Salah satu penyebab umum tiroiditis adalah penyakit Hashimoto, yaitu kondisi autoimun yang merusak kelenjar tiroid.
Adanya peradangan pada kelenjar tiroid penderita tiroiditis.

Tiroiditis adalah pembengkakan (radang) kelenjar tiroid. Kondisi ini menyebabkan kadar hormon tiroid yang sangat tinggi atau rendah dalam darah.

Tiroid sendiri merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon-hormon yang mengendalikan proses pertumbuhan, metabolisme tubuh, detak jantung, serta suhu tubuh.

Terdapat beberapa jenis tiroiditis yang bisa dialami oleh penderita. Berikut penjelasannya:

  1. Tiroiditis Hashimoto. Kondisi autoimun ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang kelenjar tiroid, sehingga kelenjar tiroid menjadi bengkak dan rusak.
  2. Tiroiditis subakut (de Quervain’s thyroiditis) yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus mumps (gondongan) atau flu.
  3. Tiroiditis postpartum yang disebabkan oleh sistem kekebalan yang menyerang kelenjar tiroid selama 6 bulan setelah melahirkan. Kondisi ini akan memicu kenaikan sementara pada kadar hormon tiroid dan gejala kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Tiroiditis postpartum biasanya terjadi pada ibu hamil yang menderita diabetes tipe 1, memiliki antibodi antitiroid, atau pernah mengidap tiroiditis.
  4. Silent thyroiditis (painless thyroiditis). Kondisi ini mirip dengan tiroiditis postpartum, tetapi dapat terjadi pada pria maupun wanita, dan tidak terkait dengan melahirkan.
  5. Drug induced-thyroiditis. Sesuai namanya, tiroiditis ini terjadi karena penggunaan obat. Beberapa jenis obat dapat merusak tiroid dan menyebabkan gejala kelenjar tiroid yang terlalu aktif maupun kurang aktif. Contoh obatnya meliputi interferon (digunakan untuk mengobati kanker), amiodarone (untuk masalah ritme jantung), dan lithium (untuk gangguan bipolar).
  6. Radiation induced-thyroiditis. Kerusakan kelenjar tiroid juga dapat disebabkan oleh perawatan radioterapi atau pengobatan yodium radioaktif (untuk hipertiroidisme).
  7. Tiroiditis akut (suppurative thyroiditis) yang biasanya dipicu oleh infeksi bakteri, namun jarang terjadi. Tiroiditis jenis ini dikaitkan dengan sistem kekebalan yang melemah atau karena masalah dengan perkembangan tiroid pada anak-anak.

Gejala umum tiroiditis meliputi kelelahan, pembengkakan di pangkal leher, dan rasa sakit di depan tenggorokan. Namun gejala lainnya akan bervariasi tergantung pada kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) atau terlalu aktif (hipertiroidisme).

Gejala hipotiroidisme umumnya meliputi:

  • Kelelahan
  • Depresi
  • Berat badan bertambah
  • Kulit kering
  • Sembelit (konstipasi)
  • Nyeri otot

Sedangkan, gejala hipertiroidisme bisa berupa:

  • Kecemasan dan mudah marah
  • Penurunan berat badan
  • Insomnia
  • Jantung berdebar
  • Kelemahan otot

Tiroiditis disebabkan oleh serangan pada tiroid yang memicu peradangan dan kerusakan sel-sel tiroid. Sebagian besar jenis tiroiditis muncul akibat serangan antibodi, sehingga penyakit ini kerap tergolong sebagai penyakit autoimun. Sampai saat ini, alasan terbentuknya antibodi antitiroid belum diketahui. Faktor keturunan diperkirakan menjadi penyebabnya.

Di samping kondisi autoimun, tiroiditis juga bisa terjadi karena infeksi virus atau bakteri. Selain itu, obat-obatan (seperti interferon dan amiodaron) dapat pula merusak sel-sel kelenjar tiroid dan menyebabkan peradangan ini.

Terdapat serangkaian yang dibutuhkan untuk mendiagnosis tiroiditis. Berikut penjelasannya:

  1. Tes darah. Tes ini berfungsi memeriksa kadar hormon tiroid dalam tubuh penderita. Hasilnya dapat membantu dokter untuk menentukan jenis tiroiditis yang dialami oleh pasien.
  2. Radioactive iodine uptake test (RAIU). Dokter akan memberikan yodium radioaktif berupa pil atau cairan pada pasien. Selama 24 jam setelahnya, dokter akan memeriksa beberapa bagian tubuh pasien untuk melihat berapa banyak yodium yang diserap oleh kelenjar tiroid. Tes ini dilakukan untuk jenis tiroiditis subakut.
  3. Tes pencitraan tiroid. Sebelum dilakukan tes pencitraan, dokter akan menyuntik yodium radioaktif. Kemudian pasien diminta untuk tiarap di atas meja periksa, dengan posisi kepala mendongak untuk memperlihatkan leher. Dokter lalu memindai kelenjar tiroid.
  4. Biopsi. Pemeriksaan biopsi dilakukan pada tiroiditis akut, dengan mengambil sampel jaringan untuk mendapatkan kultur. Dari kultur tersebut, dokter dapat memberikan obat antibiotik yang tepat.

Pengobatan tiroiditis yang diberikan dapat bervariasi. Perbedaan ini tergantung pada jenis tiroiditis yang diderita.

Hipotiroidisme biasanya diobati dengan pemberian hormon tiroid sintetis dalam bentuk pil. Ketika metabolisme kembali normal, dokter akan menyesuaikan dosisnya.

Sedangkan pada hipertiroidisme, perawatan akan ditentukan berdasarkan jenis peradangan dan gejala yang dialami. Obat beta blocker sering digunakan untuk menangani gejala, seperti detak jantung yang cepat dan jantung berdebar. Sementara obat-obatan antitiroid bisa diberikan untuk menurunkan kadar hormon tiroid.

Dokter juga mungkin meresepkan bentuk yodium radioaktif. Langkah ini bertujuan untuk mengecilkan kelenjar tiroid dan mengurangi gejala.

Jika penderita mengalami nyeri pada kelenjar tiroid, dokter dapat merekomendasikan langkah pengobatan dengan aspirin atau ibuprofen. Bila perawatan-perawatan tersebut tidak efektif dalam mengobati tiroiditis, dokter mungkin akan melakukan operasi atau pembedahan.

Sebagian besar kasus tiroiditis tidak dapat dicegah karena tergolong kondisi autoimun. Namun Anda dapat mengurangi risikonya dengan berkonsultasi pada dokter jika Anda:

  • Memiliki masalah kesehatan yang memerlukan perawatan yodium radioaktif atau terapi radiasi.
  • Menggunakan obat resep yang dapat menyebabkan tiroiditis.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami tanda dan gejala yang meliputi kelelahan tanpa alasan yang jelas, kulit kering, wajah pucat dan sembab, dan sembelit. Lakukan pula pemeriksaan berkala ke dokter guna mengecek fungsi tiroid jika Anda:

  • Pernah menjalani operasi kelenjar tiroid.
  • Menjalani pengobatan dengan yodium radioaktif atau obat antitiroid.
  • Pernah menjalani terapi radiasi di kepala, leher, atau dada bagian atas.
  • Memiliki kolesterol darah tinggi (kemungkinan penyebab hipotiroidisme).

Untuk mengobati tiroiditis, Anda dapat berobat ke puskesmas maupun klinik terdekat. Dokter puskesmas mungkin akan merujuk ke dokter spesialis endokrin. Sebelum berkonsultasi dengan dokter, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda siapkan:

  1. Mintalah keluarga atau teman dekat untuk mendampingi.
  2. Ketahui batasan dan pantangan sebelum berobat. Ketika Anda membuat janji berobat dengan dokter, tanyakan apakah ada yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan tes diagnosis.
  3. Catat semua gejala yang Anda alami, termasuk perubahan fisik, kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, atau perbedaan warna kulit.
  4. Catat informasi pribadi, termasuk perubahan siklus menstruasi dan aktivitas seksual.
  5. Buatlah daftar obat, vitamin, atau suplemen yang Anda gunakan beserta dosis dan durasi penggunaan.
  6. Catat pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter, misalnya:
    • Apa yang menjadi penyebab gejala yang dialami?
    • Tes apa yang dibutuhkan?
    • Apakah keadaan ini hanya sementara atau akan berlangsung lama?
    • Perawatan apa yang direkomendasikan?
    • Berapa lama saya harus minum obat?
    • Efek samping apa yang bisa dialami dari obat yang diresepkan?

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik dan tes diagnosis, dokter mungkin akan menanyakan sejumlah pertanyaan yang meliputi:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Kapan gejala pertama kali gejala muncul?
  • Apakah penampilan Anda berubah, termasuk penambahan berat badan atau kekeringan pada kulit?
  • Apakah suara Anda berubah?
  • Apakah kebiasaan buang air besar Anda berubah?
  • Apakah Anda mengalami nyeri otot atau persendian?
  • Apakah siklus menstruasi Anda berubah?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang menderita penyakit tiroid?

American Thyroid Association. https://www.nhs.uk/conditions/thyroiditis/
Diakses 4 April 2019

Emedicine. https://emedicine.medscape.com/article/925249-overview#a1
Diakses 4 April 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/thyroiditis/
Diakses 4 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hashimotos-disease/symptoms-causes/syc-20351855
Diakses 4 April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/thyroiditis/
Diakses 4 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-thyroiditis#1
Diakses 4 April 2019

Artikel Terkait