Infeksi

Tetanus

Diterbitkan: 19 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Tetanus
Infeksi bakteri menjadi penyebab utama dari penyakit tetanus.
Tetanus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Clostridium tetani. Ketika bakteri Clostridium tetani tersebut memasuki tubuh maka akan terjadi infeksi yang dapat mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan otot di seluruh tubuh mengencang. Penyakit ini disebut juga lockjaw karena infeksi sering menyebabkan kontraksi otot pada rahang dan leher yang pada akhirnya dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tetanus dapat menyebabkan kesulitan bernafas dan membahayakan keselamatan jiwa.Tetanus adalah penyakit yang tergolong langka karena vaksin tetanus sudah banyak dikembangkan dan membantu pencegahan penyakit ini di seluruh belahan dunia. Tetapi, penyakit ini masih berisiko bagi yang tidak mengikuti jadwal vaksinasi yang ditentukan, dan biasanya dapat ditemukan di negara-negara berkembang. Saat ini belum ada obat untuk tetanus, dan pengobatan berfokus untuk mengurangi komplikasi hingga efek yang disebabkan oleh racun tetanus hilang. 
Tetanus
Dokter spesialis Anak, Penyakit Dalam
GejalaKejang otot, kaku otot rahang, kaku otot laher
Faktor risikoBelum pernah vaksinasi tetanus, luka tusuk, cedera
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanObat-obatan, debridement luka
ObatAntibiotik, antitoksin, tetanus immune globuline (TIG)
KomplikasiGangguan pernapasan, pneumonia, kerusakan otak
Kapan harus ke dokter?Memiliki luka yang dalam dan kotor, belum pernah mendapatkan vaksinasi tetanus
Gejala tetanus muncul dalam hitungan hari atau minggu setelah bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka. Masa inkubasi dari penyakit tetanus pada umumnya berkisar antara 7-10 hari. Gejala-gejala yang muncul pada umumnya berupa:
  • Kejang otot dan kaku di bagian otot rahang
  • Kaku di bagian otot leher
  • Kesulitan menelan
  • Kaku di bagian otot perut
  • Rasa sakit dan kejang di seluruh tubuh yang berlangsung selama beberapa menit akibat beberapa kejadian seperti suara bising, sentuhan atau cahaya.
Sementara itu, gejala minornya berupa:
  
Tetanus disebabkan oleh bakteri bernama Clostridium Tetani, yang dapat ditemukan di tanah, debu dan kotoran binatang. Ketika masuk ke dalam tubuh melalui luka, bakteri tersebut akan mengeluarkan racun kuat bernama tetanospasmin, yang mempengaruhi saraf yang mengontrol otot. Racun tersebut dapat menyebabkan kaku di bagian otot dan kejang-kejang.Hampir semua kasus tetanus terjadi kepada pasien yang belum pernah menerima vaksinasi atau orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi tambahan dalam 10 tahun terakhir. Tetanus tidak dapat ditularkan antar manusia.Adapun faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya tetanus pada seseorang adalah:
  • Gagal mendapatkan vaksinasi atau tidak dirawat dengan suntikan booster terhadap tetanus
  • Cedera yang memungkinkan spora tetanus masuk ke dalam luka
  • Masuknya benda asing, seperti paku atau serpihan kayu
Beberapa kasus tetanus dapat terjadi karena infeksi yang berkembang dari kondisi berikut ini:
  • Luka tusuk, termasuk dari serpihan kayu, tindikan tubuh, tato dan obat-obatan injeksi
  • Luka tembak
  • Fraktur majemuk
  • Luka bakar
  • Luka bedah
  • Penyalahgunaan narkoba suntikan
  • Gigitan binatang atau serangga
  • Bisul kaki yang terinfeksi
  • Infeksi gigi
  • Tunggul pusar yang terinfeksi pada bayi baru lahir yang lahir dari ibu yang tidak divaksinasi dengan memadai
 
Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik berupa:
  • Pemeriksaan catatan imunisasi pasien
  • Pemeriksaan gejala-gejala penyakit seperti kejang-kejang, kaku dan rasa sakit, terutama di bagian leher.
 
Pengobatan tetanus diberikan berdasarkan tingkat keparahan gejala yang dialami. Tetanus biasanya diobati dengan berbagai terapi dan obat-obatan, seperti:
  • Antibiotik untuk melawan bakteri tetanus
  • Antitoksin untuk menetralisir racun yang diproduksi oleh bakteri
  • Tetanus immune globulin (TIG) untuk menetralkan racun yang dihasilkan bakteri dalam tubuh
  • Relaksan otot untuk mengontrol kejang otot
  • Membersihkan luka untuk menyingkirkan sumber bakteri
  • Menggunakan alat pembantu pernapasan (ventilator) untuk meringankan kondisi susah bernapas
  • Pada beberapa kasus, prosedur bedah yang disebut debridement digunakan untuk mengangkat jaringan yang mati atau terinfeksi.
  • Vaksin untuk melindungi tubuh dari infeksi tetanus selanjutnya. Beberapa jenis vaksin yang dapat diberikan diantaranya adalah:
    • DTaP, vaksin untuk difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan)
    • DT, vaksin untuk difteri dan tetanus
    • Tdap, vaksin untuk tetanus, difteri, dan pertusis
    • Td, vaksin untuk tetanus dan difteri
Tetanus yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi seperti:Kejang otot yang parah akibat tetanus juga dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, seperti:
  • Masalah pernapasan karena kejang pita suara (laringospasme) dan kejang otot yang menganggu pernapasan
  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Kerusakan otak karena kekurangan oksigen
  • Detak jantung abnormal
  • Patah tulang dan patah tulang belakang karena kram otot dan kejang
  • Infeksi sekunder akibat menjalani rawat inap dalam waktu yang lama
 
Dokter dapat menyarankan tindakan berikut ini untuk mencegah tetanus:
  • Melakukan vaksinasi sesuai jadwal. Pemberian vaksin Td (tetanus dan difteri) atau TDaP (tetanus, difteri, pertusis) dilakukan ketika anak berusia  10–12 tahun dan 18 tahun
  • Menghindari kegiatan yang dapat menyebabkan luka
  • Segera membersihkan luka dengan air bersih yang mengalir. Bersihkan area di sekitar luka dengan sabun dan handuk bersih
  • Menutup luka dengan perban untuk meminimalisir risiko masuknya bakteri melalui luka
  • Mengganti baju secara rutin setiap hari untuk mengurangi resiko infeksi
 
Segera hubungi dokter apabila:
  • Anda memiliki luka yang dalam atau kotor dan belum mendapatkan suntik tetanus atau vaksinasi tetanus tambahan setidaknya dalam 5 tahun terakhir.
  • Anda merasa kaku dan kejang di bagian leher dan rahang setelah mengalami luka.
 
Jika mengalami gejala tetanus, segeralah periksakan diri ke dokter. Apabila diperlukan, dokter akan merujuk ke spesialis neurologi.Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala-gejala tetanus seperti kejang-kejang dan kaku di bagian leher?
  • Apakah gejala berlangsung terus-menerus atau hanya sesekali?
  • Seberapa parah gejala-gejala tersebut? Apakah gejala-gejala tersebut cenderung memburuk?
  • Apakah ada yang dapat mengurangi gejalanya?
  • Kapan terakhir Anda mendapatkan vaksinasi tetanus?
  • Apakah Anda pernah terluka belakangan ini?
Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan untuk diajukan kepada dokter, seperti:
  • Apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi gejala tersebut?
  • Apakah penyebab dari gejala-gejala yang muncul?
  • Apakah ada alternatif pengobatan lain?
  • Apakah saya perlu ke dokter spesialis?
  • Apakah ada pantangan yang harus dipatuhi?
  • Apakah ada obat yang perlu saya konsumsi?
  • Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi gejala ini?
 
Dokter biasanya dapat mendiagnosis tetanus dengan:
  • Memeriksa kondisi luka
  • Memeriksa gejala berupa kaku dan kejang
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tetanus/symptoms-causes/syc-20351625
diakses pada 15 Juli 2020
Web MD. https://www.webmd.com/children/vaccines/understanding-tetanus-treatment
diakses pada 12 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tetanus/
diakses pada 12 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/tetanus
diakses pada 15 Juli 2020
CDC. https://www.cdc.gov/tetanus/vaccination.html
diakses pada 15 Juli 2020
CDC. https://www.cdc.gov/tetanus/about/causes-transmission.html
diakses pada 15 Juli 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Tak Hanya Terjadi di Paru-Paru, Bakteri Tuberkulosis Juga Dapat Sebabkan TBC Usus

Selama ini, kita mengenal TBC menyerang paru-paru. Faktanya, bakteri Tuberkulosis (TB) bisa menyerang bagian tubuh lainnya, termasuk usus, yang dinamakan TBC usus. Gejalanya mirip dengan infeksi bakteri lainnya sehingga sulit dibedakan.
03 Jun 2020|Nurul Rafiqua
Baca selengkapnya
TBC usus memiliki gejala yang mirip dengan infeksi bakteri lainnya sehingga hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan oleh dokter

Mengenal Efek Samping Vaksin pada Anak dan Cara Mencegahnya

Efek samping vasin pada anak umumnya akan berupa demam ringan sampai tinggi, nyeri, dan bengkak pada area bekas suntikan. Tak perlu khawatir, reaksi ini akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.Baca selengkapnya
Efek samping vaksin pada anak

Mana yang Benar Saat Demam: Kompres Panas Atau Dingin?

Demam merupakan respons tubuh ketika terjadi infeksi virus maupun bakteri. Ketika penderita demam diberi kompres panas, hipotalamus di otak akan memberi respons untuk menurunkan suhu tubuh.
05 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Ketika ada kompres panas diletakkan di bagian tubuh seperti dahi, maka hipotalamus di otak akan menganggap lingkungan sekitar terasa panas dan menurunkan suhu tubuh