Ulkus dekubitus adalah luka pada kulit dan jaringan di bawahnya dapat menyebabkan infeksi
Ulkus dekubitus tidak hanya menyerang kulit, namun juga jaringan di bawahnya.

Ulkus dekubitus adalah luka pada kulit dan jaringan di bawahnya, yang disebabkan oleh tekanan berkepanjangan pada kulit. Kondisi ini banyak terjadi pada kulit yang menyelubungi area bertulang pada tubuh seperti panggul, punggung, pergelangan kaki, tulang ekor dan bokong. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tapi biasanya dialami orang yang memiliki kondisi medis tertentu dengan keterbatasan gerak. Begitu pula dengan individu yang menghabiskan banyak waktu di tempat tidur, kursi, serta kursi roda. Penderita diabetes lebih rentan terhadap ulkus dekubitus karena rendahnya sirkulasi dan memiliki sedikit rasa pada kulit. Sering merubah posisi atau bergerak dapat membantu mencegah ulkus dekubitus.

Setiap tahap dari ulkus decubitus memiliki gejala yang berbeda. Berdasarkan tahapannya, penderita akan mengalami:

  • Perubahan warna kulit
  • Sakit pada area yang terinfeksi
  • Infeksi
  • Kulit terbuka
  • Kulit yang berubah warna menjadi lebih pucat saat disentuh
  • Kulit yang melunak atau mengeras dibandingkan dengan kulit disekitarnya

Tahapan dalam ulkus dekubitus

Tahap 1:
Kulit tidak rusak tetapi berubah warna. Area yang terinfeksi akan memerah jika penderita memiliki kulit berwarna terang. Perubahan warna dapat bervariasi dari biru ke ungu pada kulit berwarna gelap.

Tahap 2:
Kulit terbuka dan menunjukkan tanda jaringan mati di sekitar luka. Ulkus tersebut dangkal dengan dasar luka berwarna merah atau pink. Terdapat juga lepuhan yang berisi cairan.

Tahap 3:
Ulkus masuk lebih jauh ke dalam kulit. Tahap ini memengaruhi lapisan lemak dan terlihat seperti kawah. Terdapat pula sesuatu yang terlihat seperti nanah didalam luka

Tahap 4:
Banyak lapisan kulit yang terdampak dalam tahap ini, termasuk otot dan tulang. Jaringan mati yang lepas dari kulit yang sehat (eschar) bisa dijumpai di dalam luka.     

Tekanan adalah penyebab utama ulkus dekubitus. Berbaring hanya pada satu bagian tubuh dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kulit rusak. Kulit manusia lebih tipis di sebelah tulang atau tulang rawan. Panggul, tumit dan tulang ekor sangat rentan terhadap ulkus dekubitus.

Ulkus dekubitus juga dapat terjadi ketika mengikis atau menggosok kulit dengan menggunakan sesuatu yang keras atau kasar. Friction burns (luka bakar di kulit karena gesekan) pada kulit dapat merusak lapisan paling luar sel kulit. Lapisan ini disebut epidermis.

Mengenakan pakaian kotor atau pakaian dalam yang kotor dalam waktu yang lama dapat menyebabkan luka pada kulit. Hal ini dapat mengiritasi kulit paling luar yang halus.

Faktor risiko

  • Imobilitas
    Hal ini karena kesehatan yang menurun, cedera pada saraf tulang belakang dan penyebab lainnya.
  • Kurangnya persepsi sensorik
    Cedera pada saraf tulang belakang, gangguan neurologis, dan kondisi lain dapat menyebabkan hilangnya sensasi sensorik. Ketidakmampuan untuk merasakan sakit atau ketidaknyamanan dapat mengurangi kewaspadaan terhadap tanda peringatan dan kebutuhan untuk pergantian posisi.
  • Kurangnya nutrisi dan hidrasi
    Manusia membutuhkan cairan yang cukup, kalori, protein, vitamin dan mineral dalam keseharian mereka untuk menjaga kulit yang sehat dan mencegah kerusakan dari jaringan kulit
  • Kondisi medis yang berdampak pada aliran darah
    Masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi aliran darah, seperti diabetes dan masalah jantung, meningkatkan risiko kerusakan jaringan.

Komplikasi

Ulkus dekubitus bisa menimbulkan komplikasi berikut ini, yang bahkan mampu mengancam nyawa.

Selulitis adalah infeksi dari kulit dan jaringan ikat lunak. Kondisi ini dapat menyebabkan daerah yang terinfeksi terasa hangat, kemerahan dan bengkak. Orang dengan saraf yang rusak seringkali tidak merasakan sakit pada area yang mengalami selulitis.

  • Infeksi tulang dan sendi

Infeksi dari luka akibat tekanan dapat masuk sampai ke dalam sendi dan tulang. Infeksi sendi (septic arthritis) dapat merusak tulang rawan dan jaringan. Infeksi tulang (osteomielitis) dapat mengurangi fungsi sendi dan anggota badan.

  • Kanker

Luka yang tidak sembuh dalam jangka panjang (Marjolin’s ulcer) dapat berkembang menjadi squamous cell carcinoma.

  • Sepsis

Walaupun jarang, ulkus pada kulit dapat menyebabkan sepsis.

Dokter akan memeriksa kulit pasien untuk melihat kemungkinan adanya ulkus dekubitus dan kerusakan kulit. Selanjutnya, dokter akan menentukan tahapan luka dan berdasarkan informasi tersebut dokter bisa merekomendasikan pengobatan yang tepat bagi pasien. Selain itu, dokter mungkin juga melakukan tes darah untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien.

Pengobatan ulkus dekubitus dilakukan antara lain dengan mengurangi tekanan pada kulit yang terdampak, merawat luka, mengontrol rasa sakit, mencegah infeksi, serta menjaga nutrisi yang baik.

Mengurangi tekanan

Tahap pertama dari pengobatan ulkus adalah dengan mengurangi tekanan dan gesekan yang menyebabkan ulkus, melalui langkah-langkah berikut ini.

  • Sering berganti posisi. Intensitas berganti posisi tergantung dari kondisi dan kualitas permukaan tempat Anda berada. Secara umum, jika duduk di kursi roda, cobalah untuk menggeser penumpuan berat badan setiap 15 menit atau mengganti posisi setiap jam. Jika berbaring di atas tempat tidur, gantilah posisi setiap 2 jam.
  • Menggunakan permukaan yang mendukung seperti matras, tempat tidur atau bantalan spesial yang dapat membantu, ketika duduk atau berbaring dalam posisi tertentu. Sehingga, kulit yang rentan bisa terlindungi.

Membersihkan luka dan mengganti perban pada luka

Perawatan pada ulkus dekubitus tergantung dari dalamnya luka. Pada umumnya, perwatan dilakukan dengan membersihkan dan mengganti perban pada luka dengan baik.

  • Membersihkan luka:

Jika kulit terdampak terkena masi utuh, bersihkan dengan pembersih yang lembut dan tepuk-tepuk perlahan hingga kering. Bersihkan luka terbuka dengan air atau cairan garam (saline) setiap kali perban diganti.

  • Memakaikan perban:

Perban mempercepat penyembuhan dan menjaga kelembapan luka. Kondisi ini akan menghalangi infeksi dan menjaga agar kulit di sekitarnya tetap kering.

Mengangkat jaringan yang rusak atau mati

Untuk dapat sembuh dengan baik, maka luka harus bebas dari jaringan yang rusak, mati atau terinfeksi. Mengangkat jaringan (debridement) dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan membilas luka menggunakan air, atau memotong jaringan yang rusak maupun mati.

Intervensi lain

Obat untuk mengontrol sakit atau nyeri:

Obat anti inflamasi (antiradang) nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit. Obat-obatan ini juga sangat membantu sebelum atau setelah melakukan pergantian posisi, maupun perawatan luka. Obat nyeri topikal (yang dioleskan pada kulit) dapat membantu selama perawatan luka.

Obat untuk melawan infeksi:

Ulkus dekubitus yang tidak merespons dengan baik terhadap pengobatan yang lain, dapat diatasi dengan antibiotik topikal atau oral.

Diet makanan yang sehat:

Nutrisi yang baik akan membantu menyembuhkan luka.

Terapi tekanan negatif:

Terapi ini disebut juga dengan vacuum-assisted closure (VAC), dengan menggunakan alat penyedot untuk membersihkan luka.

Pembedahan

Ulkus dekubitus yang besar dan gagal untuk sembuh mungkin membutuhkan operasi. Salah satu metode dari operasi adalah dengan memggunakan bagian dari otot, kulit atau jaringan tubuh lainnya untuk menutupi luka dan menjadi bantalan dari tulang yang terdampak.

Pencegahan ulkus dekubitus dapat dilakukan dengan secara sering mengganti posisi dan menghindari penekanan pada kulit. Strategi lain yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga kulit dengan baik, menjaga nutrisi yang baik dan minum banyak cairan, berhenti merokok, menangani stres dan berolahraga setiap hari.

Jika mengalami gejala ulkus dekubitus, ubahlah posisi untuk meringankan tekanan pada area tersebut. Jika tidak terlihat perbaikan dalam 24-48 jam, temui dokter.

Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami tanda infeksi seperti demam, luka yang berbau tidak enak, kemerahan semakin menjadi, serta rasa hangat dan bengkak di sekitar luka.

Berikut ini pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter. Sebaiknya Anda memberikan jawaban yang lengkap dan jelas, agar dokter bisa mendiagnosis lebih baik.

  • Kapan ulkus dekubitus pertama kali muncul?
  • Seberapa sakitkah ulkus dekubitus yang Anda alami?
  • Apakah Anda pernah mengalami hal ini sebelumnya?
  • Seperti apa pengobatan yang Anda jalani dan bagaimana hasilnya?
  • Bagaimana rutinitas Anda dalam berganti posisi?
  • Apa diagnosis bagi kondisi medis yang Anda alami, dan apa pengobatan yang sedang Anda jalani sekarang ini?
  • Seperti apa diet normal harian dan asupan cairan Anda?

Healthline. https://www.healthline.com/health/pressure-ulcer#risk-factors
Diakses pada 4 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-sores/diagnosis-treatment/drc-20355899
Diakses pada 4 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-sores/symptoms-causes/syc-20355893
Diakses pada 4 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pressure-sores/
Diakses pada 4 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/qa/what-are-bedsores
Diakses pada 4 Desember 2018

Artikel Terkait