Tuli Konduktif

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Tuli konduktif disebabkan adanya penumpukan kotoran telinga maupun infeksi seperti otitis media.
Gangguan pada telinga menyebabkan tuli konduktif

Pengertian Tuli Konduktif

Tuli konduktif adalah gangguan pendengaran di mana suara tidak dapat masuk ke telinga bagian dalam. Telinga terdiri dari tiga bagian yaitu telinga bagian luar, tengah, dan dalam. Tuli konduktif terjadi ketika suara tidak bisa melewati telinga luar dan tengah.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Orang dengan tuli konduktif sulit mendengarkan suara yang lembut maupun suara keras. Gejala tuli konduktif dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan keparahan yang dialami. Gejala tuli konduktif dapat disertai dengan:

  • Kehilangan pendengaran secara tiba-tiba atau berangsur
  • Pendengaran kacau
  • Sensasi pengap di telinga
  • Pusing
  • Telinga kering
  • Nyeri di telinga

Penyebab

Tuli konduktif dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

  • Kotoran telinga yang tersangkut di saluran telinga
  • Cairan di telinga tengah karena pilek atau alergi
  • Otitis media (infeksi telinga bagian tengah)
  • Otitis eksterna (infeksi pada saluran telinga)
  • Gangguan fungsi eustachius
  • Lubang di gendang telinga
  • Tumor jinak (kolesteatoma)
  • Pertumbuhan tulang abnormal di dekat telinga tengah (otosklerosis)
  • Bentuk telinga yang tidak sempurna, yang memungkinkan bentuk saluran telinga yang cacat atau memiliki masalah dengan tulang di telinga tengah.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosis tuli konduktif, dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik menyeluruh. Tes yang dilakukan yaitu tes pendengaran (audiogram) untuk menentukan tingkat keparahan tuli konduktif. Pemeriksaan fisik dimulai dengan visualisasi dan palpasi daun telinga. Untuk memeriksa saluran pendengaran eksternal untuk untuk melihat adanya serumen (cairan telinga), benda asing, dan kelainan saluran telinga, menggunakan otoskop. Tes pencitraan seperti CT scan atau MRI mungkin dilakukan untuk melihat adanya tumor atau malformasi telinga.

Pengobatan

Pengobatan tuli konduktif dilakukan sesuai dengan apa yang menyebabkan tuli konduktif. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan yaitu:

  • Operasi/pembedahan, dapat menyembuhkan tuli konduktif yang disebabkan kelainan telinga bawaan, malformasi, disfungsi struktur telinga tengah, otosklerosis, dan tumor jinak.
  • Amplifikasi, dengan menggunakan alat bantu dengar konduksi tulang, atau alat osseointegrasi yang ditanamkan melalui operasi (misalnya sistem Baha atau Ponto), atau alat bantu dengar konvensional.
  • Obat antibiotik atau antijamur, untuk mengobati infeksi telinga kronis, atau cairan tengah yang berlebihan.

Pencegahan

Langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan pendengaran konduktif misalnya:

  • Menggunakan alat pelindung telinga, dengan membatasi durasi dan intensitas paparan kebisingan. Gunakan earplug (pelindung telinga) jika kebisingan di tempat kerja melebihi ambang batas.
  • Lakukan tes pendengaran Anda secara teratur jika Anda bekerja di lingkungan yang bising.
  • Hindari kegiatan yang menyebabkan kebisingan atau suara ledakan seperti berburu, menggunakan alat-alat listrik, mendengarkan konser, dan lain-lain.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami gangguan pendengaran secara tiba-tiba atau berangsur-angsur, datanglah ke dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) untuk menentukan diagnosis.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda siapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter. Siapkan pertanyaan kepada dokter mengenai tuli konduktif. Beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan misalnya:

  • Apa penyebab gangguan pendengaran yang saya alami?
  • Apakah gangguan pendengaran saya akan semakin memburuk seiring waktu?
  • Apa perawatan yang dapat saya lakukan?
  • Apa risiko dari operasi/perawatan yang dokter rekomendasikan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan anamnesis dengan menanyakan beberapa pertanyaan sebelum melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa pertanyaan yang mungkin ditanyakan di antaranya:

  • Kapan gangguan pendengaran Anda mulai muncul?
  • Apakah gangguan pendengaran Anda terjadi tiba-tiba, atau berangsur-angsur?
  • Apakah gangguan pendengaran terjadi di 1 atau 2 telinga?
  • Pernahkah Anda merasakan pengap di telinga, pusing, telinga kering, atau sakit di telinga?
  • Apakah ada riwayat gangguan pendengaran di keluarga Anda?
  • Apakah pekerjaan Anda? Berapa tingkat kebisingan di tempat kerja Anda?
  • Apakah Anda memiliki riwayat infeksi telinga, cedera telinga, atau kesulitan mendengar?
  • Apakah Anda memiliki riwayat stroke, diabetes, atau penyakit jantung?
Referensi

American Speech-Language-Hearing Association. https://www.asha.org/public/hearing/conductive-hearing-loss/
Diakses pada 25 Maret 2019.

ENT Health. https://www.enthealth.org/conditions/conductive-hearing-loss/
Diakses pada 25 Maret 2019.

Hearing Loss Association of America. https://www.hearingloss.org/hearing-help/hearing-loss-basics/types-causes-and-treatment/
Diakses pada 25 Maret 2019.

Jon E, Isaacson, Vora Neil M., dan S Milton. https://www.aafp.org/afp/2003/0915/p1125.html
Diakses pada 25 Maret 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072
Diakses pada 25 Maret 2019.

Widex. https://global.widex.com/en/hearing-loss/types-of-hearing-loss/conductive-hearing-loss
Diakses pada 25 Maret 2019.

Back to Top