Perut

Tukak Lambung

Diterbitkan: 13 Mar 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tukak Lambung
Luka pada dinding lambung adalah tanda tukak lambung.
Gejala dari tukak lambung dapat bervariasi tergantung dari lokasi dari tukak dan usia dari penderita, seperti pada anak-anak dan usia lanjut, dan orang yang tukaknya disebabkan oleh penggunaan obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) dapat tidak mengalami gejala yang umum atau mungkin tidak bergejala, dan seringkali tukak lambung ditemukan ketika telah terjadi komplikasi.Gejala dari tukak lambung yang paling umum adalah rasa nyeri dan perih seperti terbakar atau panas pada perut bagian atas, dibawah tulang dada (ulu hati), dan terkadang terdapat sensasi lapar sampai terasa nyeri antara 1 sampai 3 jam setelah makan dan saat malam hari. Kondisi ini biasanya akan mereda setelah makan dan mengonsumsi antasida. Tukak atau ulkus lambung adalah luka yang muncul di dalam dinding lambung, esophagus bagian bawah atau duodenum (bagian atas usus halus). Tukak lambung disebabkan oleh peradangan yang ditimbulkan oleh bakteri H.pylori dan pengikisan oleh asam lambung.Tukak lambung merupakan masalah kesehatan yang cukup umum dan sering terjadi pada setiap orang. Gejala utamanya adalah sakit perut.Ada 3 jenis tukak lambung sebagai berikut ini:
  • Tukak lambung (gastric ulcers), yang muncul di bagian dalam lambung.
  • Tukak esofagus (esophageal ulcers), yang muncul di dalam kerongkongan.
  • Tukak duodenum (duodenal ulcers), yang muncul di bagian duodenum (bagian atas usus halus)
 
Tukak Lambung
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
Gejala dari tukak lambung dapat bervariasi, tergantung dari lokasi dari tukak dan usia penderita, seperti pada anak-anak dan usia lanjut.Pasien yang menggunakan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) bisa saja  tidak mengalami gejala yang umum atau mungkin tidak bergejala, dan seringkali tukak lambung ditemukan ketika telah terjadi komplikasi.Gejala dari tukak lambung yang paling umum adalah rasa nyeri dan perih seperti terbakar atau panas pada perut bagian atas, di bawah tulang dada (ulu hati), dan terkadang muncul rasa lapar sampai terasa nyeri antara 1-3 jam setelah makan dan saat malam hari.Kondisi ini biasanya akan mereda setelah makan dan mengonsumsi antasida. Selain itu, ada beberapa gejala dan tanda lainnya dari tukak lambung, berupa:
  • Perubahan nafsu makan
  • Perut terasa penuh
  • Kembung
  • Sendawa
  • Mual
  • Tinja berdarah yang berwarna hitam seperti tar
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Muntah maupun muntah darah, yang dapat berwarna merah atau hitam
  • Gangguan pencernaan
  • Nyeri dada
  • Sulit bernapas
Tukak lambung terjadi ketika asam dalam saluran pencernaan merusak dinding bagian dalam lambung atau usus kecil. Akibatnya, akan terjadi luka terbuka yang sakit dan dapat menyebabkan pendarahan.Saluran pencernaan dilapisi oleh lapisan mukosa yang melindungi saluran pencernaan dari asam. Jika kadar asam meningkat atau jumlah getah lambung menurun, maka Anda dapat mengalami tukak lambung. Adapun penyebab umum dari tukak lambung adalah:
  • Bakteri. Bakteri Helycobacter pylori merupakan penyebab yang paling umum dalam kasus tukak lambung. Bakteri ini umumnya hidup di lapisan mukosa yang menutupi dan melindungi jaringan yang melapisi lambung dan usus kecil. Biasanya bakteri ini tidak menyebabkan masalah, meski dapat juga menimbulkan infeksi dan peradangan pada lapisan dalam lambung dan mengakibatkan tukak.
  • Konsumsi rutin obat penghilang rasa sakit tertentu, seperti aspirin serta obat-obatan penghilang rasa sakit lainnya yang disebut obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung dan usus kecil. Contoh obat-obatan ini adalah ibuprofen, naproxen sodium, ketoprofen dan lainnya namun tidak termasuk paracetamol atau acetaminophen.
  • Obat-obat lain, seperti steroid, antikoagulan, aspirin dosis rendah, SSRI (obat psikotropika), yang dapat meningkatkan peluang terjadinya tukak.
Sementara itu, hal-hal yang dapat meningkatkan terjadinya tukak lambung atau memperparah kondisinya adalah:
  • Merokok
  • Mengonsumsi makanan pedas
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Mengalami stres yang tidak diatasi
  • Memiliki tumor ganas dan tumor jinak pada lambung, duodenum atau pankreas, seperti Zollinger- Ellison syndrome
  • Menjalani terapi radiasi
Diagnosis tukak lambung didapat dari riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik secara mendalam, serta beberapa pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan dokter antara lain:
  • Pemeriksaan laboratorium untuk H. pylori, untuk mencari adanya H. pylori di dalam tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes darah, feses atau urea breath test. Urea breath test merupakan pemeriksaan yang paling akurat.
  • Endoskopi atas, yang dilakukan oleh dokter memasukkan selang panjang berkamera atau endoskop untuk memeriksa adanya luka pada kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas. Selain itu dokter juga mungkin akan mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, tidak semua kasus tukak lambung memerlukan tes endoskopi atas. Prosedur ini direkomendasikan oleh dokter untuk pasien berusia lanjut (di atas 45 tahun), individu dengan risiko tinggi kanker lambung, anemia, penurunan berat badan, perdarahan gastrointestinal, dan kesulitan menelan.
  • Foto rontgen dengan barium pada saluran cerna bagian atas (barium upper gastrointestinal X-ray), untuk pasien tanpa kesulitan menelan dan tidak berisiko terkena kanker lambung. Dalam melakukan prosedur ini, dokter akan meminta pasien untuk meminum cairan kental yang disebut barium. Selanjutnya, dokter melakukan X-ray atau foto rontgen pada lambung, kerongkongan (esophagus) dan usus kecil untuk melihat adanya luka (tukak). Karena bakteri H. pylori adalah salah satu penyebab tukak lambung, maka dokter Anda juga akan melakukan pemeriksaan infeksi ini di lambung.
Dokter melakukan pengobatan tukak lambung berdasarkanpenyebab yang mendasarinya. Obat-obatan tukak lambung meliputi:
  • Antibiotik untuk membunuh bakteri
    Jika bakteri pylori ditemukan dalam saluran pencernaan, dokter akan merekomendasikan antibiotik. Antiobiotik yang diberikan dapat berupa amoksisilin, klaritromisin, metronidazole, tinidazole, tetrasiklin dan levofloxacin.
    Anda mungkin perlu minum antibiotik selama 2 minggu, yang dikombinasikan dengan obat tambahan untuk mengurangi asam lambung, seperti penghambat pompa proton atau bismuth subsalisilat.
  • Menghentikan konsumsi obat OAINS
    Jika tukak lambung timbul karena konsumsi obat OAINS, maka segera hentikan konsumsi obat tersebut. Selain itu, dokter akan merekomendasikan obat yang dapat mengurangi asam lambung selama proses penyembuhan seperti antasida untuk menetralisir asam lambung, atau H2 blockers dan proton pump inhibitors (PPI) untuk menurunkan produksi asam lambung.
  • Obat yang menghambat produksi asam dan meningkatkan penyembuhan tukak.
    Jenis obat ini masuk dalam golongan inhibitor pompa proton. Obat ini dapat mengurangi asam lambung dengan menghambat sel yang menghasilkan asam. Termasuk ke dalamnya adalah omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole dan pantoprazole.
    Penggunaan inhibitor pompa proton dalam jangka panjang, terutama pada dosis tinggi, dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang. Tanyakan kepada dokter mengenai efektivitas suplemen kalsium dalam mengurangi risiko ini.
  • Obat untuk mengurangi produksi asam atau acid blockers
    Penghambat asam, disebut juga penghambat histamin (H-2) bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam lambung yang dilepaskan ke saluran pencernaan sehingga dapat mengurangi rasa sakit maag dan mempercepat penyembuhan. Yang termasuk obat jenis ini adalah famotidine, cimetidine dan nizatidine.
  • Antasida yang menetralkan asam lambung
    Dokter biasanya akan memberikan antasida bagi pasien tukak lambung. Antasida bekerja dengan cara menetralkan asam lambung dan menghilangkan rasa sakit secara cepat.
    Efek samping obat ini meliputi sembelit atau diare. Antasida dapat meredakan gejala tukak lambung, tetapi umumnya tidak digunakan untuk menyembuhkannya.
  • Obat yang melindungi selaput perut dan usus halus
    Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat yang disebut agen sitoprotektif yang membantu melindungi jaringan yang melapisi perut dan usus kecil. Contoh obat sitoprotektif adalah obat resep seperti sucralfate dan misoprostol.
  • Penanganan darurat, apabila tukak menyebabkan perdarahan yang serius. Penanganan biasanya dilakukan melalui endoskopi. Obat-obatan penghambat asam lambung akan diberikan melalui suntikan, dan transfusi darah mungkin diperlukan jika muncul perdarahan berat.
  • Pada kondisi yang jarang, operasi mungkin diperlukan untuk menangani perforasi atau tukak lambung yang berdarah.
Pantangan untuk pengidap tukak lambungAgar penyembuhan dapat lebih maksimal, ada beberapa hal yang harus dihindari dan oleh pasien, sebagai berikut ini:
  • Merokok maupun mengonsumsi tembakau secara rutin. Sebab, rokok dapat merusak lapisan pelindung perut, sehingga membuat perut lebih rentan terhadap tukak. Merokok juga dapat meningkatkan asam lambung.
  • Tidak menggunakan pereda nyeri OAINS secara teratur. Tanyakan pada dokter mengenai alternatif obat pereda nyeri lainnya.
  • Konsumsi makanan yang mengandung asam, pedas dan berlemak tinggi
  • Mengonsumsi susu, yang terkadang dapat menyebabkan kelebihan asam dan meningkatkan rasa sakit pada tukak lambung
  • Stres dapat memperburuk tanda dan gejala tukak lambung. Carilah sumber-sumber stres dan lakukan langkah untuk mengatasi penyebabnya. Beberapa stres memang tidak dapat dihindari, tetapi Anda dapat meredakan stres dengan berolahraga, menghabiskan waktu bersama teman atau menulis buku harian.
  • Konsumsi alkohol. Penggunaan alkohol yang berlebihan dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa di perut serta usus, sehingga dapat menyebabkan peradangan maupun perdarahan.
  • Kurang tidur. Tidur dapat membantu sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik dan dapat melawan stres.
KomplikasiJika tidak diobati, tukak lambung dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Perdarahan dalam
    Perdarahan jenis ini terjadi akibat hilangnya darah dengan lambat dan dapat menyebabkan anemia atau kehilangan darah yang parah. Jika kondisi ini terjadi, Anda mungkin perlu menjalani inap atau transfusi darah. Kehilangan darah yang parah dapat menyebabkan muntah atau tinja yang berwarna hitam maupun berdarah.
  • Infeksi
    Tukak lambung dapat menimbulkan lubang dinding perut atau usus halus, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi rongga perut (peritonitis).
  • Terhalangnya saluran pencernaan                                                                                              Tukak lambung dapat menghalangi jalannya makanan di saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan Anda mudah kenyang, muntah, dan mengalami penurunan berat badan.
Untuk mencegah dari terkenanya tukak lambung, Anda dapat melakukan langkah yang disarankan oleh dokter atau tenaga medis lainnya, sebagai berikut ini:
  • Melindungi diri dari infeksi dengan cara mencuci tangan sebelum makan menggunakan sabun serta air mengalir, dan mengonsumsi makanan yang dimasak secara matang. Sebab, meskipun mekanisme penyebaran serta penularan bakteri H. pylori belum diketahui, ada beberapa bukti bahwa bakteri tersebut dapat menyebar antarmanusia ataupun melalui makanan dan minuman.
  • Berhati-hati dalam mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, terutama yang dapat meningkatkan risiko terkena tukak lambung. Anda dapat melakukannya dengan mengurangi dosis penggunaan obat tersebut. Jangan meminum obat bersamaan dengan mengonsumsi minuman alkohol maupun makanan.
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Menghindari konsumsi makanan pedas
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik
Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala-gejala tukak lambung maupun mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, tapi rasa sakitnya kambuh.Segera hubungi dokter jika merasa lemas atau pingsan, sulit bernapas, muntah disertai darah yang berwarna merah atau gelap seperti bubuk kopi, buang air besar disertai darah atau feses berwarna hitam seperti tar, serta mengalami nyeri lambung yang mendadak dan tajam dan terus-menerus. Gejala-gejala ini dapat menandakan tukak lambung dengan masalah yang lebih serius.
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, buatlah terlebih dahulu daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, obat yang dikonsumsi, dan beberapa pertanyaan, seperti:
  • Apa penyebab gejala yang saya alami?
  • Jenis tes apa yang saya butuhkan, dan bagaimana persiapannya?
  • Apakah kondisi saya cenderung berlangsung sementara atau kronis?
  • Apakah saya berisiko mengalami komplikasi akibat kondisi ini?
  • Perawatan apa saja yang direkomendasikan?
  • Jika perawatan pertama tidak berhasil, apa langkah selanjutnya yang harus dijalani?
  • Apakah ada diet yang harus dijalani?
  • Saya memiliki masalah medis lainnya. Bagaimana saya bisa mengatasinya dengan kondisi tukak?
Pada saat berkonsultasi, dokter akan mengajukan beberapa pertanyan, seperti:
  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah Anda merasakan gejala yang terus-menerus atau timbul dan hilang?
  • Seberapa parah gejala tersebut?
  • Apakah gejala menjadi lebih buruk ketika edang lapar?
  • Jika ada, langkah apayang telah Anda ambil untuk menghilangkan gejala tersebut?
  • Apakah ada sesuatu yang memperparah gejala?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala tersebut?
  • Apakah Anda mengonsumsi penghilang rasa sakit atau aspirin? Jika ya, seberapa sering?
  • Apakah Anda merasa mual atau muntah?
  • Pernahkah Anda muntah darah atau cairan berwarna hitam?
  • Pernahkah Anda memperhatikan adanya darah di tinja atau tinja berwarna hitam?
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/symptoms-causes/syc-20354223
Diakses 22 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/peptic-ulcer
Diakses 22 Juli 2020
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/peptic_ulcer/article.htm
Diakses 22 Juli 2020
Medlineplus. https://medlineplus.gov/pepticulcer.html
Diakses 10 Januari 2019
Msdmanuals. https://www.msdmanuals.com/home/digestive-disorders/gastritis-and-peptic-ulcer-disease/peptic-ulcer-disease
Diakses 10 Januari 2019
Niddk. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/peptic-ulcers-stomach-ulcers/symptoms-causes
Diakses 10 Januari 2019
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10350-peptic-ulcer-disease
Diakses 22 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Cara Mengobati Sakit Ulu Hati dengan Jahe, Benarkah Efektif?

Cara mengobati sakit ulu hati dengan jahe bisa Anda coba untuk meringankan gejala. Tapi, apakah konsumsi jahe untuk mengobati sakit ulu hati efektif? Bagaimana cara mengobati sakit ulu hati dengan jahe yang aman?Baca selengkapnya
Cara mengobati sakit ulu hati dengan jahe bisa dicoba untuk meringankan gejala

Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Diare pada Anak Usia 3 Tahun

Cara mengatasi diare pada anak usia 3 tahun ternyata bisa dilakukan tanpa obat. Namun dalam kondisi tertentu, obat-obatan diperlukan.
30 Jul 2020|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Cara mengatasi diare pada anak usia 3 tahun bisa dilakukan di rumah.

Macam-Macam Penyakit Pencernaan dan Cara Mengatasinya

Penyakit pencernaan adalah suatu kondisi yang sering dialami setiap orang. Gejala penyakit pencernaan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Apa saja jenis penyakit pencernaan dan bagaimana cara mengatasinya?Baca selengkapnya
Penyakit pencernaan adalah suatu kondisi yang sering dialami setiap orang