Kepala

Tumor Otak

Diterbitkan: 14 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Tumor Otak
Tumor otak bisa berfifat jinak maupun ganas (kanker)
Tumor otak adalah penumpukan massa atau pertumbuhan sel-sel abnormal pada otak. Penyakit ini memiliki berbagai jenis, ada yang bersifat nonkanker (jinak) dan lainnya bersifat kanker (ganas). Tumor dapat berasal dari sel otak atau sel kanker pada bagian tubuh lain yang menyebar ke otak. Pertumbuhan tumor berbeda-beda karena dipengaruhi oleh letak tumor.Tulang tengkorak yang menutup otak bersifat kaku dan tertutup. Adanya pertumbuhan sel dan jaringan di dalam tempat tertutup dapat menimbulkan masalah. Ketika tumor jinak atau ganas tumbuh di dalam otak, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan di dalam tulang tengkorak. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang mengancam nyawa.Pengobatan tumor otak diberikan berdasarkan jenis, ukuran, dan lokasinya. Secara garis besar, tumor otak dikategorikan sebagai tumor otak primer dan sekunder. Tumor otak primer adalah tumor otak yang berasal dari pertumbuhan jaringan di dalam otak. Kebanyakan tumor otak primer bersifat jinak.Sementara tumor otak sekunder atau tumor otak metastasis terjadi ketika sel kanker dari jaringan tubuh lainnya menyebar ke otak. Misalnya kanker dari paru-paru atau payudara. 

Jenis-jenis tumor otak

Jenis tumor otak dibedakan berdasarkan tingkat keganasannya, yaitu tumor otak jinak dan tumor otak ganas. Berikut penjelasannya.

Tumor otak jinak

Beberapa jenis tumor otak jinak antara lain:
  • Chordoma

Tumor otak jenis ini tumbuh lambat dan paling sering ditemukan pada pasien berusia 50-60 tahun. Lokasinya paling sering ditemukan pada dasar tulang tengkorak dan bagian saraf tulang belakang. Tumor ini tergolong langka.
  • Craniopharyhgioma

Tumor jenis ini bersifat jinak namun sulit diangkat karena lokasinya yang berada di tengah otak. Tumor jenis ini biasanya berasal dari kelenjar pituitari yang menghasilkan banyak hormon dalam tubuh. Penderita craniopharyngioma biasanya membutuhkan terapi pengganti hormon.
  • Gangliocytoma dan ganglioma

Tumor jenis ini merupakan tumor langka dan terjadi pada dewasa muda.
  • Glomus jugulare

Tumor jenis ini biasanya jinak dan terletak di bawah dasar tengkorak, tepatnya di atas pembuluh darah vena jugularis.
  • Meningioma

Meningioma adalah tumor otak jinak yang paling sering ditemukan. Tumor ini berasal dari meninges, yaitu membran yang melapisi otak dan saraf tulang belakang.
  • Pineocytoma

Tumor jenis ini berasal dari sel pineal dan biasanya terjadi pada orang dewasa.
  • Pituitary adenoma

Pituitary adenoma juga termasuk tumor yang sering ditemukan. Sebagian besar tumor ini bersifat jinak dan pertumbuhannya lambat. Kebanyakan kasus dapat ditangani sepenuhnya.
  • Schwannoma

Seperti meningioma dan pituitary adenoma, tumor ini juga tergolong cukup sering ditemukan. Tumor ini berasal dari sel saraf. Meskipun bersifat jinak, tumor ini dapat menimbulkan komplikasi berat dan bahkan kematian bila terus tumbuh dan menekan saraf.

Tumor otak ganas

Tumor otak ganas yang paling sering ditemukan adalah glioma, yang berasal dari sel penyokong otak bernama glia. Sel penyokong (glia) terdiri atas astrocytes, sel ependymal, dan sel oligodendrogial. Beberapa jenis glioma antara lain:
  • Astrocytoma

Tumor jenis ini adalah glioma yang paling sering ditemukan. Pasien semua usia dapat mengalaminya, namun tumor ini paling sering ditemukan pada laki-laki dewasa. Tumor ini dapat terjadi pada bagian otak manapun, namun paling umum terjadi di otak besar.
  • Ependymoma

Tumor jenis ini berasal dari sel ependymal yang melapisi sistem ventrikel otak.
  • Glioblastoma multiforme

Tumor jenis ini adalah glioma yang paling invasif. Pertumbuhannya cepat dan tumor ini juga cepat menyebar ke jaringan lain. Tumor ini berasal dari jenis sel glia yang berbeda-beda.
  • Medulloblastoma

Tumor ini biasanya terjadi di otak kecil dan pada anak-anak. Meski bersifat ganas, tumor ini umumnya merespon terhadap radiasi dan kemoterapi.
  • Oligodendroglioma

Tumor ini berasal dari sel yang membentuk meyelin, yaitu lapisan pelapis sel saraf. 
Tumor Otak
Dokter spesialis Saraf, Bedah
GejalaSakit kepala, muntah, gangguan penglihatan
Faktor risikoRiwayat penyakit kanker, riwayat keluarga, terkena paparan radiasi
Metode diagnosisPemeriksaan neurologis, tes pencitraan, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, terapi radiasi
ObatKemoterapi, terapi target
KomplikasiPeningkatan tekanan otak, herniasi otak
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala tumor otak
Gejala tumor otak tergantung dari lokasi dan ukuran tumor. Beberapa tumor menyebabkan kerusakan langsung dengan menginvasi jaringan otak dan beberapa tumor menyebabkan peningkatan tekanan pada jaringan otak di sekitarnya. Pasien mulai mengalami gejala ketika tumor menekan jaringan otak.Gejala tumor otak yang paling umum adalah sakit kepala. Nyeri kepala yang dirasakan memiliki beberapa karakteristik seperti:
  • Nyeri memberat saat pasien bangun tidur di pagi hari
  • Nyeri terjadi ketika pasien tidur
  • Nyeri memberat ketika pasien batuk, bersin, atau berolahraga
Selain nyeri kepala, gejala tumor otak juga dapat berupa:
  • Muntah
  • Pandangan kabur atau pandangan ganda
  • Kebingungan
  • Kejang (terutama pada dewasa)
  • Kelemahan anggota gerak atau sebagian wajah
  • Gangguan fungsi mental
  • Berkurangnya daya ingat
  • Kesulitan menulis atau membaca
  • Gangguan pendengaran, mengecap, atau mencium bau
  • Gangguan kesadaran, seperti linglung atau tidak sadar
  • Sulit menelan
  • Pusing atau vertigo
  • Gangguan pada mata, seperti pupil berukuran tidak sama atau kelopak mata yang jatuh
  • Gerakan tubuh yang tidak terkendali
  • Tremor pada tangan (tangan gemetar)
  • Gangguan keseimbangan
  • Tidak bisa menahan buang air kecil atau buang air besar
  • Baal atau kesemutan di satu sisi tubuh
  • Gangguan bicara atau mengerti perkataan orang lain
  • Perubahan mood (emosi), sikap, perilaku, dan emosi
  • Sulit berjalan
  • Kelemahan otot pada wajah, lengan, dan kaki
 
Penyebab tumor otak belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti:
  • Usia

Risiko tumor otak meningkat seiring dengan bertambahnya usia walaupun sering terjadi pada anak-anak.
  • Riwayat kanker

Apabila sebelumnya pernah menderita kanker, maka peluang untuk terkena tumor otak menjadi lebih besar.
  • Paparan radiasi

Paparan sinar radiasi juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Biasanya lebih berpeluang pada orang yang telah menjalani radioterapi, CT scan, atau foto rontgen kepala. 
  • Riwayat kanker dalam keluarga

Beberapa gangguan genetik dapat meningkatkan risiko penyakit ini, seperti tuberous sclerosis, neurofibromatosis tipe 1, neurofibromatosis tipe 2, dan sindrom Turner
  • HIV atau AIDS

Pengidap HIV memiliki risiko lebih besar untuk menderita tumor otak. 
Untuk menegakkan diagnosis tumor otak, dokter akan melihat riwayat medis Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan neurologis dan melakukan tes. Beberapa tes tersebut, di antaranya:
  • Tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI, yang berfungsi untuk menilai secara rinci kondisi otak Anda.
  • Angiogram atau MRA. Berfungsi untuk menemukan tanda dan gejala tumor atau pembuluh darah yang abnormal.
  • Biopsi dapat dilakukan untuk memastikan apakah penyakit berupa tumor atau kanker.
 

Stadium tumor otak

Diagnosis tumor otak ditentukan dalam 4 stadium. Stadium ini dibagi berdasarkan tampilan sel tumor, apakah sel tampak normal atau sudah abnormal. Stadium tumor otak ditentukan untuk membantu dokter merencanakan terapi dan memperkirakan seberapa cepat pertumbuhan juga penyebaran tumor.Stadium tumor otak adalah:
  • Stadium 1

Sel tampak normal dan tumbuh dengan lambat.
  • Stadium 2

Sel tampak sedikit abnormal dan tumbuh dengan lambat. Tumor dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan muncul kembali, kemungkinan lebih parah.
  • Stadium 3

Sel tampak abnormal dan tumbuh secara aktif ke jaringan otak disekitarnya. Tumor ini bisa muncul kembali.
  • Stadium 4

Sel tampak abnormal, tumbuh dan menyebar dengan cepat.Meskipun jarang terjadi, tumor jinak dapat menjadi ganas. Demikian juga tumor dengan stadium rendah dapat muncul kembali dengan stadium yang lebih tinggi. 
Cara mengobati tumor otak akan tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi tumor. Dokter dapat menganjurkan beberapa langkah penanganan di bawah ini:

Operasi

Bila tumor otak memiliki lokasi yang memungkinkan untuk operasi, dokter bedah akan mengangkat bagian tumor sebanyak mungkin. Pada beberapa kasus, tumor berukuran kecil dan mudah dipisahkan dari jaringan di sekitarnya sehingga dapat diangkat sepenuhnya.Akan tetapi, ada juga tumor yang sulit dipisahkan dari jaringan di sekitarnya atau terletak pada area otak yang sensitif sehingga operasi menjadi berisiko. Pada kasus seperti ini, dokter akan mengangkat sebagian tumor yang memungkinkan untuk diangkat.Risiko operasi tumor otak antara lain infeksi dan perdarahan. Risiko lainnya tergantung pada lokasi tumor.

Terapi radiasi

Terapi radiasi (radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi seperti X-ray atau proton untuk membunuh sel tumor. Efek samping terapi radiasi tergantung pada jenis dan dosis radiasi yang didapatkan. Efek samping yang umum adalah rasa lelah, nyeri kepala, penurunan daya ingat, dan iritasi kulit kepala.

Radiosurgery

Terapi ini melibatkan pancaran sinar radiasi untuk membunuh sel tumor pada area yang kecil. Tipa pancaran sinar radiasi sangat kuat, dan pada titik ketika semua pancaran sinar radiasi bertemu yakni pada tumor otak, dosis radiasi sangat besar untuk membunuh sel kanker.Radiosurgery biasanya dilakukan satu kali saja dan pasien mungkin dapat pulang di hari yang sama.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Obat kemoterapi dapat dalam bentuk pil yang diminum atau disuntikkan. Obat kemoterapi yang paling sering digunakan untuk mengatasi tumor otak adalah temozolomide.Efek samping terapi ini tergantung dari jenis dan dosis obat yang didapatkan. Pada umumnya, kemoterapi dapat menimbulkan mual, muntah, dan rambut rontok.

Terapi target

Terapi target berfokus pada sel abnormal yang terdapat pada kanker. Dengan menghambat sel abnormal ini, terapi target dapat membunuh sel kanker.

Rehabilitasi pasca-pengobatan

Karena tumor otak dapat terjadi pada bagian otak yang mengatur gerak motorik, bicara, penglihatan, dan daya pikir, rehabilitasi menjadi bagian penting dalam pengobatan. Tergantung pada kebutuhan, dokter akan menyarankan beberapa jenis terapi rehabilitasi:
  • Fisioterapi, untuk mengembalikan kekuatan otot dan kemampuan motorik.
  • Terapi okupasi, untuk membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari termasuk bekerja.
  • Terapi wicara, untuk membantu pasien dengan gangguan bicara.
  • Tutor bagi anak usia sekolah, untuk membantu anak belajar setelah adanya gangguan daya ingat dan kemampuan berpikir karena tumor otak.
 

Komplikasi tumor otak

Komplikasi tumor otak dapat berupa:
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri punggung atau nyeri kepala
  • Pembengkakan perut
  • Sulit bernapas
  • Bentuk wajah dan kepala yang tidak normal
Komplikasi tumor otak dapat memburuk dengan cepat dan mengancam nyawa. Tumor otak dapat menimbulkan perdarahan yang memicu peningkatan tekanan otak.Pada beberapa kasus, herniasi dapat terjadi. Herniasi adalah kondisi ketika otak terdorong ke tulang belakang karena adanya peningkatan tekanan otak akibat tumor, cairan, peradangan, dan perdarahan.Tanda herniasi otak berupa napas cepat dan tubuh menjadi kaku. Kondisi ini sangat berbahaya dan mengancam nyawa. 
Karena penyebabnya belum diketahui dengan jelas, cara mencegah tumor otak juga tidak ada. 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki tanda dan gejala yang mengarah pada penyakit ini. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tumor otak?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis tumor otak. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084
Diakses pada 12 Oktober 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007222.htm
Diakses pada 12 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/brain-tumours/
Diakses pada 12 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumors-in-adults#1
Diakses pada 12 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumor-types
Diakses pada 14 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-tumor
Diakses pada 14 April 2021
American Association of Neurological Surgeons. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Brain-Tumors
Diakses pada 14 April 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/brain-cancer-symptoms-5095838
Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email