Typhus sering kali disalahartikan sebagai tipes, atau demam tifoid.  Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda.

Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Sedangkan typhus adalah gangguan medis yang terjadi akibat bakteri Rickettsia.

Bakteri penyebab typhus umumnya disebarkan oleh kutu. Kutu-kutu ini kerap ditemukan pada kucing, tikus, atau tupai.

Gejala typhus akan muncul pada 10 hari hingga 2 minggu setelah bakteri Rickettsia atau Orientia masuk ke tubuh Anda. Keluhan awal typhus umumnya berupa: 

Beberapa hari kemudian, akan muncul ruam kemerahan yang menyebar dari dada ke seluruh tubuh. Sementara pada tipe scrub typhus, dapat ditemukan bercak kehitaman yang merupakan bekas gigitan kutu.

Penyebab typhus adalah bakteri Rickettsia prowazekii, Rickettsia typhi, atau Orientia tsutsugamushi. Bakteri-bakteri ini hidup pada kutu jenis flea, mite dan louse.

Berdasarkan bakteri dan kutu pembawa bakterinya, typhus terbagi menjadi tiga jenis berikut ini:

  • Epidemic typhus

Epidemic typhus atau louse-borne typhus disebabkan oleh Rickettsia prowazekii yang dibawa oleh kutu jenis louse. Penyakit ini dapat kambuh setelah gejala lama tidak muncul.

Dewasa ini, penyakit typhus jenis ini sudah sangat jarang ditemukan. Terkadang, epidemic typhus bisa muncul di daerah dengan jumlah penduduk yang terlalu padat. 

  • Flea-borne typhus atau murine typhus

Flea-borne typhus disebabkan oleh Rickettsia typhi yang dibawa oleh kutu jenis pinjal. Tipe typhus ini sering ditemukan di daerah beriklim tropis atau subtropis.

  • Scrub typhus

Scrub typhus atau bush typhus disebabkan oleh bakteria Orientia tsutsugamushi yang dibawa oleh kutu jenis chiggers. Jenis penyakit typhus ini umumnya ditemukan di area pedesaan India, Cina, Jepang, dan Asia tenggara (seperti Indonesia).

Kutu-kutu pembawa bakteri penyebab typhus bisa hidup di tubuh tikus, kucing, maupun tupai. Kutu ini bisa mengigit kulit manusia dan mengeluarkan tinja berisi bakteri ke kulit manusia.

Gigitan kutu yang melukai kulit Anda dan membuat Anda merasa gatal. Ketika Anda mengaruk bekas gigitan kutu tersebut, tinja berisi bakteri akan terdorong semakin dalam melalui luka gigitan kutu. Bakteri lalu masuk ke darah dan menyebabkan typhus.

 Kutu pembawa bakteri Orientia berbeda dengan kutu pembawa bakteri Rickettsia. Kutu pembawa bakteri Orientia dapat menyebabkan typhus hanya dengan gigitan tampa harus di garuk. Bakteri penyebab typhus juga dapat masuk melalui tinja kutu yang terhirup atau masuk melalui mata ketika Anda mengosok mata dengan tangan yang terkontaminasi bakteri.

Dokter akan melakukan pemeriksaan awal berupa pengecekan dan kondisi fisik maupun pertanyaan tentang gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Bila mencurigai kemungkinan typhus, dokter akan mengajukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis .

Diagnosis typhus umumnya ditentukan dengan pemeriksaan penunjang berikut:

  • Pengecekan imunitas melalui tes darah

mengingat antibodi biasanya baru muncul pada beberapa minggu setelah Anda terinfeksi oleh bakteri penyebab typhus. Oleh karena itu, dokter tetap akan memulai pengobatan bahkan sebelum memperoleh hasil tes darah Anda.

  • Biopsi

Pemeriksaan sampel kulit pada ruam yang muncul juga bisa dilakukan. Proses pengambilan sampel jaringan disebut dengan istilah biopsi. Sampel kulit tersebut kemudian akan diuji di laboratorium.

  • Uji imunofluoresensi

Uji imunofluoresensi pun dapat dianjurkan. Tes ini dilakukan dengan menggunakan pewarna fluoresen untuk mendeteksi antigen typus dalam sampel serum darah penderita.

Pengobatan typhus yang utama adalah pemberian obat antibiotik. Pasalnya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri.

Antibiotik yang umumnya diberikan merupakan jenis doxycycline. Obat ini mesti dikonsumsi hingga 48-72 jam setelah demam Anda reda. Selain doxycycline, antibiotik yang dapat diberikan adalah, chloramphenicol dan ciprofloxacin.

Obat antibiotik harus dihabiskan sesuai anjuran dokter. Meski Anda sudah merasa baikan, jangan pernah berhenti meminumnya tanpa konsultasi dengan dokter.

Apabila penyakit ini tidak ditangani dengan benar, komplikasi typhus mungkin saja terjadi. Beberapa jenis komplikasi ini meliputi:

Hingga sekarang, belum ditemukan vaksin yang efektif untuk mencegah typhus. Namun Anda dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini agar terhindar dari penyakit ini:

  • Kenakan baju lengan panjang dan celana panjang.
  • Gunakan semprotan serangga
  • Cuci dan ganti baju secara rutin.
  • Hindari kontak dengan tikus, kucing liar, atau tupai.
  • Jaga kebersihan halaman dan area di sekitar rumah Anda agar tidak ada sampah maupun sisa-sisa makanan, yang mungkin akan memancing kedatangan tikus, kucing liar, atau tupai.

Typhus dapat menyebabkan komplikasi yang serius jika dibiarkan. Kerena itu, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami keluhan yang menandakan penyakit ini.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah ada orang di sekitar Anda yang mengalami keluhan yang mirip?
  • Apakah pernah terjadi kontak dengan tikus, tupai, atau kucing liar?
  • Apakah Anda pernah mengalami keluhan seperti ini?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis typhus. Dengan ini, pengobatan yang tepat pun bis Anda dapatkan.

CDC. https://www.cdc.gov/typhus/index.html
Diakses pada 22 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-typhus#1
Diakses pada 22 November 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/231374-overview#a5
Diakses pada 22 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/typhus/
Diakses pada 22 November 2019.

Artikel Terkait