Tinea Barbae

Ditinjau dr. Miranda Rachellina pada 21 Mar 2019
Tinea barbae umumnya terjadi pada kulit wajah dan leher yang ditumbuhi rambut.
Munculnya benjolan merah dan kulit bersisik bisa menjadi pertanda terkena infeksi jamur.

Pengertian Tinea Barbae

Tinea barbae merupakan infeksi jamur yang umumnya terjadi pada kulit bagian wajah dan leher yang biasanya ditumbuhi rambut. Infeksi ini ditandai dengan pembengkakan, gatal-gatal, dan kulit bersisik pada area yang terkena infeksi. Infeksi ini umumnya hanya dialami oleh laki-laki remaja dan dewasa. Tinea barbae merupakan bahasa latin yang artinya jamur (tinea) pada bagian dagu atau janggut (barbae). Kondisi ini banyak terjadi pada negara tropis dan subtropis yang bersuhu tinggi dan dengan tingkat kelembaban yang tinggi. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala infeksi jamur tinea barbae tergantung pada penyebabnya. Terdapat dua jenis kondisi tinea barbae yaitu dengan peradangan dan tanpa peradangan. Beberapa gejalanya adalah:

  • Infeksi pada dagu, leher atau daerah yang biasanya ditumbuhi rambut.
  • Munculnya benjolan merah
  • Kulit yang berkerak dan terasa sakit
  • Terdapat pembengkakan pada daerah yang terkena infeksi
  • Gatal atau sensasi terbakar pada area yang terkena infeksi

Penyebab

Tinea barbae disebabkan oleh kelompok jamur dermatofit yang juga banyak menjadi penyebab berbagai infeksi jamur pada kulit. Jenis jamur ini banyak menyebar pada lapisan epidermis, rambut dan kuku. Tinea barbae juga dapat disebabkan oleh pisau cukur yang tidak bersih sehingga mengiritasi folikel (kantung) rambut pada area sekitar janggut.

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan informasi mengenai riwayat medis untuk memahami kondisi Anda. Selain itu, pemeriksaan mikroskopis pada lapisan kulit atau dermoskopi dapat dilakukan untuk memastikan diagnosa.

Pengobatan

Pengobatan tinea barbae bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Selain itu beberapa obat-obatan topikal atau oral dapat membantu kondisi ini. Beberapa obat-obatan yang mungkin diberikan antara lain,

  • Krim atau pil untuk mengatasi infeksi
  • Krim, sampo atau pil khusus untuk mengatasi infeksi jamur
  • Krim atau pil untuk mengurangi peradangan

Selain itu, prosedur operasi seperti laser penghilang rambut juga dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi jamur.

Risiko apabila tidak diobati

Infeksi jamur berpotensi untuk terulang kembali jika tidak ditangani secara menyeluruh.

Pencegahan

Infeksi ini sulit dicegah karena dapat menular dengan mudah dari berbagai sumber. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda mengurangi risiko terkena infeksi jamur antara lain:

  • Ketahui dan pelajari berbagai informasi mengenai penyebaran jamur
  • Keramas secara rutin terutama setelah berolahraga atau keadaan rambut yang lembab
  • Jaga kebersihan tubuh dengan mandi dan cuci tangan untuk menghindari penyebaran infeksi jamur
  • Hindari hewan-hewan yang terindikasi mengalami infeksi jamur
  • Gunakan peralatan pribadi Anda sendiri seperti sikat gigi, sisir, dan pisau cukur dan jangan meminjamkannya kepada orang lain

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami tanda atau gejala yang berkaitan dengan kondisi ini.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan beberapa informasi berikut untuk membantu dokter memahami kondisi Anda.

  • Penjelasan detail mengenai gejala atau tanda-tanda yang Anda alami
  • Riwayat medis Anda
  • Obat-obatan yang sebelumnya dikonsumsi atau sedang dikonsumsi
  • Aktivitas yang sebelumnya Anda lakukan yang berpotensi atau berkaitan dengan penularan jamur

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan beberapa informasi dan melakukan pemeriksaan fisik untuk memahami kondisi Anda serta menyarankan Anda untuk melakukan tes tertentu untuk memastikan diagnosa jika diperlukan.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/razor-bumps
Diakses pada 14 Januari 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/folliculitis/multimedia/pseudofolliculitis-barbae/img-20006457 
Diakses pada 14 Januari 2019

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/search/mni/tinea%20barbae
Diakses pada 14 Januari 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1091252-overview
Diakses pada 14 Januari 2019

Back to Top