Sebagian besar tremor terjadi pada bagian tangan.
Sebagian besar tremor terjadi pada bagian tangan.

Tremor adalah gerakan bergetar atau gemetar yang tidak disengaja di satu atau lebih bagian tubuh dan tidak dapat dikendalikan. Sebagian besar tremor terjadi di tangan. Namun tremor juga dapat terjadi di kepala, wajah, pita suara, tungkai, dan kaki.

Tremor dapat terjadi di segala usia, namun paling umum terjadi pada usia di atas 40 tahun. Tremor biasanya bukan kondisi berbahaya, tapi dapat memburuk dari waktu ke waktu.

Gejala utama tremor adalah gemetaran yang tidak terkendali, terutama pada tangan. Tremor juga dapat terjadi pada bagian tubuh lain seperti wajah, tangan dan lengan, kepala, rahang, lidah, laring, kaki.

Jika tidak mendapatkan perawatan, tremor dapat berkembang menjadi semakin buruk kondisinya dan semakin parah. Dalam kasus yang lebih parah, tremor dapat hadir setiap saat. Keadaan ini bisa melumpuhkan dan menyulitkan orang untuk beraktivitas sehari-hari, seperti minum, mengikat tali sepatu, atau menulis.

Penyebab tremor adalah masalah di bagian otak yang mengontrol otot tubuh. Tremor juga dapat disebabkan oleh penyakit medis lain, seperti:

Dokter mendiagnosis tremor dengan melakukan pemeriksaan riwayat medis pasien dan keluarga, serta melakukan pemeriksaan fisik. Tidak ada tes medis khusus untuk mendiagnosis tremor.

Pemeriksaan yang dilakukan bertujuan mengesampingkan kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala. Untuk pemeriksaan ini, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan neurologis. Dokter akan menguji fungsi sistem saraf termasuk memeriksa refleks tendon, kekuatan otot, kemampuan merasakan sensasi tertentu, postur, dan koordinasi tubuh.
  • Tes laboratorium. Pemeriksaan darah dan urine dilakukan untuk menguji adanya penyakit tiroid, masalah metabolisme, efek samping obat, dan kadar bahan kimia lain yang dapat menyebabkan tremor.
  • Performance test untuk mengevaluasi tremor. Dokter akan meminta Anda minum dari gelas, merentangkan tangan, menulis, dan menggambar lingkaran.

Jika masih ragu apakah Anda mengalami tremor atau penyakit Parkinson, dokter mungkin akan merekomendasikan pemindaian transporter dopamin. Pemindaian ini dapat membantu dokter mengetahui perbedaan antara kedua jenis tremor tersebut.

Beberapa penderita tidak memerlukan perawatan jika gejalanya ringan. Tetapi jika tremor membuat sulit untuk bekerja atau melakukan kegiatan sehari-hari, berikut adalah perawatan yang dapat diberikan:

  Obat-obatan

  1. Beta-blocker untuk mengobati tekanan darah tinggi dan membantu meredakan tremor pada beberapa orang.
  2. Obat anti kejang, seperti obat-obatan epilepsi, gabapentin dan topiramate.
  3. Obat penenang golongan benzodiazepine, seperti clonazepam, untuk mengobati orang yang mengalami ketegangan atau kecemasan yang memperburuk tremor.
  4. Suntikan OnabotulinumtoxinA untuk mengobati beberapa jenis tremor, terutama tremor kepala dan suara.

Terapi fisik

Dokter mungkin menyarankan terapi fisik. Terapis dapat mengajarkan latihan untuk meningkatkan kekuatan, kontrol, dan koordinasi otot Anda.

Terapi okupasi dapat membantu beradaptasi dengan hidup dengan tremor. Terapis mungkin menyarankan perangkat adaptif untuk mengurangi efek getaran pada aktivitas sehari-hari.

Operasi

Pembedahan mungkin menjadi pilihan jika tremor sangat melumpuhkan dan penggunaan obat tidak meredakan tremor. Operasi yang dilakukan dengan stimulasi otak dalam dan focused ultrasound thalamotomy.

Tremor yang tidak disebabkan karena penyakit lain tidak dapat dicegah.

Tremor biasanya merupakan kondisi yang normal jika hanya tremor ringan. Namun Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika keadaan tremor Anda semakin buruk dan memengaruhi aktivitas harian. Dokter akan memastikan tremor tidak disebabkan oleh penyakit lain, sehingga dapat menentukan perawatan yang tepat.

Dokter umum mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis saraf (ahli saraf). Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda siapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter:

  1. Menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan sebelumnya, seperti puasa sebelum melakukan tes khusus.
  2. Mengajak anggota keluarga atau teman untuk mendampingi dan membantu Anda mengingat informasi.
  3. Mencatat gejala yang Anda alami.
  4. Mencatat informasi pribadi, termasuk tekanan, perubahan kehidupan yang baru-baru ini Anda alami, dan riwayat kesehatan keluarga Anda.
  5. Mencatat daftar obat, vitamin, atau suplemen lain yang Anda konsumsi beserta dosisnya.
  6. Menyiapkan pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter, misalnya:
  • Apa yang menjadi penyebab gejala saya?
  • Tes pemeriksaan apa yang saya butuhkan?
  • Perawatan apa yang dokter rekomendasikan?
  • Apakah ada batasan/pantangan yang harus saya ikuti?

Pada saat konsultasi dengan dokter, dokter mungkin akan menanyakan sejumlah pertanyaan kepada, seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami mulai?
  • Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang juga mengalami tremor?
  • Apakah Anda pernah mengalami cedera kepala?
  • Bagian mana dari tubuh Anda yang terpengaruh?
  • Apakah ada yang membuat tremor Anda membaik atau memburuk?

Health Communities. http://www.healthcommunities.com/essential-tremor/treatment.shtml
Diakses pada 5 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/essential-tremor/diagnosis-treatment/drc-20350539
Diakses pada 5 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249214.php
Diakses pada 5 April 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/tremor.html
Diakses pada 5 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tremor-or-shaking-hands/
Diakses pada 5 April 2019

Artikel Terkait