Tuberkulosis tulang belakang menyerang dan mempengaruhi bentuk tulang belakang.
Tuberkulosis tulang belakang dapat dicegah dengan cara menghindari kontak dengan penderita.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Hal ini merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Pada umumnya, penyakit ini terjadi pada negara yang sedang berkembang tetapi 9.000 kasus dilaporkan di Amerika Serikat pada tahun 2016. Penyakit ini dapat dicegah dan diobati, penyakit ini menyerang paru-paru tetapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya atau yang biasa disebut ekstrapulmoner tuberkulosis, seperti tuberkulosis tulang belakang yang hanya menyerang tulang belakang, tulang panjang, dan sendi. Beberapa kasus tuberkulosis menyerang tulang belakang yang dapat mempengaruhi bentuk tulang belakang yang disebut penyakit Pott.

Untuk mendeteksi tanda dan gejala pada penyakit ini tidaklah mudah kecuali penyakit ini telah berkembang ke tahap selanjutnya karena tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal dan tidak menimbulkan tanda dan gejala apapun. Namun penyakit ini dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Terasa sakit pada tulang punggung
  • Pembengkakan
  • Terasa kaku
  • Mengalami abses

Apabila penyakit ini berkembang semakin parah, tanda dan gejalanya juga dapat berkembang, yaitu:

  • Mengalami komplikasi neurologis
  • Mengidap paraplegia/paralisis
  • Mengalami pemendekan anggota gerak pada anak-anak
  • Memiliki kelainan bentuk pada tulang

Selain itu adapun gejala yang dapat timbul adalah:

  • Merasa kelelahan
  • Mengalami demam
  • Mengalami keringat di malam hari
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab

Pada umumnya tuberkulosis tulang terjadi ketika telah menderita tuberkulosis sebelumnya dan menyebar di luar paru-paru dan penyakit ini dapat menyebar melalui udara. Tuberkulosis dapat menyebar melalui aliran darah dari paru-paru ke kelenjar getah bening, tulang belakang, serta sendi. Umumnya tuberkulosis tulang menyerang tulang panjang dan tulang belakang. Penyakit ini dapat berdampak buruk jika tidak diobati.

Alat diagnostik yang paling umum digunakan untuk tuberkulosis pada anak adalah tes kulit sederhana yang disebut tes tuberkulin, meskipun tes darah menjadi lebih umum. Sejumlah kecil zat yang disebut PPD (purified protein derivative) tuberkulin disuntikkan tepat di bawah kulit lengan bawah. Beberapa tes yang lain yang biasanya disarankan oleh dokter:

  • Tes darah dapat digunakan untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan tuberkulosis laten atau aktif. Tes-tes ini menggunakan teknologi canggih untuk menilai reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri TB.
  • Tes pencitraan dilakukan jika hasil tes kulit positif, berupa foto X-ray atau CT scan dada. CT scan memberikan gambar yang lebih rinci daripada sinar-X.
  • Tes sputum dilakukan pada saat anda batuk, lalu dinilai apakah terdapat bakteri TB. Sampel Sputum juga dapat digunakan untuk menguji strain TB yang kebal terhadap obat. Ini membantu dokter untuk memilih obat yang tepat. Pemeriksaan ini memerlukan waktu 4-8 minggu.

Untuk kasus tuberkulosis tulang, pengobatan yang diberikan dapat mengakibatkan beberapa efek samping yang menyakitkan dan kerusakan dapat diobati apabila pengobatan dilakukan sesegera mungkin dan tepat. Pada umumnya pembedahan tulang belakang harus dilakukan seperti laminektomi (bagian dari tulang belakang diangkat). Selain itu mengonsumsi obat juga dapat membantu untuk bertahan dan pengobatan ini diberikan saat 6-18 bulan, pengobatan tersebut adalah:

  • Obat antituberkulosis, seperti rifampisin, isoniazid, etambutol, dan pirazinamid
  • Operasi

Adapun pencegahan yang dapat dilakukan untuk memperkecil peluang penyakit ini adalah:

  • Menjaga diri dan orang terdekat dari paparan orang yang terinfeksi tuberkulosis
  • Melakukan vaksinasi

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit ini serta apabila memiliki beberapa hal ini:

  • Mengidap HIV/AIDS
  • Menggunakan narkoba
  • Memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Merawat orang yang menderita tuberkulosis

Menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan lebih efektif. Untuk tuberkulosis tulang belakang, berikut hal yang dapat anda tanyakan:

  • Apa penyebab utama penyakit saya?
  • Tes apa yang saya butuhkan?
  • Pengobatan apa yang terbaik untuk saya?
  • Bagaimana kalau saya memiliki kondisi medis lainnya?

Dokter akan memberikan beberapa pertanyaan agar dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan: 

  • Kapan gejala terjadi?
  • Apakah ada orang yang anda kenal menderita penyakit ini?
  • Apakah anda mengidap HIV?
  • Apakah anda sudah melakukan vaksinasi?
  • Apakah anda pengguna narkoba?

Healthline. https://www.healthline.com/health/bone-tuberculosis
diakses pada 14 Desember 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
diakses pada 14 Desember 2018.

Artikel Terkait