Penyakit Lainnya

Tiroiditis

Diterbitkan: 17 May 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Tiroiditis
Tiroiditis merupakan peradangan pada kelenjar tiroid
Tiroiditis adalah pembengkakan atau peradangan pada kelenjar tiroid. Kondisi ini akan menyebabkan penderita memiliki kadar hormon tiroid yang sangat tinggi atau rendah dalam tubuhnya.Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher, tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini menghasilkan hormon-hormon dengan fungsi penting. Mulai dari proses pertumbuhan, metabolisme, detak jantung, hingga suhu tubuh.Tiroiditis bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin maupun usia. Tapi penyakit ini paling sering dialami oleh kalangan wanita dewasa muda hingga dewasa.Seperti penyakit lainnya, tiroiditis dapat menjadi kondisi medis yang serius. Jadi penanganannya perlu diberikan dengan tepat, tergantung pada jenis tiroiditis dan gejala yang dialami oleh penderita. 
Tiroiditis
Dokter spesialis Endokrin
GejalaKelelahan, leher bengkak, sakit tenggorokan
Faktor risikoWanita, usia 60 tahun ke atas, riwayat penyakit tiroid dalam keluarga
Metode diagnosisTes darah, tes RAIU, tes pencitraan
PengobatanObat-obatan, terapi pengganti homon tiroid
ObatOAINS, beta blockers
KomplikasiGangguan mata, gangguan jantung, krisis tirotoksik
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala tiroiditis
Gejala umum tiroiditis meliputi:
  • Kelelahan
  • Pembengkakan di pangkal leher
  • Sakit di tenggorokan bagian depan
Sementara keluhan lainnya akan bervariasi dan tergantung pada jenis dan fase tiroiditis. 

Fase-fase tiroiditis

Beberapa fase tiroiditis yang bisa terjadi meliputi:

1. Fase tirotoksik atau hipertiroid

Pada fase tirotoksik, kelenjar tiroid membengkak dan menghasilkan terlalu banyak hormon dalam tubuh penderita. Fase ini biasanya berlangsung sekitar 1-3 bulan.Jika sel dalam kelenjar tiroid rusak dengan cepat dan menimbulkan kebocoran hormon tiroid berlebih ke dalam darah, gejala hipertiroidisme di bawah ini akan muncul.
  • Terus khawatir
  • Denyut jantung yang cepat
  • Rasa lelah
  • Mudah tersinggung
  • Gangguan tidur
  • Berat badan yang menurun tanpa penyebab jelas
  • Lebih mudah kepanasan dan berkeringat
  • Cemas dan gelisah
  • Tremor

2. Fase hipotiroid

Setelah beberapa minggu atau bulan, kadar hormon tiroid yang berlebihan akan menimbulkan keadaan hipotiroid. Ini merupakan kondisi jumlah hormon tiroid yang sangat sedikit dalam tubuh.Fase hipotiroid dapat berlangsung lama dan menetap, dengan gejala berupa:

3. Fase eutiroid

Pada fase eutiroid, kadar hormon tiroid penderita akan terdeteksi normal. Kondisi ini dapat terjadi di antara fase hipertiroid dan hipotiroid, atau pada akhir fase tiroiditis (setelah pembengkakan kelenjar tiroid hilang). 
Penyebab tiroiditis umumnya adalah serangan pada kelenjar tiroid, yang memicu peradangan dan kerusakan sel-sel tiroid.Sebagian besar jenis tiroiditis muncul akibat serangan antibodi, sehingga kondisi ini kerap tergolong sebagai penyakit autoimun. Sampai sekarang, kemunculan antibodi antitiroid tersebut belum diketahui. Faktor keturunan diperkirakan menjadi penyebab yang mendasarinya.Selain kondisi autoimun, tiroiditis juga bisa terjadi karena infeksi virus atau bakteri. Penggunaan obat-obatan seperti interferon dan amiodaron juga dapat merusak sel-sel kelenjar tiroid dan menyebabkan kondisi ini. 

Jenis-jenis tiroiditis

Terdapat beberapa jenis tiroiditis yang bisa dialami oleh penderita. Berikut penjelasannya:
  • Tiroiditis Hashimoto

Tiroiditis Hashimoto disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang kelenjar tiroid, sehingga membengkak dan rusak.
  • Tiroiditis subakut (de Quervain’s thyroiditis)

Kondisi ini terjadi karena infeksi virus, seperti virus mumps (gondongan) atau flu.
  • Tiroiditis postpartum

Seperti namanya, tiroiditis postpartum muncul selama enam bulan setelah seorang wanita melahirkan. Sistem kekebalan tubuh lagi-lagi menyebabkan kondisi ini.Tiroiditis postpartum akan menyebabkan kenaikan sementara pada kadar hormon tiroid dalam tubuh dan memicu gejala hipertiroid.Tiroiditis jenis ini biasanya dialami oleh ibu hamil yang menderita diabetes tipe 1, memiliki antibodi antitiroid, atau pernah mengidap tiroiditis.
  • Silent thyroiditis (painless thyroiditis)

Silent thyroiditis mirip dengan tiroiditis postpartum. Tapi kondisi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita, dan tidak terkait dengan persalinan.
  • Drug induced-thyroiditis

Sesuai namanya, tiroiditis ini terjadi karena penggunaan obat. Beberapa jenis obat dapat merusak tiroid dan menyebabkan gejala hipertiroid maupun hipotiroid.Contoh obat tersebut meliputi interferon (untuk mengobati kanker), amiodarone (untuk masalah ritme jantung), dan litium (untuk gangguan bipolar).
  • Radiation induced-thyroiditis

Kerusakan kelenjar tiroid juga dapat disebabkan oleh prosedur radioterapi atau pengobatan yodium radioaktif (untuk hipertiroidisme).
  • Tiroiditis akut (suppurative thyroiditis)

Tiroiditis akut biasanya dipicu oleh infeksi bakteri, namun jarang terjadi. Tiroiditis jenis ini dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah atau masalah perkembangan tiroid pada anak-anak. 

Faktor risiko tiroiditis

Beberapa hal di bawah ini diduga dapat meningkatkan risiko tiroiditis pada seseorang:
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti sindrom Turner atau penyakit autoimun (mialnya, lupus atau rheumatoid arthritis)
  • Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
  • Berusia 60 tahun ke atas
  • Berjenis kelamin wanita
 
Dalam menegakkan diagnosis tiroiditis, dokter akan melakukan beberapa hal berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko tiroiditis yang dimiliki oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian kelenjar tiroid untuk mencari ada tidaknya pembengkakan atau masalah lain.
  • Tes darah

Tes darah berfungsi memeriksa kadar hormon tiroid dalam tubuh pasien. Hasilnya dapat membantu dokter untuk menentukan jenis tiroiditis yang terjadi.
  • Radioactive iodine uptake test (RAIU)

Dokter akan memberikan yodium radioaktif berupa pil atau cairan pada pasien. Pada 24 jam setelahnya, dokter akan memeriksa beberapa bagian tubuh pasien guna melihat kadar yodium yang diserap oleh kelenjar tiroid. Tes ini dilakukan untuk jenis tiroiditis subakut.
  • Tes pencitraan tiroid

Sebelum tes pencitraan, dokter akan menyuntikkan cairan yodium radioaktif ke dalam tubuh pasien.Pasien lalu diminta untuk berbaring tiarap di atas meja periksa, dengan posisi kepala mendongak guna memperlihatkan leher. Dokter kemudian memindai kelenjar tiroid.
  • Biopsi

Pemeriksaan biopsi dilakukan pada tiroiditis akut. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari kelenjar tiroid dan memeriksanya di bawah mikroskop.Berdasarkan hasil biopsi tiroid, dokter dapat menentukan jenis obat antibiotik yang tepat untuk pasien. 
Cara mengobati tiroiditis akan tergantung pada jenis, gejala, dan fase yang dialami oleh pasien. Berikut penjelasannya:
  • Pengobatan fase tirotoksik

Fase tirotoksik bersifat sementara atau permanen. Pada jenis sementara, pasien akhirnya dapat pulih lalu mengalami fase eutiroid atau hipotiroid.Pada tiroiditis subakut, postpartum, atau tanpa gejala, pengobatan biasanya tidak diperlukan. Jadi penanganan hanya akan diberikan bila pasien mengalami gejala tertentu.
  • Penanganan gejala

Gejala tiroiditis tertentu akan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda pula. Contohnya, keluhan jantung berdebar, cemas, tremor, serta mudah kepanasan, atau berkeringat bisa diatasi obat golongan beta-blockers.Sementara nyeri dapat diatasi dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Contohnya, aspirin atau ibuprofen. Bila rasa nyeri tergolong sangat berat, dokter bisa memberikan obat kortikosteroid.
  • Pengobatan tiroiditis akut (suppurative thyroiditis)

Pengobatan tiroiditis akut dilakukan dengan mengatasi infeksi yang mendasarinya.
  • Pengobatan drug-induced thyroiditis

Pengobatan kondisi ini dilakukan dengan menghentikan konsumsi obat yang menyebabkan tiroiditis. Bila pasien tetap membutuhkan obat tersebut, dokter akan mencarikan obat pengganti yang sesuai.
  • Pengobatan fase hipotiroid

Bila dibutuhkan, terapi pengganti hormon tiroid akan diberikan pada pasien dengan kondisi hipotiroid. Terapi ini biasanya dijalani selama 6-12 bulan.Namun penderita tiroiditis Hashimoto biasanya membutuhkan terapi pengganti hormon permanen. Ini berarti, pasien harus menjalaninya seumur hidup. 

Komplikasi tiroiditis

Bila tidak diatasi dengan benar, berbagai masalah kesehatan serius dapat dialami oleh penderita tiroiditis. Jenis komplikasi bisa berbeda-beda dan tergantung pada penyakit pasien, misalnya kondisi hipertiroid atau hipotiroid.

1. Komplikasi hipertiroidisme

  • Masalah pada mata, seperti mata menonjol keluar, pandangan buram, pandangan ganda, atau gangguan penglihatan
  • Gangguan pada jantung, seperti denyut jantung cepat, gangguan irama jantung, atau gagal jantung
  • Tulang keropos (osteoporosis)
  • Kulit yang bengkak dan memerah, terutama pada kaki
  • Krisis tirotoksik, yaitu pemburukan gejala yang ditandai dengan demam, denyut jantung cepat, dan gangguan kesadaran

2. Komplikasi hipotiroidisme

  • Pembesaran kelenjar tiroid (goiter) yang dapat menyebabkan gangguan menelan dan bernapas
  • Kolesterol tinggi dan penyakit jantung
  • Kerusakan saraf yang memicu kesemutan, kebas, dan nyeri pada kaki atau tangan
  • Gangguan kesuburan (infertilitas)
  • Cacat janin
  • Keguguran atau kelahiran prematur
  • Gangguan kesehatan jiwa seperti depresi
  • Myxedema, yakni kondisi langka yang mengancam nyawa dengan gejala berupa lemas, merasa dingin, linglung, dan penurunan kesadaran
 
Hingga sekarang, belum ada cara mencegah tiroiditis yang spesifik. Namun orang dengan faktor risiko tiroiditis (seperti ibu hamil) dapat melakukan konsultasi dengan dokter terkait kebutuhan yodium tambahan.Sementara pemeriksaan skrining tiroiditis hanya dianjurkan bagi pasien yang mengalami gejala dan memiliki kondisi-kondisi berikut:
  • Riwayat penyakit autoimun
  • Pernah menjalani radioterapi di kepala atau leher
  • Mengalami pembengkakan kelenjar tiroid
  • Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
  • Menggunakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi fungsi kelenjar tiroid
Bila skrining menandakan kelainan tiroid, pasien disarankan untuk menjalani pengobatan agar kondisinya tidak makin parah. 
Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini:
  • Kelelahan tanpa alasan yang jelas
  • Kulit kering
  • Wajah pucat dan sembab
  • Sembelit
Anda juga perlu melakukan pemeriksaan berkala ke dokter guna mengecek fungsi tiroid jika:
  • Pernah menjalani operasi kelenjar tiroid
  • Menjalani pengobatan dengan yodium radioaktif atau obat antitiroid
  • Memiliki kolesterol darah yang tinggi
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tiroiditis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis tiroiditis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
American Thyroid Association. https://www.nhs.uk/conditions/thyroiditis/
Diakses pada 4 April 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/925249-overview#a1
Diakses pada 4 April 2019
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/thyroiditis/
Diakses pada 4 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hashimotos-disease/symptoms-causes/syc-20351855
Diakses pada 4 April 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/thyroiditis/
Diakses pada 4 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-thyroiditis#1
Diakses pada 4 April 2019
American Academy of Family Physicians. https://familydoctor.org/condition/thyroiditis/
Diakses pada 18 November 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15455-thyroiditis#:~:text=Thyroiditis%20is%20the%20swelling%2C%20or,Hypothyroid%20phase.
Diakses pada 18 November 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163729
Diakses pada 18 November 2020
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/complications-of-thyroid-problems
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Penyebab Badan Lemas yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab badan lemas cukup beragam, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit kronis. Gejala yang paling umum adalah kehilangan kesadaran dan mual.
16 Sep 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Anemia merupakan salah satu penyebab badan lemas

Rentan Dialami Wanita, Ini Penyebab Tiroid yang Wajib Anda Waspadai

Penyebab tiroid perlu Anda ketahui sejak dini sebagai langkah pencegahan. Penyakit tiroid terjadi ketika kelenjar tiroid mengalami perubahan bentuk, serta menghasilkan hormon tiroid yang terlalu sedikit (hipotiroidisme) atau terlalu banyak (hipertiroidisme).
01 Aug 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Penyebab tiroid pada wanita

Mengenal Pentingnya Fungsi Kelenjar Tiroid dalam Tubuh

Tubuh manusia takkan bisa bekerja dengan baik tanpa fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar ini berperan mengatur hormon hingga mengendalikan sel maupun organ.
14 May 2020|Lenny Tan
Baca selengkapnya
Fungsi kelenjar tiroid salah satunya adalah memproduksi hormon tiroid