Kulit & Kelamin

Torsio Testis

Diterbitkan: 24 Dec 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Torsio Testis
Torsio testis adalah kondisi yang terjadi ketika testis (buah zakar) terpuntir. Ketika kondisi ini muncul, pembuluh darah yang berfungsi menyuplai darah ke testis juga ikut terpelintir. Sebagai akibatnya, aliran darah menuju testis akan terhambat dan menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada testis.Gangguan medis ini paling sering terjadi pada laki-laki berusia 12 hingga 18 tahun. Namun torsio testis dapat terjadi pada usia berapapun, bahkan sejak pengidap masih dalam kandungan meski hal ini sangat jarang.Torsio testis merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah terjadinya kemandulan dan komplikasi lain. Apabila ditangani dengan cepat, testis umumnya dapat diselamatkan. Namun jika aliran darah sudah terhenti terlalu lama, testis dapat mengalami kerusakan parah sehingga membutuhkan pengangkatan.
Torsio Testis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Gejala torsio testis yang umumnya dialami oleh penderita meliputi:
  • Rasa nyeri yang hebat dan muncul tiba-tiba pada skrotum, yaitu kantung kulit berisi testis yang terletak di bawah penis
  • Pembengkakan pada skrotum
  • Nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Posisi testis yang lebih tinggi dari normal, atau pada sudut yang tidak biasa
  • Frekuensi berkemih yang lebih sering
  • Demam
Anak laki-laki dengan torsio testis biasanya bisa terbangun dari tidurnya karena rasa nyeri yang parah pada skrotum di tengah malam atau pagi hari.
Belum diketahui secara pasti penyebab torsio testis. Kebanyakan laki-laki dengan penyakit ini mengalami kelainan sejak lahir, yaitu tidak adanya jaringan yang menahan testis di dalam skrotum. Karena kelainan tersebut, testis dapat bergerak secara bebas di dalam skrotum. Akan tetapi, tidak semua laki-laki dengan kelainan ini otomatis mengalami torsio testis.Torsio testis biasanya terjadi pada salah satu testis, dan jarang terjadi sekaligus pada kedua buah zakar. Kondisi ini sering terjadi beberapa jam setelah aktivitas fisik berat, cedera ringan pada testis, atau ketika tidur. Torsio testis juga teradang dapat terjadi karena pertumbuhan yang cepat saat pubertas.Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya torsio testis meliputi:
  • Usia

Torsio testis paling sering terjadi pada remaja pria berusia 12 hingga 18 tahun.
  • Pernah mengalami torsio testis

Penderita yang sebelumnya pernah mengalami nyeri testis yang sembuh tanpa pengobatan apapun, memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami torsio testis. Semakin sering nyeri tersebut dialami, semakin tinggi risiko terjadinya kerusakan buah zakar.
  • Faktor keturunan

Apabila memiliki keluarga yang mengidap torsio testis, kemungkinan Anda untuk mengalami kondisi yang sama bisa meningkat.
Dalam memastikan diagnosis torsio testis, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh yang terdiri atas tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Langkah-lagkah ini dilakukan dengan cepat karena torsio testis termasuk kondisi gawat darurat.
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang Anda derita dan memastikan gejala tersebut disebabkan oleh torsio testis dan bukan penyakit lain.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada skrotum, testis, perut, dan selangkangan Anda. Dokter juga akan melakukan uji refleks dengan cara menggosok lembut atau mencubit paha bagian dalam.Normalnya, testis akan mengalami kontraksi ketika tindakan tersebut dilakukan. Namun pada torsio testis, refleks ini tidak akan terjadi.
  • Pemeriksaan penunjang

Beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. Misalnya, tes darah dan tes urine untuk melihat ada tidaknya tanda infeksi, serta USG testis guna memeriksa aliran darah pada testis.
Penanganan torsio testis yang utama adalah dengan operasi. Pada beberapa kondisi, dokter mungkin dapat memperbaiki testis yang terpuntir dengan cara mendorong skrotum. Meski begitu, operasi tetap perlu dilakukan untuk mencegah torsio testis terjadi lagi.Operasi torsio testis dilakukan di bawah pengaruh obat bius total. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada skrotum, membebaskan pembuluh darah testis yang terpuntir, dan melekatkan satu atau kedua testis ke bagian dalam skrotum bila dibutuhkan.Semakin cepat testis yang terpuntir dikembalikan ke posisinya semula, kemungkinan testis untuk diselamatkan akan semakin besar pula.Apabila nyeri testis dibiarkan selama enam jam, kemungkinan penderita untuk membutuhkan pengangkatan testis akan semakin besar. Bahkan jika operasi tidak kunjung dilakukan meski nyeri sudah berlangsung selama 12 jam, persentase pengangkatan testis mencapai 75 persen.
Sebagian orang dengan torsio testis memiliki kelainan sejak lahir, yaitu testis yang dapat bergerak secara bebas di dalam skrotum. Cara satu-satunya untuk mencegah torsio testis pada laki-laki dengan kelainan ini adalah dengan menjalani operasi untuk menempelkan testis di kulit bagian dalam skrotum agar testis terpuntir dapat dihindari.
Segera konsultasi ke dokter apabila Anda mengalami nyeri pada testis yang parah dan muncul secara mendadak. Penanganan harus dilakukan secepatnya untuk mencegah kerusakan parah pada testis yang terpuntir.Jika mengalami nyeri testis yang muncul tiba-tiba kemudian hilang sendiri, Anda sebaiknya tetap memeriksakan diri ke dokter. Gejala ini bisa terjadi ketika testis terpuntir, namun kembali pada posisi normalnya sendiri. Operasi kerap diperlukan untuk mencegah kambuhnya masalah ini.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apa yang sedang Anda lakukan ketika gejala tersebut pertama kali terasa?
  • Apakah gejala tersebut terjadi secara terus-menerus atau hilang dan timbul?
  • Adakah hal yang memperburuk atau meringankan gejala tersebut?
  • Apakah gejala ini pernah terjadi sebelumnya?
  • Adakah anggota keluarga Anda yang pernah mengalami hal yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter juga melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis torsio testis. Dengan ini, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat
WebMD. https://www.webmd.com/men/what-is-testicular-torsion#1
Diakses pada 23 Desember 2019
Urology Care Foundation. https://urologyhealth.org/urologic-conditions/testicular-torsion
Diakses pada 23 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/testicular-torsion/symptoms-causes/syc-20378270
Diakses pada 23 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/190514.php
Diakses pada 23 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kanker Testis: Gejala, Faktor Risiko, dan Deteksi Dini

Kanker testis adalah kanker yang paling sering menyerang pria. Beberapa gejala kanker testis yang muncul, antara lain munculnya benjolan yang disertai rasa nyeri dan penumpukan cairan tiba-tiba pada skrotum. Risiko untuk terkena kanker lebih besar pada pria kulit putih dan pria berusia 20-34 tahun. Anda bisa melakukan pendeteksian dini agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.Baca selengkapnya
Pria berusia 20-34 tahun lebih berisiko terkena kanker testis daripada bayi atau pria lebih tua

Hati-hati! Hipogonadisme dapat Menyebabkan Ukuran Testis Menjadi Kecil

Hipogonadisme terjadi ketika testis dan ovarium tidak bekerja dengan baik. Untuk pria, kondisi ini dapat membuat testis lebih kecil dari ukuran normal. Penderita hipogonadisme berisiko mengalami infertilitas dan disfungsi seksual.
04 Jun 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Salah satu dampak hipogonadisme adalah penis dan testis berukuran kecil dari ukuran normal

Ini Pentingnya Fungsi Testis serta Bagian-bagiannya untuk Tubuh

Fungsi testis bagi reproduksi pria sangatlah penting. Untuk menjaga agar fungsi tersebut tetap berjalan dengan baik, temperatur di testis harus sekitar dua derajat centrigrade lebih rendah dari suhu tubuh.
30 Aug 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Fungsi testis untuk memproduksi sperma