Trombosis Arteri

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Trombosis Arteri

Trombosis arteri merupakan gangguan berupa gumpalan darah pada arteri yang berbahaya, karena dapat menyumbat atau menghentikan aliran darah ke organ-organ penting. Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan ke otot jantung.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gumpalan darah biasanya tidak menimbulkan gejala, selama tidak menyumbat aliran darah pada bagian tubuh tertentu. Namun ketika penyumbatan terjadi, dapat muncul masalah serius, seperti:

  • Serangan jantung, yang terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan nyeri dada, sesak dan pusing. 
  • Stroke, yang terjadi ketika aliran darah menuju otak tersumbat. Gejala utamanya adalah wajah terkulai di satu sisi, kelemahan pada salah satu lengan, dan bicara cadel.
  • Transient ischemic attack (TIA) atau mini stroke, yang terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat sementara, dan menyebabkan gejala stroke sementara.
  • Critical limb ischemia. Kondisi ini terjadi apabila aliran darah ke tungkai tersumbat, sehingga menyebabkan kesakitan dan perubahan warna menjadi pucat atau biru. Tungkai tersebut juga terasa dingin. 

Semua kondisi di atas bersifat darurat medis. Segera cari pertolongan apabila Anda atau kerabat dekat mengalami gejala-gejala tersebut. 

Penyebab

Penyakit ini biasanya terjadi pada orang dengan timbunan lemak yang menyumbat arteri, atau biasa dikenal sebagai aterosklerosis. Deposit atau pengendapan lemak ini membuat arteri menjadi keras dan menyempit, dan akan meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah.   

Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan peluang penyakit tersebut.

  • Bertambahnya usia
  • Merokok
  • Menjalani diet yang tidak sehat
  • Jarang berolahraga
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung serta kolesterol tinggi
  • Memiliki keluarga dengan riwayat aterosklerosis 
  • Penyakit ini lebih rentan terjadi pada orang Asia Selatan, Afrika dan keturunan dari Afrika-Karibia
  • Menderita  fibrilasi atrium atau sindrom antifosfolipid

Diagnosis

Belum ada pemeriksaan khusus untuk mendeteksi penyakit ini. Namun, dokter dapat menggunakan ultrasonografi (USG) Doppler untuk menggambarkan aliran darah Anda. Selain itu untuk mendeteksi penyakit ini, Anda dapat menjalani pemeriksaan  lain, seperti:

  • Magnetic resonance imaging (MRI), atau computed tomography (CT) scan, untuk mengetahui lokasi bekuan darah
  • Pemeriksaan  darah
  • Venografi, untuk mencari pembekuan di dalam pembuluh darah 
  • Arteriogram, untuk mencari penyumbatan di dalam arteri Anda 
  • Tes fungsi jantung dan paru

Pengobatan

Apabila hasil dari diagnosis membuktikan adanya penyakit ini, maka Anda memerlukan pengobatan maupun pembedahan. 

Berikut ini pengobatan yang dapat diberikan. 

  • Pengobatan trombolitik, yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat untuk mencairkan gumpalan darah
  • Prosedur embolektomi yang dilakukan dengan pembedahan, untuk mengangkat bekuan atau gumpalan darah
  • Pengobatan angioplasti melalui pembedahan, untuk melebarkan pembuluh darah arteri yang menyempit. Dalam pengobatan ini, tabung berongga ditempatkan di arteri tersebut, untuk menjaga arteri tersebut tetap terbuka.
  • Operasi dengan metode cangkok bypass arteri koroner (coronary artery bypass graft) melalui pembedahan, dengan cara memanfaatkan pembuluh darah dari organ atau bagian tubuh lain sebagai jalan pintas, untuk mengalirkan darah ke otot jantung 

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah pembekuan darah sepenuhnya. Namun, Anda dapat menurunkan risikonya dengan mengurangi potensi terjadinya aterosklerosis.

Agar aliran darah pada tubuh tetap lancar, sebaiknya Anda melakukan hal ini.

  • Menghindari kebiasaan merokok
  • Menjalani pola makan sehat, dan tidak mengonsumsi makanan berlemak 
  • Berolahraga secara teratur
  • Mempertahankan berat badan yang ideal
  • Membatasi konsumsi alkohol

Jika Anda mempunyai risiko tinggi untuk mengalami terjadinya penggumpalan darah, maka dokter akan memberikan obat-obatan berikut ini. 

  • Obat golongan statin untuk kadar kolesterol yang tinggi
  • Obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah yang tinggi
  • Obat-obatan untuk menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah, seperti antikoagulan (warfarin), dan antiplatelet (aspirin dosis rendah atau clopidogrel)

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Mintalah keluarga atau teman untuk segera mendampingi ke unit gawat darurat apabila Anda mengalami gejala trombosis arteri. 

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/arterial-embolism
Diakses pada 10 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/thrombosis-vs-embolism
Diakses pada 10 Desember 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/001102.htm
Diakses pada 10 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/arterial-thrombosis/
Diakses pada 10 Desember 2018

Back to Top