Tinea Cruris

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Tinea crusis adalah infeksi jamur yang menyerang pangkal paha atau selangkangan
Tinea crusis adalah salah satu jenis kurap akibat infeksi jamur yang terjadi di pangkal paha, sekitar kelamin, paha bagian dalam, dan bokong.

Pengertian Tinea Cruris

Jock itch atau tinea cruris merupakan salah satu jenis penyakit kurap akibat infeksi jamur yang disebut tinea. Biasanya, infeksi ini terjadi pada pangkal paha, sekitar kelamin, paha bagian dalam, dan bokong.

Infeksi tinea cruris ditandai dengan bercak merah bundar pada area kulit dan dapat menyebar ke bagian lain. Tinea cruris umumnya sering diderita oleh orang-orang yang sering berkeringat dan menggunakan pakaian ketat, seperti atlet.

Penyakit ini dapat mudah menyebar. Namun pengobatannya tergolong mudah, yaitu menggunakan obat-obatan antijamur.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala umum dari tinea cruris meliputi:

  • Muncul bercak-bercak merah pada kulit. Biasanya, bercak berbentuk bundar dengan pinggiran merah seperti cincin.
  • Timbul rasa gatal secara terus-menerus.
  • Kulit dapat mengelupas atau pecah-pecah.
  • Perubahan pada warna kulit menjadi gelap atau terang. Gejala ini bisa berlangsung lama.

Penyebab

Penyebab tinea cruris adalah sekelompok jamur bernama dermatofitosis. Pada kondisi normal, jamur ini hidup di kulit tanpa menimbulkan permasalahan.

Namun jika seseorang sering menggunakan pakaian yang basah dan berkeringat setelah berolahraga, kondisi kulit akan menjadi lembap dan memicu proses kembang biak jamur yang cepat. Akibatnya, area kulit akan mengalami iritasi dan terasa gatal. 

Selain sering banyak berkeringat, kondisi-kondisi berikut ini juga bisa menjadi faktor pemicu tinea cruris:

  • Kondisi panas dan lembap.
  • Mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Menggunakan pakaian yang ketat.
  • Jarang mandi.
  • Sering kembali mengenakan pakaian yang sudah dipakai tanpa dicuci terlebih dulu, terutama pakaian dalam.
  • Sering saling meminjamkan handuk, pakaian, atau barang pribadi lain dengan orang lain.

Diagnosis

Untuk dapat mendiagnosis penyakit ini, dokter biasanya cukup melihat bentuk dan lokasi ruam pada kulit pasien. Selanjutnya, dokter akan bertanya mengenai gejala dan riwayat medis pasien sebelum melakukan pemeriksaan fisik.

Jika diperlukan, dokter akan menyarankan beberapa tes lanjutan berupa pengambilan sampel kulit atau biopsi. Sampel kulit kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop guna mendeteksi jenis jamur yang menginfeksi kulit.

Pengobatan

Langkah pengobatan utama untuk tinea cruris adalah menggunakan obat antijamur. Obat ini bisa tersedia dalam bentuk oles maupun oral (minum). Clotrimazole, miconazole, dan terbinafine merupakan beberapa contoh obat yang mungkin diresepkan.

Menggunakan obat antibiotik juga bisa dianjurkan jika diperlukan. Misalnya untuk mengobati dan/atau mencegah infeksi bakteri yang terjadi akibat pasien yang menggaruk area yang terkena jamur.

Selain obat-obatan di atas, Anda juga bisa menerapkan langkah-langkah berikut untuk mempercepat pemulihan infeksi jamur:

  • Cucilah area yang terkena infeksi jamur dengan sabun dan air hangat yang bersih.
  • Keringkan kulit yang terinfeksi dengan cermat, baik setelah mandi maupun berolahraga.
  • Ganti pakaian Anda setiap hari, khususnya pakaian dalam.
  • Gunakan pakaian yang longgar dengan bahan yang menyerap keringat.

Pencegahan

Tinea cruris dapat dicegah dengan cara-cara seperti berikut:

  • Mandi secara teratur. Langkah ini juga sebaiknya Anda lakukan segera setelah berolahraga atau mengeluarkan banyak keringat.
  • Setelah mandi, seka tubuh sampai benar-benar kering. Khususnya, area selangkangan.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang tidak ketat
  • Hindari menggunakan pakaian yang ketat.
  • Jangan berbagi handuk, pakaian, atau barang pribadi lainnya dengan orang lain.
  • Jangan kenakan pakaian renang yang basah untuk waktu yang lama.
  • Jangan menyimpan pakaian yang lembap di dalam loker, lemari, atau tas. Ini bisa menjadi tempat pertumbuhan jamur.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segara berkonsultasi ke dokter jika Anda memiliki gejala-gejala tinea cruris.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Saat Anda melakukan janji temu dengan dokter, siapkan beberapa pertanyaan berikut:

  • Bagaimana cara menyembuhkan penyakit ini?
  • Bagaimana cara mencegah penyebaran tinea cruris agar tidak semakin menyebar? 
  • Bagaimana cara agar infeksi tidak menyebar ke orang lain?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat berkonsultasi dengan dokter, pertanyaan-pertanyaan di bawah ini biasanya akan diajukan oleh dokter:

  • Kapan Anda pertama mengalami gejala tinea cruris?
  • Bagaimana kondisi kulit Anda saat gejala pertama kali muncul?
  • Apakah area kulit yang terinfeksi jamur menimbulkan rasa sakit atau gatal?
  • Apakah ada hal-hal yang membuat kondisi Anda terasa membaik atau memburuk?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/jock-itch
Diakses pada 14 Januari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-scalp/symptoms-causes/syc-20354918
Diakses pada 14 Januari 2019

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/is_jock_itch_tinea_cruris_contagious/article.htm#what_is_jock_itch_tinea_cruris
Diakses pada 14 Januari 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000876.htm
Diakses pada 14 Januari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/jock-itch#1
Diakses pada 14 Januari 2019

Back to Top