Trypophobia

Fobia adalah ketakutan yang amat besar dan tidak rasional terhadap suatu objek atau situasi yang sebenarnya tidak berbahaya.

Jika memiliki fobia, Anda akan merasa sangat ketakutan hingga panik ketika menemukan sumber fobia. Anda akan berusaha menghindarinya dengan segala cara. Karena itu, fobia dapat mempengaruhi rutinitas Anda. 

Trypofobia adalah salah satu jenis fobia, yang berasal dari kata trypta dan phobos. Trypta berarti lubang dan phobos berarti takut. 

Trypophobia berarti perasaan takut atau jijik ekstrem terhadap pola dengan banyak lubang ataun tonjolan. Beberapa contoh benda yang memiliki pola ini meliputi sarang lebah, stroberi, bubble wrap, bunga karang, hingga busa sabun.

Jika melihat pola banyak lubang, gejala trypophobia pada penderitanya bisa serupa dengan serangan panik yang meliputi:

  • Rasa mual.
  • Tubuh yang gemetaran.
  • Bulu kuduk berdiri atau merinding.
  • Berkeringat.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Sesak napas.
  • Pusing.
  • Sensasi melayang seolah-olah mau pingsan.

Penderita menyadari bahwa rasa takut dan jijik yang ia miliki tidak wajar dan berlebihan. Namun mereka tidak mampu untuk mengendalikan perasaannya.

Ketakutan dan rasa jijik tersebut bisa sangat parah hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penderita akan berusaha menghindari sumber fobia dengan berbagai cara.

Hingga saat ini, penyebab trypophobia belum diketahui secara pasti. Namun para ahli mengemukakan beberapa teori di bawah ini yang dianggap bisa menyebabkan trypophobia:

  • Bentuk evolusi dari kecemasan terhadap parasit dan penyakit menular

Teori ini muncul dari fakta bahwa pola banyak lubang atau tonjolan sering berhubungan dengan penyakit (seperti cacar air, rubella, demam scarlet, dan kudis) dan hewan beracun.

Perasaan jijik bisa berasal dari respons untuk melindungi tubuh dari parasit dan penyakit. Namun pada penderita trypophobia, terdapat generalisasi terhadap semua objek dengan pola banyak lubang atau tonjolan.

  • Akibat kecemasan sosial

Teori lainnya mengatakan bahwa trypophobia berasal dari kecemasan sosial. Pola banyak lubang dapat terlihat seperti kelompok mata yang memandangi Anda.

Hal tersebut bisa menjadi momok yang menakutkan bagi orang dengan gangguan kecemasan sosial. Akibatnya, kondisi ini berujung pada fobia lubang.  

Di samping gangguan kecemasan, trypophobia juga kerap dihubungkan dengan kondisi depresi. Orang yang mengidap depresi bisa saja mengalami gejala trypophobia yang lebih parah dan berlangsung lebih lama.

Diagnosis trypophobia termasuk sulit dilakukan. Hingga saat ini, trypophobia juga belum termasuk dalam daftar gangguan jiwa.

Jika merasa mengalami trypophobia, Anda perlu menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis jiwa atau psikolog. Anda akan diminta untuk menjawab sederet pertanyaan yang tertera dalam kuesioner khusus.

Kuesioner tersebut akan menjadi patokan untuk memastikan diagnosis Anda. Kuesioner ini terdiri dari 17 pertanyaan mengenai dengan skala pilihan 1 (tidak sama sekali) hingga 5 (sangat parah), yang harus Anda jawab.

Penanganan trypophobia umumnya ditangani dengan beberapa cara berikut:

  • Cognitive behavior therapy (CBT)

Cognitive behavior therapy merupakan terapi yang bertujuan perlahan-lahan mengubah cara pandang negatif penderita terhadap apa yang menjadi sumber fobianya. Tekniknya dengan mendiskusikan pemikiran yang tidak realistis, kemudian menggantikannya dengan yang lebih realistis, sehingga membuat perubahan perilaku. Dengan ini, rasa takut dan jijik yang ekstrem pada penderita pun berangsur-angsur dapat berkurang hingga akhirnya hilang.

  • Obat-obatan

Obat antidepresi maupun obat antikecemasan juga terkadang bisa diresepkan oleh dokter. Pasalnya, penderita trypophobia pun dapat mengalami stres, depresi, maupun gangguan kecemasan.

  • Teknik relaksasi

Untuk membantu dalam mengendalikan gejala trypophobia, penderita bisa mempelajari teknik-teknik relaksasi. Mulai dari latihan pernapasan dalam hingga meditasi

Ketika tidak sengaja melihat sumber fobia dan gejala mulai terasa, Anda bisa mengalihkan pandangan lalu membayangkan situasi atau hal-hal yang bisa menenangkan Anda. Misalnya, pantai, pegunungan, dan banyak lagi.

Pencegahan trypophobia yang utama adalah dengan menghindar sumber fobia yang mungkin ada di sekitar Anda.

Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter atau psikiolog jika Anda merasakan gejala trypophobia sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat objek yang menjadi sumber fobia Anda.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Objek apa saja yang memicu reaksi Anda?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, penanganan apa saja yang pernah Anda coba?

Dokter kemudian meminta Anda mengisi kuesioner trypophobia untuk memastikan diagnosis dan memberikan penanganan yang sesuai.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/phobias/
Diakses pada 19 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/anxiety-panic/trypophobia-overview#1
Diakses pada 19 November 2019.

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/trypophobia-4687678
Diakses pada 19 November 2019.

Artikel Terkait