Kandungan

Turun Peranakan

04 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Turun Peranakan
Turun peranakan juga disebut prolaps uteri
Turun peranakan adalah kondisi yang terjadi saat otot dasar panggul dan jaringan ikat meregang dan melemah, sehingga tidak dapat menyangga rahim (uterus). Akibatnya, bagian rahim bisa turun dan menonjol keluar dari vagina.Kondisi turun peranakan juga disebut prolaps uterus atau prolaps uteri, dan dapat dialami oleh wanita dari segala usia. Meski begitu, prolaps uterus kerap dikaitkan dengan usia menopause maupun riwayat persalinan normal.Turun peranakan derajat ringan biasanya tidak membutuhkan perawatan khusus. Tetapi jika kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu rutinitas penderita, penanganan medis sebaiknya dijalani. 
Turun Peranakan
Dokter spesialis Kandungan
GejalaBenjolan di vagina, tidak bisa menahan buang air kecil, mengejan tiap buang air besar
Faktor risikoHamil dan persalinan normal, melahirkan bayi berukuran besar, obesitas
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, USG panggul, IVP atau renal sonography
PengobatanPerawatan mandiri di rumah, pemakaian pessary, operasi
KomplikasiSistosel, kerusakan dinding vagina, infeksi vagina
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala turun peranakan
Prolaps uterus derajat ringan biasanya tidak menimbulkan gejala. Keluhan bisa terjadi pada derajat sedang sampai berat.Secara umum, gejala turun peranakan dapat meliputi:

Gejala turun peranakan pada area kemaluan

Gejala yang dirasakan pada area kemaluan, tepatnya pada vagina pasien dapat berupa:
  • Merasa seolah-olah menduduki bola kecil atau terasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina
  • Melihat atau merasa adanya benjolan pada vagina
  • Tekanan pada vagina
  • Vagina terasa berat

Gangguan berkemih

Gejala prolaps uterus juga dapat dirasakan sebagai adanya gangguan buang air kecil, seperti:
  • Tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urin)
  • Buang air kecil menjadi lebih sering
  • Pancaran air kemih yang lemah atau semakin lama
  • Perasaan tidak tuntas setelah buang air kecil
  • Perlu memasukkan benjolan pada vagina sebelum dan ketika sudah mau selesai berkemih
  • Perlu berganti posisi sebelum dan ketika sudah mau selesai berkemih
  • Retensi urine (sulit kencing)

Gangguan buang air besar

Gejala berupa gangguan buang air besar yang dapat dirasakan pasien antara lain:
  • BAB cair atau terlalu padat
  • Tidak bisa menahan kentut
  • Perasaan tidak tuntas setelah buang air besar
  • Perlu mengejan saat buang air besar
  • Perlu bantuan jari untuk mengeluarkan feses

Gangguan fungsi seksual

Selain gangguan pada kemaluan, gangguan berkemih dan gangguan buang air besar, gejala yang dirasakan pasien dengan prolaps uterus dapat berupa gangguan fungsi seksual, seperti:
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Kurangnya sensasi saat berhubungan seksual
Sering kali, gejala turun peranakan lebih terasa menjelang malam hari. 
Penyebab turun peranakan atau prolaps uterus adalah kelemahan pada otot serta jaringan ikat panggul. Kondisi ini dapat dipicu oleh:
  • Kehamilan 
  • Kesulitan saat melahirkan atau cedera otot panggul saat melahirkan 
  • Melahirkan bayi yang cukup besar
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kadar hormon estrogen yang lebih rendah setelah menopause 
  • Konstipasi kronik atau kebiasaan mengejan pada saat buang air besar 
  • Batuk kronis (menahun) atau bronkitis (radang saluran pernapasan)
  • Kebiasaan mengangkat beban berat
 

Faktor risiko turun peranakan

Beberapa kondisi berikut dapat menjadi faktor risiko terjadinya prolaps uterus:
  • Hamil dan melahirkan bayi lewat persalinan normal sebanyak satu kali atau lebih.
  • Melahirkan bayi yang cukup besar
  • Penuaan
  • Berat badan berlebih (obesitas)
  • Riwayat operasi panggul
  • Konstipasi kronik atau kebiasaan mengejan pada saat buang air besar 
  • Riwayat keluarga dengan jaringan ikat yang lemah
  • Keturunan ras kulit putih atau Amerika Latin
 
Diagnosis turun peranakan dapat diketahui melalui langkah-langkah di bawah ini:

1. Tanya jawab

Dokter akan menanyakansemua gejala, faktor risiko, serta riwayat medis pasien.

2. Pemeriksaan panggul

Dalam pemeriksaan panggul, dokter meminta pasien untuk:
  • Mengejan seakan-akan sedang buang air besar. Langkah ini akan membantu dokter dalam mengetahui seberapa jauh uterus turun ke vagina.
  • Mengencangkan otot panggul seakan-akan sedang menahan kencing. Tes ini diperlukan untuk mengecek kekuatan otot panggul.

3. Intravenous pyelogram (IVP) atau renal sonography

Pada pemeriksaan ini, dokter akan menyuntikkan zat pewarna kontras ke dalam pembuluh darah vena. Setelah itu, beberapa gambar X-Ray akan diambil untuk melihat jalannya urine lewat saluran kemih. Dengan IVP atau renal sonography, dokter dapat mengetahui adanya kondisi lain yang disebabkan oleh prolaps uterus yaitu sumbatan saluran kencing.

4. Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan USG bertujuan memastikan gejala bukan disebabkan oleh penyakit lain. Dokter akan menggunakan tranducer yang terhubung dengan layar.Tranducer dapat berupa alat yang digerakkan di atas perut pasien atau alat khusus yang dimasukkan ke dalam vagina guna melihat kondisi organ dalam panggul.

5. Magnetic resonance imaging (MRI)

Pemeriksaan MRI panggul kadang dilakukan bila pasien memiliki lebih dari satu organ yang mengalami prolaps. Pemeriksaan ini juga berfungsi membantu perencanaan operasi. 

Derajat turun peranakan

Terdapat empat derajat prolaps uterus, tergantung pada tingkat kelemahan otot dasar panggul yang terjadi. Apa sajakah itu?
  • Derajat 1

Pada turun peranakan derajat 1, mulut rahim (serviks) turun ke vagina.
  • Derajat 2

Pada turun peranakan derajat 2, serviks turun hingga mencapai bagian terluar vagina.
  • Derajat 3

Pada turun peranakan derajat 3, serviks sudah berada di luar vagina.
  • Derajat 4

Pada turun peranakan derajat 4, seluruh bagian rahuim sudah berada di luar vagina. Kondisi yang disebabkan oleh kelemahan pada seluruh otot dasar panggul penyokong rahim ini juga disebut procidentia. 
Cara mengobati turun peranakan tergantung pada derajat keparahannya. Bebeberapa penanganan di bawah ini dapat direkomendasikan oleh dokter:
  • Perawatan mandiri di rumah

Langkah ini akan disarankan jika kondisi prolaps uterus tergolong ringan atau tidak ada gejala. Pasien dapat melakukan senam Kegel untuk menguatkan otot panggul, menurunkan berat badan, dan mengobati konstipasi.
  • Pemakaian pessary

Pessary adalah alat khusus berbentuk cincin dari plastik atau karet. Alat ini akan dimasukkan ke dalam vagina untuk menyangga jaringan rahim yang turun, dan harus dibersihkan secara teratur.
  • Operasi

Jika turun peranakan sudah dalam kondisi parah, dokter akan menganjurkan operasi untuk memperbaiki kelemahan jaringan panggul. Operasi pengangkatan rahim (histerektomi) juga mungkin direkomendasikan pada kondisi prolaps uteri derajat berat. Operasi sering menjadi metode terapi yang efektif. Tapi langkah ini tidak dianjurkan bagi ibu yang masih ingin memiliki anak. Kenapa?Pasalnya, kehamilan dan persalinan dapat memberi tekanan besar pada otot dasar panggul. Kondisi ini kemudian bisa menyebabkan rusaknya jahitan operasi. 

Komplikasi turun peranakan

Jika tidak ditangani dengan benar, prolaps uteri dapat memicu komplikasi berupa prolaps yang disertai dengan turunnya organ dalam rongga panggul lain hingga melewati vagina. Organ ini dapat berupa kandung kemih dan rektum.Turun peranakan derajat berat juga bisa menyebabkan kerusakan pada dinding vagina. Akibatnya, dinding vagina dapat menonjol keluar dari liang vagina.Jaringan vagina yang bergesekan dengan pakaian dalam kemudian dapat memicu munculnya luka serta infeksi. 
Cara mencegah turun peranakan yang bisa Anda lakukan meliputi:
  • Melakukan senam Kegel secara teratur guna menguatkan otot dasar panggul, terutama setelah melahirkan.
  • Mencegah sembelit dengan minum banyak cairan dan mengonsumsi makanan berserat seperti buah, sayur, kacang, dan sereal.
  • Jangan mengangkat barang berat. Jika terpaksa melakukannya, angkat dengan cara yang benar, yakni menumpukan beban pada kaki dan bukan pinggang atau punggung.
  • Mengendalikan batuk dengan menjalani pengobatan yang sesuai.
  • Tidak merokok.
  • Menjaga berat badan agar tetap pada batas ideal
 
Berkonsultasilah dengan dokter jika tanda dan gejala turun peranakan yang mengganggu rutinitas serta menyebabkan ketidaknyamanan.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda merasakan sakit pada daerah panggul?
  • Apakah Anda merasakan kebocoran saat mengeluarkan urine?
  • Apakah Anda mengalami batuk yang parah dalam waktu yang lama?
  • Apakah Anda sering mengangkat barang berat dalam pekerjaan atau aktivitas sehari-hari?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis turun peranakan. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-prolapse/symptoms-causes/syc-20353458
Diakses pada 14 November 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2034734/
Diakses pada 4 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/prolapsed-uterus#1
Diakses pada 4 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/uterine-prolapse
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email