Kulit & Kelamin

Tinea Cruris (Jock's Itch)

13 Oct 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tinea Cruris (Jock's Itch)
Tinea crusis adalah kurap di selangkangan, sekitar kelamin, dan bokong
Jock's itch atau tinea cruris adalah infeksi jamur yang terjadi di selangkangan, sekitar kelamin, dan bokong. Di Indonesia, kondisi ini lebih dikenal dengan istilah kurap.Tinea cruris ditandai dengan bercak merah bundar pada area kulit dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Infeksi jamur ini umumnya sering diderita oleh orang-orang yang sering berkeringat dan menggunakan pakaian ketat seperti atlet.Infeksi jamur ini mudah menular. Namun pengobatannya tergolong mudah, yaitu menggunakan obat-obatan antijamur. 
Tinea Cruris (Jock's Itch)
Dokter spesialis Kulit
GejalaBercak bundar dengan pinggiran merah seperti cincin, gatal, kulit mengelupas
Faktor risikoKondisi panas dan lembap, obesitas, mengenakan pakaian yang ketat
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi kulit
PengobatanObat-obatan, penanganan mandiri
ObatClotrimazole, miconazole, dan terbinafine
KomplikasiInfeksi bakteri, area kulit yang menebal
Kapan harus ke dokter?Gejala tidak membaik meski sudah diobati selama lebih dari dua minggu, memiliki sistem imun lemah, mengalami infeksi bakteri pada kulit yang terkena kurap
Gejala umum dari tinea cruris meliputi:
  • Muncul bercak-bercak merah pada kulit. Biasanya, bercak berbentuk bundar dengan pinggiran merah seperti cincin
  • Timbul rasa gatal secara terus-menerus
  • Kulit dapat mengelupas atau pecah-pecah
  • Perubahan pada warna kulit menjadi gelap atau terang. Gejala ini bisa berlangsung lama
 
Penyebab tinea cruris adalah sekelompok jamur bernama dermatofitosis. Pada kondisi normal, jamur ini hidup di kulit tanpa menimbulkan masalah.Namun jika seseorang sering mengenakan pakaian yang basah atau berkeringat setelah beraktivitas, kulit akan menjadi lembap dan memicu kembang biak jamur yang cepat. Akibatnya, area kulit akan mengalami infeksi jamur, iritasi, dan terasa gatal.  

Faktor risiko tinea cruris

Risiko infeksi jamur di selangkangan ini bisa meningkar karena sejumlah kondisi berikut:
  • Udara yang panas dan lembap
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Menggunakan pakaian yang ketat
  • Jarang mandi
  • Sering mengenakan pakaian yang tidak dicuci, terutama pakaian dalam
  • Kerap saling pinjam barang-barang pribadi, seperti handuk, baju, serta celana dalam
 
Untuk menentukan diagnosis tinea cruris, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, riwayat medis, serta kebiasaaan pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada ruam yang muncul. Bentuk dan lokasi kemunculan ruam biasanya sudah cukup untuk mendiagnosis kurap pada selankangan.
  • Biopsi kulit

Jika perlu, dokter akan menyarankan biopsi kulit. Pemeriksaan ini berupa pengambilan sedikit sampel kulit pada bagian yang mengalami ruam.Sampel kulit tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop guna mendeteksi jenis jamur yang menginfeksi kulit pasien. 
Mengatasi tinea cruris butuh kesabaran dan ketekunan. Dokter bisa menganjurkan langkah penanganan di bawah ini:

Obat antijamur

Cara mengobati tinea cruris yang utama adalah obat antijamur. Obat ini bisa tersedia dalam bentuk oles maupun oral (minum). Clotrimazole, miconazole, dan terbinafine merupakan beberapa contoh obat yang mungkin diresepkan oleh dokter.Dokter akan meresepkan obat antijamur oles terlebih dulu. Apabila obat ini tidak efektif untuk mengatasi kurap di selangkangan, dokter akan memberikan obat antijamur oral yang lebih kuat. Contohnya, itrakonazol dan flukonazol.

Obat pereda gejala

Pasien perlu selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat pereda gejala tinea cruris dalam bentuk apapun. Sebagai contoh, obat oles kortikosteroid dapat dianjurkan untuk mengurangi peradangan.Tapi obat ini dapat menyebabkan efek samping berupa penyebaran dan penyebaran infeksi jamur ke area kulit lain.

Obat antibiotik

Menggunakan obat antibiotik juga bisa dianjurkan jika diperlukan. Misalnya untuk mengobati dan/atau mencegah infeksi bakteri yang terjadi akibat pasien yang menggaruk area yang terkena jamur.

Penanganan mandiri

Selain obat-obatan, pasien bisa menerapkan langkah-langkah di bawah ini untuk mempercepat pemulihan infeksi jamur:
  • Membasuh area yang terinfeksi dengan sabun dan air hangat yang bersih
  • Mengeringkan kulit dengan cermat, baik setelah mandi maupun berolahraga
  • Mengganti pakaian tiap hari, khususnya pakaian dalam
  • Mengenakan pakaian longgar dengan bahan yang menyerap keringat, misalnya katun
 

Komplikasi tinea cruris

Bila tidak ditangani dengan benar, tinea cruris dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Infeksi bakteri di kulit akibat luka saat penderita menggaruk area tersebut
  • Penebalan dan hiperpigmentasi (berwarna lebih gelap dari di kulit sekitarnya) pada kulit yang mengalami kurap
 
Cara mencegah tinea cruris dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Mandi secara teratur, khususnya segera setelah berolahraga atau mengeluarkan banyak keringat
  • Setelah mandi, seka tubuh sampai benar-benar kering, terutama area selangkangan
  • Mengenakan celana dalam berbahan katun yang tidak ketat
  • Tidak menggunakan pakaian yang ketat, khususnya celana dalam
  • Jangan saling meminjamkan barang-barang pribadi, seperti handuk dan celana dalam
  • Jangan mengenakan pakaian renang yang basah untuk waktu lama
  • Jangan menyimpan pakaian yang lembap di loker, lemari, atau tas karena bisa menjadi tempat pertumbuhan jamur
 
Hubungi dokter bila apabila Anda mengalami:
  • Mengalami gejala tinea cruris tidak membaik dengan pengobatan mandiri dan obat antijamur selama lebih dari dua minggu
  • Mengalami infeksi bakteri pada kulit yang terkena tinea cruris
  • Mengidap penyakit yang melemahkan sistem imun dan terkena tinea cruris
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tinea cruris?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tinea cruris agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/jock-itch
Diakses pada 13 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-scalp/symptoms-causes/syc-20354918
Diakses pada 13 Oktober 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/is_jock_itch_tinea_cruris_contagious/article.htm#what_is_jock_itch_tinea_cruris
Diakses pada 13 Oktober 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000876.htm
Diakses pada 13 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/jock-itch#1
Diakses pada 13 Oktober 2021
Kedokteran Universitas Lampung. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/download/536/537
Diakses pada 13 Oktober 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/tinea-cruris
Diakses pada 13 Oktober 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1091806-clinical#b3
Diakses pada 13 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email