Toxic shock syndrome (TSS)

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Reni Utari
Pemberian imunoglobulin pada pasien TSS dapat membantu melawan infeksi dari dalam.
Salah satu gejala TSS paling umum adalah timbulnya ruam pada tangan dan kaki.

Pengertian Toxic shock syndrome (TSS)

Toxic shock syndrome (TSS) adalah suatu gangguan langka, namun dapat membahayakan jiwa. Pada orang yang mengalami TSS, bakteri masuk ke tubuh dan mengeluarkan racun berbahaya.

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan penggunaan tampon pada wanita berusia muda. Meski begitu, TSS dapat terjadi pada orang disegala usia, termasuk pria dan anak-anak. TSS dapat bertambah parah dengan sangat cepat dan bisa berakibat fatal bila tidak segera dirawat.

Penderita TSS yang langsung dirawat sejak awal munculnya penyakit dapat sembuh dengan total. Meski demikian, penyakit ini termasuk kondisi kegawatdaruratan medis. Oleh sebab itu, pencegahan serta gejalanya perlu diketahui dengan seksama.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala TSS dapat muncul secara tiba-tiba dan bisa berbeda, tergantung dari jenis bakteri penyebabnya. Namun secara umum gejala yang dapat muncul di antaranya:

  • Muntah dan mual.
  • Demam tinggi.
  • Diare.
  • Ruam seperti terbakar matahari terutama pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Kepala terasa pening, hingga pingsan.
  • Tekanan darah rendah.
  • Sakit kepala.
  • Mata menjadi merah (konjungtivitis).
  • Kulit mengelupas, terutama di area tumit kaki dan telapak tangan.
  • Nyeri otot.
  • Terlihat linglung.
  • Kejang.
  • Mudah haus.
  • Volume urine berkurang.

Segera hubungi dokter apabila gejala-gejala di atas mulai muncul, terutama bagi Anda pengguna tampon atau memiliki luka yang terinfeksi.

Penyebab

Toxic shock syndrome bisa disebabkan oleh beberapa jenis bakteri, yaitu:

  1. Staphylococcus aureus
    Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang normal berada di tubuh dan biasanya tidak menyebabkan infeksi. Karena bakteri ini biasa berada di tubuh, sebagian besar orang memiliki antibodi atau kekebalan tubuh yang dapat mencegah terjadinya infeksi akibat bakteri ini.

    Namun tidak semua orang memiliki kekebalan tubuh tersebut sehingga lebih berisiko mengalami infeksi bakteri S.aureus. Infeksi bakteri ini juga dapat terjadi akibat tertular dari orang lain yang mengalami infeksi serupa. Selain itu, infeksi S.aureus pun bisa muncul sebagai lanjutan dari infeksi seperti pneumonia dan sinusitis.
  1. Streptococcus pyogenes
    TSS yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes dapat terjadi sebagai infeksi sekunder. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang yang baru saja mengalami cacar air, selulitis bakteri yang merupakan suatu kondisi infeksi pada kulit dan jaringan di bawahnya, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  1. Clostridium sordellii
    Secara normal, bakteri ini terdapat di vagina dan tidak menyebabkan infeksi. Bakteri Clostridium sordellii dapat masuk ke rahim saat menstruasi, melahirkan, atau prosedur medis (seperti aborsi). Obat yang disuntikkan melalui pembuluh darah juga dapat menyebabkan infeksi bakteri ini.

Diagnosis

Apabila mencurigai seseorang mungkin menderita toxic shock syndrome, dokter akan memberikan cairan infus serta antibiotik sesegera mungkin meski diagnosis TSS belum dipastikan sepenuhnya.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan mengambil sampel dari area yang terinfeksi (sepert kulit, hidung, atau vagina) guna memeriksa bakteri yang terdapat di area tersebut. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah.

Pemeriksaan darah dapat membantu dokter untuk melihat apakah organ tubuh lain, seperti ginjal, masih bekerja dengan baik. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk mengecek apakah ada penyakit lain yang mungkin menyebabkan terjadinya kondisi tersebut.

Pengobatan

Penderita TSS harus segera di bawa ke rumah sakit. Perawatan untuk TSS mungkin akan dilakukan di ICU (Intesive Care Unit). Perawatan umumnya akan dimulai dengan pemberian antibiotik guna meredakan infeksi yang terjadi.

Pada beberapa kasus, pasien dapat pula diberikan imunoglobulin. Imunoglobulin adalah antibodi murni yang didapatkan dari darah yang didonorkan oleh orang lain. Pemberian imunoglobulin juga dipercaya dapat membantu untuk melawan infeksi.

Selai kedua perawatan di atas, langkah-langkah di bawah ini juga dapat dilakukan untuk membantu mengatasi TSS:

  • Pemberian oksigen untuk membantu pernapasan.
  • Pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi serta kerusakan organ.
  • Obat untuk membantu mengontroltekanan darah.
  • Dapat juga dilakukan dialisis (cuci darah) apabila ginjal telah berhenti berfungsi.
  • Pada kasus yang parah, dapat dilakukan operasi untuk mengangkat jaringan-jaringan yang telah mati. Meski jarang terjadi, anggota tubuh yang terkena TSS bisa jadi perlu diamputasi.

Umumnya, penderita TSS akan membaik dalam waktu beberapa hari. Namun mungkin perlu waktu hingga beberapa minggu sebelum kondisi pasien benar-benar pulih dan diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit.

Pencegahan

Untuk dapat mencegah penyebaran bakteri penyebab terjadinya toxic shock syndrome, Anda disarankan untuk rutin mencuci tangan. Selama menstruasi, risiko TSS pada wanita dapat berkurang apabila:

  • Mencuci tangan dengan baik dan benar sebelum maupun sesudah memasang tampon.
  • Atau menghindari penggunaan tampon untuk sementara dan menggantinya dengan alternatif lain.
  • Apabila Anda lebih memilih menggunakan tampon, pilih jenis yang memiliki tingkat penyerapan terendah namun masih dapat menampung volume darah menstruasi dan gantilah secara berkala.
  • Saat aliran darah menstruasi sedang sedikit, hindari penggunaan tampon dan beralihlah pada pembalut.

Simpan tampon di tempat yang jauh dari sinar matahari dan lembap karena dapat memicu pertumbuhan bakteri. Wanita yang sedang mengalami TSS tidak diperkenankan untuk menggunakan tampon.

Saat mengalami luka, bersihkan dan balut area yang terluka secepatnya. Segera hubungi doker apabila luka yang Anda alami mengalami pembengkakan, kemerahan, atau memar dan disertai demam.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Awal terjadinya toxic shock syndrome bisa serupa dengan infeksi lainnya. Namun, infeksi yang terjadi pada TSS dapat berkembang menjadi kondisi serius dan membahayakan nyawa.

Segera hubungi dokter saat Anda yang awalnya mengalami sakit ringan, namun berkembang dengan cepat menjadi kondisi parah. Terutama jika kondisi ini disertai dengan munculnya gejala di seluruh tubuh.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Umumnya, TSS baru terdeteksi setelah memasuki fase gawat darurat. Namun apabila Anda khawatir tentang risikonya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai pencegahan serta faktor risiko yang Anda miliki.

Berikut ini beberapa informasi yang dapat membantu Anda untuk mempersiapkan kunjungan ke dokter:

  • Perhatikan apakah ada pantangan yang perlu dihindari. Saat membuat janji dengan dokter, tanyakan apakah ada sesuatu yang harus Anda persiapkan sebelumnya.
  • Catat gejala apa saja yang Anda rasakan. Tidak hanya gejala yang menurut Anda berhubungan dengan TSS, Anda juga perlu mencatat kondisi lain meski sekiranya tidak berkaitan.
  • Catat informasi pribadi yang diperlukan. Tulis apabila terdapat perubahan besar yang akhir-akhir ini terjadi pada hidup Anda atau apabila Anda mengalami stres berat dalam beberapa waktu terakhir.
  • Catat tanggal mulainya menstruasi terakhir Anda.
  • Catat obat-obatan yang sedang Anda konsumsi. Tidak hanya obat, Anda juga perlu mencatat vitamin serta suplemen yang sedang Anda konsumsi.
  • Ajak anggota keluarga saat Anda melakukan pemeriksaan ke dokter. Orang yang mendampingi Anda mungkin dapat mengingat hal-hal yang disampaikan oleh dokter jika Anda melupakannya.
  • Tulis pertanyaan yang sekiranya ingin Anda ajukan ke dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat konsultasi, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan seperti di bawah ini:

  • Sejak kapan gejala mulai Anda rasakan?
  • Apakah gejala yang Anda alami terjadi secara terus-menerus atau hanya pada saat tertentu?
  • Seberapa parah gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menggunakan jenis tampon dengan daya penyerapan yang kuat?
  • Apa tipe kontrasepsi yang Anda gunakan?
  • Adakah hal tertentu yang memperburuk atau justru membuat gejala terasa lebih baik?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/toxic-shock-syndrome/symptoms-causes/syc-20355384
Diakses pada 23 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/toxic-shock-syndrome/
Diakses pada 23 April 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/toxic-shock.html
Diakses pada 23 April 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15437-toxic-shock-syndrome
Diakses pada 23 April 2019

Johns Hopkin Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/toxic-shock-syndrome-tss
Diakses pada 23 April 2019

Back to Top