Trikiasis adalah kondisi di mana bulu mata tumbuh mengarah dalam, yakni ke arah bola mata. Penyakit ini lebih sering dialami orang dewasa. Namun anak-anak pun dapat mengalaminya.

Bila tidak ditangani dengan segera, trikiasis dapat mengakibatkan bulu mata menyentuh dan bergesekan dengan bola mata. Sebagai akibatnya, infeksi, gangguan penglihatan, hingga jaringan parut bisa terjadi.

Secara umum, gejala trikiasis meliputi:

Bulu mata yang menusuk dan mengenai kornea mata (selaput bening mata)  dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi dan komplikasi yang lebih serius. Contohnya, infeksi dan terbentuknya jaringan parut pada mata.

Penyebab trikiasis pada sebagian besar kasus tidak diketahui. Namun beberapa kondisi berikut bisa menjadi pemicunya:

  • Blefaritis atau peradangan pada kelopak mata.
  • Setelah cedera mata.
  • Pascaoperasi mata.
  • Adanya jaringan parut pada konjungtiva, yaitu selaput bening yang melindungi bagian putih mata.
  • Sindrom Steven Johnson.
  • Epiblefaron, yakni kondisi terbentuknya tambahan kelopak mata bagian bawah yang akhirnya membuat bulu mata tumbuh vertikal.
  • Distikiasis, yaitu kelainan mata bawaan yang ditandai dengan abnormalitas pertumbuhan bulu mata.

Diagnosis trikiasis umumnya bisa dipastikan oleh dokter mata dengan melihat kondisi fisik pada mata dan bulu mata Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan rutin mata yang meliputi:

  • Evaluasi ketajaman penglihatan.
  • Pemeriksaan mata bagian luar, termasuk kornea, sklera, dan konjungtiva.
  • Pemeriksaan bagian dalam mata, misalnya pada bagian retina.

Selanjutnya, dokter bisa akan melakukan pemeriksaan fluorescein stain guna mengetahui ada tidaknya kemungkinan abrasi kornea atau terbentuknya tukak kornea. Kedua kondisi ini merupakan komplikasi trikiasis.

Penanganan trikiasis yang utama adalah mencabut bulu mata yang menusuk bola mata. Dokter bisa melakukannya dengan cara:

  • Memberikan tetes obat mata bius agar Anda merasa sakit.
  • Menggunakan forsep kecil untuk mencabut bulu mata yang bermasalah.

Dokter juga dapat mungkin meresepkan obat tetes berisi air mata buatan. Obat ini bisa Anda gunakan selama beberapa hari.

Bulu mata Anda biasanya akan tumbuh kembali dalam waktu tiga hingga lima bulan setelah dicabut. Namun risiko bulu mata akan tumbuh mengarah ke bola mata tetap ada.

Oleh karena itu, dokter biasanya akan menyarankan beberapa prosedur di bawah ini agar trikiasis tidak berulang:

  • Ablasi, yaitu penggunaan sinar laser untuk menghilangkan bulu mata sekaligus folikelnya.
  • Elektrolisis, yaitu tindakan pencabutan bulu mata menggunakan arus listrik.
  • Cryosurgery, yaitu pencabutan bulu mata dan folikel dengan cara membekukannya terlebih dahulu.

Segera berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami gejala trikiasis maupun gangguan mata yang terasa janggal. Jangan menunggu hingga gejala Anda bertambah parah.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait trikiasis, misalnya baru mengalami cedera mata, menjalani operasi mata, dan lain-lain?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda derita?
  • Apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mata dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis trikiasis. Proses diagnosis dan penanganan penyakit ini umumnya dilakukan oleh dokter spesialis mata.

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/trichiasis-eyelashes-eyes
Diakses pada 17 Desember 2019

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/eye-disorders/eyelid-and-lacrimal-disorders/trichiasis
Diakses pada 17 Desember 2019

Artikel Terkait