Kepala

Tortikolis

08 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Tortikolis
Tortikolis memicu kepala tampak miring
Tortikolis adalah gangguan otot leher yang menyebabkan kepala tampak miring. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bawaan saat lahir (tortikolis kongenital), kerusakan otot leher atau karena gangguan peredaran darah.Tortikolis kadang bisa hilang tanpa pengobatan. Namun, ada kemungkinan gangguan ini kambuh. Untuk tortikolis yang bersifat kronis, kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang melemahkan dan kesulitan melakukan tugas sehari-hari.Namun, ada obat-obatan dan terapi yang dapat menghilangkan rasa sakit serta kekakuan. Pembedahan juga terkadang dapat memperbaiki kondisi tersebut.Jika penanganan dilakukan secara tepat dan tepat, leher penderita tortikolis bisa kembali normal, terlebih jika hal ini dialami anak-anak. 
Tortikolis
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaTremor, sakit leher, gerakan leher terbatas
Faktor risikoFaktor genetik, masalah pada sistem saraf
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, CT scan, EMG
PengobatanKompres leher dengan air hangat, latihan perenggangan, terapi fisik
KomplikasiSindrom kepala datar, deformitas wajah, pembengkakan otak
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala tortikolis
Secara umum, tanda dan gejala tortikolis meliputi:
  • Tremor (gerakan seperti getaran atau menggigil yang tidak disadari) pada kepala
  • Sakit leher
  • Gerakan leher yang terbatas
  • Kaku pada otot leher
  • Pembengkakan otot leher
  • Bahu yang tampak lebih tinggi pada satu sisi
  • Sakit kepala
 
Penyebab tortikolis yang utama adalah bawaan lahir akibat kepala bayi berada di posisi yang salah atau kerusakan pada otot leher dan gangguan suplai darah ke leher. Tapi kondisi ini juga dapat disebabkan karena cedera otot atau cedera pada sistem saraf.Tortikolis karena kelainan struktur otot dan atau tulang, umumnya akan bersifat permanen (tortikolis permanen).Sementara infeksi telinga atau pembengkakan kelenjar getah bening di daerah leher juga dapat menyebabkan tortikolis temporer (sementara). Kondisi ini biasanya pulih dalam beberapa hari jika penyebabnya diatasi.Namun penyebab penyakit ini sering tidak diketahui , sehingga disebut tortikolis idiopatik. 

Faktor risiko tortikolis

Beberapa faktor risiko tortikolis meliputi:
  • Faktor genetik
  • Masalah pada sistem saraf, tulang belakang bagian atas, atau otot
 
Diagnosis tortikolis dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan berikut:
  • Pemeriksaan fisik

Kepala pada penderita tortikolis dapat terlihat miring, condong ke depan atau ke belakang, seperti tertarik atau menoleh ke salah satu sisi
  • Tes lainnya

Pemeriksaan penunjang lain bisa berupa rontgen leher, CT scan, elektromiografi (EMG), MRI pada kepala dan leher, serta tes darah. Tes-tes ini bertujuan membantu dalam mendeteksi kondisi medis lain. 
Cara mengobati tortikolis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan penyakit ini meliputi:
  • Mengompres leher dengan air hangat
  • Pijat pada bagian leher
  • Terapi fisik atau perawatan chiropractic
  • Latihan peregangan
  • Memakai penyangga leher
Selain itu, pembedahan tulang belakang mungkin diperlukan untuk mengatasi tortikolis, jika tortikolis disebabkan oleh dislokasi vertebra. Dalam beberapa kasus, pembedahan melibatkan penghancuran beberapa saraf di otot leher, atau menggunakan stimulasi otak. 

Komplikasi tortikolis

Jika tidak ditangani dengan benar, tortikolis bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Sindrom kepala datar dan deformitas wajah karena kurangnya gerakan otot sternomastoid jika terjadi pada anak
  • Pembengkakan otot karena ketegangan konstan dan gejala sistem saraf karena tekanan pada akar saraf jika terjadi pada orang dewasa
 
Cara mencegah tortikolis belum tersedia hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga tidak diketahui dengan pasti. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada tortikolis. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tortikolis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tortikolis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/torticollis
Diakses pada 8 September 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000749.htm
Diakses pada 8 September 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539857/
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email