Kanker

Tumor Wilms

Diterbitkan: 26 Apr 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Tumor Wilms
Tumor Wilms tergolong kanker langka yang menyerang ginjal anak-anak.
Tumor Wilms adalah jenis kanker ginjal yang langka. Walaupun demikian, penyakit ini cukup banyak terjadi pada anak-anak. Penyakit yang dikenal juga dengan istilah nefroblastoma ini paling sering menyerang anak usia 3-4  tahun, dan seringkali muncul pada salah satu ginjal. Namun tidak menutup kemungkinan untuk ditemukan pada kedua ginjal sekaligus.Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, anak dengan tumor Wilms memiliki harapan hidup yang cukup tinggi.
Tumor Wilms
Dokter spesialis Onkologi
Kebanyakan anak tidak menunjukkan gejala meski mengalami tumor Wilms. Tumor ini umumnya pertama kali diketahui ketika orangtua meraba dan menemukan adanya benjolan kecil dengan permukaan halus di perut anak. Rata-rata ukuran tumor Wilms saat pertama terdeteksi adalah sekitar 0,45 kg.Pada beberapa kasus, anak dapat menunjukkan gejala awal tumor Wilms yang meliputi:
Hingga saat ini, penyebab tumor Wilms belum diketahui secara pasti. Tetapi para pakar menduga bahwa beberapa faktor di bawah ini ikut berperan:
  • Faktor genetik atau keturunan

Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang juga mengidap tumor Wilms, risiko Anda untuk terkena penyakit yang sama
  • Ras tertentu

Tumor Wilms lebih tinggi pada anak dengan keturunan ras Afrika-Amerika, sedangkan anak dari ras Asia memiliki faktor risiko tumor Wilms yang paling rendah.
  • Kelainan saat lahir

Salah satu contoh kelainan lahir ini adalah hemihipertrofi, yakni keadaan ketika ukuran tubuh sebelah lebih besar dibandingkan bagian tubuh sebelahnya.
  • WAGR syndrome

WAGR syndrome bisa meliputi tumor Wilms, aniridia (warna iris mata yang tidak terbentuk atau hanya terbentuk sebagian), kelainan kelamin dan saluran kemih, serta gangguan kecerdasan.
  • Denysh-Drash syndrome

Denysh-Drash syndrome yang terdiri dari tumor Wilms, penyakit ginjal, dan pseudohermaprodit pada laki-laki (bayi laki-laki yang memiliki buah zakar, namun juga bisa memiliki ciri-ciri kelamin perempuan).
  • Beckwith-Wiedemann syndrome

Kondisi ini bisa ditandai dengan adanya tumor Wilms, makrosomia (ukuran badan yang lebih besar dari normal), organ dalam perut yang menonjol keluar bersama tali pusat, makroglosia (lidah yang besar), pembesaran organ dalam perut, dan kelainan telinga.
Diagnosis tumor Wilms akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Berhubung pengidap tumor Wilms umumnya adalah anak-anak, proses tanya jawab akan dilakukan pada orangtua atau pendamping anak. Dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami oleh anak, riwayat tumor Wilms pada keluarga, dan riwayat penyakit lain pada anak Anda maupun keluarga. 

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menemukan tanda-tanda tumor, misalnya perut yang membengkak atau teraba keras.

Pemeriksaan penunjang

Setelahnya, dokter bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis tumor Wilms yang berupa:
  • Tes darah dan urine

Tes laboratorium ini bukan untuk mendeteksi tumor Wilms, melainkan bertujuan menilai fungsi ginjal guna mengetahui ada tidaknya masalah akibat tumor Wilms. 
  • Pencitraan

Tes yang menghasilkan gambar dari ginjal akan membantu dokter menentukan apakah anak memiliki tumor ginjal. Tes pencitraan yang mungkin dianjurkan dokter untuk memastikan diagnosis tumor Wilms termasuk ultrasound, CT scan, atau MRI.USG, CT scan, atau MRI merupakan contoh dari pemeriksaan pencitraan. Selain memastikan keberadaan tumor Wilms, tes-tes ini juga memungkinkan dokter untuk mengetahui tingkat perkembangan dan stadium tumor yang dialami oleh pasien.Bila diperlukan, dokter juga bisa menganjurkan rontgen atau CT scan dada, serta pemindaian tulang (bone scan). Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya penyebaran sel-sel kanker ke organ tubuh lain. 

Stadium tumor Wilms

Dari hasil pemeriksaan penunjang tersebut, dokter dapat menentukan tingkat keparahan dan stadium tumor Wilms. Stadium ini dikelompokkan sebagai berikut:
  • Stadium 1

Kanker ditemukan hanya di salah satu ginjal dan dapat diangkat seluruhnya dengan operasi.
  • Stadium 2

Kanker telah menyebar ke jaringan dan struktur di sekitar ginjal, tapi tetap dapat diangkat seluruhnya melalui operasi.
  • Stadium 3

Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekat ginjal atau jaringan lain di area perut. Tumor dapat pecah dalam perut pada saat atau sebelum operasi, dan kemungkinan tidak bisa diangkat seluruhnya dengan operasi.
  • Stadium 4

Kanker menyebar ke bagian tubuh yang jauh dari ginjal, misalnya paru-paru, hati, tulang, atau otak.
  • Stadium 5

Sel kanker ditemukan pada kedua ginjal.
Penanganan tumor Wilms berbeda-beda, tergantung pada stadium tumor dan kondisi pasien secara keseluruhan.Secara umum, tumor Wilms stadium 1 dan 2 sukses diatasi dengan cara operasi. Sementara pada stadium 3 ke atas, penanganannya biasa meliputi operasi yang dikombinasikan dengan kemoterapi dan terapi radiasi.

Operasi

Metode operasi yang biasanya dilakukan dokter bedah untuk mengangkat tumor Wilms adalah radical nephrectomy. Operasi ini akan mengangkat:
  • Seluruh tumor
  • Ginjal yang terdampak
  • Ureter, yakni saluran kemih yang menghubungkan ginjal dengan kantung kemih
  • Kelenjar adrenal
  • Jaringan lemak di sekitar tumor
Untuk tumor Wilms yang telah menyebar di kedua ginjal, dokter bedah akan mengangkat sel-sel kanker sebanyak mungkin dan berusaha mempertahankan jaringan ginjal yang masih sehat. Dengan ini, pasien pun tidak perlu melakukan prosedur transplantasi ginjal.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Penanganan ini dapat digunakan:
  • Sebelum operasi untuk memperkecil ukuran tumor
  • Setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang akan tersisa di dalam tubuh penderita.
  • Pada tumor Wilms stadium lanjut yang tidak mungkin diangkat dengan cara operasi.

Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan cahaya berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker, seperti sinar laser.

Efek samping dan komplikasi pengobatan

Penanganan tumor Wilms dengan operasi, kemoterapi, terapi radiasi bisa menyebabkan sederet efek samping dan komplikasi, baik jangka panjang maupun jangka pendek. 

Efek jangka pendek

Komplikasi jangka pendek yang mungkin bisa terjadi akibat operasi, kemoterapi, serta terapi radiasi meliputi:

Efek jangka panjang

Efek jangka panjang yang juga bisa terjadi akibat penanganan tumor Wilms. Beberapa di antaranya adalah:
  • Terjadinya kanker lain, seperti leukemia
  • Gangguan fungsi organ lain akibat pengangkatan ginjal, misalnya penyakit jantung
Walau begitu, dokter tetap akan menyarankan langkah-langkah penanganan tersebut. Pasalnya, manfaatnya lebih besar dibandingkan risikonya. Angka keberhasilan penanganan tumor Wilms, baik dengan operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi, cukup tinggi, yaitu 90 persen. Khususnya apabila tumor ini terdeteksi sejak dini pada anak berusia di bawah 2 tahun, sehingga mendapatkan pengobatan sejak stadium awal.Jika tidak ditangani dengan segera, sel-sel kanker dapat menyebar ke organ lain. Mulai dari kelenjar getah bening, paru, tulang, hingga otak. Tekanan darah tinggi serta kerusakan ginjal juga bisa terjadi.
Mengingat penyebab utamanya adalah faktor genetik atau keturunan, kemunculan tumor Wilms umumnya tidak dapat dicegah. Namun pada anak-anak yang memiliki faktor risiko dan mengalami gejala yang mengarah ke tumor Wilms, dokter bisa menganjurkan USG ginjal secara berkala guna mendeteksi kelainan pada ginjal. Meski skrining tidak dapat mencegah tumor Wilms, pendeteksian dini dan penanganan tumor Wilms pada stadium lebih awal bisa memberikan angka keberhasilan pengobatan yang lebih baik.
Konsultasikan ke dokter apabila Anda menyadari adanya gejala yang mengarah ke tumor Wilms. Walaupun penyakit ini langka, tidak ada salahnya jika Anda memeriksakan kondisi anak Anda ke dokter untuk berjaga-jaga.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dialami.
  • Catat riwayat kelahiran, riwayat pertumbuhan, dan riwayat tumbuh kembang penderita.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dialami?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah diderita?
  • Apakah penderita memiliki kelainan bawaan?
  • Apakah ada keluarga yang menderita tumor Wilms atau kelainan bawaan lainnya?
  • Apakah ada gejala lain yang dialami oleh oenderita, seperti sering batuk dan sakit tulang, atau mengalami pembesaran kelenjar getah bening?
  • Apakah penderita sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah didapatkan dan bagaimana efektivitasnya?
Setelah itu, dokter akan memeriksa kondisi fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis tumor Wilms.Bila ada kecurigaan bahwa anak Anda mengidap tumor ini, dokter biasanya akan merujuk Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis anak atau bedah anak. Dengan ini, Anda akan mendapatkan proses pemeriksaan dan penanganan yang lebih komprehensif.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wilms-tumor/symptoms-causes/syc-20352655
Diakses pada 17 Januari 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/wilms.html
Diakses pada 17 Januari 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001575.htm
Diakses pada 17 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Pfeiffer Syndrome, Kondisi yang Sebabkan Kelainan Wajah Bayi

Pfeiffer syndrome adalah kondisi yang menyebabkan menyatunya bagian tulang atas tengkorak terlalu dini. Hal ini mengakibatkan adanya kelainan pada kepala dan wajah bayi saat dilahirkan. Kenali penyebab, gejala, dan penanganan Pfeiffer syndrome di sini.
11 Feb 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Tumbuh dewasa dan memiliki kehidupan sosial bukanlah yang mustahil bagi penderita Pfeiffer syndrome.

Awas! Ciuman dari Orang Lain Bisa Sebabkan Herpes pada Bayi

Selain orang dewasa, bayi pun bisa mengalami herpes. Bahkan, penularannya dapat terjadi melalui ciuman dari orang lain.
30 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Pada bayi, penularan herpes bisa terjadi selama proses kelahiran dan kontak langsung lainnya dengan penderita herpes.

Virus Ternyata Jadi Penyebab Gondongan

Gondongan adalah infeksi virus yang memengaruhi kelenjar penghasil air liur. Gejala gondongan dapat dilihat dari pembekakan di area pipi dan rahang. Salah satu penyebab gondongan adalah penggunaan barang bersama.
05 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Gondongan adalah infeksi virus yang memengaruhi kelenjar penghasil air liur