Penyakit Lainnya

Tromboflebitis

Diterbitkan: 09 Mar 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Tromboflebitis
Tromboflebitis dapat dicegah dengan tidak terlalu sering menggunakan pakaian ketat, banyak bergerak dan banyak minum air.
Tromboflebitis adalah kondisi saat terjadi penyumbatan pada pembuluh darah vena yang memperlambat aliran darah. Umumnya penyakit ini menyerang bagian kaki, tetapi juga dapat terjadi pada tangan dan bagian lain tubuh.“Trombo” berarti penyumbatan, dan “flebitis” berarti peradangan. Pembengkakan dan iritasi ini biasanya terjadi setelah cedera.Meski hanya terjadi pada satu bagian tubuh, tapi penyumbatan darah ini dapat mempengaruhi dan membahayakan aliran darah ke seluruh tubuh. 

Jenis-jenis tromboflebitis

Berdasarkan area terjadinya, tromboflebitis dapat dibedakan dalam beberapa jenis berikut:
  • Flebitis dan trombosis pada pembuluh darah di permukaan kulit (tromboflebitis superfisial)
  • Tromboflebitis pada pembuluh darah dalam
  • Tromboflebitis migratori yang dapat kembali menyerang bagian tubuh yang berbeda
 
Tromboflebitis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaBengkak, nyeri, teraba hangat pada area yang terdampak
Faktor risikoKurangnya aktivitas fisik, riwayat penyakit varises, kehamilan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, USG, tes darah
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatNSAID, obat pengencer darah
KomplikasiEmboli paru, post-phlebetic syndrome
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala tromboflebitis
Gejala tromboflebitis yang umumnya muncul adalah:
  • Kulit iritasi, kemerahan, dan bengkak pada area terdampak
  • Rasa sakit dan nyeri pada area terdampak jika disentuh
  • Pembengkakan pembuluh darah hingga terasa seperti kawat di bawah kulit
  • Pergelangan kaki atau anggota tubuh terdampak lain sakit saat digerakkan
  • Pergelangan kaki atau kaki bengkak
 
Penyebab tromboflebitis adalah pembekuan darah yang terjadi di dalam vena. Pembekuan darah ini dapat dipicu oleh beberapa hal berikut:
  • Pernah mengalami cedera pada pembuluh darah balik
  • Memiliki riwayat orang tua yang memiliki penyakit pembekuan darah yang dapat diwariskan
  • Tirah baring dalam waktu lama seperti saat dirawat di rumah sakit
 

Faktor risiko tromboflebitis

Adapun beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan menderita penyakit ini yaitu:
  • Kurangnya aktivitas fisik sehari-hari seperti duduk terlalu lama
  • Menderita penyakit varises
  • Menggunakan alat pacu jantung yang dapat mengiritasi dinding pembuluh darah dan menurunkan aliran darah
  • Sedang mengandung atau habis melahirkan
  • Menggunakan pil kontrasepsi yang dapat meningkatkan risiko pembentukan pembekuan darah
  • Riwayat keluarga
  • Memiliki riwayat stroke
  • Usia di atas 60 tahun
  • Memiliki berat badan yang berlebihan
  • Memiliki riwayat kanker
  • Merokok
 
Untuk mendeteksi penyakit ini dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang apa saja yang Anda rasakan. Beberapa pemeriksaan yang dapat direkomendasikan oleh dokter adalah:
  • Ultrasonografi (USG) Duplex

Tes ini berfungsi memberi gambaran terhadap kondisi vena. Dokter akan memakai alat menyerupai tongkat yang bergerak di bagian kaki pasien.
  • Tes darah D-dimer

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengevaluasi kadar protein yang disebut D-dimer yang dihasilkan saat sumbatan darah terpecah.
  • Venografi

Venografi digunakan jika hasil ultrasound tidak terlalu jelas. Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan sejenis tinta ke dalam pembuluh darah hingga akan nampak pada sinar X.
  • MR angiografi (MRA)

Pengambilan foto detail pembuluh darah dengan mesin MRI.
  • CT scan

CT scan dilakukan jika penyumbatan dikhawatirkan telah berpindah ke paru. 
Cara mengobati tromboflebitis tergantung pada jenis penyumbatan yang terjadi. Berikut penjelasannya:

Tromboflebitis superfisial

  • Kompres hangat pada area terdampak
  • Naikkan kaki yang terdampak
  • Konsumsi obat bebas pereda peradangan
  • Kenakan stoking kompresi jika memungkinkan
  • Konsumsi antibiotik

Tromboflebitis pembuluh darah dalam dan tromboflebitis migratori

  • Menggunakan obat-obatan pengencer darah seperti suntikan obat antikoagulan
  • Pemberian obat-obatan pereda penyumbatan
  • Mengenakan stoking kompresi
  • Memasukkan penyaring pada pembuluh darah perut/vena cava
  • Operasi untuk membuka varises atau pengangkatan pembuluh darah
 

Komplikasi tromboflebitis

Komplikasi tromboflebitis umumnya jarang terjadi. Namun jika tromboflebitis pembuluh darah dalam tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi, yaitu:
  • Embolisme paru yang terjadi jika terjadi sumbatan pada pembuluh arteri paru
  • Sindrom post-flebetik yang terjadi beberapa bulan hingga beberapa tahun setelah tromboflebitis pembuluh darah dalam.
 
Cara mencegah tromboflebitis dapat dilakukan dengan:
  • Berjalan setelah duduk selama satu jam
  • Menggerakkan dan meregangkan kaki secara teratur
  • Menggunakan pakain yang tidak ketat
  • Mengonsumsi banyak air
 
Apabila gejala yang Anda alami sama dengan di atas segera berkonsultasi dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tromboflebitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tromboflebitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/thrombophlebitis
Diakses pada 30 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thrombophlebitis/symptoms-causes/syc-20354607
Diakses pada 30 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001108.htm
Diakses pada 30 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/dvt/understanding-thrombophlebitis-basics
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email