Kulit & Kelamin

Tinea Capitis (Tinea Kapitis)

10 Aug 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tinea Capitis (Tinea Kapitis)
Tinea kapitis dapat ditularkan melalui sisir, handuk, topi, dan bantal.
Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala atau batang rambut. Kondisi ini umumnya ditandai dengan pitak di kepala atau muncul sebagai bercak melingkar yang terasa gatal dan bersisik.Kondisi ini mudah ditularkan ke orang lain terutama melalui pemakaian sisir, handuk, topi, dan bantal bergantian.Tinea kapitis dapat dialami siapa saja. Namun, kondisi ini umumnya terjadi pada balita dan anak-anak.Jika tidak ditangani, infeksi jamur di kepala dapat menyebabkan peradangan parah dan memunculkan jaringan parut di kulit kepala.Kondisi ini juga dikaitkan sebagai penyebab rambut rontok berlebihan secara permanen.Perawatan untuk jamur di kepala akibat tinea kapitis meliputi obat antijamur untuk membunuh pertumbuhan jamur, serta sampo pengobatan yang dapat mengurangi penyebaran infeksi.
Tinea Capitis (Tinea Kapitis)
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit kepala gatal, bersisik, dan kemerahan
Faktor risikoBalita, anak usia sekolah, kontak dengan hewan peliharaan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, kerokan kulit
PengobatanObat-obatan, sampo antijamur
ObatGriseofulvin, terbinafine
KomplikasiPeradangan parah pada kulit kepala (kerion)
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala seperti tinea kapitis
Gejala tinea capitis umumnya adalah:
  • Pitak atau kebotakan pada bagian-bagian tertentu
  • Muncul satu atau lebih bercak bulat kemerahan atau berwarna abu-abu di kulit kepala
  • Gatal pada kulit kepala
  • Kulit kepala membentuk seboroik atau bersisik
  • Kulit kepala kemerahan
Selain itu, infeksi tinea kapitis juga dapat menimbulkan gejala berupa:
  • Rambut rapuh
  • Sakit di kulit kepala
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Demam
  • Terbentuk korion atau koreng
  • Kerak kuning atau favus yang disertai dengan rambut kusut
Baca juga: 12 Penyebab Rambut Rontok Parah yang Terjadi pada Anda
Infeksi tinea capitis disebabkan oleh sejenis jamur yang disebut dermatofit Trichophyton (T) dan Microsporum (M).Jenis jamur ini biasanya menginfeksi lapisan epidermis (lapisan paling luar) pada rambut dan kuku.Jamur ini dapat ditularkan oleh manusia melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi, atau dapat ditularkan dari hewan seperti anjing dan kucing.Cara penularan tinea kapitis yang juga umum adalah pemakaian benda seperti handuk, sprei, dan sisir yang mengandung jamur dan pernah digunakan oleh orang yang terinfeksi.

Faktor risiko

Sejumlah faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena tinea kapitis, antara lain:
  • Usia. Jamur di kulit kepala akibat tinea capitis paling sering terjadi pada balita dan anak usia sekolah. Anak berusia 3-7 tahun lebih rentan.
  • Lingkungan. Wabah tinea kapitis sering terjadi di sekolah dan pusat penitipan anak, di mana penularan infeksi dengan mudah menyebar melalui kontak fisik yang dekat.
  • Hewan peliharaan seperti kucing atau anjing dapat terinfeksi tanpa menunjukkan tanda dan gejala. Anak-anak dapat terinfeksi dengan menyentuh atau mengelus hewan tersebut.
Baca jawaban dokter: Apakah jamur kucing dapat menular kepada manusia?
Tinea kapitis biasanya dapat didiagnosa melalui beberapa pemeriksaan, yakni:
  • Tanya jawab. Dokter akan menanyakan tanda dan gejala yang berkaitan dengan kulit kepala yang dialami pasien.
  • Pemeriksaan fisik pada bagian kulit kepala. Dokter dapat menggunakan lampu khusus yang disebut lampu wood untuk melihat secara lebih detail tanda-tanda infeksi jamur yang muncul.
  • Pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan lab dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan jamur dari sampel rambut atau kerokan kulit (biopsi) dan kultur kulit yang akan dilihat melalui mikroskop. Prosedur ini biasanya memerlukan waktu sekitar 3
Pengobatan tinea capitis meliputi beberapa pilihan pengobatan, yaitu:
  • Obat antijamur
Obat antijamur oral seperti griseofulvin dan terbinafine hidroklorida biasa diresepkan dokter untuk membunuh jamur penyebab infeksi tinea capitis. Obat ini dapat diminum selama 6 minggu. Namun biasanya sudah tampak perbaikan dalam 4 minggu namun obat harus tetap dilanjutkan.Namun jObat-obatan tersebut juga tersedia dalam bentuk topikal (krim atau gel), semprot (spray), atau dalam bentuk obat minum (tablet atau kaplet).Jika diberikan dalam bentuk obat minum, griseofulvin dan terbinafine akan diresepkan untuk pengobatan selama kurang lebih enam minggu.Obat-obatan ini perlu digunakan secara total agar infeksi tidak mudah terulang lagi.
  • Sampo pengobatan
Selain obat-obatan, dokter juga biasanya akan merekomendasikan sampo khusus yang mengandung bahan antijamur seperti ketoconazol atau selenium sulphide povidone-iodine.Kedua kandungan tersebut dapat membantu penyebaran jamur. Hal ini telah dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuwan, salah satunya hasil penelitian yang diungkapkan dalam jurnal Skin Appendage Disorders.Penggunaan sampo antijamur sama saja seperti sampo lainnya, yakni dengan mengusapkan di rambut selama lima menit lalu bilas. Biasanya, sampo ini harus digunakan beberapa kali seminggu selama sebulan.Namun, aturan pakai shampo antijamur yang lebih detil akan lebih dulu diberi tahu dokter.sampo antijamur dapat membantu mencegah penyebaran jamur. Akan tetapi, sampo ini tidak dapat mengobati bercak bundar khas tinea kapitis yang telah muncul. Oleh karena itu, penggunaan sampo antijamur umumnya disertai pula dengan konsumsi obat-obatan di atas

Komplikasi

Jika tidak diobati dengan baik, tinea kapitis dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:
  • Peradangan (kerion)yang parah pada kulit kepala. Kerion adalah peradangan yang tampak seperti pembengkakan berisi nanah, disertai dengan kulit berkerak pada kepala.
  • Rambut rontok berlebihan. Organisme jamur penyebab tinea capitis dapat menghancurkan rambut dan struktur kelenjar pilosebaceous di permukaan kulit. Hal ini akan mengakibatkan kerontokan rambut yang parah dan alopecia akibat jaringan parut.
  • Gangguan psikologis. Penelitian mengenai tinea capitis yang digubah oleh Al Aboud et al mengungkapkan bahwa tampilan gejala fisik yang dihasilkan tinea capitis seperti pitak yang berkerak, dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kepercayaan diri. Apalagi jika kondisi ini dialami anak-anak. Biasanya mereka sering menerima ejekan karena hal tersebut. Situasi tersebut dapat mengarah pada gangguan emosional pada anak-anak.
Baca juga: Psikoterapi: Metode untuk Atasi Gangguan Mental dan Emosional
Infeksi ini sulit dicegah karena dapat menular dengan mudah dari berbagai sumber. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda mengurangi risiko terkena infeksi jamur antara lain:
  • Ketahui dan pelajari berbagai informasi mengenai penyebaran jamur
  • Keramas secara rutin terutama setelah berolahraga atau keadaan rambut yang lembab
  • Jaga kebersihan tubuh dengan mandi dan cuci tangan untuk menghindari penyebaran infeksi jamur
  • Hindari hewan-hewan yang terindikasi mengalami infeksi jamur
  • Menjaga kesehatan hewan peliharaan
  • Gunakan peralatan pribadi Anda sendiri seperti sikat gigi, sisir, dan pisau cukur dan jangan meminjamkannya kepada orang lain
  • Jika Anda sedang menjalani terapi tinea capitis, sebaiknya orang terdekat Anda juga diperiksa dan mendapatkan pengobatan yang sama
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami tanda atau gejala yang berkaitan dengan kondisi ini.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tinea kapitis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tinea capitis agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536909/
Diakses pada 5 Agustus 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1091351-overview#a5
Diakses pada 5 Agustus 2021
https://www.healthline.com/health/tinea-capitis
Diakses pada 5 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-scalp/symptoms-causes/syc-20354918
Diakses pada 5 Agustus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ringworm/
Diakses pada 14 Januari 2019
American Academy of Pediatrics. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7054767/
Diakses pada 5 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email