Perut

Tukak Lambung

01 Sep 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tukak Lambung
Luka pada dinding lambung adalah tanda tukak lambung
Gejala dari tukak lambung dapat bervariasi tergantung dari lokasi dari tukak dan usia dari penderita, seperti pada anak-anak dan usia lanjut, dan orang yang tukaknya disebabkan oleh penggunaan obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) dapat tidak mengalami gejala yang umum atau mungkin tidak bergejala, dan seringkali tukak lambung ditemukan ketika telah terjadi komplikasi.Gejala dari tukak lambung yang paling umum adalah rasa nyeri dan perih seperti terbakar atau panas pada perut bagian atas, dibawah tulang dada (ulu hati), dan terkadang terdapat sensasi lapar sampai terasa nyeri antara 1 sampai 3 jam setelah makan dan saat malam hari. Kondisi ini biasanya akan mereda setelah makan dan mengonsumsi antasida. Tukak atau ulkus lambung adalah luka yang muncul di dalam dinding lambung, esophagus bagian bawah atau duodenum (bagian atas usus halus). Tukak lambung disebabkan oleh peradangan yang ditimbulkan oleh bakteri H.pylori dan pengikisan oleh asam lambung.Tukak lambung merupakan masalah kesehatan yang cukup umum dan sering terjadi pada setiap orang. Gejala utamanya adalah sakit perut.Ada 3 jenis tukak lambung sebagai berikut ini:
  • Tukak lambung (gastric ulcers), yang muncul di bagian dalam lambung.
  • Tukak esofagus (esophageal ulcers), yang muncul di dalam kerongkongan.
  • Tukak duodenum (duodenal ulcers), yang muncul di bagian duodenum (bagian atas usus halus)
 
Tukak Lambung
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
GejalaPerubahan nafsu makan, perut terasa penuh, kembung
Faktor risikoMerokok, konsumsi makanan pedas, konsumsi alkohol berlebihan
Metode diagnosisTes H. pylori, endoskopi atas, rontgen dengan barium
PengobatanObat-obatan, berhenti mengonsumsi OAINS, perubahan pola makan
ObatAntibiotik, acid blockers, antasida
KomplikasiPerdarahan dalam, infeksi, sumbatan saluran cerna 
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala tukak lambung
Gejala dari tukak lambung dapat bervariasi, tergantung dari lokasi dari tukak dan usia penderita, seperti pada anak-anak dan usia lanjut.Pasien yang menggunakan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) bisa saja  tidak mengalami gejala yang umum atau mungkin tidak bergejala, dan seringkali tukak lambung ditemukan ketika telah terjadi komplikasi.Gejala dari tukak lambung yang paling umum adalah rasa nyeri dan perih seperti terbakar atau panas pada perut bagian atas, di bawah tulang dada (ulu hati), dan terkadang muncul rasa lapar sampai terasa nyeri antara 1-3 jam setelah makan dan saat malam hari.Kondisi ini biasanya akan mereda setelah makan dan mengonsumsi antasida. Selain itu, ada beberapa gejala dan tanda lainnya dari tukak lambung, berupa:
  • Perubahan nafsu makan
  • Perut terasa penuh
  • Kembung
  • Sendawa
  • Mual
  • Tinja berdarah yang berwarna hitam seperti tar
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Muntah maupun muntah darah, yang dapat berwarna merah atau hitam
  • Gangguan pencernaan
  • Nyeri dada
  • Sulit bernapas
 
Tukak lambung terjadi ketika asam dalam saluran pencernaan merusak dinding bagian dalam lambung atau usus kecil. Akibatnya, akan terjadi luka terbuka yang sakit dan dapat menyebabkan pendarahan.Saluran pencernaan dilapisi oleh lapisan mukosa yang melindungi saluran pencernaan dari asam. Jika kadar asam meningkat atau jumlah getah lambung menurun, maka Anda dapat mengalami tukak lambung. Adapun penyebab umum dari tukak lambung meliputi:
  • Bakteri

Bakteri Helycobacter pylori merupakan penyebab yang paling umum dalam kasus tukak lambung. Bakteri ini umumnya hidup di lapisan mukosa yang menutupi dan melindungi jaringan yang melapisi lambung dan usus kecil. Biasanya bakteri ini tidak menyebabkan masalah, meski dapat juga menimbulkan infeksi dan peradangan pada lapisan dalam lambung dan mengakibatkan tukak.
  • Obat-obatan tertentu

Konsumsi rutin obat penghilang rasa sakit tertentu dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung dan usus kecil. Contoh obat-obatan ini meliputi aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, naproxen sodium, dan ketoprofen.Steroid, antikoagulan, aspirin dosis rendah, SSRI (obat psikotropika) juga dapat meningkatkan peluang terjadinya tukak pada lambung.Sementara itu, hal-hal yang dapat meningkatkan terjadinya tukak lambung atau memperparah kondisi ini bisa berupa:
  • Merokok
  • Mengonsumsi makanan pedas
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Mengalami stres yang tidak diatasi
  • Memiliki tumor ganas dan tumor jinak pada lambung, duodenum atau pankreas, seperti Zollinger- Ellison syndrome
  • Menjalani terapi radiasi
 
Diagnosis tukak lambung didapat dari riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik secara mendalam, serta beberapa pemeriksaan penunjang. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan dokter antara lain:
  • Pemeriksaan laboratorium untuk H. pylori

Pemeriksaan ini bertujuan mencari ada tidaknya H. pylori dalam tubuh pasien melalui tes darah, tes feses atau urea breath test. Urea breath test merupakan pemeriksaan yang paling akurat.
  • Endoskopi atas

Endoskopi atas dilakukan dengan memasukkan selang panjang berkamera (endoskop), untuk memeriksa adanya luka pada kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas. Dokter juga mungkin akan mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut.Namun tidak semua kasus tukak lambung memerlukan tes endoskopi atas. Prosedur ini direkomendasikan oleh dokter untuk pasien berusia lanjut (di atas 45 tahun), individu dengan risiko tinggi kanker lambung, anemia, penurunan berat badan, perdarahan gastrointestinal, dan kesulitan menelan.
  • Rontgen dengan barium di saluran cerna bagian atas (barium upper gastrointestinal X-ray)

Untuk pasien tanpa kesulitan menelan dan tidak berisiko terkena kanker lambung, dokter bisa menganjurkan rontgen dengan barium.Dokter akan meminta pasien untuk meminum cairan kental yang disebut barium. Selanjutnya, dokter melakukan X-ray atau rontgen pada lambung, kerongkongan (esofagus), dan usus kecil pasien. Dengan ini, ada tidaknya luka (tukak) akan terlihat.Karena bakteri H. pylori adalah salah satu penyebab tukak lambung, dokter juga akan melakukan pemeriksaan infeksi ini pada lambung. 
Dokter melakukan pengobatan tukak lambung berdasarkanpenyebab yang mendasarinya. Obat-obatan tukak lambung meliputi:
  • Antibiotik untuk membunuh bakteri

Jika bakteri H. pylori ditemukan dalam saluran pencernaan, dokter akan merekomendasikan antibiotik. Obat ini bisa berupa amoksisilin, klaritromisin, metronidazole, tinidazole, tetrasiklin dan levofloxacin.Anda mungkin perlu minum antibiotik selama 2 minggu, yang dikombinasikan dengan obat tambahan untuk mengurangi asam lambung. Contohnya, penghambat pompa proton atau bismuth subsalisilat.
  • Menghentikan konsumsi obat OAINS

Jika tukak lambung timbul karena konsumsi obat OAINS, maka segera hentikan konsumsi obat tersebut. Selain itu, dokter akan merekomendasikan obat yang dapat mengurangi asam lambung selama proses penyembuhan seperti antasida untuk menetralisir asam lambung, atau H2 blockers dan proton pump inhibitors (PPI) untuk menurunkan produksi asam lambung.
  • Obat penghambat produksi asam dan meningkatkan penyembuhan tukak

Jenis obat ini masuk dalam golongan proton pump inhibitor (PPI). Obat ini dapat mengurangi asam lambung dengan menghambat sel yang menghasilkan asam. Contohnya, omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole dan pantoprazole.Penggunaan inhibitor pompa proton dalam jangka panjang, terutama pada dosis tinggi, dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang. Jadi, selalu tanyakan pada dokter mengenai efektivitas suplemen kalsium dalam mengurangi risiko ini.
  • Obat untuk mengurangi produksi asam atau acid blockers

Penghambat asam, disebut juga penghambat histamin (H-2), bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam lambung yang dilepaskan ke saluran pencernaan. Dengan ini, rasa sakit maag dapat berkurang dan penyembuhan lebih cepat. Contoh obat jenis meluputi famotidine, cimetidine, dan nizatidine.
  • Antasida yang menetralkan asam lambung

Dokter biasanya akan memberikan antasida bagi pasien tukak lambung. Obat ini bekerja dengan cara menetralkan asam lambung dan menghilangkan rasa sakit secara cepat.Efek samping antasida meliputi sembelit atau diare. Obat ini dapat meredakan gejala tukak lambung, tetapi umumnya tidak digunakan untuk menyembuhkannya.
  • Obat yang melindungi selaput perut dan usus halus

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat yang disebut agen sitoprotektif yang membantu melindungi jaringan yang melapisi perut dan usus kecil. Contoh obat sitoprotektif adalah obat resep seperti sucralfate dan misoprostol.
  • Penanganan darurat

Apabila tukak menyebabkan perdarahan yang serius. Penanganan biasanya dilakukan melalui endoskopi. Obat-obatan penghambat asam lambung akan diberikan melalui suntikan, dan transfusi darah mungkin diperlukan jika muncul perdarahan berat.
  • Operasi

Pada kondisi yang jarang, operasi mungkin diperlukan untuk menangani perforasi atau tukak lambung yang berdarah.

Pantangan untuk pengidap tukak lambung

Agar penyembuhan dapat lebih maksimal, ada beberapa hal yang harus dihindari dan oleh pasien, sebagai berikut ini:
  • Merokok maupun mengonsumsi tembakau secara rutin. Sebab, rokok dapat merusak lapisan pelindung perut, sehingga membuat perut lebih rentan terhadap tukak. Merokok juga dapat meningkatkan asam lambung.
  • Tidak menggunakan pereda nyeri OAINS secara teratur. Tanyakan pada dokter mengenai alternatif obat pereda nyeri lainnya.
  • Konsumsi makanan yang mengandung asam, pedas dan berlemak tinggi
  • Mengonsumsi susu, yang terkadang dapat menyebabkan kelebihan asam dan meningkatkan rasa sakit pada tukak lambung
  • Stres dapat memperburuk tanda dan gejala tukak lambung. Carilah sumber-sumber stres dan lakukan langkah untuk mengatasi penyebabnya. Beberapa stres memang tidak dapat dihindari, tetapi Anda dapat meredakan stres dengan berolahraga, menghabiskan waktu bersama teman atau menulis buku harian.
  • Konsumsi alkohol. Penggunaan alkohol yang berlebihan dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa di perut serta usus, sehingga dapat menyebabkan peradangan maupun perdarahan.
  • Kurang tidur. Tidur dapat membantu sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik dan dapat melawan stres.
 

Komplikasi tukak lambung

Jika tidak diobati, tukak lambung dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Perdarahan dalam

Perdarahan jenis ini terjadi akibat hilangnya darah dengan lambat dan dapat menyebabkan anemia atau kehilangan darah yang parah. Jika kondisi ini terjadi, Anda mungkin perlu menjalani inap atau transfusi darah. Kehilangan darah yang parah dapat menyebabkan muntah atau tinja yang berwarna hitam maupun berdarah.
  • Infeksi

Tukak lambung dapat menimbulkan lubang dinding perut atau usus halus, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi rongga perut (peritonitis).
  • Terhalangnya saluran pencernaan

Tukak lambung dapat menghalangi jalannya makanan di saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan Anda mudah kenyang, muntah, dan mengalami penurunan berat badan.Baca Juga: Mengenal Proton Pump Inhibitor, Obat untuk Penyakit Asam Lambung Naik 
Untuk mencegah dari terkenanya tukak lambung, Anda dapat melakukan langkah yang disarankan oleh dokter atau tenaga medis lainnya, sebagai berikut ini:
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, khususnya sebelum makan
  • Mengonsumsi makanan yang dimasak hingga benar-benar matang
  • Berhati-hati dalam mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, terutama yang dapat meningkatkan risiko tukak lambung
  • Jangan meminum obat pereda sakit bersamaan dengan konsumsi alkohol
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Menghindari konsumsi makanan pedas
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik
Baca juga: 7 Langkah Cuci Tangan yang Efektif Singkirkan Kuman 
Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala-gejala tukak lambung maupun mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, tapi rasa sakitnya kambuh.Segera hubungi dokter jika merasa lemas atau pingsan, sulit bernapas, muntah disertai darah yang berwarna merah atau gelap seperti bubuk kopi, buang air besar disertai darah atau feses berwarna hitam seperti tar, serta mengalami nyeri lambung yang mendadak dan tajam dan terus-menerus. Gejala-gejala ini dapat menandakan tukak lambung dengan masalah yang lebih serius. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah Anda merasakan gejala yang terus-menerus atau timbul dan hilang?
  • Seberapa parah gejala tersebut?
  • Apakah gejala menjadi lebih buruk ketika edang lapar?
  • Jika ada, langkah apayang telah Anda ambil untuk menghilangkan gejala tersebut?
  • Apakah ada sesuatu yang memperparah gejala?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperburuk gejala tersebut?
  • Apakah Anda mengonsumsi penghilang rasa sakit atau aspirin? Jika ya, seberapa sering?
  • Apakah Anda merasa mual atau muntah?
  • Pernahkah Anda muntah darah atau cairan berwarna hitam?
  • Pernahkah Anda memperhatikan adanya darah di tinja atau tinja berwarna hitam?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tukak lambung agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/symptoms-causes/syc-20354223
Diakses pada 1 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/peptic-ulcer
Diakses pada 1 September 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/peptic_ulcer/article.htm
Diakses pada 1 September 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/pepticulcer.html
Diakses pada 1 September 2021
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/digestive-disorders/gastritis-and-peptic-ulcer-disease/peptic-ulcer-disease
Diakses pada 1 September 2021
NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/peptic-ulcers-stomach-ulcers/symptoms-causes
Diakses pada 1 September 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10350-peptic-ulcer-disease
Diakses pada 1 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email