Kulit & Kelamin

Tumit Pecah-pecah

Diterbitkan: 03 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tumit Pecah-pecah
Tumit pecah-pecah merupakan masalah kaki yang umum diderita oleh seseorang. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. Hanya saja, perempuan kemungkinan lebih besar lebih berisiko daripada kaum Adam.Tanda dari kondisi ini adalah munculnya area kulit yang kering dan menebal di sekitar tumit. Area kulit yang menebal tersebut biasa dinamakan sebagai kapalan. Kapalan ini menjadi bantalan lemak di bawah tumit sehingga mengembang. Ketika retak, maka muncullah tumit pecah-pecah.Kasus ini umumnya bukan sesuatu yang disebabkan oleh hal yang serius. Meski demikian, hal ini tetap bisa menyebabkan ketidaknyamanan terutama saat berjalan tanpa alas kaki. Apalagi jika retakan pada tumit menjadi sangat dalam.Pada retakan tumit yang dalam, mungkin akan diikuti oleh munculnya rasa nyeri. Jika sudah begini, mengobati dengan cara mandiri mungkin tidak berlaku. Mungkin saja penderita sampai harus membutuhkan obat tumit pecah-pecah di apotik. 
Beberapa penyebab tumit pecah-pecah bisa berbagai macam. Beberapa penyebab terkait kondisi kulit pemiliknya, namun ada juga yang berasal dari luar. Adapun kondisi yang bisa menyebabkan hal ini antara lain:
  • Kulit kering
  • Dermatitis atopik
  • Dermatosis plantar remaja
  • Psoriasis
  • Palmoplantar keratoderma
  • Diabetes
  • Hipotiroidisme
  • Berat badan berlebihan
  • Berdiri terlalu lama
  • Alas kaki yang tidak nyaman
  • Berjalan tanpa alas kaki
  • Mandi air panas terlalu lama
  • Suhu dingin
  • Kelembapan rendah
  • Kekurangan vitamin
  • Infeksi jamur
  • Kehamilan
  • Penuaan
 
Cara mengobati tumit pecah-pecah yang paling baik adalah dengan mencegah terjadinya kondisi ini. Hal tersebut bisa dimulai dengan menjaga kelembapan kulit melalui penggunaan krim pelembap secara rutin.Jika ada tanda-tanda tumit mengalami retak-retak, pemberian pelembap 2 hingga 3 hari sehari mungkin akan membantu. Untuk kapalan, menggosokknya dengan batu apung secara lembut bisa dilakukan sebelum area tersebut dioles dengan krim pelembap.Saat perawatan mandiri tidak membuahkan hasil karena retak-retak di tumit terlalu parah, maka kunjungilah dokter ahli guna mengobatinya. Beberapa perawatan yang hanya bisa dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan mungkin dibutuhkan guna menyembuhkan gangguan ini.
  • Debridemen yaitu memotong kulit tebal yang keras
  • Strapping yaitu memberikan perban atau balutan di sekitar tumit untuk mengurangi pergerakan kulit
  • Memberikan resep bahan pelembut atau debriding yang lebih kuat, biasanya mengandung urea atau asam salisilat
  • Memberikan sol atau bantalan tumit untuk mendistribusikan kembali berat tumit dan memberikan dukungan yang lebih baik
  • Mengaplikasikan perekat jaringan khusus untuk menyatukan ujung-ujung kulit yang retak sehingga bisa sembuh
 
DermNet. https://dermnetnz.org/topics/cracked-heel/
Diakses pada 3 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/cracked-heel-heal
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email