Istilah tuberkulosis milier pertama kali ditemukan oleh John Jacob Mangat berdasarkan temuan otopsi pada seorang pasien yang meninggal pada tahun 1700. Jaringan yang diperiksa di bawah mikroskop memiliki bintik-bintik kecil yang banyak. Karena serupa dengan biji millet, kondisi ini kemudian disebut tuberkulosis milier. 

Tuberkulosis milier adalah penyakit yang sangat serius dan dapat berakibat fatal bagi penderitanya. Namun TBC milier termasuk sangat jarang terjadi pada orang dengan sistem imun yang baik.

Tuberkulosis milier dapat mengenai satu atau beberapa organ. Organ yang paling sering diserang adalah paru, hati, dan sumsum tulang. 

Meski jarang, TBC ini juga mungkin menyerang bagian tubuh lain seperti selaput pembungkus otak (selaput meninges), medula spinalis, serta pembungkus jantung (selaput perikardium).

Oleh karena itu, gejala tuberkulosis milier tergantung pada organ mana yang terlibat. Namun keluhan umum dari penyakit ini meliputi:

  • Demam yang berlangsung selama beberapa minggu. Suhu demam akan lebih tinggi pada sore atau malam hari
  • Menggigil
  • Batuk kering yang kadang disertai darah
  • Keringat di malam hari
  • Kelelahan dan kelemahan kronis
  • Sesak napas yang semakin memburuk
  • Nafsu makan yang rendah
  • Penurunan berat badan
  • Rasa tidak enak badan (malaise)

Tuberkulosis yang menginfeksi organ lain di luar paru sulit didiagnosis karena gejalanya sangat bervariasi dan tidak spesifik.

Seperti namanya, tuberkulosis milier disebabkan bakteri yang ditularkan melalui udara, yaitu Mycobacterium tuberculosis

Namun tidak semua orang yang terinfeksi bakteri ini akan mengalami tuberkulosis milier. Orang-orang lebih rentan terkena tuberkulosis ini meliputi:

  • Anak berusia di bawah empat tahun.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV/AIDS dan diabetes, orang yang mengonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan), serta orang yang menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker.
  • Kalangan lanjut usia (lansia).
  • Penderita kanker
  • Malnutrisi
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal stadium akhir
  • Riwayat transplantasi

Diagnosis tuberkulosis milier akan ditentukan oleh berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Proses tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala yang Anda alami, riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis, dan riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda derita.

Pemeriksaan fisik

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan pada beberapa sistem organ tubuh Anda.

Pemeriksaan penunjang

Bila mencurigai risiko tuberkulosis milier dari wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter akan menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang di bawah ini untuk memastikan diagnosis tuberkulosis milier:

  • Pemeriksaan darah lengkap (CBC). Pada kasus TB milier biasanya dapat ditemukan peningkatan maupun penurunan leukosit, serta peningkatan trombosit
  • Pemeriksaan dan kultur dari sampel jaringan yang terinfeksi.
  • Tes tuberkulin
  • Tes darah untuk mendeteksi infeksi bakteri M.tuberculosis, yaitu interferon-gamma release assay
  • Pemeriksaan pencitraan, seperti rontgen dada, CT scan, USG, dan MRI
  • Pungsi lumbal untuk mengambil cairan serebrospinal 
  • Tes urine
  • Biopsi atau pengambilan sampel dari bagian yang terinfeksi, misalnya cairan selaput paru (pleura), cairan selaput jantung (perikardium), cairan sendi, atau sumsum tulang.

Beberapa jenis pengobatan tuberkulosis milier di bawah ini umumnya dianjurkan oleh dokter:

  • Antibiotik

Dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis antibiotik untuk Anda minum selama 6-9 bulan. Sementara bila Anda mengalami infeksi tuberkulosis meningitis, obat antibiotik sebaiknya diminum selama 9-12 bulan. Antibiotik yang umum diberikan adalah isoniazid, etambutol, pirazinamid, dan rifampisin.

  • Steroid

Obat golongan steroid biasanya diberikan pada penderita yang mengalami infeksi pada selaput otak maupun selaput jantung.

  • Operasi

Kadangkala, tuberkulosis milier menyebabkan komplikasi berupa abses sehingga perlu dilakukan oeprasi pengangkatan.

Pencegahan tuberkulosis milier pada prinsipnya sama dengan pencegahan tuberkulosis yang meliputi:

  • Jalani vaksinasi BCG yang dapat mencegah infeksi M.Tuberculosis hingga 80 persen.
  • Gunakan masker saat mengunjungi penderita tuberkulosis agar tidak tertular atau bila menderita tuberkulosis supaya tidak menularkannya pada orang lain.
  • Usahakan agar kamar tidur Anda memiliki ventilasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Jika sudah terdiagnosis mengidap tuberkulosis, lakukan pemeriksaan rutin ke ke dokter dan minumlah antibiotik sampai tuntas agar tidak menyebar ke organ lain.
  • Mencegah penyakit yang menekan sistem imun, misalnya diabetes, kanker, kekurangan gizi, penyakit ginjal, dan lain-lain.

Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala tuberkulosis milier maupun tuberkulosis biasa.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah Anda tinggal dalam waktu lama dengan penderita tuberkulosis?
  • Apakah Anda menderita penyakit tertentu yang menurunkan sistem imun?
  • Apakah Anda rutin meminum obat yang menekan sistem imun?
  • Apakah Anda telah berobat sebelumnya? Bila iya, apakah pengobatan tersebut Anda jalani hingga tuntas sesuai anjuran dokter?

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis tuberkulosis milier.

Healthline. https://www.healthline.com/health/miliary-tuberculosis
Diakses pada 23 Desember 2019

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/infections/tuberculosis-and-related-infections/miliary-tuberculosis-tb
Diakses pada 23 Desember 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK344409/
Diakses pada 23 Desember 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15227732
Diakses pada 23 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/8856.php#tuberculosis_risk
Diakses pada 23 Desember 2019

Artikel Terkait