Jika tumor kelenjar parotis berbah menjadi tumor ganas, akan timbul gejala-gejala lemahnya otot pada wajah.
Tumbuhnya tumor kelenjar parotis ditandai dengan benjolan di depan telinga atau sekitar rahang yang biasanya disertai rasa nyeri.

Kelenjar parotis merupakan kelenjar air liur yang paling besar dan utama. Terletak di depan telinga kanan dan kiri dengan bagian bawah mencapai rahang, kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan air liur yang membantu proses pencernaan makanan di mulut. Kelenjar ini memiliki saluran yang bermuara di area pipi dari gigi geraham atas kedua. Saluran tersebut memiliki panjang sekitar 4-7 cm.

Pembesaran atau benjolan kelenjar parotis 70-80% merupakan tumor, 25% sisanya bukan tumor melainkan kista, peradangan, dan lain-lain. Tumor kelenjar parotis merupakan 80% dari keseluruhan tumor kelenjar air liur. Dari semua tumor parotis, sebanyak 80% adalah tumor jinak. Tumor jinak berarti tumor tersebut tidak menyebar pada jaringan disekitarnya atau hanya berada di satu lokasi saja. Namun, tumor tetap dapat tumbuh membesar.

Tumor jinak parotis lebih banyak terjadi pada wanita, kecuali tumor Warthin. Rata-rata usia terkenanya adalah usia 50 tahun. Kebanyakan tumor ini terjadi pada etnis Kaukasia.

Ada berbagai macam tumor jinak parotis, antara lain:

  • Tumor jinak campuran – tipe yang paling banyak. Tipe ini dapat berubah menjadi ganas namun biasanya terjadi pada tumor jinak yang telah ada selama 15-20 tahun dan tidak diterapi.
  • Tumor Warthin
  • Onkositoma
  • Adenoma monomorfik
  • Adenoma canalicular
  • Adenoma sebasea
  • Mioepitelioma

Gejala yang dapat timbul akibat tumor jinak parotis adalah:

  • Benjolan di depan telinga atau sekitar rahang, biasanya disadari saat mencuci muka atau mencukur (80%). Benjolan ini biasanya dapat digerakkan, tidak sakit, berbatas tegas, dan berjumlah satu.
  • Nyeri wajah
  • Kelemahan otot wajah. Namun, gejala ini lebih sering ditemukan pada tumor ganas.

Penyebab pasti tumor ini masih diteliti, namun kemungkinan disebabkan oleh kelainan genetik

Terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat membantu menunjang diagnosis tumor jinak parotis, yaitu:

  • Pemeriksaan radiologi seperti CT scan dan MRI. CT scan dapat mendeteksi adanya tumor dengan sangat baik namun tidak dapat membedakan tumor jinak dengan ganas. MRI lebih baik untuk menunjukkan adanya tumor jinak.
  • Ultrasonografi (USG)
  • Biopsi: dengan teknik aspirasi jarum halus untuk mengambil sampel jaringan. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk membedakan apakah tumor jinak atau ganas.

Penanganan tumor jinak parotis tergantung dari tipe, ukuran dan stadium dari tumor, juga dipertimbangan kesehatan secara menyeluruh dan preferensi pengobatan Anda. Pengobatan tumor jinak parotis biasanya melibatkan pembedahan atau parotidektomi, dengan atau tanpa terapi radiasi.

Pembedahan tumor jinak parotis dapat meliputi:

  • Mengangkat porsi tertentu kelenjar air liur yang terkena
  • Mengangkat seluruh kelenjar air liur
  • Mengangkat kelenjar getah bening di leher
  • Pembedahan rekonstruksi

Untuk tumor yang tidak menimbulkan gejala dan tidak membesar bisa hanya dilakukan observasi. Namun, tetap disarankan untuk dilakukan parotidektomi untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan seperti transformasi menjadi ganas dan menghindari kesulitan pengangkatan tumor yang sudah terlalu besar.

Seperti prosedur medis lain, tentunya operasi parotidektomi ini memiliki komplikasi, diantaranya adalah:

  • Gangguan saraf wajah. Saraf wajah berjalan melewati kelenjar parotis sehingga dapat terjadi gangguan akibat operasi kelenjar parotis. Tanda adanya gangguan pada saraf wajah adalah wajah tidak simetris terutama saat digerakkan
  • Bekas luka. Untuk operasi parotidektomi, bekas luka bisa didapatkan dari depan telinga turun ke bawah sampai batas atas leher
  • Rasa baal sementara pada telinga bagian luar
  • Sindroma Frey: yaitu keluarnya keringat pada lokasi operasi ketika kelenjar terstimulasi saat makan
  • Fistula air liur dimana air liur yang diproduksi kelenjar parotis bisa keluar melalui lubang bekas sayatan operasi di kulit
  • Pendarahan, infeksi, dan komplikasi obat bius

Tidak ada pencegahan spesifik untuk tumor parotid

 

Jika Anda merasakan adanya benjolan di depan telinga maupun memiliki gejala tumor parotis, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter keluarga atau dokter gigi.

Jika dokter memikirkan adanya kemungkinan tumor parotis, maka Anda akan dirujuk ke dokter bedah yang sesuai.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda perlu mempersiapkan hal-hal seperti berikut:

  • Catatan mengenai gejala yang dirasakan
  • Catatan pribadi seperti adanya kejadian perubahan hidup baru-baru ini
  • Catatan obat-obatan yang dikonsumsi
  • Membawa anggota keluarga atau teman untuk menemani Anda berkonsultasi
  • Catatan mengenai pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter

 

Dokter akan menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan gejala Anda secara lebih mendetail, seperti:

  • Kapan gejala pertama kali Anda rasakan?
  • Apakah gejala tersebut muncul terus-menerus atau hanya pada waktu tertentu?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apakah ada hal-hal yang memperingan gejala Anda?
  • Apakah ada hal-hal yang memperberat gejala Anda?

Emedicine.medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1289560-overview#a3
Diakses pada 19 Februari 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parotid-tumor/cdc-20388269
Diakses pada 19 Februari 2019

msdmanuals. https://www.msdmanuals.com/professional/ear,-nose,-and-throat-disorders/tumors-of-the-head-and-neck/salivary-gland-tumors
Diakses pada 19 Februari 2019

ccent. http://www.ccent.com/conditions-parotid-gland.html
Diakses pada 19 Februari 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/salivary-gland-cancer/diagnosis-treatment/drc-20354155
Diakses pada 19 Februari 2019

Artikel Terkait