Kandungan

Transfusion Syndrome

Diterbitkan: 11 Jun 2019 | Nina Hertiwi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Transfusion Syndrome
Transfusion syndrome dapat memicu gangguan kesehatan pada janin kembar, mulai dari malanutrisi hingga penyakit jantung.
Transfusion syndrome atau twin to twin transfusion syndrome (TTTS) adalah suatu gangguan pada kehamilan kembar. Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah yang memberikan suplai oksigen serta nutrisi ke masing-masing janin saling terhubung.Kondisi yang disebut juga dengan monokorionik ini merupakan gangguan kehamilan yang sangat langka. TTTS bisa berbahaya bagi janin karena dengan terhubungnya pembuluh darah tersebut, akan terjadi gangguan suplai nutrisi pada janin.Sebagai akibatnya, akan ada salah satu janin yang menjadi donor dan janin lainnya yang menjadi penerima. Janin donor akan memberikan darahnya pada janin penerima, dalam jumlah yang lebih banyak dari suplai darah yang diterimanya.Hal ini membuat janin pendonor berisiko mengalami malanutrisi dan gangguan pada organ-organ tubuhnya. Sedangkan pada janin penerima juga berisiko mengalami gangguan jantung karena suplai darah yang diterimanya terlalu berlebihan.
Ibu hamil dengan janin kembar yang mengalami TTTS mungkin mengidap indikasi-indikasi berikut:
  • Merasakan pertumbuhan rahim yang sangat cepat dan berlebih.
  • Nyeri di perut, perut terasa kencang, atau mengalami kontraksi.
  • Ukuran rahim terlalu besar untuk usia kehamilannya.
  • Berat badan naik secara tiba-tiba.
  • Tangan dan kaki bengkak pada masa awal kehamilan.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari transfusion syndrome belum diketahui secara jelas. Namun adanya gangguan pembelahan sel telur setelah terjadinya pembuahan disebutkan sebagai penyebab plasenta menjadi abnormal. Kondisi inilah yang kemudian dianggap bisa memicu terjadinya twin to twin transfusion syndrome.
Dokter mungkin akan mencurigai adanya TTTS dari hasil pemeriksaan kehamilan USG rutin. Untuk memastikannya, dokter spesialis bisa melakukan pengukuran volume cairan amnion, volume tampungan kemih, serta aliran darah di janin donor maupun janin penerima.Saat volume cairan amnion di rahim bertambah secara cepat dan sangat berlebih, jalur lahir juga akan ikut membesar mengikuti kondisi yang terjadi. Hal ini menyebabkan ibu hamil dengan janin kembar yang mengidap TTTS, berisiko mengalami persalinan prematur dan pemendekan leher rahim.Karena itu, dokter juga akan memeriksa panjang jalur lahir serta leher rahim pada ibu hamil yang diduga mengalami TTTS. Demikian pula dengan kesehatan jantung pada janin donor maupun janin penerima.Selain itu pemeriksaan ekokardiografi janin pun diperlukan untuk mengetahui fungsi jantung janin kembar.
Pengobatan yang dilakukan akan bergantung dari tingkat keparahan kondisi dan usia kehamilan. Umumnya, beberapa langkah berikut ini merupakan pilihan perawatan yang bisa dilakukan:1. Pemantauan kehamilanPada kasus yang belum terlalu parah, operasi mungkin belum dibutuhkan. Dalam kondisi ini, perawatan yang dilakukan akan meliputi pemantauan dan pemeriksaan janin menggunakan USG dan ekokardiografi.2. Amnioreduksi Jika keparahan TTTS yang dialami sudah memasuki tingkat sedang, perawatan dengan amnioreduksi atau pengurangan cairan amniotik berlebih dari janin penerima mungkin dilakukan. Hal ini bertujuan memperlancar aliran darah janin.Bila perawatan tersebut tidak juga efektif untuk menanganinya, perawatan lanjutan dengan operasi laser mungkin dianjurkan.3. Operasi dengan laserPada prosedur ini, akan dimasukkan alat sejenis kabel tipis melalui perut ibu, menuju ke kantung amniotik dari janin penerima. Alat tersebut kemudian akan berfungsi mengeluarkan laser yang akan memotong pembuluh darah yang menjadi penyebab TTTS.
Transfusion syndrome bukanlah kondisi yang dapat dicegah. Kondisi ini bisa terjadi secara acak pada kehamilan kembar manapun. Selain itu, TTTS juga tidak termasuk kondisi yang menurun.
Berkonsultasilah ke dokter jika Anda merasakan gejala yang serupa seperti di atas. Selalu penuhi jadwal kontrol kandungan ke dokter untuk mendeteksi dini segala jenis gangguan janin yang mungkin terjadi.
National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/twin-twin-transfusion-syndrome/
Diakses pada 30 Mei 2019
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/twintotwin-transfusion-syndrome-ttts
Diakses pada 30 Mei 2019
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/multiples/twin-to-twin-transfusion-syndrome/
Diakses pada 30 Mei 2019
Cincinnati’s Children. https://www.cincinnatichildrens.org/service/f/fetal-care/conditions/twin-twin-transfusion-syndrome
Diakses pada 30 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/departments-centers/fetal-and-maternal-care-in-minnesota/gnc-20424236
Diakses pada 30 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Inilah Proses Melahirkan Bayi Kembar Secara Normal

Proses melahirkan bayi secara normal ternyata bisa dilakukan. Namun, tentu saja dengan berbagai pertimbangan yang harus diperhatikan. Oleh sebab itu, ketahui lebih jauh mengenai hal ini.
15 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Proses melahirkan bayi kembar bisa berlangsung lebih singkat atau lebih panjang

Mengenal Perawatan Kangaroo Mother Care untuk Bayi Lahir Prematur

Kangaroo Mother Care (KMC) adalah metode perawatan bagi bayi prematur yang dapat menjadi solusi. Berdasarkan rekomendasi WHO, tindakan-tindakan dalam kangaroo mother care meliputi: Bayi prematur dengan kondisi stabil diletakkan segera dalam posisi skin-to-skin (kontak kulit) pada dada ibu.Baca selengkapnya
Kangaroo Mother Care untuk bayi lahir prematur

Kenali Tanda-tanda Ketuban Pecah Dini dan Cara Mengatasinya

Ketuban pecah dini tidak bpleh disepelekan. Kondisi ini bisa terjadi dalam dua kondisi, yaitu merembes perlahan seperti air atau justru mengalir kencang.
19 Sep 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Ketuban pecah umunya terjadi pada usia kehamilan 37 minggu