Kandungan

Twin to twin transfusion syndrome (TTTTS)

08 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Twin to twin transfusion syndrome (TTTTS)
Twin to twin transfusion syndrome (TTTTS) dapat memicu gangguan kesehatan pada janin kembar
Transfusion syndrome atau twin to twin transfusion syndrome adalah suatu gangguan pada kehamilan kembar. Kondisi ini terjadi saat satu plasenta bayi kembar dan jaringan pembuluh darah yang memberikan suplai oksigen serta nutrisi ke masing-masing janin digunakan secara bersamaan.Twin to twin transfusion syndrome (TTTTS) adalah kondisi yang disebut juga dengan monokorionik ini merupakan gangguan kehamilan yang sangat langka. TTTTS adalah kondisi yang bisa berbahaya bagi janin karena dengan terhubungnya pembuluh darah tersebut, akan terjadi gangguan suplai nutrisi pada janin.Sebagai akibatnya, akan ada salah satu janin yang menjadi donor dan janin lainnya yang menjadi penerima. Janin donor akan memberikan darahnya pada janin penerima, dalam jumlah yang lebih banyak dari suplai darah yang diterimanya.Hal ini membuat janin pendonor berisiko mengalami malnutrisi dan gangguan pada organ-organ tubuhnya. Sedangkan pada janin penerima juga berisiko mengalami gangguan jantung karena suplai darah yang diterimanya terlalu berlebihan. 
Twin to twin transfusion syndrome (TTTTS)
Dokter spesialis Kandungan
GejalaPertumbuhan rahim sangat cepat, nyeri di perut, ukuran rahim terlalu besar
Faktor risikoHamil kembar identik
Metode diagnosisUSG, pengukuran cairan amnion, ekokardiografi
PengobatanPemantauan kehamilan, amnioreduksi, operasi dengan laser
KomplikasiKelahiran prematur, cacat pernapasan, anemia
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala twin to twin transfusion syndrome
Secara umum, tanda dan gejala twin to twin transfusion syndrome meliputi:
  • Merasakan pertumbuhan rahim yang sangat cepat dan berlebih
  • Nyeri di perut, perut terasa kencang, atau mengalami kontraksi
  • Ukuran rahim terlalu besar untuk usia kehamilannya
  • Berat badan naik secara tiba-tiba
  • Tangan dan kaki bengkak pada masa awal kehamilan
Sampai sekarang, penyebab twin to twin transfusion syndrome belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko twin to twin transfusion syndrome tersebut meliputi:
  • Gangguan pembelahan sel telur setelah pembuahan, yang disebut sebagai pemicu plasenta abnormal
  • Hamil kembar identik
 
Diagnosis twin to twin transfusion syndrome dilakukan dengan cara pemeriksaan kehamilan menggunakan USG secara rutin. Untuk memastikannya, dokter spesialis bisa melakukan pengukuran volume cairan amnion, volume tampungan kemih, serta aliran darah di janin donor maupun janin penerima.Saat volume cairan amnion di rahim bertambah secara cepat dan sangat berlebih, jalur lahir juga akan ikut membesar mengikuti kondisi yang terjadi. Hal ini menyebabkan ibu hamil dengan janin kembar yang mengidap TTTTS, berisiko mengalami persalinan prematur dan pemendekan leher rahim.Selain itu, dokter juga akan memeriksa panjang jalur lahir serta leher rahim pada ibu hamil yang diduga mengalami TTTTS. Demikian pula dengan kesehatan jantung pada janin donor maupun janin penerima.Dokter juga akan melakukan pemeriksaan ekokardiografi janin untuk mengetahui fungsi jantung janin kembar. 
Cara mengobati twin to twin transfusion syndrome umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan TTTTS dari dokter meliputi:
  • Pemantauan kehamilan

Pada kasus yang belum terlalu parah, operasi mungkin belum dibutuhkan. Dalam kondisi ini, perawatan yang dilakukan akan meliputi pemantauan dan pemeriksaan janin menggunakan USG dan ekokardiografi.Jika kondisinya memburuk, dokter, pasien, dan keluarga pasien akan berdiskusi untuk memutuskan pengobatan apa yang terbaik. Terkadang, persalinan prematur merupakan cara yang tepat untuk mengatasinya.
  • Amnioreduksi

Jika keparahan TTTTS yang dialami sudah memasuki tingkat sedang, perawatan dengan amnioreduksi atau pengurangan cairan amniotik berlebih dari janin penerima mungkin dilakukan. Bila perawatan tersebut tidak juga efektif untuk menanganinya, perawatan lanjutan dengan operasi laser mungkin dianjurkan.
  • Operasi dengan laser

Pada prosedur ini, akan dimasukkan alat sejenis kabel tipis melalui perut ibu, menuju ke kantung amniotik dari janin penerima. Alat tersebut kemudian akan berfungsi mengeluarkan laser yang akan memotong pembuluh darah yang menjadi penyebab TTTS. 

Komplikasi twin to twin transfusion syndrome

Jika tidak ditangani dengan benar, twin to twin transfusion syndrome bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Kelahiran prematur baik karena ketuban pecah atau induksi
  • Cacat pernapasan, pencernaan, jantung, atau otak pada kembar penerima karena kelebihan cairan
  • Anemia
  • Kematian janin
 
Cara mencegah twin to twin transfusion syndrome tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Konsumsi makanan bergizi sebelum dan selama kehamilan
  • Konsumsi vitamin prenatal yang di rekomendasikan dokter kandungan
  • Rajin memeriksakan kondisi kandungan ke dokter kandungan
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada twin to twin transfusion syndrome. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait twin to twin transfusion syndrome?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis twin to twin transfusion syndrome agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/twin-twin-transfusion-syndrome/
Diakses pada 8 September 2021
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/twintotwin-transfusion-syndrome-ttts
Diakses pada 8 September 2021
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/multiples/twin-to-twin-transfusion-syndrome/
Diakses pada 8 September 2021
Cincinnati’s Children. https://www.cincinnatichildrens.org/service/f/fetal-care/conditions/twin-twin-transfusion-syndrome
Diakses pada 8 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/departments-centers/fetal-and-maternal-care-in-minnesota/gnc-20424236
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email