Tetanus

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Tetanus disebabkan infeksi bakteri pada sistem saraf yang menimbulkan gejala berupa kejang otot dan dapat ditangani dengan vaksinasi.
Infeksi bakteri menjadi penyebab utama dari penyakit tetanus.

Pengertian Tetanus

Tetanus atau juga dikenal sebagai lockjaw, adalah infeksi bakteri yang memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan kontraksi otot yang menyakitkan, terutama di bagian rahang dan otot leher. Tetanus dapat menyebabkan kesulitan bernafas dan membahayakan keselamatan jiwa.

Tetanus adalah penyakit yang tergolong langka karena vaksin tetanus sudah banyak dikembangkan dan membantu pencegahan penyakit ini di seluruh belahan dunia. Tetapi, penyakit ini masih berisiko bagi yang tidak mengikuti jadwal vaksinasi yang ditentukan, dan biasanya dapat ditemukan di negara-negara berkembang. Saat ini belum ada obat untuk tetanus, dan pengobatan berfokus untuk mengurangi komplikasi hingga efek yang disebabkan oleh racun tetanus hilang.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala tetanus muncul dalam hitungan hari atau minggu setelah bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka. Masa inkubasi dari penyakit tetanus pada umumnya berkisar antara 7-10 hari. Gejala-gejala yang muncul pada umumnya:

  • Kejang otot dan kaku di bagian otot rahang
  • Kaku di bagian otot leher
  • Kesulitan menelan
  • Kaku di bagian otot perut
  • Rasa sakit dan kejang di seluruh tubuh yang berlangsung selama beberapa menit yang biasanya disebabkan oleh beberapa kejadian seperti suara bising, sentuhan atau cahaya.

Gejala minor lain adalah:

Penyebab

Tetanus disebabkan oleh bakteri bernama Clostridium Tetani, yang dapat ditemukan di tanah, debu dan kotoran binatang. Ketika bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui luka, bakteri akan mengeluarkan racun kuat bernama tetanospasmin, yang mempengaruhi saraf yang mengontrol otot. Racun tersebut dapat menyebabkan kaku di bagian otot dan kejang-kejang.

Hampir semua kasus tetanus terjadi kepada pasien yang belum pernah menerima vaksinasi atau orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi tambahan dalam 10 tahun terakhir. Tetanus tidak dapat ditularkan antar manusia.

Diagnosis

Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang akan meliputi:

  • Memeriksa catatan imunisasi pasien
  • Memeriksa gejala-gejala penyakit seperti kejang-kejang, kaku dan rasa sakit, terutama di bagian leher.

Pengobatan

Belum ada terapi khusus untuk infeksi tetanus. Pengobatan yang tersedia berupa langkah-langkah yang diterapkan untuk mengurangi gejala tetanus, seperti:

  • Membersihkan luka
  • Menggunakan alat pembantu pernapasan (ventilator) untuk meringankan kondisi susah bernapas
  • Dokter mungkin dapat memberi obat-obatan, diantaranya:
    • Antitoksin untuk menetralisir racun yang diproduksi oleh bakteri
    • Antibiotik untuk melawan bakteri tetanus
    • Vaksin untuk melindungi tubuh dari infeksi tetanus selanjutnya
    • Sedatif untuk meringankan gejala kejang-kejang di bagian otot

Pencegahan

Dokter dapat menyarankan tindakan berikut untuk mencegah tetanus:

  • Melakukan vaksinasi sesuai jadwal
  • Hindari kegiatan yang dapat menyebabkan luka
  • Apabila terluka, segera obati luka dengan air bersih yang mengalir. Bersihkan area di sekitar luka dengan sabun dan handuk bersih
  • Tutupi luka dengan perban untuk meminimalisir resiko masuknya bakteri melalui luka
  • Ganti baju secara rutin setiap hari untuk mengurangi resiko infeksi

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera hubungi dokter apabila:

  • Anda memiliki luka yang dalam atau kotor dan belum mendapatkan suntik tetanus atau vaksinasi tetanus tambahan setidaknya dalam 5 tahun terakhir
  • Anda merasa kaku dan kejang di bagian leher dan rahang setelah mendapatkan luka

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika anda mengalami gejala tetanus, segeralah periksakan diri anda ke dokter terpercaya anda. Jika memungkinkan, dokter anda mungkin akan merujuk ke spesialis neurologi.

Dokter anda mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Kapan anda mulai mengalami gejala-gejala tetanus seperti kejang-kejang dan kaku di bagian leher?
  • Apakah gejala berlangsung terus-terusan atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala-gejala tersebut? Apakah gejala-gejala tersebut cenderung memburuk?
  • Apakah ada yang dapat membuat gejala anda berkurang?
  • Kapan terakhir anda mendapatkan vaksinasi tetanus?
  • Apakah anda pernah terluka belakangan ini?

Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang akan anda tanyakan kepada dokter, seperti:

  • Apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi gejala saya?
  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah ada alternatif pengobatan lain?
  • Apakah saya perlu ke dokter spesialis?
  • Apakah ada batasan hal-hal yang tidak bisa saya lakukan?
  • Apakah ada obat yang perlu saya konsumsi?
  • Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya dapat mendiagnosis tetanus dengan menanyakan gejala. Terkadang mereka mungkin:

  • Memeriksa kondisi luka
  • Memeriksa gejala berupa kaku dan kejang
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tetanus/symptoms-causes/syc-20351625
diakses pada 12 Oktober 2018.

Web MD. https://www.webmd.com/children/vaccines/understanding-tetanus-treatment
diakses pada 12 Oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tetanus/
diakses pada 12 Oktober 2018.

Back to Top