Penyakit Lainnya

Trombosis Arteri

Diterbitkan: 10 Mar 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Trombosis Arteri
Trombosis arteri berupa gumpalan darah di arteri
Trombosis arteri adalah penyumbatan pada pembuluh darah arteri. Kondisi ini dapat berbahaya karena dapat menyumbat atau menghentikan aliran darah ke organ-organ penting.Penyumbatan umumnya terjadi pada bagian tangan, kaki, dan paha. Kondisi ini dapat merusak atau bahkan mematikan jaringan.Trombosis arteri yang terjadi pada bagian otak dapat menyebabkan stroke. Sedangkan jika terjadi pada jantung dapat menyebakan serangan jantung. Hal ini membuat trombosis arteri merupakan kondisi darurat. 
Trombosis Arteri
Dokter spesialis Jantung
GejalaTubuh menjadi dingin, denyut nadi lemah, gerak terbatas
Faktor risikoSerangan jantung, stroke, transient ischemic attack 
Metode diagnosisMRI, pemeriksaan darah, venografi
PengobatanObat-obatan, embolektomi, angioplasti
ObatObat trombolitik, antikoagulan, pereda rasa sakit
KomplikasiSerangan jantung, shock sepsis, infeksi
Kapan harus ke dokter?Nyeri dada, salah satu sisi badan mati rasa
Gejala trombosis arteri akan berbeda tergantung pada area yang terdampak. Gejala berikut akan muncul setelah terjadi penyumbatan:
  • Tubuh menjadi dingin
  • Denyut nadi lemah
  • Gerak menjadi terbatas
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Otot terasa sakit atau kejang
  • Kulit pucat
  • Tubuh lemas
  • Lengan atan kaki bengkak
  • Nyeri dada
  • Status mental berubah mendadak
Gejala di atas mungkin hanya akan muncul hanya pada salah satu sisi tubuh.Trombosis arteri biasanya tidak menimbulkan gejala selama tidak menyumbat aliran darah pada bagian tubuh tertentu. Namun ketika penyumbatan terjadi, dapat muncul masalah serius, seperti:
  • Serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung tersumbat secara tiba-tiba, sehingga menyebabkan nyeri dada, sesak, dan pusing. 
  • Stroke

Ketika aliran darah menuju otak tersumbat. Gejala utamanya adalah wajah terkulai di satu sisi, salah satu lengan lemas, dan bicara cadel.
  • Transient ischemic attack (TIA)

TIA terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat sementara, dan menyebabkan gejala stroke.
  • Critical limb ischemia

Critical limb ischemia terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke tubuh bagian atas sehingga menyebabkan rasa sakit dan perubahan warna kulit di sekitar area menjadi pucat atau biru, dan terasa dingin. Segera cari bantuan medis jika Anda atau kerabat dekat Anda mengalami gejala-gejala tersebut. 
Penyebab trombosis umumnya adalah aterosklerosis. Kondisi ini biasanya terjadi akibat timbunan lemak yang kemudian membuat arteri menjadi keras dan menyempit, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah.Berikut ini beberapa hal yang dapat meningkatkan peluang penyakit tersebut.
  • Bertambahnya usia
  • Merokok
  • Menjalani diet yang tidak sehat
  • Jarang berolahraga
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung serta kolesterol tinggi
  • Memiliki keluarga dengan riwayat aterosklerosis 
  • Penyakit ini lebih rentan terjadi pada orang Asia Selatan, Afrika dan keturunan dari Afrika-Karibia
  • Menderita  fibrilasi atrium atau sindrom antifosfolipid
 
Belum ada pemeriksaan khusus untuk mendeteksi penyakit ini. Namun, dokter dapat menggunakan ultrasonografi (USG) Doppler untuk menggambarkan aliran darah Anda. Selain itu untuk mendeteksi penyakit ini, Anda dapat menjalani pemeriksaan  lain, seperti:
  • MRI atau CT scan untuk mengetahui lokasi bekuan darah
  • Pemeriksaan darah untuk memeriksa seberapa baik kecepatan pembekuan darah
  • Venografi, untuk mencari pembekuan di dalam pembuluh darah 
  • Arteriogram, untuk mencari penyumbatan di dalam arteri Anda 
  • Tes fungsi jantung dan paru untuk memeriksa kesehatan jantung dan paru
 
Cara mengobati tromobosis arteri tergantung pada beberapa hal di bawah ini:
  • Usia, riwayat kesehatan, dan kondisi kesehatan secara umum
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Seberapa baik respons tubuh terhadap obat-obatan, terapi, dan penangan lain
  • Apakah kondisi kesehatan Anda diperkirakan memburuk
  • Pilihan pasien
Dokter dapat menganjurkan beberapa langkah penanganan yang meliputi

Pemberian obat-obatan

Sederet obat di bawah ini bisa diresepkan oleh dokter:
  • Obat trombolitik

Obat ini diberikan untuk mencairkan gumpalan darah dengan cara disuntikkan
  • Antikoagulan

Obat untuk mengencerkan darah atau mencegah pembekuan darah
  • Obat pereda rasa sakit

Obat pereda rasa sakit yang diberikan melalui infus

Operasi

Dokter dapat merekomendasikan beberapa jenis operasi yang berupa:
  • Embolektomi

Pembedahan untuk mengangkat bekuan atau gumpalan darah
  • Angioplasti

Pembedahan untuk melebarkan pembuluh darah arteri yang menyempit. Dalam pengobatan ini, tabung berongga ditempatkan di arteri untuk menjaga arteri tetap terbuka.
  • Cangkok bypass arteri koroner (coronary artery bypass graft)

Pembedahan dengan memanfaatkan pembuluh darah dari organ atau bagian tubuh lain sebagai jalan pintas untuk mengalirkan darah ke otot jantung  

Komplikasi trombosis arteri

Jika tidak segera ditangani, trombosis arteri dapat menimbulkan komplikasi seperti:
  • Serangan jantung
  • Syok sepsis
  • Infeksi pada area terdampak
  • Stroke
  • Menurunnya atau hillangnya fungsi organ, sementara ataupun permanen
  • Gagal ginjal permanen ataupun sementara
  • Matinya jaringan atau nekrosis dan ganggren
  • Transient ischaemic attack (TIA)
 
Tidak ada cara mencegah trombosis arteri secara total. Namun Anda dapat menurunkan risikonya dengan mengurangi potensi terjadinya aterosklerosis.Agar aliran darah pada tubuh tetap lancar, Anda sebaiknya:
  • Menghindari kebiasaan merokok
  • Menjalani pola makan sehat, dan tidak mengonsumsi makanan berlemak 
  • Berolahraga secara teratur
  • Mempertahankan berat badan yang ideal
  • Membatasi konsumsi alkohol
Jika Anda mempunyai risiko tinggi untuk mengalami terjadinya penggumpalan darah, maka dokter akan memberikan obat-obatan berikut ini. 
  • Obat golongan statin untuk kadar kolesterol yang tinggi
  • Obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah yang tinggi
  • Obat-obatan untuk menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah, seperti antikoagulan (warfarin), dan antiplatelet (aspirin dosis rendah atau clopidogrel)
 
Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala seperti salah satu kaki atau tangan sakit dan bengkak, nyeri dada, atau salah satu sisi badan mati rasa. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait trombosis arteri?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis trombosis arteri agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/arterial-embolism
Diakses pada 10 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/thrombosis-vs-embolism
Diakses pada 10 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001102.htm
Diakses pada 10 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/arterial-thrombosis/
Diakses pada 10 Desember 2018
Johns Hopskin Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/thrombosis
Diakses pada 10 Maret 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3096855/
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email