta rasa hangat ketika disentuh
  • Demam
 
Tekanan berkepanjangan adalah penyebab ulkus dekubitus yang utama. Misalnya pada orang yang:
  • Terus-menerus berbaring, misalnya seperti pasien koma
  • Duduk dan bertumpu hanya pada satu bagian tubuh dalam waktu yang lama
Posisi-posisi tersebut dapat mengurangi aliran darah yang mengantarkan oksigen dan nutrisi ke jaringan. Akibatnya, kulit dan jaringan di sekitarnya bisa rusak dan mati.Kulit manusia lebih tipis di bagian pembungkus tulang atau tulang rawan. Panggul, tumit, dan tulang ekor merupakan bagian-bagian tubuh yang sangat rentan terhadap ulkus dekubitus.Ulkus dekubitus juga dapat terjadi ketika kulit tergesek pakaian maupun alas di tempat tidur atau kursi roda. Kulit yang sudah rentan karena lama tertindih, dapat semakin teriritasi ketika mengalami gesekan.Kulit yang lembap, apalagi yang terkena feses atau urine dalam waktu yang lama, juga akan meningkatkan risiko terjadinya ulkus dekubitus.

Faktor risiko ulkus dekubitus

Sederet faktor-faktor berikut bisa meningkatkan risiko ulkus dekubitus pada seseorang:
  • Imobilitas

Imobilitas adalah keterbatasan gerak yang bisa terjadi akibat penurunan kondisi kesehatan, cedera pada saraf tulang belakang, dan gangguan medis lainnya.
  • Kurangnya persepsi sensorik

Cedera pada saraf tulang belakang, gangguan neurologis, dan kondisi lain dapat menyebabkan hilangnya sensasi sensorik. Ketidakmampuan untuk merasakan sakit atau ketidaknyamanan dapat mengurangi kewaspadaan terhadap tanda peringatan dan kebutuhan tubuh untuk berganti posisi.
  • Kurangnya nutrisi dan cairan

Manusia membutuhkan cairan, kalori, protein, vitamin, dan mineral yang cukup dalam kesehariannya. Semuanya dapat membantu tubuh untuk menjaga kulit agar tetap sehat dan mencegah kerusakan kulit.
  • Kondisi medis yang berdampak pada aliran darah

Penyakit yang mempengaruhi aliran darah akan meningkatkan risiko kerusakan jaringan. Contohnya, diabetes dan masalah jantung.Penderita diabetes juga cenderung mengalami penurunan pada indera peraba di kulit, sehingga bisa tidak menyadari adanya luka.Baca Juga: Berapa Banyak Kebutuhan Air Minum Per Orang Per Hari? 
Diagnosis ulkus dekubitus dilakukan dengan pemeriksaan kulit pasien. Dokter akan melihat ada tidaknya gejala luka tekan serta kerusakan kulit, seperti ukuran dan kedalaman luka.Selanjutnya, dokter akan menentukan tahapan luka. Setelah tahapan luka diketahui, dokter dapat merekomendasikan pengobatan yang tepat bagi pasien.Sampel cairan dan jaringan dalam ulkus juga bisa diambil untuk dicek di bawah mikroskop. Dengan ini, dokter akan mengetahui ada tidaknya pertumbuhan bakteri serta risiko kanker.Tes darah lengkap pun bisa dianjurkan guna mengetahui kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. 
Pengobatan ulkus dekubitus yang utama dilakukan dengan mengurangi tekanan pada kulit mengalami luka, merawat luka tersebut, mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, serta menjaga nutrisi yang baik.

1. Mengurangi tekanan

Tahap pertama dari pengobatan ulkus adalah mengurangi tekanan dan gesekan yang memicu ulkus. Langkah-langkahnya meliputi:
  • Sering berganti posisi

Frekuensi pergantian posisi yang diperlukan akan bergantung pada kondisi dan kualitas permukaan tempat pasien berada.Secara umum, pasien di kursi roda sebaiknya menggeser penumpuan berat badan setiap 15 menit atau berganti posisi setiap satu jam. Sedangkan pasien yang terus berbaring di tempat tidur, dianjurkan untuk mengganti posisi tiap dua jam.
  • Menggunakan permukaan yang mendukung

Pasien bisa diberi matras, tempat tidur, atau bantalan spesial yang dapat membantu, ketika ia duduk atau berbaring dalam posisi tertentu. Dengan ini, kulit yang rentan mengalami ulkus pun bisa terlindungi.

2. Membersihkan luka dan mengganti perban

Pembersihan luka dan penggantian perban pada ulkus dekubitus harus dilakukan secara rutin. Bagaimanakah caranya?
  • Membersihkan luka

Jika kulit yang mengalami ulkus masih utuh, Anda bisa membersihkannya dengan produk pembersih berbahan lembut dan menepuk-tepuknya perlahan hingga kering. Anda bisa membersihkan luka terbuka dengan air atau cairan garam (saline) setiap kali perban diganti.
  • Mengganti perban

Perban dapat mempercepat penyembuhan dan menjaga kelembapan luka. Kondisi ini akan menghalangi infeksi dan menjaga agar kulit di sekitar luka tetap kering.

3. Mengangkat jaringan yang rusak atau mati

Supaya dapat sembuh dengan baik, luka harus bebas dari jaringan yang rusak, mati, atau terinfeksi. Mengangkat jaringan (debridement) dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, membilas luka dengan air atau memotong jaringan yang rusak maupun mati.Namun harap diingat bahwa membuang jaringan yang rusak dan mati sebaiknya dilakukan oleh dokter atau petugas emdis profesional.

4. Menggunakan obat untuk mengurangi nyeri

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit. Contohnya, seperti ibuprofen dan naproxen.Obat-obatan tersebut juga sangat membantu pada sebelum atau setelah pasien dibantu untuk berganti posisi maupun perawatan luka. Sementara obat nyeri topikal (yang dioleskan pada kulit) dapat membantu mengurangi nyeri selama perawatan luka.

5. Mengonsumsi obat untuk melawan infeksi

Ulkus dekubitus yang tidak merespons dengan baik terhadap penanganan lain, bisa diatasi dengan pemberian obat antibiotik topikal atau oral (minum). Dokter akan meresepkannya sesuai dengan kondisi Anda.Gunakanlah antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Jangan berhenti memakainya tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat memicu resistansi antibiotik, yakni kondisi bakteri yang resistan terhadap antibiotik.

6. Menerapkan pola makan yang sehat

Nutrisi yang baik akan membantu dalam menyembuhkan luka. Kondisi kesehatan Anda pun bisa terbantu dengan langkah ini.

7. Melakukan terapi tekanan negatif

Terapi ini juga disebut vacuum-assisted closure (VAC), dengan menggunakan alat penyedot untuk membersihkan luka.

8. Menjalani pembedahan

Ulkus dekubitus berukuran besar dan tidak kunjung sembuh mungkin membutuhkan operasi. Salah satu metode operasinya adalah dengan mengambil bagian dari otot, kulit, atau jaringan tubuh lain dan mencangkoknya untuk menutupi luka dan menjadi bantalan dari tulang yang terkena. 

Komplikasi ulkus dekubitus

Ulkus dekubitus bisa menimbulkan sejumlah komplikasi, dan beberapa di antaranya bahkan dapat mengancam nyawa. Apa sajakah komplikasi tersebut?
  • Selulitis

Selulitis adalah infeksi kulit dan jaringan ikat lunak. Kondisi ini dapat menyebabkan daerah yang terinfeksi terasa hangat, tampak kemerahan, dan bengkak.Orang dengan saraf yang rusak seringkali tidak merasakan sakit pada area yang mengalami selulitis. Karena itu, kondisi ini perlu diwaspadai dengan cermat.
  • Infeksi tulang dan sendi

Infeksi dari luka tekan dapat masuk sampai ke dalam sendi dan tulang. Infeksi sendi (septic arthritis) bisa merusak tulang rawan dan jaringan. Sementara infeksi tulang (osteomielitis) akan mengurangi fungsi sendi serta anggota badan.
  • Kanker

Luka yang tidak sembuh dalam jangka panjang (Marjolin’s ulcer) dapat berkembang menjadi squamous cell carcinoma, yakni kanker pada sel-sel skuamosa.
  • Sepsis

Walau jarang, ulkus pada kulit dapat menyebabkan sepsis. Sepsis adalah kondisi yang terjadi ketika bakteri atau virus masuk ke aliran darah dan memicu beragam gejala. Kondisi ini bisa berujung pada kematian bila tidak segera ditangani.Baca Juga: Sulitkah Proses Penyembuhan Luka Penderita Ulkus Dekubitus? 
Pencegahan ulkus dekubitus dapat dilakukan dengan:
  • Sering mengganti posisi
  • Menghindari penekanan pada kulit
  • Menjaga kebersihan kulit dengan baik
  • Menjaga asupan nutrisi agar seimbang
  • Minum banyak cairan
  • Berhenti merokok
  • Menangani stres dengan saksama
 
Jika terdapat gejala ulkus dekubitus, ubahlah posisi untuk meringankan tekanan pada area tersebut. Bila tidak terlihat perbaikan dalam 24-48 jam, berkonsultasilah dengan dokter.Segera cari bantuan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda infeksi, seperti demam, luka dengan aroma tidak sedap, kulit di sekitar luka yang makin memerah, serta luka yang hangat saat disentuh, serta pembengkak di sekitar luka. 
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Sejumlah pertanyaan yang umumnya diajukan oleh dokter meliputi:
  • Kapan ulkus dekubitus pertama kali muncul?
  • Seberapa parah tingkat nyeri pada luka tekan yang dialami?
  • Apakah pasien pernah mengalami ulkus dekubitus?
  • Apa saja pengobatan yang telah dijalani? Bagaimana hasilnya?
  • Seperti apa rutinitas penggantian posisi yang selama ini diterapkan?
  • Bagaimana dengan kondisi medis yang dialami? Apa saja pengobatan yang sedang dijalani?
  • Seperti apa pola makanan harian dan asupan cairan pasien?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada luka serta menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang. Dengan ini, tingkat keparahan ulkus dekubitus maupun kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan bisa diketahui, sehingga penanganan tepat dapat diberikan.  
Healthline. https://www.healthline.com/health/pressure-ulcer#risk-factors
Diakses pada 6 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-sores/symptoms-causes/syc-20355893
Diakses pada 6 Maret 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pressure-sores/
Diakses pada 4 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/qa/what-are-bedsores
Diakses pada 4 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Fungsi Vitamin E, Penjaga Kulit dari Kerusakan Oksidatif

Fungsi vitamin E sebagai antioksidan dan menghindari penyakit degeneratif, asupannya banyak tersedia dari makanan. Beberapa makanan sumber vitamin E misalnya kacang-kacangan, alpukat, mangga, salmon, dan masih banyak lagi.
30 Jan 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Fungsi vitamin E mudah didapatkan dari makanan-makanan seperti kacang-kacangan

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga Bayi yang Perlu Diwaspadai

Umumnya, benjolan di belakang telinga bayi dapat disebabkan oleh kondisi umum seperti jerawat vulgaris hingga lipoma. Namun, waspadai penyebab benjolan yang lebih serius seperti kanker.
16 Sep 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Benjolan di belakang telinga bayi dapat disebabkan oleh infeksi, masalah kulit, hingga pembengkakan getah bening

Apakah Eksim Menular? Tergantung dari Kondisinya

Apakah eksim menular? Sebenarnya, tidak. Namun ada kondisi yang bisa menyebabkan eksim menular dari satu orang ke orang lainnya.
03 Aug 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Apakah eksim menular? Tergantung dari kondisinya!