Kulit & Kelamin

Tinea Korporis

12 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tinea Korporis
Tinea corporis adalah infeksi yang disebabkan sekolompok jamur Dermatofita
Tinea corporis adalah infeksi jamur berupa ruam melingkar di kulit leher, badan, lengan, dan tungkai kaki yang berwarna keperakan atau kemerahan. Ruam akibat tinea korporis akan terasa gatal. Tinea corporis juga disebut sebagai kurap.Penyakit kurap disebabkan oleh jamur kelompok Dermatofita yang menyerang jaringan keratin pada permukaan kulit.Dalam istilah medis, penyakit kulit akibat Dermatofita disebut juga dengan dermatofitosis atau tinea. Selain kurap, infeksi jamur Dermatofita bisa menyebabkan infeksi kulit sesuai dengan lokasi pertumbuhannya.Jenis dermatofitosis lainnya adalah tinea capitis (infeksi di kulit kepala), tinea kruris (infeksi di lipatan paha dan bokong), dan tinea pedis (infeksi pada kaki).Tinea korporis mudah menular lewat kontak langsung dengan kulit manusia atau binatang yang terinfeksi. Saat terinfeksi, kulit akan terasa gatal dan muncul bercak merah yang menyerupai lingkaran seperti cincin (ringworm).Infeksi tinea corporis ringan dapat ditangani dengan obat salep antijamur yang dioles langsung pada kulit bermasalah. Namun, infeksi yang lebih serius membutuhkan obat antijamur oral (minum) selama beberapa minggu.
Tinea Korporis
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit merah, gatal, dan bersisik
Faktor risikoTinggal di daerah yang lembab, kontak erat dengan orang yang terinfeksi, penggunaan barang pribadi secara bersamaan dengan orang yang terinfeksi
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, kerokan kulit
PengobatanObat-obatan, penyesuaian gaya hidup
ObatTerbinafine, imidazole
Komplikasiinfeksi bakteri sekunder, rambut rontok, nyeri 
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki ruam di kulit yang tidak kunjung hilang
Tanda dan ciri-ciri kurap biasanya adalah:
  • Merah pada kulit, gatal, bersisik, atau bercak yang agak menonjol pada kulit
  • Kulit melepuh atau mengeluarkan cairan
  • Bercak menyerupai cincin dengan tepi luar yang berwarna lebih merah
  • Bercak dengan batas yang jelas dan lebih menonjol dibanding kulit sekitarnya
Penyebab kurap atau tinea corporis adalah infeksi jamur trichophyton, microsporum dan epidermophyton dari keluarga Dermatofita. Jamur ini dapat hidup lama sebagai spora di dalam tanah.Manusia dan binatang bisa terjangkit tinea korporis setelah kontak langsung dengan tanah yang terkontaminasi spora tersebut.Kurap umumnya menular lewat kontak langsung dengan kulit binatang atau manusia yang terinfeksi. Jamur penyebab tinea corporis juga bisa berpindah antar manusia melalui pakaian, handuk, selimut, atau seprei yang digunakan bergantian dengan orang yang terinfeksi.

Faktor risiko

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko tinea korporis, antara lain:
  • Tinggal di daerah lembap.
  • Kontak dekat dengan orang atau binatang yang terinfeksi.
  • Berbagi pakaian, tempat tidur, atau handuk dengan orang yang memiliki infeksi jamur.
  • Berpartisipasi dalam olahraga yang melakukan kontak kulit, seperti gulat.
  • Menggunakan pakaian yang ketat.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh
Baca juga: Penyebab dan Cara Mengobati Infeksi Jamur pada Kucing Kesayangan
Dokter akan dapat mendiagnosis tinea korporis melalui sejumlah pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan lebih dulu bertanya perihal riwayat kesehatan pasien selama ini. Selanjutnya, dokter akan memeriksa ruam pada kulit.Biasanya dokter menentukan diagnosis dari bentuk ruam yang berdiri sendiri, berbentuk datar yang luas, atau ruam yang tidak beraturan bentuknya.Pemeriksaan akan dilakukan di seluruh permukaan kulit, termasuk kulit kepala dan kuku, juga lokasi lain yang terdampak.
  • Dermoskopi

Pemeriksaan penunjang pemeriksaan dermoskopi dapat membantu dokter melihat gambaran ruam dengan lebih jelas.
  • Pemeriksaan laboratorium

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat mengambil sampel kerokan kulit yang terinfeksi. Sampel kulit tersebut kemudian akan dicampur dengan kalium hidroksida 10-20% dan diperiksa di bawah mikroskop.Kultur jamur pada sampel kerokan kulit bisa mengidentifikasi organisme penyebab infeksi.
Pengobatan tinea corporis dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu::

Perawatan rumahan

  • Kulit yang muncul ruam harus dijaga kebersihannya dan dikeringkan secara menyeluruh.
  • Gunakan pakaian ringan yang longgar dan segera mengganti pakaian jika terasa lembap atau kotor.
  • Hindari kontak dekat dengan individu yang terinfeksi dan jangan berbagi pemakaian barang-barang pribadi.
  • Lakukan juga pemeriksaan pada orang yang tinggal serumah dan hewan peliharaan untuk mencari sumber infeksi. Ini juga berguna untuk mencegah risiko infeksi ulang.

Pengobatan medis

1. Obat antijamur topikalObat kurap yang umumnya direkomendasikan dokter adalah obat antijamur oles seperti imidazol dan terbinafine. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk krim atau losion yang dioleskan secara rutin pada ruam. Penggunaan obat ini umumnya tetap lanjut dilakukan setidaknya 1-2 minggu setelah ruam hilang.2. Obat antijamur oralObat terbinafine dan itraconazole akan diresepkan dalam bentuk oral (diminum) untuk penyakit kurap yang tergolong parah, seperti:
  • Infeksi yang menyebar luas
  • Tumbuh di area kulit yang ditumbuhi rambut
  • Gagal diatasi dengan antijamur topikal.

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, tinea korporis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Infeksi bakteri sekunder. Anak-anak yang mengidap tinea corporis lebih rentan untuk terkena infeksi bakteri Staphylococcus aureus.
  • Infeksi yang lebih luas hingga berkembang ke folikel rambut dan jaringan dermis.
  • Rambut rontok
  • Nyeri yang menyebabkan kesulitan untuk mengenakan pakaian
  • Muncul jaringan parut, terutama pada orang yang berkulit lebih gelap.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita , berisiko mengalami penyebaran infeksi jamur yang lebih serius.
Cara mencegah tinea corporis atau kurap yang dapat dilakukan, di antaranya:
  • Jaga kulit agar tetap bersih dan kering.
  • Hindarilah menggunakan pakaian ketat terlalu lama atau pakaian yang kotor karena dapat menimbulkan tumbuhnya jamur.
  • Hindari berbagi pemakaian barang-barang pribadi, seperti handuk, pakaian, dan sisir dengan orang lain.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bermain dengan hewan peliharaan. Jika Anda menduga hewan peliharaan Anda menderita jamur, bawalah ke dokter hewan untuk diobati segera.
  • Jika Anda seorang atlet yang terlibat dalam olahraga berkontak erat, segera mandi setelah latihan atau bertanding. Jaga kebersihan semua perlengkapan olahraga dan seragam. Jangan berbagi perlengkapan olahraga seperti helm, sarung tangan, dan barang lainnya dengan pemain lain.
Baca jawaban dokter: Benarkah cuci tangan 6 langkah ampuh bersihkan kuman?
Temui dokter jika memiliki ruam di kulit yang tidak membaik dalam dua minggu. Penderita membutuhkan obat yang diresepkan agar bisa sembuh.Baca juga: Jamur Kulit Tak Kunjung Sembuh, Kapan Harus ke Dokter?
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, misalnya:
    • Apa yang menyebabkan tanda dan gejala tinea korporis muncul?
    • Apa pemeriksaan dibutuhkan untuk mengonfirmasi diagnosis?
    • Apakah pengobatan yang terbaik?
    • Apakah kondisi ini sementara atau kronik?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Selama pemeriksaan, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut:
  • Kapan Anda merasakan gejala?
  • Seperti apa ruam yang muncul pertama kali?
  • Apakah Anda pernah memiliki ruam seperti ini di masa lalu?
  • Apakah binatang atau anggota keluarga pernah mengalami hal ini?
  • Apakah ruam terasa sakit atau gatal?
  • Apakah Anda sudah mengonsumsi obat?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tinea korporis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544360/
Diakses pada 6 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/ringworm#causes
Diakses pada Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/tinea-corporis#risk-factors
Diakses pada 6 Agustus 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1091473-overview
Diakses pada 6 Agustus 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-body/diagnosis-treatment/drc-20353786
Diakses pada Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ringworm/
Diakses pada Desember 2018
Derm NZ. https://dermnetnz.org/topics/tinea-corporis/
Diakses pada 6 Agustus 2021
CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/ringworm/risk-prevention.html
Diakses pada 6 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email