Kulit & Kelamin

Tinea Barbae

14 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tinea Barbae
Munculnya benjolan merah dan kulit bersisik bisa menjadi pertanda terkena infeksi jamur.
Tinea barbae adalah infeksi jamur di wajah dan area leher yang ditumbuhi rambut. Kondisi ini biasanya ditemukan di area janggut atau kumis.Dalam bahasa latin, tinea artinya jamur dan barbae artinya area dagu atau janggut. Oleh sebab itu, hampir semua kasus tinea barbae terjadi pada pria dewasa. Tinea barbae ditandai dengan pembengkakan, gatal-gatal, dan kulit bersisik pada area yang terkena infeksi.Kondisi ini banyak terjadi di negara tropis dan subtropis yang beriklim panas dan lembap. Jalur penularan infeksi ini umumnya dari kontak langsung dengan hewan peliharaan atau hewan ternak yang terinfeksi jamur.
Tinea Barbae
Dokter spesialis Kulit
GejalaBenjolan kemerahan di dagu, leher, serta area yang ditumbuhi rambut, gatal, dan kulit berkerak
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, kerokan kulit
PengobatanObat-obatan
ObatTerbinafine, itraconazole, griseofulvin 
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki gejala seperti tinea barbae
Secara umum, terdapat dua jenis tinea barbae yaitu dengan peradangan dan tanpa peradangan. Gejala tinea barbae adalah:
  • Infeksi pada dagu, leher atau daerah yang biasanya ditumbuhi rambut.
  • Munculnya benjolan merah, bengkak, serta bernanah yang tidak terasa gatal atau sakit.
  • Kulit yang berkerak dan terasa sakit.
  • Gatal atau sensasi terbakar pada area kulit yang terinfeksi.
Penyebab tinea barbae adalah kelompok jamur dermatofit bernama Trichophyton yang umumnya berkembang biak di hewan. Jenis jamur ini mudah menular ke manusia.Jamur yang menyebabkan tinea barbae adalah:
  • Trichophyton verrucosum: jamur yang berasal dari sapi
  • Trichophyton mentagrophytes var. equinum: jamur yang berasal dari kuda
Jenis jamur ini dapat tinggal dan berkembang biak di lapisan epidermis, rambut, dan kuku. 

Faktor risiko

Sejumlah faktor berikut dapat meningkatkan risiko terkena tinea barbae:
  • Pria yang menumbuhkan janggut atau kumis.
  • Penggunaan pisau cukur yang tidak bersih sehingga mengiritasi folikel (kantung) rambut pada area sekitar janggut.
  • Penggunaan pisau cukur secara bergantian.
  • Tinggal di daerah dengan iklim tropis yang suhu dan kelembapannya tinggi.
  • Tinggal di daerah pedesaan yang memungkinkan kontak erat dengan hewan ternak atau peliharaan seperti sapi, kuda, kucing, atau anjing.
  • Mengidap tinea atau infeksi jamur pada lokasi tubuh lain. 
  • Memiliki daya tahan tubuh (imunitas) yang rendah.
  • Menderita penyakit tertentu seperti diabetes atau gangguan vascular.
Baca juga: Cara Mengatasi Razor Burn alias Iritasi Akibat Bercukur
Tinea barbae biasanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan dasar dan pemeriksaan penunjang, antara lain:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan tanda dan gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan pasien dan keluarga juga faktor-faktor risiko terkait. Selanjutnya, dokter akan melihat secara lebih detail tanda-tanda infeksi jamur yang muncul.
 
  • Pemeriksaan kerokan kulit. Pada pemeriksaan ini, kulit yang terinfeksi akan dikerok. Sampel kerokan tersebut nantinya akan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui jenis mikroorganisme yang menyebabkan tinea barbae
  • Biopsi kulit. Tindakan ini dilakukan dengan mengangkat sampel jaringan kulit yang terinfeksi. Sampel kerokan kulit yang diambil akan diamati di bawah mikroskop guna mendeteksi adanya kelainan. 
 
  • Kultur jamur. Sampel kerokan kulit atau biopsi juga dapat digunakan sebagai salah satu media pembiakan jamur.
Pengobatan tinea barbae tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Cara mengobati tinea barbae adalah:
  • Obat antijamur
Obat antijamur oral seperti itrakonzloe, griseofulvin, dan terbinafine hidroklorida merupakan pengobatan utama dari tinea barbae. Obat ini diresepkan dokter untuk membunuh jamur penyebab infeksi.      Obat-obatan antijamur topikal (krim oles) juga dapat digunakan untuk kasus tinea barbae yang ringan. 
  • Sampo antijamur
Dokter juga biasanya akan merekomendasikan sampo khusus yang mengandung bahan antijamur seperti ketoconazole atau selenium sulphide povidone-iodine. Kedua kandungan tersebut dapat menghentikan penyebaran jamur. 
  • Krim atau tablet kortikosteroid
 Dokter bisa meresepkan obat kortikosteroid seperti prednisone untuk mengurangi peradangan. 
  • Operasi laser
 Operasi laser dapat dilakukan untuk menghilangkan rambut tempat tumbuhnya jamur.

Komplikasi 

Infeksi jamur berpotensi untuk terulang kembali jika tidak ditangani secara menyeluruh.
Infeksi ini sulit dicegah karena dapat menular dengan mudah dari berbagai sumber. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda mengurangi risiko terkena infeksi jamur antara lain:
  • Ketahui dan pelajari berbagai informasi mengenai penyebaran jamur
  • Menjaga kebersihan diri dengan baik. 
  • Keramas secara rutin, termasuk membasuh kumis dan jenggot, terutama setelah berolahraga atau keadaan rambut yang lembab
  • Jaga kebersihan tubuh dengan mandi dan cuci tangan untuk menghindari penyebaran infeksi jamur
  • Hindari hewan-hewan yang terindikasi mengalami infeksi jamur
  • Gunakan peralatan pribadi Anda sendiri seperti sikat gigi, sisir, dan pisau cukur dan jangan meminjamkannya kepada orang lain
Baca jawaban dokter: Apakah jamur kucing dapat menular kepada manusia?
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami tanda atau gejala yang berkaitan dengan kondisi ini.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait tinea barbae?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis tinea barbae agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6664368/
Diakses pada 12 Agustus 2021
DermNet. https://dermnetnz.org/topics/tinea-barbae/
Diakses pada 12 Agustus 2021
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/skin-disorders/fungal-skin-infections/beard-ringworm-tinea-barbae
Diakses pada 12 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/razor-bumps
Diakses pada 14 Januari 2019
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/folliculitis/multimedia/pseudofolliculitis-barbae/img-20006457
Diakses pada 14 Januari 2019
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/search/mni/tinea%20barbae
Diakses pada 14 Januari 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1091252-overview
Diakses pada 12 Agustus 2021
Winchester Hospital. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=874036
Diakses pada 12 Agustus 2021
NCBI.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563204/
Diakses pada 12 Agustus 2021
Acta Dermatoven APA. https://www.acta-apa.org/journals/acta-dermatovenerol-apa/papers/10.15570/archive/acta-apa-04-3/4.pdf
Diakses pada 12 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email