Penyakit Lainnya

Tumor Gigi (Odontoma)

08 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Tumor Gigi (Odontoma)
Tumor gigi (odontoma) umumnya berasal dari akar gigi
Tumor gigi atau odontoma adalah jaringan gigi yang tumbuh di sekitar gigi di rahang. Kondisi ini bisa menyerupai gigi berbentuk aneh atau bisa menjadi tumor kalsifikasi kecil atau besar.Tumor ini mungkin merupakan bagian dari beberapa sindrom genetik. Odontoma atau tumor juga merupakan salah satu jenis tumor rahang.Selain itu, odontoma merupakan jenis tumor odontogenik atau tumor gusi yang paling umum. Odontoma termasuk di bawah tumor odontogenik kalsifikasi. Tumor gigi pada dasarnya diklasifikasikan menjadi dua jenis, odontom kompleks dan majemuk.Selain odontoma, tumor di gusi yang juga sering muncul adalah epulis atau tumor jinak di gusi. Selain itu, epulis juga memiliki jenis lain, yaitu epulis granulomatosa.Odontoma atau tumor gigi sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, tetapi dapat mengganggu perkembangan atau erupsi gigi. 
Tumor Gigi (Odontoma)
Dokter spesialis Gigi, Onkologi
GejalaRetensi gigi sulung, tidak ada erupsi gigi permanen, perpindahan gigi
Faktor risikoWanita, usia 14-20 tahun
Metode diagnosisPencitraan, biopsi
PengobatanOperasi, rekonstruksi tulang rahang
ObatParacetamol, ibuprofen
KomplikasiGigi impaksi, sumbatan hidung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala tumor gigi (odontoma)
Secara umum, tanda dan gejala tumor gigi (odontoma) meliputi:
  • Retensi gigi sulung
  • Tidak ada erupsi gigi permanen
  • Perluasan tulang kortikal
  • Perpindahan gigi
  • Mati rasa di bibir bawah
  • Pembengkakan di daerah yang terkena
  • Memiliki kebiasaan mengunyah tembakau
Selain itu, ciri-ciri odontoma lainnya yaitu impaksi gigi (gigi terjebak dalam gusi) dan maloklusi (gigi tidak rata). 
Hingga kini, penyebab tumor gigi (odontoma) belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko tumor gigi (odontoma) tersebut meliputi:
  • Gangguan pada mekanisme di mana gen mengontrol pembentukan dan bentuk gigi
  • Mutasi genetik
  • Faktor keturunan
Selain itu, sindrom karsinoma sel basal nevoid atau yang juga disebut sindrom Gorlin-Goltz, (kekurangan gen yang menekan tumor) bisa memicu tumor gigi. Mutasi genetik yang menyebabkan sindrom ini diturunkan.Sindrom ini kemudian menghasilkan perkembangan beberapa keratokista odontogenik di dalam rahang, beberapa kanker kulit sel basal dan karakteristik lainnya. 

Faktor risiko tumor gigi (odontoma)

Beberapa faktor risiko odontoma meliputi:
  • Wanita
  • Usia 14-20 tahun
 
Diagnosis tumor gigi (odontoma) dilakukan dengan cara di bawah ini:
  • Tes pencitraan, seperti X-ray, CT scan, atau MRI
  • Biopsi untuk mengambil sampel sel tumor untuk analisis laboratorium
Dokter Anda menggunakan informasi ini untuk menyusun rencana perawatan yang terbaik untuk Anda dan pilihan paling efektif untuk mengobati tumor. 
Cara mengobati tumor gigi (odontoma) yang biasanya dilakukan adalah operasi. Selama operasi, dokter mengangkat tumor Anda, yang mungkin termasuk menghilangkan gigi, jaringan dan tulang rahang di dekatnya, dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa.Seorang ahli patologi memeriksa jaringan yang diangkat dan melaporkan diagnosis selama prosedur sehingga ahli bedah dapat segera bertindak berdasarkan informasi ini.Penanganan odontoma yang bisa dianjurkan oleh dokter meliputi:
  • Rekonstruksi tulang rahang atau struktur lainnya
  • Terapi medis untuk jenis tumor tertentu
  • Perawatan suportif untuk membantu menjaga kualitas hidup. Salah satunya terapi yang bisa membantu Anda untuk bisa kembali bicara dan menelan, serta penggantian gigi yang hilang
  • Pemeriksaan tindak lanjut seumur hidup setelah perawatan dapat mengatasi kekambuhan tumor.
 

Komplikasi tumor gigi (odontoma)

Jika tidak ditangani dengan benar, tumor gigi (odontoma) bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Gigi impaksi
  • Sumbatan hidung
  • Sindrom otodental
 
Cara mencegah odontoma tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada XX. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tumor gigi (odontoma)?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tumor gigi (odontoma) agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Right Diagnosis. https://www.rightdiagnosis.com/o/odontoma/intro.htm
Diakses pada 8 September 2021
ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/11995934_Compound_odontoma_-_Diagnosis_and_treatment_Three_case_reports
Diakses pada 8 September 2021
Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/odontoma
Diakses pada 8 September 2021
Universitas Padjajaran. https://jurnal.unpad.ac.id/jkg/article/download/18525/8818
Diakses pada 8 September 2021
Headgear Braces. http://headgearbraces.net/odontoma-complex-compound-difference-pictures/
Diakses pada 8 September 2021
UT Southwestern Medical Center. https://utswmed.org/medblog/jaw-tumor/
Diakses pada 8 September 2021
ScienceDirect. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/odontogenic-tumor
Diakses pada 8 September 2021
Livescience. https://www.livescience.com/47049-tumor-232-teeth-odontoma.html
Diakses pada 8 September 2021
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=5863
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email