Jantung

Transient Ischaemic Attack

Diterbitkan: 24 Jun 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Transient Ischaemic Attack
TIA biasanya berlangsung selama beberapa menit, tanda dan gejala akan hilang dalam satu jam.
Transient ischaemic attack (TIA) atau stroke ringan adalah serangan stroke yang terjadi dengan durasi singkat.Stroke ringan merupakan serangan iskemik sementara yang hanya berlangsung selama beberapa menit. Kondisi ini dapat terjadi karena suplai darah ke otak tersumbat oleh timbunan lemak di pembuluh darah (dikenal sebagai aterosklerosis) atau karena ada bekuan darah (trombosis).Ketika aliran darah di otak tersumbat, otak akan kekurangan oksigen dan nutrisi. Sebagai akibatnya, sel-sel otak akan mati dan menimbulkan stroke ringan. Ketika penyumbatan hilang, oksigen dan nutrisi dapat mencapai otak dan gejala stroke ringan pun dapat terhenti.Umumnya, TIA tidak menyebabkan kerusakan permanen, meskipun begitu, kondisi ini bisa mengarah pada terjadinya stroke. Oleh sebab itu, stroke ringan dapat dijadikan sebagai peringatan untuk lebih memperhatikan kesehatan jantung sebagai langkah pencegahan stroke. 
Transient Ischaemic Attack
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Jantung
GejalaKelumpuhan wajah, kebutaan, bicara tidak jelas yang berlangsung selama beberapa menit
Faktor risikoMerokok, obesitas, hipertensi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemindaian (CT scan, MRI dll)
PengobatanObat-obatan, tindakan medis
ObatWarfarin, aspirin, simvastatin
KomplikasiPerdarahan otak, kejang, gangguan fungsi memori
Kapan harus ke dokter?Ketika mengalami serangan stroke
TIA biasanya berlangsung selama beberapa menit, tanda dan gejala akan hilang dalam satu jam. Tanda-tanda dan gejala TIA muncul tiba-tiba dan menyerupai gejala awal stroke, yaitu:
  • Lemas, mati rasa atau kelumpuhan di wajah, lengan atau kaki, yang biasanya di satu sisi tubuh.
  • Bicara tidak jelas atau kacau, serta kesulitan memahami orang lain.
  • Kebutaan pada salah satu atau kedua mata.
  • Pusing.
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  • Sakit kepala berat tanpa sebab yang diketahui secara tiba-tiba
Gejala utama TIA dapat diidentifikasi dengan kata FAST (Face-Arms-Speech-Time). Berikut penjelasannya:
  • Face: Wajah yang tampak turun sebelah.
  • Arms: Orang yang diduga terserang stroke mungkin tidak dapat mengangkat kedua lengan dan menahannya karena kelemahan lengan atau mati rasa di satu lengan.
  • Speech:  Ucapan tidak jelas atau kacau, atau orang tersebut mungkin tidak dapat berbicara sama sekali.
  • Time: Jika Anda melihat gejala tersebut pada seseorang, segera hubungi nomor gawat darurat.
 
TIA disebabkan oleh adanya penyumbatan pada salah satu pembuluh darah yang memasok darah kaya oksigen ke otak. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gumpalan darah, lemak, atau gelembung udara di pembuluh yang mengalirkan darah ke otak.

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terkena TIA meliputi:
Baca juga: Bagaimana Pengaruh Stroke Terhadap Tubuh Manusia? 
Pemeriksaan segera dari gejala TIA sangat penting dalam mendiagnosis penyebabnya agar metode pengobatan bisa ditentukan. Untuk mengetahui pemicu TIA, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan fisik. Dokter mungkin memeriksa faktor-faktor risiko stroke, termasuk tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, dan kadar tinggi asam amino homocysteine.
  • USG karotis yang dilakukan dengan menganalisis gambar pada layar USG untuk mencari penyempitan atau pembekuan di arteri karotis.
  • CT scan dan x-ray kepala untuk menampilkan gambar detail otak.
  • Computerized tomography angiography (CTA) guna mengevaluasi arteri di leher dan otak secara non-invasif.
  • MRI untuk menampilkan struktur otak.
  • Magnetic resonance angiography (MRA) untuk mengevaluasi pembuluh darah di leher dan otak.
  • Ekokardiografi untuk melihat struktur jantung.
  • Prosedur ini memberikan gambaran pembuluh darah di otak Anda yang tidak terlihat dalam pencitraan sinar-X.
Baca jawaban dokter: Bagaimana ciri-ciri terkena stroke ringan pada usia muda? 
Setelah dokter menentukan penyebab serangan iskemik sementara, tujuan perawatan adalah memperbaiki kelainan sekaligus mencegah stroke.Perawatan stroke ringan meliputi:

Obat-obatan

Dokter dapat menggunakan beberapa obat untuk mengurangi kemungkinan stroke setelah serangan iskemik sementara. Obat yang dipilih tergantung pada lokasi, penyebab dan tingkat keparahan TIA. Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan adalah
  • Obat antiplatelet

Untuk mengurangi risiko stroke di kemudian hari, dokter dapat meresepkan obat dari golongan antiplatelet seperti aspirin atau clopidogrel. Baik secara terpisah ataupun dikombinasikan. Akan tetapi, gabungan dari obat tersebut tidak dapat dikonsumsi dalam jangka panjang untuk menghindari terjadinya efek samping seperti perdarahan.
  • Obat antikoagulan

Antikoagulan seperti heparin atau warfarin bekerja dengan cara menghambat proses terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah. Golongan antikoagulan merupakan obat yang dianggap lebih efektif dibandingkan antiplatelet.
  • Obat penurun tekanan darah

Obat antihipertensi seperti ACE inhibitor diresepkan untuk menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko utama untuk semua jenis stroke.
  • Obat penurun kolesterol

Statin adalah golongan obat yang berfungsi mengendalikan kolesterol dalam darah dengan cara menurunkan kolesterol jahat alias LDL (low-density lipoprotein), dan menaikan kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein). Pemberian obat golongan statin seperti simvastatin atau artovastatin telah terbukti dapat mengurangi kejadian stroke pada pasien yang sebelumnya pernah mengalami TIA.

Tindakan medis

  • Endarterektomi karotid
Jika arteri leher (karotid) pasien diketahui menyempit karena adanya timbunan lemak (plak aterosklerotik), dokter dapat melakukan operasi endarterektomi carotid untuk mengangkat plak tersebut.Operasi ini dilakukan dengan memasangkan selang fleksibel khusus pada arteri yang telah dibuka melalui sayatan. Tujuannya, agar aliran darah ke bagian otak tetap terjaga pada saat proses pengangkatan plak. Kemudian, dokter akan mengangkat plak yang melekat pada bagian arteri karotis.
  • Angioplasti
Pada beberapa kasus, prosedur yang disebut angioplasti karotid dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke. Tindakan ini dilakukan dengan melibatkan suatu alat menyerupai balon untuk melebarkan arteri yang tersumbat. Kemudian dokter akan menempatkan tabung kawat kecil (stent) ke dalam arteri agar tetap terbuka sehingga darah dapat mengalir dengan lancar.Baca juga: 5 Langkah Pertolongan Pertama pada Gejala Stroke 

Komplikasi

Meskipun TIA biasanya hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan permanen, hal ini bisa menjadi pertanda bahwa stroke iskemik dapat terjadi di kemudian hari.Stroke iskemik dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain:
  • Penumpukan cairan, pembengkakan, dan perdarahan di otak
  • Kejang
  • Menimbulkan gangguan dalam fungsi ingatan dan pemahaman
Baca Juga: Gerakan-gerakan Senam Stroke yang Mudah Dilakukan 
TIA dapat dicegah dengan mengetahui faktor risiko dan melakukan gaya hidup sehat. Selain itu, penting untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah TIA di antaranya:
  • Menghindari merokok.
  • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol dan lemak untuk mengurangi penumpukan plak di arteri Anda.
  • Mengonsumsi makanan berserat yang mengandung potasium, folat, dan antioksidan. Jenis makanan ini dapat melindungi Anda dari TIA atau stroke.
  • Membatasi konsumsi garam untuk mencegah hipertensi.
  • Berolahraga secara teratur
  • Memantau berat badan agar berada pada batas angka ideal.
  • Mengendalikan kadar gula darah.
 
Pada tahap awal gejala, seseorang mungkin tidak mengetahui apakah ia mengalami TIA atau stroke. Segera hubungi nomor gawat darurat jika Anda mengalami atau melihat seseorang mengalami serangan stroke tiba-tiba. 
Serangan iskemik sementara sering didiagnosis dalam situasi darurat. Namun jika khawatir dengan risiko stroke, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait stroke ringan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Dokter akan memberi tahu Anda mengenai persiapan sebelum tes pemeriksaan. Misalnya, puasa sebelum pengambilan darah guna memeriksa kadar kolesterol dan gula darah Anda.Langkah tersebut bertujuan memastikan diagnosis stroke ringan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/transient-ischaemic-attack-tia
Diakses pada 5 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transient-ischemic-attack/diagnosis-treatment/drc-20355684
Diakses pada 5 Mei 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/transient-ischaemic-attack-tia/
Diakses pada 5 Mei 2019
Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/transient-ischaemic-attack-tia
Diakses pada 16 September 2020
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2012/0915/p527.html
Diakses pada 16 September 2020
WEBMD. https://www.webmd.com/stroke/qa/what-are-complications-of-an-ischemic-stroke
Diakses pada 16 September 2020
BPAC. https://bpac.org.nz/BPJ/2011/october/tia.aspx
Diakses pada 16 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Tips Memilih Susu untuk Diabetes, Tak Perlu Bingung

Susu untuk diabetes yang tepat dapat memberi manfaat kesehatan tanpa perlu khawatir gula darah melonjak. Bagi penderita diabetes tidak semua jenis susu baik untuk dikonsumsi. Jadi, ikuti tips memilihnya berikut ini.
24 May 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Susu untuk diabetes yang rendah gula dan rendah lemak menjadi pilhan yang tepat

Bahaya Gula Merah bagi Kesehatan yang Tidak Anda Sadari

Bahaya gula merah dapat terjadi jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Padahal, pemanis yang satu ini sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia. Wah, seberapa banyak ya, batas aman konsumsinya?
22 Oct 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Bahaya gula merah bisa muncul jika dikonsumsi berlebihan

Stroke Hemoragik, Penyakit Mematikan yang Bisa Datang Tiba-tiba

Stroke perdarahan atau stroke hemoragik adalah penyakit yang biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan kelainan pembuluh darah. Untuk mencegahnya, terapkan pola hidup sehat dan rutin berolahraga.
13 May 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Stroke perdarahan biasanya terjadi karena hipertensi dan kelainan pembuluh darah