Tumor Gigi

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Tumor Gigi

Tumor merupakan sebuah gumpalan yang tidak normal (abnormal) atau kelainan yang terjadi pada jaringan. Tumor gigi atau yang sering dikenal dengan sebutan odontoma, merupakan sebuah tumor jinak paling umum, yang berasal dari akar gigi. Tumor gigi juga merupakan jenis tumor spesifik, yang hanya dapat terjadi di dalam rongga mulut, dan seringkali ditemukan tanpa gejala (asimptomatik).

Tumor gigi dapat terjadi pada semua kalangan usia, baik pria maupun wanita. Akan tetapi, tumor gigi paling umum terjadi pada dua dekade pertama kehidupan, saat penderitanya berusia 4 -18 tahun, akibat keterlambatan erupsi dari gigi tetap. 

Tumor gigi ini dapat mengenai jaringan keras maupun jaringan lunak pada gigi, seperti email (enamel), dentin, cementum, serta jaringan saraf gigi (pulpa). Ukuran tumor gigi biasanya kecil, dan berkisar dari beberapa milimeter sampai dengan  6 cm. Namun biasanya, tumor gigi yang sering ditemukan adalah tumor gigi dengan ukuran 1-2 cm. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Meskipun banyak gejala yang berkaitan dengan tumor gigi, penyakit ini seringkali muncul tanpa menimbulkan  gejala. Odontoma biasanya akan mulai tumbuh dan berkembang, saat proses pertumbuhan gigi normal mulai berjalan. 

Berikut ini beberapa gejala yang sering muncul pada penderita tumor gigi.

  • Gigi tetap tidak tumbuh atau absent tooth. Hal tersebut dapat terjadi karena tumor gigi merusak jalan tumbuhnya gigi pada rongga mulut
  • Pertumbuhan gigi tidak simetris
  • Pertumbuhan gigi tidak pada posisi sebenarnya atau malposisi
  • Kehilangan gigi susu yang terlambat atau persistensi
  • Pertumbuhan gigi tetap yang terlambat
  • Kesulitan menelan atau disfagia
  • Munculnya benjolan pada gusi
  • Peningkatan atau pembesaran ukuran tulang yang berada di bawah gigi
  • Pembengkakan dan rasa nyeri, apabila tumor gigi dipicu oleh infeksi

Penyebab

Penyebab tumor gigi secara pasti belum diketahui. Akan tetapi, beberapa faktor seperti keturunan (genetik), trauma atau luka berat pada gigi, serta infeksi, diduga dapat menjadi pemicu terjadinya tumor gigi. 

Tumor gigi atau odontoma dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu compound odontoma dan complex odontoma.

 

  • Compound odontoma

    Compound odontoma merupakan tumor gigi pada jaringan gigi normal yang tersusun dalam pola teratur, dan terlihat seperti kumpulan gigi-gigi kecil dalam jumlah banyak. Kondisi ini sering disebut dengan odontoid atau denticles, yang terjadi akibat pertumbuhan dental lamina berlebihan atau pembentukan email (enamel) kecil pada rongga mulut. Tumor gigi ini sering ditemukan pada gigi depan rahang atas, serta seringkali berkaitan dengan gigi taring yang tidak tumbuh.

 

  • Complex odontoma

    Complex odontoma merupakan tumor gigi yang disebabkan oleh jaringan gigi yang tersusun secara tidak beraturan, sehingga tidak menyerupai bentuk gigi normal. Kebanyakan kasus complex odontoma ditemukan di area gigi belakang, pada rahang bawah.

Diagnosis

Untuk memastikan diagnosis mengenai tumor gigi, dokter gigi dapat melakukan beberapa metode berikut ini.

  • Memeriksa keadaan rongga mulut Anda secara langsung, dengan bantuan alat-alat standar kedokteran gigi
  • Melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiografi atau CT-Scan. Kedua metode tersebut dapat dilakukan untuk melihat lokasi dan penyebaran tumor gigi dalam rongga mulut. Pada pemeriksaan radiografi, tumor gigi awalnya akan terlihat seperti bayangan kehitaman. Akan tetapi, lama-kelamaan tumor gigi akan berkembang dan terlihat seperti gumpalan putih, atau yang disebut lesi kalsifikasi.
  • Pemeriksaan histopatologi melalui pengambilan jaringan atau biopsi, kemudian melihat jaringan tumor di bawah mikroskop laboratorium, untuk memastikan diagnosis tumor gigi.

Pengobatan

Dalam melakukan pengobatan tumor gigi, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter gigi yang berpengalaman dengan kondisi yang sedang Anda alami. Ada beberapa cara untuk menangani tumor gigi, antara lain melalui kemoterapi, radioterapi, pencabutan (ekstraksi) pada gigi yang terkena tumor, serta pembedahan. Akan tetapi, penanganan tumor gigi yang paling tepat adalah melalui pengambilan tumor dengan jalan pembedahan oleh dokter.

Pembedahan tumor gigi yang berukuran kecil pada umumnya tidak menyebabkan tumor tersebut terbentuk kembali di kemudian hari. Akan tetapi, pembedahan pada tumor gigi yang berukuran cukup besar harus dilakukan dengan lebih berhati-hati. Sebab, selain melibatkan jaringan gigi, pembedahan juga akan melibatkan jaringan tulang di sekitar gigi tersebut.

Selain itu, pengobatan pada tumor gigi harus dilakukan dengan cermat. Sebab, apabila di sekitar area yang terkena tumor gigi tersebut masih terdapat gigi-geligi yang sehat, maka ada kemungkinan gigi-geligi tersebut juga akan ikut terkena tumor gigi, dan juga membutuhkan pengobatan.

Pencegahan

Berdasarkan gejala-gejala dan faktor pemicu tumor gigi, tidak terdapat metode pencegahan yang spesifik untuk kondisi tersebut. Akan tetapi, pemeriksaan rutin ke dokter gigi sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, maupun mendeteksi sejak dini apabila timbul masalah atau kelainan dalam rongga mulut Anda.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi setelah merasakan gejala-gejala yang mengarah pada tumor gigi. Dokter gigi yang biasa menangani masalah tumor gigi adalah dokter gigi spesialis bedah mulut. 

Semakin dini tumor gigi dapat terdeteksi, maka akan semakin menguntungkan pasien, serta dapat mencegah terjadinya perkembangan tumor gigi yang lebih parah.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Ada beberapa tindakan dilakukan dokter gigi dalam kunjungan Anda, untuk mengatasi tumor gigi. Dokter gigi akan:

  • Memeriksa seluruh riwayat kesehatan Anda
  • Melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis tumor gigi seperti pemeriksaan radiografi rontgen dan CT scan. Setelah itu dokter gigi baru akan menentukan perawatan yang sesuai untuk kondisi Anda.

Jangan lupa jelaskan kepada dokter gigi mengenai keadaan Anda, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi, jika ada.

Referensi

Right Diagnosis. https://www.rightdiagnosis.com/o/odontoma/intro.htm
Diakses pada 30 April 2019

ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/11995934_Compound_odontoma_-_Diagnosis_and_treatment_Three_case_reports
Diakses pada 30 April 2019

Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/odontoma
Diakses pada 30 April 2019

Universitas Padjajaran. https://jurnal.unpad.ac.id/jkg/article/download/18525/8818
Diakses pada 30 April 2019

Headgear Braces. http://headgearbraces.net/odontoma-complex-compound-difference-pictures/
Diakses pada 30 April 2019

UT Southwestern Medical Center. https://utswmed.org/medblog/jaw-tumor/
Diakses pada 30 April 2019

ScienceDirect. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/odontogenic-tumor
Diakses pada 30 April 2019

Livescience. https://www.livescience.com/47049-tumor-232-teeth-odontoma.html
Diakses pada 30 April 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=5863
Diakses pada 30 April 2019

Back to Top