Infeksi

Tinea Pedis

Diterbitkan: 17 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Tinea Pedis
Tinea pedis adalah penyakit kurap akibat yang terjadi di area sela jari-jari kaki maupun kuku kaki
Tinea pedis adalah penyakit kurap akibat yang terjadi di area sela jari-jari kaki maupun kuku kaki. Biasanya, infeksi jamur ini terjadi akibat kaki yang sering berkeringatdan menyebabkan gatal-gatal.Gejala tinea pedis bisa berupa ruam bersisik yang gatal atau menimbulkan sensasi terbakar.Penyakit yang juga disebut kutu air ini bisa menular melalui berbagai media, seperti lantai, handuk, atau pakaian yang telah terkontaminasi oleh jamur pemicunya.Tinea pedis berkaitan dengan infeksi jamur lainnya. Kondisi ini dapat diobati dengan cara menggunakan obat antijamur, namun infeksinya sering berulang.Tinea pedis bukanlah suatu penyakit yang serius dan merupakan infeksi jamur yang paling sering ditemukan. Akan tetapi, kondisi ini sulit untuk diobati pada pasien dengan diabetes atau sistem imun tubuh yang lemah. 
Tinea Pedis
Dokter spesialis Kulit
GejalaGatal dan panas di sela jari atau telapak kaki, kulit mengelupas, kulit kering.
Faktor risikoLaki-laki, sering memakai kaos kaki dan sepatu yang basah atau lembap, saling meminjamkan barang pribadi
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes kulit KOH
PengobatanObat-obatan
ObatObat antijamur, obat antiradang
KomplikasiPenyebaran infeksi ke tangan, kuku, selangkangan
Kapan harus ke dokter?Ruam di kaki yang tidak membaik setelah pengobatan 2 minggu, mengidap diabetes
Gejala tinea pedis meliputi:
  • Adanya rasa gatal, sensasi panas atau terbakar di sela-sela jari atau telapak kaki
  • Kulit mengelupas dan pecah-pecah
  • Kulit yang kering
  • Kulit yang kasar dan bersisik
  • Kuku kaki berubah warna, serta menjadi tebal dan rapuh
  • Kuku kaki yang lepas dari dasarnya
 
Penyebab tinea pedis adalah kelompok jamur bernama Trichophyton yang dapat memicu infeksi di kulit, rambut, dan kuku. Jamur ini dapat ditemukan pada kulit dan tidak menimbulkan penyakit apapun selama kulit kering dan bersih, karena pertumbuhan jamur yang terhambat.Akan tetapi, jamur ini biasa berkembang dan tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap, misalnya di kamar mandi. Sepatu yang ketat dan tebal dapat memicu tinea pedis karena menjepit jari-jari kaki dan menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan jamur.Sepatu berbahan dasar plastik yang menghangatkan dan melembabkan kaki juga lebih rentan memicu kondisi ini dibanding sepatu berbahan dasar lain seperti kulit atau kanvas.Tinea pedis dapat ditularkan melalui 2 cara, yaitu kontak langsung dan kontak tidak langsung. Berikut penjelasannya:
  • Kontak langsung, yang dapat terjadi ketika seseorang menyentuh atau mengenai area kulit yang terinfeksi tinea pedis.
  • Kontak tidak langsung, ditandai dengan infeksi lewat permukaan, pakaian, kaus kaki, sepatu, sprei, dan handuk yang terkontaminasi jamur.
 

Faktor risiko tinea pedis

Beberapa kondisi yang dapat menjadi faktor risiko kutu air antara lain:
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Sering mengenakan kaos kaki dan sepatu yang basah atau lembap
  • Saling meminjamkan barang pribadi, seperti sepatu, handuk, kaus kaki, seprai, atau pakaian
  • Sering berjalan tanpa menggunakan alas kaki di tempat umum dengan kondisi lembap, contohnya ruang sauna, ruang ganti fasilitas kebugaran, pemandian umum, tepi kolam renang, dan lain-lain
  • Memiliki kaki yang sering berkeringat
  • Mengalami cedera pada kuku atau kulit
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
 
Dokter biasanya mendiagnosis tinea pedis berdasarkan gejalanya. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan khusus pada kulit dengan KOH (kalium hidroksida) untuk memastikan diagnosis.Pada pemeriksaan KOH, dokter akan mengambil area kulit yang terinfeksi dan meletakkannya pada cairan KOH. KOH akan menghancurkan sel normal sehingga sel jamur dapat mudah terlihat di bawah mikroskop. 
Cara mengobati tinea pedis adalah dengan obat antijamur. Obat ini dapat berupa salep, gel, semprot, atau pil. Berikut adalah beberapa contoh obat antijamur yang bisa diberikan:
  • Miconazole
  • Terbinafine
  • Clotrimazole
  • Butenafine
  • Tolnaftate
Bila luka pada kulit cukup berat dan terdapat pembengkakan, dokter dapat memberikan obat radang seperti hidrokortison. 

Komplikasi tinea pedis

Komplikasi tinea pedis dapat berupa penyebaran infeksi ke berbagai area tubuh lainnya, seperti tangan, kuku, dan selangkangan. Penyebaran infeksi ke tangan dapat terjadi ketika pasien yang menggaruk area kaki yang terinfeksi. Jamur yang menyebabkan tinea pedis juga dapat menginfeksi kuku kaki, lokasi yang lebih resisten terhadap pengobatan.Gatal pada selangkangan sering disebabkan oleh jamur yang menyebabkan tinea pedis. Merupakan hal yang umum bagi infeksi untuk menyebar dari kaki ke selangkangan melalui tangan atau handuk yang terkontaminasi. 
Beberapa cara mencegah tinea pedis antara lain:
  • Menjaga kaki tetap kering, terutama di sela-sela jari kaki

Ketika berada di rumah, pasien tidak perlu mengenakan alas kaki agar udara bisa tetap melewati kaki. Keringkan jari-jari kaki setelah mandi.
  • Ganti kaus kaki secara rutin

Bila kaki Anda berkeringat, ganti kaus kaki dua kali sehari.
  • Gunakan sepatu yang ringan dan berventilasi baik

Hindari sepatu berbahan dasar sintetik seperti karet.
  • Gunakan alternatif sepatu

Jangan gunakan sepatu yang sama setiap hari untuk memberi kesempatan mengeringkan sepatu setiap kali penggunaan.
  • Lindungi kaki di tempat publik

Gunakan sandal atau sepatu yang tahan air di kolam renang, tempat mandi umum, dan loker.
  • Rawat kaki Anda

Gunakan bedak antijamur pada kaki setiap hari.
  • Jangan memakai sepatu orang lain

Berbagi penggunaan sepatu dapat menularkan infeksi jamur. 
Bila Anda mengalami ruam pada kaki yang tidak membaik setelah pengobatan dua minggu dengan obat antijamur yang dijual bebas, berkonsultasilah dengan dokter.Pasien dengan diabetes perlu berkonsultasi dengan dokter bila memiliki tinea pedis, terutama bila menemukan tanda-tanda infeksi bakteri sekunder seperti kemerahan, bengkak, nanah, atau demam. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tinea pedis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis tinea pedis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/athletes-foot
Diakses pada 14 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/athletes-foot/symptoms-causes/syc-20353841
Diakses pada 14 Januari 2019
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/athletes_foot/article.htm
Diakses pada 14 Januari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/athletes-foot/
Diakses pada 14 Januari 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/261244
Diakses pada 17 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email