Infeksi

Tuberkulosis Tulang Belakang

Diterbitkan: 31 Jan 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Tuberkulosis Tulang Belakang
Tuberkulosis tulang belakang bisa memengaruhi bentuk tulang belakang
Tuberkulosis tulang belakang adalah bentuk infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang tulang belakang. Jenis TBC ini juga dikenal dengan nama penyakit Pott.Tuberkulosis (TBC) utamanya menyerang paru-paru. Namun penyakit ini dapat pula menyebar ke bagian tubuh lain. Kondisi ini biasa disebut tuberkulosis ekstrapulmoner.Salah satu bagian tubuh yang mungkin diserang adalah tulang belakang. Karena itu, kondisi ini dikenal dengan nama tuberkulosis (TBC) tulang belakang.Diagnosis TBC tulang belakang sering terlambat. Pasalnya, gejala awal penyakit ini tidak spesifik.Penanganan medis dengan obat-obatan biasanya membutuhkan waktu hingga beberapa bulan hingga penderta sembuh dari TBC tulang belakang. Namun operasi juga bisa dianjurkan oleh dokter jika dirasa perlu. 
Tuberkulosis Tulang Belakang
Dokter spesialis Ortopedi, Paru
GejalaNyeri, pembengkakan, kaku pada area punggung atau tulang belakang
Faktor risikoPengidap HIV/AIDS, anak dan dewasa muda
Metode diagnosisTes darah, tes tuberkulin, tes dahak
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatRifampicin, isoniazid, ethambutol
KomplikasiKolaps tulang belakang, kifosis, gangguan sistem saraf tulang belakang
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala TBC tulang belakang, memiliki faktor risiko
Gejala tuberkulosis tulang belakang sulit dideteksi. Pasalnya, penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal perkembangannya.Kemudian, penyakit akan berkembang secara perlahan-lahan dan menimbulkan gejala yang berupa:
  • Nyeri punggung
  • Pembengkakan pada area punggung
  • Kaku pada punggung
  • Rasa lelah
  • Demam
  • Keringat malam hari
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Munculnya abses (benjolan berisi nanah) pada area punggung atau selangkangan
  • Kelumpuhan
  • Pemendekan anggota gerak pada anak-anak
  • Memiliki kelainan bentuk pada tulang belakang (bungkuk)
 
Penyebab tuberkulosis tulang belakang adalah tuberkulosis yang sudah menyebar ke luar paru-paru. TBC terjadi karena infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.Bakteri tersebut dapat menyebar melalui udara, seperti ketika penderita batuk atau bersin. Setelah seseorang terjangkit TBC pada paru-paru, penyakit ini dapat meluas ke bagian tubuh lain.Selain tulang belakang, tuberkulosis juga dapat menyebar ke kelenjar getah bening serta sendi penderita. 

Faktor isiko tuberkulosis tulang belakang

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya TBC tulang belakang meliputi:
  • Tinggal di negara dengan angka kejadian tuberkulosis yang tinggi, seperti Indonesia
  • Mengidap HIV/AIDS
  • Anak-anak dan dewasa muda
 
Diagnosis TBC tulang belakang dapat dipastikan melalui cara-cara di bawah ini:
  • Tes darah

Tes darah dapat digunakan untuk mengonfirmasi atau menyingkirkan tuberkulosis laten atau aktif. Pada pemeriksaan ini, dokter akan melihat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri TBC.Pada pasien dengan tuberkulosis juga dapat ditemukan kadar erythrocyte sediment rate (ESR) yang meningkat.
  • Tes tuberkulin

Pada pemeriksaan ini, dokter akan menyuntikkan zat PPD (purified protein derivative) tepat di bawah kulit lengan bawah. Hasil tes tuberkulin yang positif mengindikasikan adanya tuberkulosis tulang belakang.
  • Tes dahak

Pada pemeriksaan ini, sampel dahak pasien diperiksa untuk mendeteksi adanya bakteri TB. Sampel dahak juga dapat digunakan untuk menguji resistensi atau kekebalan terhadap obat.
  • Pemeriksaan pencitraan

Pemeriksaan pencitraan dapat berupa X-ray tulang belakang, CT scan dada, atau MRI. CT scan dan MRI memberikan gambar yang lebih rinci daripada X-Ray.
  • Biopsi tulang atau jaringan sinovial pada sendi tulang belakang

Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel jaringan tulang belakang atau sinovial untuk dianalisa dilaboratorium. 
Cara mengobati tuberkulosis tulang belakang umumnya dilakukan dengan cara berikut:

1. Obat-obatan antituberkulosis

Menurut WHO, pemberian obat-obatan antituberkulosis perlu dilakukan selama sembilan bulan dan dimulai sesegera mungkin. Jenis obat ini antara lain:
  • Rifampicin
  • Isoniazid
  • Etambutol
  • Pirazinamid

2. Operasi

Jika diperlukan, operasi juga dapat dianjurkan oleh dokter. Jenis operasi ini meliputi:
  • Debridement untuk membersihkan area tulang yang terinfeksi
  • Operasi rekonstruksi tulang belakang untuk menstabilkan tulang belakang
 

Komplikasi tuberkulosis tulang belakang

Jika tidak ditangani dengan benar, TBC tulang belakang dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Kolaps tulang belakang
  • Kifosis, yakni postur tulang belakang yang melengkung
  • Gangguan sistem saraf tulang belakang yang memicu kelumpuhan dan kelemahan anggota gerak
  • Munculnya abses ketika infeksi menyebar ke jaringan lunak dan ligamen
 
Cara mencegah tuberkulosis tulang belakang yang utama adalah menghindari penularan tuberkulosis. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi:
  • Melakukan vaksinasi

Pencegahan TBC yang utama adalah dengan menerima vaksin BCG. Vaksin ini dianjurkan sebagai imunisasi dasar pada anak dan biasanya diberikan saat bayi berumur satu bulan.
  • Menerapkan etika batuk dan bersin

Menerapkan etika batuk atau bersin yang beanr tergolong mudah. Contohnya, menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk, memakai masker, serta jangan membuang dahak sembarangan.
  • Menjaga kebersihan

Kebersihan yang terjaga sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk TBC. Misalnya, selalu mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, serta membuang masker maupun tisu bekas pakai di tempat sampah.
  • Menerapkan gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat yang bisa Anda lakukan meliputi tidak merokok, rutin berolahraga, serta membuka jendela untuk sirkulasi udara bersih di rumah.Khusus untuk penderita TBC, mereka dianjurkan untuk minum obat secara teratur dan sesuai anjuran dokter. Dengan ini, penularan TBC pada orang-orang di sekitarnya bisa dicegah. 
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda:
  • Mengalami gejala yang mengarah pada TBC tulang belakang
  • Memiliki kondisi tertentu, seperti mengidap HIV/AIDS, menggunakan narkoba, memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi, dan merawat orang yang menderita tuberkulosis
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tuberkulosis tulang belakang, misalnya memiliki HIV/AIDS?
  • Apakah anda sudah melakukan vaksinasi?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis tuberkulosis tulang belakang. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/bone-tuberculosis
diakses pada 14 Desember 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
diakses pada 14 Desember 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal TB Paru Aktif, Kondisi Tuberkulosis yang Menular

TB paru aktif adalah bentuk TBC yang dapat menular. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kondisi ini hingga bagaimana cara menanganinya.
07 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Pasien TB paru aktif perlu senantiasa mengenakan masker agar tidak menulari orang lain

Penyebab Nyeri Punggung dan Cara Mengatasinya

Penyebab nyeri punggung dapat diakibatkan oleh penyakit osteoartritis, osteoporosis, cedera jaringan, dll. Penyebabnya berbeda-beda dan tergantung pada lokasi nyerinya.
20 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Penyebab nyeri punggung salah satunya adalah osteoporosis

13 Jenis Gangguan pada Tulang Ini Perlu Diwaspadai

Kelainan pada tulang atau penyakit tulang bukan hanya patah tulang atau osteoporosis. Penyebabnya pun beragam, mulai dari cedera, kelainan imun, hingga faktor genetik. Karena itu, Anda perlu lebih waspada dalam menjaga kesehatan tulang di tubuh.
22 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Kelainan pada tulang tak cuma osteoporosis, kenali lebih lengkap disini