Tinnitus merupakan gejala dari gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia, cedera, dan gangguan sistem sirkulasi pada telinga
Telinga berdenging merupakan salah satu gejala dari tinnitus.

Tinnitus adalah persepsi suara seperti dering, berdenging, mendesis, berkicau, bersiul, atau suara lainnya di telinga. Masalah ini cukup umum, dan diperkirakan memengaruhi sekitar satu dari lima orang. Tinnitus adalah gejala dari kondisi lain, seperti gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia, cedera telinga atau gangguan sistem sirkulasi. Tinnitus biasanya bukan menandakan sesuatu yang serius. Meskipun seringkali memburuk seiring bertambahnya usia, tinnitus bisa membaik dengan pengobatan.

Gejala-gejala yang timbul karena tinnitus adalah:

  • Telinga terasa berdenging
  • Terdengar suara gemuruh atau mendesis

Gejala-gejala tinnitus dapat muncul dan hilang sewaktu-waktu.

Penyebab tinnitus yang paling umum adalah paparan bunyi yang terlalu keras. 90% orang dengan tinnitus memiliki tingkat gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan. Kebisingan tersebut menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel sensitif di koklea, organ berbentuk spiral di telinga bagian dalam. Satu paparan yang mendadak dan sangat keras juga dapat menyebabkan tinnitus.

Berbagai kondisi dan penyakit lain yang dapat menyebabkan tinnitus adalah:

  • Sumbatan telinga karena penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, atau penyakit lain yang jarang, seperti: tumor jinak saraf, tumor awal saraf pendengaran
  • Obat-obatan tertentu, terutama aspirin, beberapa jenis antibiotik, antiperadangan, obat penenang, dan antidepresan, serta obat antimalaria. Tinnitus dikutip sebagai efek samping potensial untuk sekitar 200 obat resep dan non resep
  • Proses penuaan alami, yang dapat menyebabkan kerusakan koklea atau bagian lain dari telinga
  • Penyakit meniere yang memengaruhi bagian dalam telinga
  • Otosklerosis, penyakit yang menyebabkan tulang-tulang kecil di telinga tengah menjadi kaku
  • Kondisi medis lainnya seperti tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, masalah peredaran darah, anemia, alergi, kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyakit autoimun, dan diabetes
  • Masalah leher atau rahang seperti sindrom sendi temporomandibular (TMJ)
  • Cedera pada kepala dan leher

Tinnitus dapat memburuk jika penderita mengonsumsi alkohol, merokok, minum minuman berkafein, atau makan makanan tertentu. Walau belum sepenuhnya terbukti, stres tampaknya dapat memperburuk tinnitus.

Dokter akan memeriksa telinga, kepala, dan leher untuk mencari kemungkinan penyebab tinnitus. Bila diperlukan, dokter juga melakukan beberapa pemeriksaan termasuk:

  • Pemeriksaan pendengaran (audiologis)
  • Dokter akan memeriksa gerakan mata, rahang, leher, lengan, dan kaki pasien
  • Tes pencitraan

Untuk mengobati tinnitus, dokter biasanya terlebih dahulu mengidentifikasi kondisi kesehatan pasien. Jika tinnitus disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, dokter akan merekomendasikan pengobatan untuk mengurangi kebisingan, seperti:

  • Pembersihan kotoran telinga
  • Mengobati kondisi pembuluh darah dengan obat, operasi atau perawatan lain
  • Mengubah obat yang sedang dikonsumsi atau beralih ke obat lain
  • Noise suppression. Noise suppression dapat menjadi alternatif untuk beberapa kasus. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan perangkat elektronik untuk mengurangi kebisingan. Perangkat tersebut diantaranya:
    • White noise machines. Alat ini menghasilkan suara lingkungan yang menenangkan seperti suara hujan atau gelombang laut. Alat ini dipercaya efektif membantu tidur dan merupakan pengobatan efektif untuk tinnitus
    • Alat bantu dengar. Alat bantu dengar sangat membantu jika seseorang memiliki masalah pendengaran atau tinnitus
    • Masking device. Masking device merupakan alat yang menghasilkan suara putih (white noise) tingkat rendah terus menerus yang menurunkan gejala tinnitus
    • Tinnitus retraining. Perangkat yang dapat dikenakan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan tinnitus

Tinnitus merupakan suatu kondisi yang tidak dapat dicegah. Namun, ada beberapa tindakan yang dapat membantu mencegah jenis tinnitus tertentu, diantaranya:

  • Menggunakan pelindung telinga untuk mengurangi paparan suara keras
  • Mengecilkan volume saat mendengarkan musik
  • Menjaga kesehatan kardiovaskular dengan berolahraga teratur, dan diet sehat seimbang

Temui dokter anda sesegera mungkin jika:

  • Anda mengalami infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek, dan tinnitus yang tidak kunjung membaik dalam waktu seminggu
  • Tinnitus terjadi tiba-tiba atau tanpa penyebab yang jelas, atau
  • Ketika anda memiliki gangguan pendengaran atau pusing karena tinnitus

Persiapkan diri anda untuk memberitahu dokter semua gejala atau tanda yang anda rasakan, kondisi kesehatan atau catatan medis anda sebelumnya, serta semua obat yang sedang anda konsumsi.

Saat konsultasi, dokter mungkin akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada anda, seperti:

  • Kapan anda mulai mengalami gejala tersebut?
  • Seperti apa suara yang anda dengar?
  • Apakah anda mendengarnya hanya pada satu telinga atau keduanya?
  • Apakah suara yang anda dengar terus menerus?
  • Seberapa keras suara tersebut?
  • Jika ada, apa yang tampaknya memperbaiki gejala anda?
  • Jika ada, apa yang memperburuk gejala anda?
  • Apakah anda pernah terpapar suara keras?
  • Apakah anda pernah memiliki penyakit telinga atau cedera pada kepala?

Ditinjau oleh: dr Fridawati

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tinnitus/symptoms-causes/syc-20350156
diakses pada 25 September 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-tinnitus-basics
diakses pada 25 September 2018.

Artikel Terkait